SIAPAKAH YANG TELAH BERJALAN KELUAR DARI
TONGGAK-TONGGAK PENUNJUK JALAN YANG TUA ITU ?


 

Pertanyaan No. 39 :

Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh selalu mengajarkan, bahwa angka bilangan 666 itu berlaku pada binatang yang menyerupai harimau kumbang (Wahyu 13 : 1-10). Tetapi "Tongkat Gembala" mengajarkan, bahwa ia itu berlaku pada binatang yang bertanduk dua (Wahyu 13 : 11). Bukankah Roh Nubuat menjelaskan kepada kita, bahwa "tidak ada garis kebenaran apa pun yang telah membuat umat Masehi Advent Hari Ketujuh sebagaimana adanya mereka sekarang, akan dilemahkan" ? --- Testimonies, vol. 6, p. 17. Dan bukankah ia itu selanjutnya mengamarkan: "Celaka bagi orang yang akan mengalihkan sesuatu balok atau menggoyangkan sesuatu paku dari "pekabaran-pekabaran itu" ? --- Early Writings, p. 258.

Jawab :

Memang Roh Nubuat mengajarkan sedemikian itu maka untuk cocok seratus persen dengan itu terhadap masalah ini maupun terhadap semua yang lainnya, maka Tongkat itu secara seksama sedang mengupas dari Kebenaran itu lapisan-lapisan kotoran yang telah digunakan orang menutupinya, dan demikianlah sedang mengembalikannya kepada keasliannya yang semula. Demikianlah telah dilakukan terhadap kebenaran yang berkenan dengan angka bilangan 666 itu.

Walaupun angka bilangan ini sudah lama diakui berlaku pada binatang yang menyerupai harimau kumbang itu, namun aplikasi itu sesungguhnya bukan berasal dari para pendiri madzab organisasi Masehi Advent Hari Ketujuh, itupun belum pernah diajarkan oleh mereka dalam hari-hari permulaan Pergerakan mereka di masa lalu. Melainkan sebaliknya, ia itu telah dimasukkan dari luar, dan telah dianyamkan ke dalam jaringan ajaran doktrin Masehi Advent Hari Ketujuh, meskipun pada kenyataannya Roh Nubuat menyatakan melalui para pendiri Madzab Organisasi bahwa angka bilangan itu berlaku pada binatang yang bertanduk dua :

Pendeta G. W. Holt yang menulis pada hari-hari permulaan pekabaran itu mengatakan : "Binatang itu yang memiliki tujuh kepala dan sepuluh tanduk ialah binatang yang dimaksudkan : maka menurut pendapat saya patung itu ialah binatang yang memiliki 'dua tanduk yang bagaikan seekor anak domba', tetapi 'berbicara seperti seekor naga.’ Angka bilangannya adalah 666.” --- The Present Truth, vol. 1, No. 8, March, 1850.

Pendeta White, yang menulis kira-kira pada waktu yang bersamaan, mengatakan: "Kuasa yang terakhir yang menginjak-injak umat kesucian adalah dikemukakan di dalam Wahyu 13 : 11 - 18. Angka bilangannya adalah 666." --- A word to the Little Flock, p. 9.

Dan akhirnya, Sister White dalam mengesahkan pendirian ini menyatakan : "Saya melihat semua orang yang ‘tidak mau menerima tanda Binatang itu, dan tanda Patungnya, pada dahi mereka atau di dalam tangan mereka,’ tidak dapat berjual beli. Saya melihat angka bilangan (666) dari Patung Binatang itu telah terbentuk; dan bahwa itulah binatang yang menggantikan Sabat, dan Patung Binatang itu telah menyusul dari belakang, dan memeliharakan Sabat kepausan itu, dan bukan Sabat kepunyaan Allah." --- sda., p. 19. (Catatan : Angka bilangan 666 itu telah disisipkan oleh penerbit buku A Word to the Little Flock).

Di sini kita peroleh dari tiga orang saksi bukti yang mutlak, bahwa ajaran mengenai angka bilangan 666 kepunyaan Madzab Organisasi yang ada sekarang sama sekali tidak bersumber dan tidak dibenarkan oleh bapa-bapa pendirinya; bahwa, pada kenyataannya, ia itu bukan merupakan salah satu dari garis-garis kebenaran, bahkan juga bukan merupakan salah satu dari balok-balok atau paku-paku dari pekabaran yang dikaruniakan Allah kepada umat ini. Lagi pula, Alkitab menempatkan angka bilangan itu pada binatang yang bertanduk dua. Perhatikanlah bahwa semua ciri-ciri yang berkenaan dengan binatang yang bertanduk sepuluh itu digambarkan di dalam ayat 1 - 10, dan bahwa semua ciri yang berkenaan dengan binatang yang bertanduk dua itu digambarkan di dalam ayat 11-18. Karena angka bilangan itu mengakhiri penggambaran binatang yang bertanduk dua itu, maka secara rasional ia itu tidak mungkin diaplikasikan kepada binatang yang bertanduk sepuluh itu.

Justru inilah salah satu dari sekian banyak penyelewengan-penyelewengan dari Kebenaran, yang telah membuat Sister White jauh sebelumnya (1882) meneriakkan: "Sidang telah berbalik dari mengikuti Kristus Pemimpinnya, dan sedang terus-menerus kembali menuju Mesir. Namun ada sebagian kecil yang terjaga atau tercengang karena mereka kekurangan kuasa rohani. Keragu-raguan dan bahkan ketidak-percayaan kepada kesaksian-kesaksian Roh Allah sedang meracuni gereja-gereja kita dimana-mana. Setan menghendakinya demikian. Pendeta-pendeta yang menghotbahkan diri sendiri sebagai pengganti Kristus menghendakinya demikian. Tulisan kesaksian-kesaksian itu tidak dibaca dan tidak disukai. Allah telah berbicara kepadamu. Terang telah bersinar-sinar menerangi dari firman-Nya dan dari tulisan kesaksian- kesaksian, tetapi keduanya telah diremehkan dan dilalaikan. Akibatnya adalah nyata dalam kehilangan kesucian dan penyerahan dan iman yang sungguh di antara kita." --- Testimonies, vol. 5, p. 217.

"Kita telah berjalan keluar dari tonggak-tonggak penunjuk jalan yang tua itu. Marilah kita kembali. Jika Tuhan itu Allah, maka berbaktilah kepada-Nya; jika Baal itu Allah, berbaktilah kepadanya. Pada pihak manakah saudara ingin berada?" --- Testimonies, vol. 5, p. 137.