APAKAH PEMETERAIAN ITU MASIH BERLANGSUNG?
SIAPAKAH YANG DIMETERAIKAN?
ADAKAH ORANG-ORANG YANG BERADA DI SEBERANG
PERBUATAN DOSA?


 

Pertanyaan No. 22 :

Jika pekabaran pemeteraian mereka yang 144.000 itu telah disampaikan kepada sidang semenjak tahun 1929, sudahkah mereka yang 144.000 itu sebagian (atau seluruhnya) dimeteraikan? Juga, jika sekiranya tidak seorang pun dapat dimeteraikan terkecuali mereka bebas dari dosa, dan jika sekiranya sebagian mereka kini sedang dimeteraikan, maka sudahkah mereka itu berhasil menyeberang melewati perbuatan dosa?

Jawab :

Jika pemeteraian itu tidak terus berlangsung sekarang, maka pekabaran pemeteraian itu yang telah kita bawa semenjak tahun 1929 yang lalu tidak akan lagi merupakan kebenaran sekarang di waktu ini, sama saja halnya dengan pemberitaan tentang Pehukuman orang-orang mati yang telah menjadi kebenaran sekarang semenjak dari tahun 1844 sampai tahun 1929, sekiranya orang-orang mati itu tidak diadili selama masa periode itu. Jadi, adalah pasti, bahwa pekabaran pemeteraian itu dan pemeteraian itu sendiri berjalan bersama-sama bagaikan jarum dan benang berjalan bersama-sama sampai jahitan itu selesai.

Tuhan memerintahkan malaikat yang membawa pena penyurat itu untuk "membubuh suatu tanda pada dahi orang-orang yang berkeluh-kesah dan menangis karena segala kekejian yang diperbuat di tengah-tengahnya" --- di dalam sidang --- supaya apabila orang-orang yang membawa senjata-senjata pembantai itu mulai membunuh, mereka dapat melewati orang-orang yang memiliki tanda itu. Dengan demikian, keluh-kesah dan menangis semenjak tahun 1929 karena kekejian-kekejian di dalam sidang, telah merupakan kenyataan yang utama bahwa kita sekarang hidup dalam masa periode pemeteraian itu.

Dan karena reformasi tidak pernah terjadi tanpa sesuatu wahyu yang mengungkapkan sesuatu kebenaran baru, maka "pekerjaan penghabisan bagi sidang" ini harus diikuti dengan sebuah pekabaran (Testimonies, vol. 3, p. 266), dan harus diberitakan kepada semua orang. Maka orang yang tidak mau bereformasi pada saat ia yakin akan Kebenaran itu, ia tidak akan lagi bereformasi kemudian. Oleh sebab itu, karena pekabaran pemeteraian itu merintis jalannya melalui sidang, maka hanya orang-orang yang sadar dan bereformasi (berkeluh-kesah) dan berusaha membagikan kepada orang-orang lain (menangis) terang yang sedang bercahaya atas mereka, yang akan menerima meterai itu. Mereka kemudian akan dinilai tidak berdosa melalui kesempurnaan Kristus yang diberikan untuk kepentingan mereka sampai kelak mereka diberikan "hati yang baru" yang dijanjikan di dalam Yeheskiel 36 : 26, setelah mana mereka akan menjadi tidak berdosa untuk selamanya --- untuk selamanya tanpa alasan untuk bertobat.

Tuhan berfirman: "Apabila Aku mengatakan kepada orang jahat itu, 'Engkau pasti harus mati' ; dan tiada engkau menasehatkan dia ataupun mengamarkan dia dari pada jalannya yang jahat itu, untuk menyelamatkan jiwanya, sehingga orang jahat itu mati dalam kejahatannya, maka darahnya akan Ku tuntut dari pada tanganmu." Yeheskiel 3 : 18.

Jika seseorang tidak dapat berpisah dari dosa-dosanya sekarang, maka kemudian pun ia tidak akan mau berpisah. Dan karena ia tidak mungkin dapat menipu Allah, maka ia akan dibiarkan tanpa meterai, sekalipun mungkin ia adalah seseorang yang mengaku menganut Kebenaran. Bagaimanapun juga, seorang Kristen yang benar tidak pernah akan membanggakan diri karena telah mencapai kesempurnaan, karena ia senantiasa bercita-cita untuk makin lebih tinggi dan lebih tinggi sementara ia terus mendaki jalan yang sempit itu. Dan sementara ia datang makin hari makin dekat kepada-Nya pada Siapa kesempurnaan itu mulai dan berakhir, maka la akan mengatakan bersama dengan nabi itu: "Celakalah aku ! Karena aku binasa; sebab aku ini seorang yang berbibir najis, dan aku tinggal di tengah-tengah suatu bangsa yang berbibir najis; karena mataku telah melihat Raja, Tuhan serwa sekalian alam itu." Yesaya 6 : 5.

Demikianlah terbukti bahwa belum seorang pun yang telah mencapai kesempurnaan itu yang hendak dicapainya dalam keadaannya yang akan datang, namun pengikut Kristus yang benar telah mencapai kesempurnaan itu dari keadaan yang ada sekarang. la tidak pernah semenit pun terlambat atau seinci pun di bawah anak tangga yang tertinggi yang dapat dicapai pada saat ini. Ia terus berkembang sempurna sama seperti halnya butir jagung semenjak dari hari ia itu muncul keluar sampai kepada hari ia itu dituai.

Jika sesuatu dosa melibatkan orang yang sedemikian ini, maka ia itu tidak akan merupakan suatu dosa terbuka atau dosa yang disengaja. "Bagi orang yang tahu berbuat baik, tetapi tidak melaksanakannya, baginya itulah dosa." Yakub 4 : 17. la akan diadili "karena kejahatan yang disadarinya." 1 Samuel 3 : 13. Dengan sendirinya, bagi orang yang memanfaatkan bagi dirinya setiap kesempatan untuk mengetahui Kebenaran dan yang secara bersungguh-sungguh mematuhi segala tuntutan Kebenaran itu, maka itulah yang diperhitungkan benar (Rum 4 : 3) --- hidup tanpa dosa.