BEKERJA DI DALAM ATAU DI LUAR?

 

Pertanyaan No. 32 :

Di satu pihak saya menemukan buku-buku Saudara mengajarkan kepada para penganutnya supaya jangan meningggalkan barisan orang-orang yang ada di dalam sidang induk, sedangkan di pihak lain saya menemukannya menimbulkan kekacauan yang tidak habis-habisnya bagi sidang. Bagaimanakah dapat Saudara menyesuaikan ajaran-ajaranmu dengan contoh teladanmu?

Jawab :

Kami benar-benar yakin bahwa sekarang ini bukan lagi masanya untuk berpisah sendiri-sendiri, melainkan benar-benar untuk berhimpun bersama-sama. Maka pekabaran yang kami bawa sakarang kepada sidang bukan saja tidak mengandung ajaran yang membenarkan kami meninggalkan barisan-barisannya untuk menjadi suatu sekte agama yang terpisah, melainkan sebaliknya secara mutlak melarang kami berbuat sedemikian itu. Karena alasan-alasan inilah, maka sejak mulanya kami telah menolak dengan tegas untuk meninggalkan sidang Induk, walaupun dengan menghadapi tindakan yang keras.

Oleh sebab itu, maka sejauh yang kami tahu pertentangan dan perbedaan pendapat yang ada adalah merupakan tanggung jawab saudara-saudara pemimpin Madzab Organisasi sendiri, dan sama sekali bukan tanggung jawab kami, karena kami hanya membawakan peraturan dan teladan Tuhan yang resmi yang tidak pernah mengorbankan Kebenaran. Dan mereka sendiri akui, bahwa kita harus mematuhi Allah dan bukan manusia. Oleh sebab itu, pada merekalah terletak beban kesalahan yang berat karena mengulangi kembali kebodohan tragis orang-orang Yahudi di zaman Kristus, karena menolak pekabaran dari hal jam "mereka sendiri tidak masuk" ke dalam perluasan Kebenaran itu, mereka menghalangi orang-orang yang hendak masuk, dan membuang keluar orang-orang yang masuk.

Sebab itu, bagi kami menghabiskan waktu untuk menginjil kepada dunia, sementara melalaikan sidang sendiri, adalah merupakan suatu perbuatan kejahatan, yaitu suatu penghianatan yang terbesar baik terhadap Allah maupun terhadap umat-Nya. Sidang harus pertama sekali diselamatkan dari kondisi Laodikeanya yang berupa "tidak terkasihan dan sengsara dan miskin, dan buta, dan bertelanjang." Adalah sidang, dan bukan dunia, yang sedang akan diludahkan keluar. la "adalah satu-satunya objek di bumi pada mana Allah menaruh perhatian-Nya yang besar." --- Testimonies to Ministers, p. 15.

Namun dalam keadaannya yang buta dan melarat yang menyedihkan sekarang ini seperti yang diungkapkan oleh Saksi Yang Benar itu (Wahyu 3 : 14 -18), ia (sidang) sama sekali belum mampu untuk memikul tugas yang dibebankan kepadanya, ia harus diselamatkan dari kesesatannya yang menyedihkan itu sebelum ia dapat menjadi suatu tempat berlindung yang aman dan suatu pengaruh yang menyelamatkan bagi orang-orang yang mau bergabung dengan barisannya. Sekiranya Allah akan meninggalkannya dalam kondisi Laodikea di mana ia sekarang berada, maka bukan saja dia sendiri yang akan hilang sebagai akibatnya, tetapi juga seluruh dunia akan hilang mengikutinya. Oleh sebab itu, la harus membangunkannya atau sebaliknya membangkitkan suatu sidang yang lain untuk melaksanakan tugas itu yang masih harus diselesaikan.

Sungguhpun demikian, bayangkanlah betapa kekalnya kegembiraannya kelak bagi Tuhan untuk melengkapinya dan menggunakannya (sidang) bagi kemuliaan-Nya, gantinya meninggalkan dia! Sebab itu sebelum membangkitkan suatu sidang yang lain sebagai usaha terakhir, la sedang mencoba untuk menyelematkannya, dan Ia hendak menyelamatkannya, seperti yang dijanjikan-Nya:

"Setan hendak mengerjakan mujizat-mujizatnya untuk menipu, ia hendak menegakkan kuasanya seunggul mungkin. Sidang akan kelihatan seolah-olah sedang akan runtuh, namun ia tidak akan runtuh. la akan tetap bertahan, sementara orang-orang berdosa di Sion akan disaring keluar. Ampas akan dipisahkan dari gandum yang bernilai itu. Inilah suatu hukuman yang mengerikan, namun bagaimana pun juga ia itu harus jadi. Tidak seorang pun terkecuali orang-orang yang telah dimenangkan oleh darah Anak Domba dan perkataan kesaksian mereka akan ditemukan bersama-sama dengan orang-orang yang setia dan benar, tanpa cacad atau karatan dosa, tanpa tipu di dalam mulut mereka. Umat sisa yang menyucikan jiwa-jiwa mereka oleh mematuhi kebenaran itu menghimpun kekuatan dari proses ujian, memperlihatkan keindahan kesucian di tengah-tengah kemurtadan di sekelilingnya ......"

"Persoalan besar yang sudah dekat itu akan mengikis keluar orang-orang yang bukan pilihan Allah, maka la akan memiliki suatu dinas kependetaan yang bersih, benar, dan yang sudah disucikan yang dipersiapkan bagi hujan akhir itu." --- B – 55 -- 1886.

Sekiranya Tuhan --- Yang Sendiri telah menghabiskan semua waktu-Nya sewaktu di bumi dalam usaha terpisah menyelamatkan sidang-Nya yang hilang di waktu itu --- mengutus kita kepada dunia dan bukan kepada sidang-Nya yang hilang di waktu ini, maka la bukan saja memasukkan orang-orang yang tidak bersalah ke dalam kebinasaan bersama-sama dengan orang-orang yang bersalah, melainkan juga akan sama sekali memutar balikkan perbuatan-Nya sendiri dan menentang Perintah-Nya sendiri kepada para rasul-Nya, bahwa mereka harus menghotbahkan kebenaran sekarang pertama sekali kepada sidang (Matius 10 : 5, 6).

Oleh sebab itu, maka dalam kemurahan dan sejalan dengan rencana kekal-Nya la telah merencanakan, bahwa "sementara pemeriksaan hukum itu berlangsung di dalam sorga, sementara dosa-dosa dari orang-orang percaya yang bertobat disingkirkan dari tempat kesucian, maka akan ada suatu pekerjaan pembersihan khusus, yaitu penyingkiran dosa, di antara umat-(Nya) di bumi.”  Inilah tugasnya (sidang) yang istimewa. "Kemudian sidang yang ……… pada kedatangan-Nya (Ia) akan menyambut sendiri akan merupakan suatu sidang yang mulia, tidak bercacad-cela atau kerutan, atau sesuatu apapun yang sedemikian." --- The Great Controversy, p. 425.

Roh Kebenaran selanjutnya mengatakan: “Tuhan sekarang tidak bekerja untuk memasukkan banyak jiwa ke dalam kebenaran karena sebab anggota-anggota sidang sendiri yang tidak pernah bertobat, dan orang-orang yang pernah bertobat namun mereka telah murtad kembali. Pengaruh apakah yang dipunyai anggota-anggota yang tidak berserah diri ini terhadap orang-orang baru? Tidakkah mereka kelak menggagalkan pekabaran karunia Allah itu yang harus dibawa oleh umat-Nya?" --- Testimonies, vol. 6, p. 371.

Tetapi apabila orang-orang murtad dan orang-orang yang tidak bertobat, lalang-lalang itu, diambil keluar, "maka ia akan kelihatan ‘bagaikan hari pagi, indah bagaikan bulan cerah bagaikan matahari, dan hebat bagaikan suatu bala tentara dengan panji-panjinya.’” --- The Great Controversy, p. 425.

Benar, orang-orang kapir yang jujur harus dan akan diberi penginjilan, namun "domba-domba yang sesat di dalam rumah Israel" (Matius 10 : 6) harus terlebih dulu dicari. Oleh sebab itu, betapa seharusnya mereka bersyukur dan akan bersyukur, dan betapa seharusnya mereka bekerja-sama, dan akan bekerja-sama, apabila mereka menyadari bahwa bukannya kaya dan bertambah kekayaannya, sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi, melainkah mereka sesungguhnya adalah "tidak terkasihan, dan sengsara, dan miskin, dan buta, dan bertelanjang"  --- kekurangan dalam segala perkara; dan bahwa Tuhan sedang mengharapkan mereka supaya sadar akan kenyataan, supaya la dapat menggunakan mereka sebagaimana sepatutnya.

Karena alasan-alasan inilah, maka Allah mengatakan sekarang untuk bekerja di dalam perhimpunan Laodikea dan bukan di luar. Maka apa yang dikatakan-Nya, itulah yang dimaksudkan-Nya, dan kami tidak berani melanggar, apapun yang dikatakan orang atau diperbuat orang.