APAKAH ARTINYA AMARAH BANGSA-BANGSA ?

 

Pertanyaan No. 47 :

Nyonya White mengatakan: "Aku tampak bahwa amarah bangsa-bangsa, murka Allah, dan masa untuk mengadili orang-orang yang sudah mati, adalah terpisah dan jelas berbeda, yang satu menyusul yang lainnya, juga bahwa Mikhail belum bangkit berdiri, dan bahwa masa kesusahan besar itu yang sedemikian itu belum pernah ada, belum lagi mulai." --- Early Writings, p. 36. Mungkinkah "amarah bangsa-bangsa ini" yang merupakan "perang Armageddon itu" ?

Jawab :

Sementara khayal itu memperjelaskan bahwa tiga peristiwa yang pertama itu (pehukuman orang-orang yang sudah mati, amarah bangsa-bangsa, dan murka Allah) yang satu menyusul yang lainnya secara berurutan, menempati tiga masa periode yang terpisah berurutan dan berbeda, ia itu tidak menjelaskan masa dari peristiwa yang keempat -- bangkit berdirinya Mikhail itu.

Murka Allah sebagaimana biasanya dipahami, ialah tujuh bela yang terakhir (Wahyu 15 : 1), dan murka itu akan dituangkan selama masa periode di antara berakhirnya masa kasihan dan kedatangan Kristus yang kedua kali. Pehukuman orang-orang yang sudah mati itu, sebagaimana  dipahami oleh hampir semua orang Adventist, meliputi dua masa periode: yang pertama dalam masa kasihan, segera mendahului pehukuman orang-orang hidup, dan kedua selama masa seribu tahun millenium itu. Demikian pula dengan murka Allah yang datang dalam masa-periode semenjak dari berakhirnya masa kasihan sampai kepada kedatangan Kristus yang kedua kali, amarah bangsa-bangsa itu hanya dapat terjadi selama masa pehukuman orang-orang hidup --- yaitu selama Seruan Keras dari Pekabaran Malaikat Yang Ketiga.

Oleh sebab itu, amarah bangsa-bangsa tidak mungkin Armageddon itu, karena ia itu terjadi di dalam masa bela yang keenam (Wahyu 16 : 12 - 16), dalam masa periode murka Allah. Amarah bangsa-bangsa dan murka Allah sebagaimana wajib selalu kita ingat adalah dua peristiwa "yang terpisah dan berbeda","yang satu menyusul yang lainnya."

Sesuai dengan itu, maka gantinya berupa Armageddon, amarah bangsa-bangsa itu justru adalah "masa kesusahan besar yang belum pernah ada" --- yaitu masa di mana Mikhail, sambil memegang "pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri" (Testimonies to Ministers, p. 300), akan bangkit berdiri untuk melepaskan "setiap orang yang kelak ditemukan namanya tercatat di dalam buku." Daniel 12 : 1.

Karena amarah bangsa-bangsa itu terjadi dalam masa pehukuman orang-orang hidup, --- yaitu Seruan Keras dari Pekabaran Malaikat yang Ketiga, --- maka "amarah" itu jelas ditujukan kepada umat Allah, bukan kepada bangsa-bangsa itu sendiri. Jelaslah dalam kenyataan ini, bahwa karena bangsa-bangsa di antara sesamanya selalu bertengkar, dan sedang bertengkar di waktu ini, sungguhpun kita masih berada dalam masa pehukuman orang-orang yang sudah mati.

"Amarah bangsa-bangsa" itu akan melaksanakan keputusan dari binatang yang bertanduk dua itu yang berbunyi : "seberapa banyak orang yang tidak mau menyembah patung binatang itu harus dibunuh" (Wahyu 13 : 15); pada waktu yang sama perempuan jahat itu, yaitu Babil yang Besar itu, akan menunggangi binatang yang merah kirmizi itu (Wahyu pasal 17) dan memerintah atas bangsa-bangsa. "Kesusahan yang sama inipun akan datang menimpa umat kita di seluruh bagian dunia." --- Testimonies, vol. 6, p. 395.

Mengenai amarah bangsa-bangsa ini, yaitu persekongkolan dunia luas menentang orang-orang yang menolak menyembah sujud kepada binatang itu dan patungnya, Tuhan meramalkannya melalui nabi Zakharia sebagai berikut: "Maka pada hari itu Aku akan membuat Yerusalem menjadi sebuah batu tanggungan bagi semua orang : semua orang yang membebani dirinya dengan batu itu akan ditumpas habis, sekalipun semua orang di bumi berhimpun bersama-sama menentangnya." Zakharia 12 : 3.

"Pada hari itu Tuhan akan kelak mempertahankan semua penduduk Yerusalem; maka orang yang lemah di antara mereka itu pada hari itu akan jadi kelak seperti Daud; dan rumah Daud akan jadi seperti Allah, seperti malaikat Tuhan di hadapan mereka itu." Zakharia 12 : 8. Kemudian "dengan bersenjatakan kebenaran Kristus," demikian kata Roh Nubuat, "sidang akan memasuki pertikaiannya yang terakhir. 'Indah bagaikan bulan, cerah bagaikan matahari, dan mengerikan bagaikan suatu bala tentara dengan panji-panji mereka,' ia akan keluar ke seluruh dunia dengan kemenangan dan untuk memenangkan." --- Prophets and Kings, p.725.

"Orang-orang yang biasa malu-malu dan kurang mempercayai diri sendiri, akan menyatakan dirinya secara resmi bagi Kristus dan kebenaran-Nya. Orang yang terlemah dan ragu-ragu di dalam sidang, akan jadi kelak seperti Daud --- rela berbuat dan berani." --- Testimonies, vol. 5, p. 81.

"Hanya orang-orang yang telah berhasil melawan pencobaan dalam kekuatan Dia Yang Maha Tinggi akan diijinkan ikut serta dalam memberitakannya (Pekabaran Malaikat Yang Ketiga) apabila ia itu kelak berkembang menjadi Seruan Keras." --- The Review and Herald, No. 19, 1908.


**********