SIAPAKAH WANITA ITU DAN YANG
TERTINGGAL DARIPADANYA?


 

Pertanyaan No. 26 :

Apakah yang dimaksudkan dengan Wahyu 12 : 13 - 17?

Jawab :

"Maka setelah naga itu menyadari bahwa dirinya telah tercampak ke bumi, ia lalu menganiayakan perempuan itu yang telah melahirkan bayi laki-laki itu. Maka kepada perempuan itu dikaruniakan dua sayap dari sesuatu burung garuda, supaya dapat Ia terbang ke dalam padang belantara, ke dalam tempatnya, di mana di sana la akan dipeliharakan selama satu masa, dan dua masa, dan setengah masa, dari pandangan ular itu. Maka ular itu menyemburkan air dari dalam mulutnya bagaikan suatu air bah mengikuti perempuan itu dari belakang, agar dapat ia menghanyutkannya dengan air bah itu. Tetapi bumi telah membantu perempuan itu, maka bumi telah membuka mulutnya, dan menelan air bah itu yang telah disemburkan dari dalam mulut naga itu. Maka naiklah marah naga itu akan perempuan itu, lalu pergilah ia memerangi mereka yang tertinggal dari benihnya, yaitu mereka yang memeliharakan perintah-perintah Allah dan yang memiliki kesaksian Yesus Kristus." Wahyu 12 : 13 - 17.

Hampir semua orang Kristen sepaham bahwa satu-satunya interpretasi yang dapat dipertahankan mengenai "perempuan" itu yang disebutkan di sini, ialah bahwa ia itu melambangkan sidang. Dan kenyataan bahwa ia telah melahirkan bayi laki-laki itu, yaitu Kristus, menunjukkan bahwa oleh karenanya ia melambangkan sidang sekurang-kurangnya dalam sejarah Kristen.

Sementara naga itu menganiayanya (perempuan itu) oleh perantaraan para imam Yahudi yang tertipu itu yang telah menolak Kristus sebagai Mesias, maka "terdapat suatu aniaya besar terhadap sidang yang di Yerusalem; maka sekalian mereka itu tercerai-berailah keluar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria, terkecuali rasul-rasul itu. Maka orang-orang yang setia menghantarkan Stephanus ke tempat pemakamannya, dan meratapi dia dengan amat sangat. Tetapi bagi Saul, ia berusaha membinasakan sidang itu, sambil masuk dari rumah ke rumah lalu menyeret laki-laki dan perempuan-perempuan keluar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara. Oleh karena itulah mereka yang tercerai-berai keluar itu pergi ke mana-mana menghotbahkan Firman itu." Kisah Rasul-rasul 8 : 1 - 14.

Oleh sebab itu kepadanya telah dikaruniakan sayap-sayap dari sesuatu burung garuda yang besar --- yaitu alat transportasinya ke dalam padang belantara. Dan karena merupakan kebalikan dari kebun anggur ("isi rumah Israel, dan orang-orang Yehuda sebagai tanaman kesayangan-Nya” --- Yesaya 5 : 7), maka padang belantara itu jelas menunjukkan bangsa-bangsa Kapir. Oleh sebab itu, dalam menggenapi nubuatan ini, maka para rasul itu telah diperintahkan dan telah dikaruniakan sayap-sayap, untuk dengan cepat pergi berhotbah kepada segala bangsa.

"Maka Paulus dan Barnabas menjadi tambah berani, lalu mengatakan : Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dulu, tetapi karena kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal, maka kami beralih kepada bangsa-bangsa Kapir. Karena demikianlah yang diperintahkan Tuhan kepada kami, kata-Nya : Aku telah menempatkan kamu menjadi terang bagi bangsa-bangsa Kapir, supaya kamu membawakan keselamatan kepada segala hujung bumi. Maka setelah orang-orang Kapir itu mendengar akan hal ini, bergembiralah mereka, lalu memuliakan Firman Tuhan; maka sebanyak orang-orang yang telah dipilih bagi kehidupan yang kekal itu, sekaliannya percaya. Maka Firman Tuhan diberitakan di seluruh daerah.” Kisah Rasul-Rasul 13 : 46 - 49.

Karena melihat akan hal ini, maka ular itu lalu berusaha membinasakan kegunaannya perempuan itu di antara bangsa-bangsa Kapir: ia lalu "menyemburkan air dari mulutnya bagaikan suatu air bah dari belakang perempuan itu, supaya dapat ia menghanyutkannya dengan air bah itu.” Wahyu, 12 : 15.

Setiap orang dapat melihat bahwa "air bah" ini hanya dapat melambangkan sidang yang secara tiba-tiba sedang dimasuki orang-orang kapir yang tidak bertobat, yang sebagaimana di zaman kaisar Constantine dan untuk bertahun-tahun kemudian dari zamannya itu, mereka telah dibawa secara massa dan dipaksa memasuki baptisan. Dalam perumpamaan-perumpamaan Kristus "air bah" yang sama inipun telah dilukiskan, tetapi dengan sebutan yang berbeda, yaitu "lalang-lalang." Dan kenyataan membuktikan bahwa mereka itu masih sangat banyak terdapat di dalam sidang, mendorong kita untuk menyadarinya dengan penuh keprihatinan bahwa bumi masih belum lagi menelan air bah itu.

"Air bah" dan "lalang-lalang" adalah kiasan-kiasan yang sama. Oleh sebab itu, maka ditelannya air bah itu akan sama saja artinya dengan pembakaran lalang-lalang itu seperti yang diartikan di dalam perumpamaan mengenai penuaian (Matius 13 : 30).

Lagi pula, Pewahyu menunjukkan bahwa sesudah air bah itu ditelan oleh bumi, sesudah orang-orang yang tidak bertobat "dibantai” dan dikebumikan, dan oleh karenanya sidang disucikan, baharulah naga itu akan memerangi dengan kejamnya mereka yang tertinggal dari benih perempuan itu. Oleh sebab itu, maka masa penuaian di dalam sidang, masa bumi menelan air bah itu, adalah sebelum ular naga itu berperang melawan orang-orang yang tertinggal itu.

"Buah-buah" yang dikumpulkan adalah hasil dari suatu penuaian. Apabila 144.000 itu, yaitu buah-buah yang pertama itu (Wahyu 14 : 4) dikumpulkan, dan lalang-Ialang (air bah) dibinasakan (ditelan) dari antara mereka, maka mereka yang 144.000 itu akan dibawa ke Gunung Sion, di sana mereka kemudian membentuk sidang Induk, yaitu wanita yang bermahkotakan dua belas bintang, di bawah perlindungan Anak Domba itu, yaitu Dia yang bersama-sama dengan mereka itu. Dengan dilindungi demikian ini, maka ia (wanita itu) akan aman dari serangan ular naga itu kemudian terhadapnya. Sebab itu ia hanya akan memerangi "yang lagi tinggal dari benihnya" saja, yaitu orang-orang yang masih akan dikumpulkan --- yaitu buah-buah kedua yang masih tersebar di seluruh dunia, di luar Gunung Sion. Puncak dari segala zaman ini adalah diramalkan dengan jelas sekali oleh Yesaya dan Mikha sebagai berikut:

Mikha mengatakan: "Tetapi di akhir zaman, ia itu akan jadi kelak, bahwa gunung rumah Tuhan akan diperdirikan pada puncak segala gunung, dan ia itu akan ditinggikan melebihi segala bukit; maka orang banyak akan mengalir mendatanginya. Dan banyak bangsa akan datang, lalu mengatakan: Datanglah, dan marilah kita naik ke gunung Tuhan itu, dan ke rumah Allah Yakub itu; maka la akan mengajarkan kepada kita segala jalan-Nya, dan kita akan berjalan di dalam segala lorong-Nya; karena hukum akan terbit dari Sion, dan Firman Tuhan dari Yerusalem." Mikha 4 : 1, 2. (Lihat juga Yesaya pasal 2).

Dari kata-kata injil ini terlihat jelas, bahwa Gunung Sion akan menjadi markas besar bagi pekerjaan injil yang terakhir di bumi, setelah mereka yang 144.000 itu tiba di sana, dan selama ular naga itu berperang melawan orang-orang yang lagi tinggal itu, "karena hukum akan terbit dari Sion, dan Firman Tuhan dari Yerusalem" --- tidak lagi dari General Conference, ataupun dari Mount Carmel Center.

Kemudian banyak bangsa akan mengatakan: "Datanglah, dan marilah kita naik ke gunung Tuhan itu, dan ke rumah Allah Yakub itu; maka la akan mengajarkan kepada kita segala jalanNya, dan kita akan berjalan di dalam segala lorong-Nya." Mikha 4 : 2.