APAKAH KERAJAAN ITU AKAN DIDIRIKAN SEBELUM
SERIBU TAHUN MILLENIUM ITU ?


 

Pertanyaan No. 42 :

Buku "The Great Controversy," pp. 322, 323, mengajarkan, bahwa "sesudah kedatangan Kristus secara pribadi baharu dapatlah umat-Nya menerima kerajaan itu ……… Tetapi apabila Yesus datang, la akan menganugerahkan keadaan tidak mati kepada umat-Nya; dan kemudian la memanggil mereka untuk mewarisi kerajaan itu yang sampai kepada saat itu mereka baru hanya menjadi pewaris-pewarisnya saja.” Mohon bantuan Saudara mencocokkan Alkitab dan "Tongkat Gembala" dengan tulisan-tulisan ini dan bagian-bagian lainnya di dalam tulisan-tulisan Nyonya White yang berkenan dengan pendirian Kerajaan itu!

Jawab :

Sungguhpun doktrin mengenai Kerajaan itu mungkin belum terlihat selengkapnya di bawah kaca-mata tulisan-tulisan Nyonya White seperti halnya di bawah kaca-mata dari Tongkat Gembala, namun dengan demikian ini orang tidak akan berani secara picik menolaknya, melainkan harus lebih giat membanding-bandingkan kedua pandangan doktrin itu di bawah kaca-mata yang lebih unggul dari Alkitab. la harus selalu ingat, bahwa kita tidak diberi kekuasaan untuk mencocokkan Alkitab dengan sesuatu tulisan apapun juga yang lain, terkecuali ditugaskan untuk mengukur segala-galanya yang lain itu dengan menggunakan Alkitab.

Pertama sekali, untuk berbuat adil terhadap Alkitab, terhadap tulisan-tulisan Nyonya White, dan terhadap Tongkat Gembala, maka pendirian masing-masing terhadap masalah itu harus dilihat di dalam terang dari Alkitab, yang secara tak dapat dibantah mengajarkan, bahwa Tanah Perjanjian itu akan kembali didiami oleh umat Tuhan sendiri yang telah bertobat. (Baca Yesaya pasal 2; Mikha pasal 4; Yeheskiel pasal 36 dan 37; Yeremiah pasal 31 - 33.)

Mengenai ucapan Nyonya White di dalam buku The Great Controversy, ia di sana berbicara mengenai Kerajaan itu yang sudah lengkap, sesudah orang-orang mati dibangkitkan, pada waktu umat kesucian menerimanya (Kerajaan itu). Inilah satu-satunya tahap dari masalah itu --- yaitu tahap yang sempurna --- yang diberitahukan oleh Yang Maha Kuasa sewaktu Nyonya White menulis. Kini setelah gulungan suratan Kebenaran Nubuatan lebih banyak terbuka semenjak dari masa hidupnya, maka Kerajaan itu dalam kenyataan terlihat memiliki suatu tahap menengah, tahap Davidian, dan juga tahap terakhir yang selama ini diketahui.

Di samping nubuatan-nubuatan yang bertalian dengan tahapan nyata --- tahap Davidian --- Kerajaan, maka Alkitab masih berisikan banyak lagi masalah-masalah nubuatan yang lain yang juga belum dibicarakan di dalam tulisan-tulisan Nyonya White, yang dibiarkan begitu saja. Maka jika Tuhan tidak mengungkapkan sekaliannya itu sekarang kepada sidang untuk memenuhi kebutuhannya di waktu ini, maka sidang tidak akan siap menghadapi kegenapan peristiwa nubuatan-nubuatan itu, ia akan binasa dalam kondisi Laodikeanya yang tak terselesaikan. Oleh sebab itu nubuatan-nubuatan ini harus diungkapkan untuk menguatkan sidang dalam peperangannya yang terakhir. Jika tidak, maka untuk apakah semuanya itu ditulis?

Tidak ada satupun nabi Allah yang pernah berhasil menempa sebuah rantai peristiwa-peristiwa nubuatan yang lengkap, dengan tidak satupun mata rantainya yang kurang. la itu membutuhkan banyak penulis yang diilhami untuk melengkapi rantai nubuatan yang panjang itu. Oleh sebab itu, maka pikiran yang mengambil pendirian, bahwa Nyonya White telah melaksanakan apa yang tidak seorang nabi pun di dalam Alkitab ataupun di luarnya pernah berhasil melaksanakan, ialah pemikiran yang sama sekali mengabaikan prosedur Alkitab yang nyata dan juga mengabaikan Kebenaran yang sudah terungkap.

la sendiri mengatakan bahwa "tidak seorang pun, betapapun dihormati oleh Sorga, pernah berhasil mencapai pengertian yang penuh mengenai rencana penebusan yang besar itu, ataupun mengerti dengan sempurna rencana Ilahi dalam pekerjaan bagi masanya sendiri. Manusia tidak dapat sepenuhnya mengerti akan apa yang hendak Allah selesaikan dengan pekerjaan yang diberikanNya kepada mereka untuk dilaksanakan; mereka tidak dapat mengerti pekabaran yang mereka ucapkan dalam nama-Nya, dalam semua arahnya." --- The Great Controversy, p. 343.

Sebagian orang, yang bagaikan jenis burung nuri, mengucapkan pernyataan-pernyataan bagaikan burung nuri, tidak pernah berhenti untuk memikirkan apa yang mereka katakan, sehingga tampaknya tidak pernah menghiraukan apakah ucapan-ucapan mereka itu tegak atau jatuh. Orang-orang yang sedemikian inilah yang mengatakan, bahwa tidak ada lagi peristiwa atau peristiwa-peristiwa lainnya yang dapat datang sebelum, di antara, ataupun sesudah sekaliannya itu yang dikemukakan di dalam tulisan-tulisan Nyonya White.

Sekiranya seseorang tetap berpegang bahwa kelanjutan peristiwa-peristiwa yang tercatat di dalam buku Early Writings, pp. 15 - 17 itu harus dipegang secara mutlak, dan bahwa tidak ada lagi peristiwa atau peristiwa-peristiwa yang lain dapat disisipi di antaranya, maka ia akan memasukkan dirinya ke dalam air yang dalam, sebab halaman-halaman tersebut bahkan sama sekali tidak mengisyaratkan adanya tujuh bela yang terakhir itu atau seribu tahun millenium itu.

Kembali : Orang-orang Yahudi menolak Tuhan karena belum semua yang diajarkan dan ditulis oleh nabi-nabi ditemukan di dalam ajaran-ajaran Musa. Mereka mengatakan: "Kami tahu bahwa Allah berbicara kepada Musa: mengenai orang ini kami tidak mengerti dari mana asal-Nya." Yahya 9 : 29.

Karena tidak ada satupun tulisan-tulisan nabi pernah meramalkan seluruh Kebenaran yang diperlukan oleh sidang untuk menghantarkannya dengan jelas langsung sampai ke Kerajaan itu, dan karena nabi-nabi lainnya menyusul, ada yang memperluas atau menambahkan kepada nubuatan-nubuatan yang sudah ada tercatat di dalam Alkitab, maka siapapun juga yang menolak kabar-kabar baik dari hal Kerajaan itu oleh alasan, bahwa tahap ini mengenai Kerajaan itu tidak ditemukan di dalam tulisan-tulisan Nyonya White, ia sedang mengambil pendirian yang sama bahayanya yang tak dapat dimaafkan seperti yang diambil oleh orang-orang Yahudi dahulu. ltulah yang dikatakan: "Aku kaya, dan telah bertambah kekayaanku, sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi." Wahyu 3 : 17. Sikap inilah yang memaksa Allah untuk meludahkan dari dalam mulut-Nya orang-orang Laodikea yang merasa puas yang suam itu.

Pekabaran jam kesebelas telah sampai waktunya dan telah direncanakan untuk mengungkapkan Kerajaan Davidian itu yang bangkit kembali sebelum kedatangan Kristus di dalam awan-awan. Tetapi karena tidak memperoleh terang langsung terhadap tahapan ini mengenai Kerajaan itu, maka The Great Controversy sendiri tidak lagi dapat mengucapkan dalam sebutan-sebutan yang pasti seperti yang digunakan oleh pekabaran (Tongkat Gembala) di waktu ini, sama seperti halnya William Miller sendiri tidak lagi dapat mengucapkan untuk masalah pembersihan tempat kesucian, dengan sebutan-sebutan yang sedemikian ini seperti yang kita baca di dalam buku The Great Controversy.

Adalah perlu, bahwa setiap pernyataan yang berkaitan dengan sesuatu pokok masalah yang masih belum terlihat di dalam Lembaran Gulungan Suratan yang terbuka, dikemukakan hanya dengan sebutan-sebutan kebenaran yang terbatas sesuai yang terlihat pada saat itu atau yang umumnya dimengerti. Maka jika pengertian yang biasa mengenai pernyataan-pernyataan yang terbatas ini keliru, penulisnya tidak dapat dituntut bertanggung jawab untuk apa yang telah ia pinjam dari orang-orang lain, atau yang terlihat masih samar-samar dan oleh karenanya telah dikemukakannya secara tidak pasti.

Sebagai contoh, di zaman Kristus "ajaran mengenai suatu keadaan eksistensi yang sadar di antara kematian dan kebangkitan telah dipegang oleh banyak orang di antara orang-orang yang telah mendengarkan segala perkataan Kristus. Juruselamat mengerti akan pikiran mereka, maka la telah menyusun perumpamaan-Nya sedemikian rupa untuk menanamkan kebenaran-kebanaran penting melalui pikiran-pikiran yang sudah terbentuk sebelumnya. Ia mengangkat tinggi-tinggi ke hadapan para pendengar-Nya sebuah cermin di mana mereka dapat melihat dirinya sendiri dalam hubungan mereka yang sebenarnya dengan Allah. la menggunakan pikiran yang umum di waktu itu untuk membawakan pendapat yang la ingin menonjolkannya kepada semua ....." --- Christ's Object Lessons, p. 263.

Keadaan ini adalah biasa dan umum bagi setiap penulis yang menangani Kebenaran Sekarang, yang dimulai dengan penulis-penulis Wasiat Lama, dan terus-menerus semenjak itu, dan akan terus sedemikian ini sampai kelak setiap bagian komponen dari Kebenaran diberitahukan. Ini dibuktikan dalam pekerjaan Yahya Pembaptis. la harus memberitakan, bukan pendirian Kerajaan itu, melainkan kedatangan Raja itu. Namun dalam mengumumkan yang satu, ia secara terbatas harus juga meniawab pertanyaan-pertanyaan yang berkenaan dengan yang lainnya. Sewaktu berbicara tentang Raja yang akan datang itu ia menyatakan dirinya dalam sebutan-sebutan Kebenaran yang sudah diungkapkan. Tetapi sewaktu menyinggung secara tidak langsung kepada kedatangan Kerajaan itu, pada mana belum ada sama sekali terang yang khusus yang menerangi masalah itu di zamannya, maka ia terpaksa perlu menyatakan dirinya dalam sebutan-sebutan doktrin-doktrin sesuai yang umumnya dipahami di waktu itu.

Meskipun demikian, setelah lembaran gulungan suratan terbuka makin jauh mengungkapkan bahwa Kerajaan itu belum akan didirikan pada waktu itu, maka para pencari kebenaran yang jujur tidak mempersalahkan Yahya maupun Kristus, melainkan dengan suka-cita mereka terus mengikuti dengan seksama terbukanya lembaran gulungan suratan itu, lalu maju terus bersorak-sorai bersama-sama dengan Kebenaran. Sungguhpun demikian, tidaklah demikian halnya dengan mayoritas orang-orang Yahudi yang banyak itu. Pikiran mereka yang sombong yang telah melarang mereka untuk meninggalkan kekeliruan-kekeliruannya dan memeluk Kebenaran yang terus berkembang, telah menjerumuskan mereka makin dalam ke dalam kekeliruan.

Roh Nubuat mengatakan: "Demikianlah halnya yang diperbuat orang-orang Yahudi di zaman Kristus, maka kita diamarkan supaya tidak berbuat seperti yang mereka lakukan, lalu dibawa untuk memilih kegelapan dan bukan terang, sebab terdapat di dalam mereka suatu hati tidak percaya yang jahat yang menyeleweng dari Allah yang hidup." --- Testimonies on Sabbath School Work, p., 66 ; Counsels on Sabbath School Work, p. 30.

Demikian juga halnya The Great Controversy dan Early Writings membuat masalah Kerajaan itu hanya sejelas bagian yang telah terbuka dari lembaran gulungan suratan yang telah mengijinkan penulisnya untuk memandangnya, dalam hanya satu dari tahapan-tahapannya, pada waktu ia menulis kedua buku itu.

Jika buku The Great Controversy mungkin tidak menunjukkan, bahwa pendirian Kerajaan itu dan pewarisannya adalah dua peristiwa yang berbeda, maka di tempat lain Roh Nubuat menunjukkannya: Sementara murid-murid itu, katanya, "tidak wajib menunggui kedatangan Kerajaan itu di zamannya, maka pada kenyataannya Yesus mengajak mereka berdoa memohonkannya, adalah bukti bahwa dalam waktu pilihan Allah sendiri kerajaan itu pasti akan datang.

"Kerajaan kemurahan Allah itu kini sedang didirikan, sementara hari demi hari hati-hati yang telah penuh dengan dosa dan pendurhakaan menyerahkan diri kepada kedaulatan kasih-Nya. Tetapi pendirian yang penuh kerajaan kemuliaan-Nya itu tidak akan terjadi sebelum kedatangan Kristus yang kedua kali ke dunia ini. ‘Kerajaan dan pemerintahan, dan kebesaran kerajaan itu di bawah seluruh langit,’ akan diberikan kepada ‘umat kesucian dari Yang Maha Tinggi’.” --- Mount of Blessing, p. 159.

Setiap orang Kristen hendaknya ingat, bahwa karena Kebenaran itu senantiasa berkembang, maka Kebenaran itu tidak akan ditemukan di waktu ini di mana la itu sudah ada kemarin, dan bahwa karena sebab itulah para pengikut Kristus harus terus maju bersama-sama dengannya. Mereka tidak akan mengikuti teladan-teladan orang-orang Yahudi dan orang-orang Romawi.

Sewaktu Musa menulis bagian pertama Alkitab itu, ia belum dikaruniakan semua terang yang direncanakan Allah untuk diungkapkan kepada umat-Nya selama segala zaman. Dengan makin mendekatnya setiap jam bagi Kebenaran untuk berkembang, maka telah datang pertama-tama seorang nabi, kemudian seorang lagi yang lain, dalam suatu urutan yang panjang yang berakhir dengan Yahya Pembaptis. Kemudian datang Kristus, para rasul, para reformator, William Miller, dan Nyonya White, masing-masing orang secara bergiliran mengajarkan kebenaran-kebenaran yang tidak mungkin dapat dikeluarkan seluruhnya oleh tulisan-tulisan dari setiap orang yang mendahuluinya. Untuk menemukan semua Kebenaran yang terungkap secara terus meningkat sedemikian ini, maka tulisan-tuIisan dari semua mereka itu harus digabungkan.

Misalnya dalam mengajukan undang-undang Paskah, dan dalam memerintahkan pelaksanaannya, Musa menulis sebagai berikut : "Maka hendaklah diambil olehmu seekor anak domba yang tiada bercacad-cela, yaitu jantan yang setahun umurnya, maka daripada segala domba atau dari pada segala kambing hendaklah kamu ambil akan dia. Maka hendaklah kamu taruh akan dia sampai kepada hari yang keempat belas dari bulan yang sama, maka hendaklah seluruh perhimpunan sidang Israel membunuhnya di malam hari." Keluaran 12 : 5, 6.

Alasan yang diberikan Musa bagi pelaksanaan Paskah itu adalah, bahwa ia itu untuk memperingati keluarnya Israel dari Mesir (Ulangan 16 : 1 - 3). Namun Yahya Pembaptis memberikan maknanya kepada kedatangan Kristus, yaitu “Anak Domba Allah” (Yahya 1 : 29), sedangkan para rasul memberikannya bagi penyaliban-Nya: "Karena Kristuslah paskah kita," demikian kata Paulus, "yang telah dikorbankan bagi kita." 1 Korinthi 5 : 7. Maka makna dari pelaksanaan Paskah itu kemudian dikaitkannya pada upacara perjamuan Tuhan (1 Korinthi 11 : 26).

Sama halnya Musa tidak menjelaskan bahwa keimmamatan Lewi di dalam tempat kesucian bumi itu (Keluaran 40 : 15) hanya sesuatu yang sementara sehingga dengan demikian merupakan suatu keimmamatan yang temporer, yaitu sesuatu yang melambangkan keimmamatan Kristus di dalam tempat kesucian sorga, seperti yang dijelaskan oleh rasul-rasul (Iberani 6 : 19, 20; 9 : 12, 26).

Karena gagal berkembang maju bersama-sama dengan Kebenaran yang terus berkembang, maka setiap generasi orang-orang Yahudi selalu berselisih faham dengan masing-masing nabi mereka, yang mencapai puncaknya dengan para rasul dan sampai dengan Anak Allah sendiri. Orang-orang Yahudi membenarkan tindakan-tindakan mereka yang jahat itu atas alasan, bahwa semua perkataan para nabi mereka, Kristus, maupun para rasul, sama sekali tidak didasarkan pada tulisan-tulisan Musa. Oleh sebab itu sambil membangga-banggakan tulisan-tulisan Musa, mereka menyangkal dan membunuh nabi-nabi yang telah datang kemudian dari Musa --- suatu amaran yang keras bagi kita, supaya jangan kita berbuat seperti mereka, dan mengalami nasib yang sama dengan mereka.

Oleh sebab itu persoalan yang utama sesungguhnya bukan terletak pada apakah tulisan-tulisan Nyonya White atau tulisan-tulisan Musa atau tulisan-tulisan orang ini atau itu berisikan semua pekabaran bagi hari ini, melainkan hanya apakah sekaliannya itu ditemukan dan ditunjang di dalam Alkitab.

Tongkat Gembala dengan sendirinya tidak mengatakan, bahwa pekabarannya itu ada terdapat di dalam keseluruhan tulisan-tulisan seseorang nabi tertentu, melainkan sebaliknya terdapat di dalam tulisan-tulisan Semua nabi --- "di sini sedikit, dan di sana sedikit." Yesaya 28 : 13.

Oleh sebab itu janganlah seorang pun secara curang menggunakan tulisan-tulisan Nyonya White seperti halnya orang-orang Yahudi menggunakan tulisan-tulisan Musa, melawan Kebenaran yang berkembang, yang membawa kehancuran kekal bagi dirinya sendiri. Dari setiap segi pendekatan Alkitab menjelaskan masalah Kerajaan itu, sehingga tidak mungkin lagi bagi siapapun untuk keliru jika ia mengikuti dengan seksama apa yang dikatakan Firman dari hal itu.

Tongkat Gembala tidak mengajarkan apakah Yerusalem itu akan dibangun kembali, ataupun bahwa ia itu tidak akan dibangun kembali, sebagai ibukota dari Kerajaan itu, melainkan hanya bahwa Kerajaan itu pada permulaannya akan diperdirikan di Tanah Perjanjian. Dan dalam mengukuhkan kebenaran ini Yeheskiel menubuatkan tentang:


Suatu Pembagian Baru Tanah ltu


Nabi itu menyampaikan sebuah pembagian tanah itu yang sama sekali berbeda dari pada pembagian yang ada di zaman Yusak (Yusak pasal 17) : ia itu akan berada dalam bidang-bidang pembagian dari timur sampai ke barat; Dan akan memperoleh bagian yang pertama di sebelah utara, dan Gad, bagian yang terakhir di sebelah selatan; di antara batas-batas keduanya ini terdapat bagian-bagian dari suku-suku bangsa yang sisanya; kota itu akan berada di tengah-tengah tanah itu (Yeheskiel pasal 48).

Kenyataan bahwa pembagian Tanah Perjanjian itu yang sedemikian ini belum pernah dibuat, menunjukkan bahwa peristiwa itu masih akan datang. Juga kenyataan bahwa tempat kesucian akan berada di sana, sedangkan tempat kesucian itu tidak akan ada di dalam bumi yang sudah diperbaharui (Wahyu 21 : 22), kembali membuktikan bahwa pendirian yang unik ini akan terjadi sebelum masa seribu tahun millenium itu.

Sebagai tambahan, dari kenyataan rangkap bahwa nama kota itu adalah "Tuhan ada di sana," dan bahwa lokasinya sesuai dengan pembagian tanah itu dalam beberapa hal tak dapat tiada berbeda dari pada pembagian dari Yerusalem kuno yang lalu, menunjukkan bahwa Yerusalem yang ada sekarang, kota yang dipandang layak itu, mungkin sekali tidak akan dibangun kembali sebagai ibukota dari Kerajaan yang akan datang itu, (Bacalah Traktat No. 12, Dunia Kemarin, Hari Ini, Esok, halaman 47 - 49).

Jika Alkitab memperjelas dirinya sendiri terhadap setiap pokok masalah, maka ia tentunya juga memperjelaskan masalah Kerajaan itu. Dan memang demikian, karena Kerajaan itu adalah pengharapan Kristen yang termulia,


Sasaran Tetap Setan, Balok Penghalang Orang Banyak
Yang Berulang Kali


Bahwa pertikaian besar di antara Kristus dan Setan memperebutkan harapan yang mulia ini, Kerajaan itu, terlihat dari petunjuk-petunjuk Tuhan yang berulang kali diberikan dalam nubuatan-nubuatan, dalam contoh-contoh, dan dalam perumpamaan-perumpamaan; dari usaha Setan yang tetap untuk mengusir keluar semua manusia dari dalamnya; dan terakhir, dari manusia-manusia yang secara berulang kali dikalahkan dalam peperangan mereka untuk menjadi pewaris-pewarisnya.

Sambil bekerja dengan penuh tekad semenjak dari mulanya untuk menjerumuskan semua manusia ke dalam neraka, Setan merencanakan strateginya yang luas menyesatkan mereka dari hal Kerajaan itu. la telah berhasil dengan sebagian besar orang-orang Yahudi, sebab mereka menghendaki Kerajaan itu didirikan sebelum masanya yang telah ditentukan, atau tidak sama sekali. Dan ia juga sedang berhasil dengan banyak orang-orang Laodikea di waktu ini, sebab kini setelah masanya yang ditentukan itu benar-benar telah tiba, mereka ingin memperolehnya kemudian, atau tidak sama sekali. Betapa ganjilnya! Sungguh bertentangan! Memang, sebagaimana sejarah terus berulang, begitupun kebodohan!

Alkitab mengatakan: "Dalam zaman raja-raja ini (raja-raja yang dilambangkan oleh sepuluh jari kaki dari patung besar itu) Allah di sorga akan mendirikan sebuah kerajaan, yang tidak akan pernah dapat dibinasakan Kerajaan itu akan menghancurkan dan menghabiskan semua kerajaan ini." Daniel 2 : 44.

Perhatikan bahwa "batu itu" (Kerajaan itu) tidak akan berkembang menjadi sebuah gunung sampai setelah ia menghantam patung itu, menunjukkan bahwa Kerajaan itu mulai dalam bentuk kecilnya dengan hanya buah-buah pertama, yaitu mereka yang segera tak lama lagi akan berdiri di Gunung Sion bersama-sama dengan Anak Domba itu, dan yang kemudian, sesudah mereka berhasil mengumpulkan buah-buah kedua orang-orang hidup itu, mereka akan menghantam segala bangsa; akhirnya datanglah dari kubur orang-orang yang diselamatkan dari segala zaman yang akan sepenuhnya membentuk "gunung yang besar" itu --- Kerajaan yang lengkap itu.

Melihat kepada nubuatan-nubuatan yang sangat jelas dan yang berulang kali tersusun secara sistematis ini, kiranya tidak ada lagi seorang pun sedemikian bodoh untuk mengatakan, seperti halnya orang-orang Yahudi dahulu memberi jawabannya kepada nubuatan-nubuatan Yeheskiel: "Khayal yang dilihatnya itu adalah berlaku bagi banyak hari yang akan datang, dan ia bernubuat dari hal zaman yang masih jauh di depan" (Yeheskiel 12 : 27), sehingga dengan demikian mendatangkan atas kepala mereka bencana yang sama mengerikan.