KERAJAAN ALLAH ITU DI DALAM HATI
ATAUKAH DI BUMI ?


 


Pertanyaan No. 45 :

Oleh karena Yesus mengatakan "kerajaan Allah itu terdapat di dalam" kita (Lukas 17 : 21), maka bagaimanakah mungkin ia itu merupakan sebuah kerajaan bumi?

Jawab :

Jika pernyataan yang dipertanyakan itu berarti bahwa tidak akan ada satupun Kerajaan Allah di bumi, maka dengan alasan yang sama itu pun harus berarti bahwa juga tidak akan ada kerajaan apapun di dalam sorga. Dan jika tidak akan ada satupun di bumi, dan tidak satupun di sorga, maka sia-sialah pengharapan kita. Namun, sebagaimana biasanya, apa yang membuktikan terlalu banyak itu, tidak akan membuktikan apa-apa. Dengan sendirinya, untuk berdiri pada persoalan yang dipertanyakan itu adalah sama dengan mengambil pendirian bahwa tidak akan ada kerajaan apapun yang sebenarnya (literal) baik di bumi atau di dalam sorga, melainkan hanya suatu kerajaan rohani di dalam hati, yang akan menyusutkan orang menjadi sesuatu yang mustahil. Itu berarti bermain langsung ke dalam tangan-tangan lblis, yang suka sekali menggelapkan kebenaran Kerajaan itu, dan mengasingkan Kerajaan itu sendiri untuk dilupakan. Namun dalam hal ini, bersyukurlah kepada Allah, karena Firman menjamin kita, bahwa ia telah ditakdirkan untuk gagal.

Oleh karena itu sebelum Kerajaan Allah itu didirikan di atas bumi ini, ia itu harus benar-benar dapat didirikan secara rohani di dalam kita jika kita senantiasa mempersiapkan diri untuk masuk apabila ia itu secara fisik didirikan di atas "bumi, seperti halnya di dalam sorga."

Sesuai dengan itu, maka kerajaan kerohanian Allah yang di dalam, ialah di dalam orang-orang yang menghayati prinsip-prinsip pemerintahannya sebelum Kerajaan yang secara fisik itu diperdirikan. Sebab  itu kerajaan Allah yang "di dalam" ialah pengaturan kehidupan rohani; itulah persyaratan untuk mewarisi Kerajaan Allah yang kekal itu.