APAKAH PEMBANTAIAN DARI YEHESKIEL PASAL 9
ITU BENAR-BENAR PEMBANTAIAN YANG SESUNGGUHNYA?


 

Pertanyaan No. 25 :

"Tongkat Gembala" mengajarkan bahwa pembantaian dari Yeheskiel pasal 9 itu ialah pembantaian yang sebenarnya. Tidakkah itu mungkin merupakan suatu pembinasaan seperti yang ditimbulkan  oleh yang disebut "perbuatan-perbuatan Allah" ---- gempa-gempa bumi, kelaparan, bela sampar, tujuh bela; atau sejenisnya?

Jawab :

Kelima agen yang membinasakan orang-orang jahat di dalam sidang itu bukanlah kekuatan-kekuatan alam, melainkan orang-orang yang membawa senjata-senjata pembantai di dalam tangan mereka. Mereka adalah makhluk-makhluk luar biasa, bukan unsur-unsur alami. Oleh sebab itu mereka tidak mungkin secara tepat melambangkan gempa-gempa bumi, kelaparan, atau yang sejenisnya.

Juga tidak mungkin mereka melambangkan tujuh malaikat yang membawakan tujuh bela yang terakhir itu, karena malaikat-malaikat ini adalah tujuh jumlahnya, bukan lima. Lagi pula, mereka tidak memiliki "senjata-senjata pembantai" di dalam tangannya, melainkan piala-piala. Selanjutnya, bela-bela itu jatuh di Babilon (Wahyu 18 : 4), sedangkan pembantaian dari Yeheskiel pasal 9 itu terjadi di dalam Yehuda dan Israel (Yeheskiel 9 : 9).

Apakah Yeheskiel pasal 9 itu benar-benar nyata ataupun kiasan, ia itu tetap  menimbulkan suatu permasalahan di antara yang baik dan yang jelek, pemisahan lalang dari pada gandum, di dalam sidang (Yehuda dan Israel), sama seperti yang pada akhirnya diperbuat oleh bela-bela itu di Babilon (Wahyu 18 : 4). Dan karena bela-bela itu adalah benar-benar nyata, maka bagaimanakah mungkin pembantaian itu merupakan sesuatu yang kurang nyata?

Malaikat yang membawa pena penulis itu akan membubuhkan suatu tanda pada dahi semua orang yang berkeluh-kesah dan menangis karena segala kekejian, maka malaikat-malaikat pembantai akan membantai baik orang-orang tua maupun orang-orang muda (Yeheskiel 9 : 4 - 6).

"Sidang --- yaitu tempat kesucian Tuhan," ialah yang pertama sekali akan merasakan pukulan dari murka Allah itu. Orang-orang bangsawan, yaitu mereka kepada siapa Allah telah mengaruniakan terang besar, dan yang telah berdiri sebagai pengawal-pengawal dari segala kepentingan kerohanian umat, mereka telah mengkhianati kepercayaan yang diberikan kepada mereka. Mereka telah mengambil tempat agar kita tidak perlu mengharapkan mujizat-mujizat dan manifestasi-manifestasi kuasa Allah yang nyata seperti halnya di zaman dahulu. Zaman telah berubah. Semua perkataan ini menguatkan ketidak-percayaan mereka sehingga mereka mengatakan: Tuhan tidak akan berbuat baik, juga la tidak akan berbuat jahat. la adalah sangat pemurah untuk menghukum umat-Nya dalam pehukuman. Demikianlah damai dan sejahtera adalah teriakan dari orang-orang yang tidak pernah lagi mengangkat suaranya bagaikan trompet untuk menunjukkan kepada umat Allah segala pelanggaran mereka dan kepada isi rumah Yakub segala dosa mereka. Anjing-anjing yang bisu ini, yang tidak mau menyalak, ialah orang-orang yang merasakan pembalasan yang adil dari suatu Allah yang murka. Laki-laki, Perempuan-perempuan; dan anak-anak kecil, sekaliannya binasa bersama-sama." --- Testimonies, vol. 5. P. 211.

Sebagaimana di dalam buku The Great Controversy, p. 656, hanya suatu garis parallel yang tidak langsung dapat ditarik di antara pembantaian dari Yeheskiel pasal 9 dan kejatuhan "bela-bela itu, sebab suatu nasib akhir (kematian) yang biasa menimpa baik orang-orang jahat di dalam sidang Laodikea maupun orang-orang jahat di dalam sidang-sidang Babilon. Dan hanya orang-orang yang mengatakan: "Kita tidak perlu mengharapkan mujizat-mujizat dan manifestasi-manifestasi nyata dari kuasa Allah seperti di zaman dahulu," yang mengira pembantaian itu bukanlah benar-benar nyata.