Tiga Persyaratan Untuk
Mencapai Kemenangan



 

Iberani 11 : 1, 4, 5, 7, 8, 20 - 23, 31:
''Kini iman merupakan dasar dari segala perkara yang diharapkan, yaitu bukti dari perkara-perkara yang tidak tampak. Oleh iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah suatu kurban yang lebih baik daripada kurban Kain, olehnya itu ia memperoleh kesaksian, bahwa ia adalah benar, karena Allah menyaksikan semua pemberiannya; dan karena itulah ia masih berbicara sekalipun sudah mati. Oleh iman Enoch telah diubahkan sehingga ia tidak menyaksikan maut; dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengubahkan dia: karena sebelum pengubahannya ia telah memberikan kesaksian ini, sehingga ia berkenan kepada Allah. Oleh iman, maka Nuh, yang diperingatkan Allah akan perkara-perkara yang masih belum tampak, telah bergerak dengan ketakutan, lalu mempersiapkan sebuah bahtera bagi penyelamatan rumah tangganya; dengan mana ia lalu mempersalahkan dunia, dan menjadi ahli waris pembenaran yang diperoleh karena iman. Oleh iman, maka Ibrahim, sewaktu ia dipanggil keluar untuk pergi ke suatu tempat yang kemudian diperolehnya sebagai warisan, telah mematuhi, lalu pergi tanpa diketahuinya kemana ia harus pergi. Oleh iman Ishak telah memberkati Yakub dan Esau mengenai perkara-perkara yang akan datang. Oleh iman, maka sewaktu sedang akan meninggal, Yakub telah memberkati kedua putera Yusup; Ialu menyembah sujud, dengan bersandar pada kepala tongkatnya. Oleh iman, maka sewaktu akan meninggal Yusup telah memberitahukan tentang keberangkatan bani Israel, laIu memberi perintah mengenai tulang-tulangnya. Oleh iman, maka sewaktu lahir Musa telah disembunyikan oieh orangtuanya selama tiga bulan, karena mereka menyaksikan dia seorang anak yang baik; sehingga mereka tidak takut akan perintah raja. Oleh iman, maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang yang tidak percaya, setelah ia menerima pengintai-pengintai itu dengan baik."

Inilah hasil pekerjaan dari iman dalam contoh-contoh yang baru kita baca di atas, tetapi sesuatu yang lain harus juga diperlukan di samping iman.

Bilangan 13 : 20:
" . . . . . . . . . Tabahkanlah hatimu, dan bawalah sedikit hasil tanah itu. Sekarang musimnya adalah musim hulu hasil anggur".

Dua belas orang pengintai itu yang diutus Musa untuk menyelidiki Kanaan telah diperintahkan supaya tabah. Kalau saja semua pengintai itu memiliki ketabahan hati seperti Musa mereka tidak akan tergoda oleh ketidak percayaan pada waktu itu. Maka bukan saja sepuluh orang pengintai yang penakut itu, melainkan juga seluruh orang banyak Israel itu terkecuali dua orang yang berusia di atas dua puluh tahun sewaktu mereka keluar dari Mesir, telah mati di luar tanah perjanjian karena mereka tidak memiliki keberanian. Alangkah mahalnya kekalahan itu! Di sini kita juga dapat saksikan, bahwa adalah sama bahayanya mempercayai suatu laporan yang mengecilkan hati yang dibawa oleh orang lain, dengan membuat laporan itu sendiri. Empat puluh tahun kemudian Yuzak telah mengutus kembali dua orang untuk secara diam-diam "meninjau" Kanaan, dan inilah laporan mereka:

Yuzak 2 : 23, 24:
''Maka pulanglah kedua orang itu, maka turun dari gunung, lalu menyeberang, dan sampailah mereka kepada Yuzak bin Nun, lalu diceritakan kepadanya segala perkara yang telah dialami mereka; maka kata mereka kepada Yuzak: Sesungguhnya Tuhan telah menyerahkan seluruh tanah itu ke dalam tangan kita, karena bahkan seluruh penduduk negeri itu gemetar menghadapi kita".

Inilah laporan dati dua orang pengintai itu. Suatu laporan yang membesarkan hati. Umat Allah tahu, bahwa Allah telah menyerahkan tanah itu kepada mereka setelah mereka melihat hati orang-orang itu takut menghadapi mereka sesuai yang tercatat dalam kesaksian Rahab berikut ini:

Yuzak 2 : 8 - 11:
''Maka sebelum kedua orang itu tidur, naiklah perempuan itu mendapatkan mereka di loteng; lalu katanya kepada keduanya: Aku tahu bahwa Tuhan telah memberikan negeri ini kepadamu, dan bahwa kengerian terhadap kamu sedang menimpa kami, dan semua penduduk negeri ketakutan karena kamu. Karena kami telah mendengar bagaimana Tuhan mengeringkan air Laut Merah itu bagimu, sewaktu kamu keluar dari Mesir; dan apa yang telah kamu lakukan terhadap kedua raja orang Amori itu, yang tinggal di seberang sana Yarden, yaitu Sihon dan Og, yang teIah kamu tumpas sama sekali. Maka segera setelah kami mendengar segala perkara ini, tawarlah hati kami, dan jatuhlah semangat setiap orang, karena sebab kamu; karena Tuhan Allahmu, Ialah Allah di dalam langit di atas, dan di bumi di bawah".

Memang, semua penduduk Yericho ketakutan --- dan itulah permulaan dari kekalahan mereka.

Supaya orang-orang Kristen dapat menang mereka harus memiliki (1) iman -- lberani 11 ; (2) keberanian -- Yuzak 2; (3) tindakan -- Keluaran 14.

Keluaran 14 : 11 - 16:
''Maka kata mereka kepada Musa: Karena tidak ada kubur-kubur di Mesir, maka telah kamu menghantarkan kami keluar untuk mati di padang belantarakah? Mengapakah kamu mengurusi kami sedemikian ini, membawa kami keluar dari Mesir? Bukanlah perkataan ini juga yang teIah kami ucapkan kepadamu di Mesir, dengan mengatakan: BiarkanIah kami sendiri supaya dapat kami berbakti kepada orang-orang Mesir itu? Karena adalah lebih baik bagi kami berbakti kepada orang-orang Mesir itu daripada kami mati di padang belantara.

''Lalu kata Musa kepada orang-orang itu: Jangan takut, berdiriIah tenang, dan pandanglah penyelamatan dari Tuhan yang akan diperlihatkan-Nya bagimu pada hari ini; karena orang-orang Mesir itu yang kamu Iihat hari ini, kamu akan tidak lagi melihat mereka untuk selama-lamanya. Tuhan akan berperang bagimu, dan kamu akan tetap tenang.

''Maka firman Tuhan kepada Musa: Mengapa engkau berseru kepada-Ku? Berbicaralah kepada bani Israel, agar mereka maju terus; Tetapi angkatlah tongkatmu itu, dan rentangkanIah tanganmu atas laut itu, lalu membelahnya; maka bani Israel akan berjalan pada tanah yang kering melewati tengah-tengah laut itu".

Di sini kita melibat sebuah gambaran mengenai semua Israel tanpa keberanian sama sekali justru pada saat-saat dimana mereka benar-benar membutuhkannya. Untuk memecahkan persoalan mereka adakah Allah memerintahkan mereka supaya duduk saja dan berdoa? -- Tidak, perintahnya adalah agar mereka maju terus, agar supaya Musa pertama sekali mengangkatkan tongkatnya dan merentangkan tangannya untuk membelah lautan itu, dan supaya rombongan orang banyak itu maju terus melewatinya. Bagi semua akal sehat perintah ini tampak benar-benar bodoh dalam menghadapi bahaya mereka, namun Allah mengetahui semuanya itu. Ia juga tahu apa yang sedang dibuat-Nya apabila Ia membawa mereka ke sana. Ia sedang akan menyelenggarakan suatu peristiwa yang begitu besar agar ia itu kelak mendatangkan takut atas orang-orang kapir, laIu dengan demikian membantu memungkinkan umat Allah merebut tanah perjanjian mereka, dan juga menenangkan mereka dari kejaran orang-orang Mesir.

Pelajaran ini menunjukkan, bahwa iman yang setia, keberanian, dan tindakan ialah kerjasama yang dituntut dari Kristen yang bertobat setiap langkah perjalanan yang maju dalam bimbingan Allah, maka ia itu selalu mendatangkan sukses.

Orang-orang Midian juga kehilangan keberaniannya lalu mereka dikalahkan. Memang, tawar hati mendatangkan kekalahan. Tawar hati adalah salah satu dari jerat-jerat Iblis yang mendatangkan kejatuhan bagi umat Allah jika mereka membiarkannya.

Pada zaman raja Belshazzar terjadi suatu peperangan dimana orang-orang Mede dan Persia ingin menggempur melewati tembok-tembok Babil lalu menundukkannya ke bawah pemerintahan mereka. Saudara ingat, bahwa orang-orang Babil itu secara tiba-tiba mengalah karena mereka memiliki keyakinan yang berlebihan. Memang, mereka telah menaruh semua keyakinannya pada tembok-tembok mereka yang kokoh.

Dengan menghantarkan pelajaran ini ke zaman kita, kita temukan dari Alkitab, bahwa alasan kejatuhan orang-orang Laodikea ialah karena mereka mempraktikkan prinsip yang sama itu juga yang telah menghantarkan Babil kepada kejatuhannya -- keyakinan yang berlebihan. Memang, mereka mengatakan mereka kaya dalam Kebenaran dan tidak memerlukan apa-apa lagi, sekalipun Allah mengatakan bahwa mereka adalah "tidak terkasihan, dan sengsara, dan miskin, dan buta, dan telanjang". Dengan demikian mereka telah jatuh ke dalam jerat Iblis.

Dalam peperangan, anda tahu, bahwa masing-masing pihak berusaha mengacaukan musuhnya dan mematahkan semangat mereka dengan tujuan melemahkan musuh lalu dengan demikian mencapai kemenangannya dengan lebih mudah. Maka apabila mereka merencanakan serangan-serangan dan serbuannya mereka berusaha melakukan di tempat-tempat yang disangkanya musuh tidak akan banyak mencurigai mereka.

Dalam peperangan rohani Musuh orang-orang Kristen itu tidak tidur. Ia juga berusaha mendapatkan kesempatan untuk mematahkan keberanian dan moril mereka lalu dengan demikian memastikan penyelesaian kekalahan mereka sebagaimana telah kita lihat didemonstrasikan dalam contoh-contoh yang sudah kami kemukakan hari ini. Dan janganlah sejenak pun mengira, bahwa ia juga tidak mencari titik kelemahan kita, sehingga dapat ia menghantam dan membuat kita jatuh. Kita dapat menunggu serangannya terhadap kita datang dari tempat yang hampir-hampir tidak kita duga. Oleh sebab itu, jika kita tidak tahu mana titik kelemahan kita, maka bagaimanakah dapat kita tahu dimana Iblis akan menyerang kita?

Musuh telah membuat orang-orang Laodikea percaya, bahwa mereka tidak memerlukan lagi Kebenaran, bahwa mereka telah memiliki semua Kebenaran yang perlu untuk membawa mereka melewati pintu-pintu gerbang Sorga, sekalipun Allah telah menyatakan, bahwa mereka sedang kekurangan segala perkara, dan sedang akan "diludahkan keluar" (Wahyu 3 : 16).

Sekarang kita benar-benar adalah kaya dengan Kebenaran kalau saja kita sudah mempelajari dan menghayati semua yang telah diberikan kepada kita, karena kita telah memanfaatkan "emas yang sudah teruji dalam api" supaya kita menjadi kaya, "salp mata" itu sehingga kita "dapat melihat," dan "pakaian" dengan mana kita berpakaian (Wahyu 3), dan "minyak tambahan" itu supaya perjalanan kita dapat diterangi (Matius 25). Oleh sebab itu Iblis tidak akan pergi menyerang kita dimana ia menyerang orang-orang Laodikea, melainkan ia akan mengatakan kepada kita, bahwa kita adalah miskin dalam Kebenaran. Ia akan melakukan ini dalam cara apa saja. Beberapa kesaksian yang saya dengar yang diberikan di sini oleh beberapa orang tadi malam justru memperlihatkan hal itu. Kesaksian-kesaksian sedemikian ini tidak akan menciptakan keberanian dalam diri setiap orang, melainkan sebaliknya akan mengecilkan hati. Bagi seseorang yang datang ke sesuatu pertemuan lalu memanifestasikan perasaan tawar hatinya, ia itu merupakan suatu pertanda yang pasti tentang kehancuran kerohanian pribadinya sendiri, yaitu kekelahan  pribadinya.
 
Maka jenis kesaksian sehari-hari yang bagaimanakah kamu berikan dalam pergaulan mu dengan orang-orang lain melalui perkataan atau pun tulisan?

Hanya ada satu jalan, tetapi ia itu mempunyai dua sisi. Pada sisi yang satu terdapat orang-orang Laodikea yang mengatakan: Jangan takut, semuanya beres. Aku melihat beberapa orang Davidian tadi malam pada sisi yang lain jalan itu tawar hati dalam segala perkara. Tidak satu pun yang benar. Juga tidak menaruh harap pada Allah.

1 Timotius 3 :7, 8:
''Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat; supaya jangan ia jatuh ke dalam celaan orang dan jerat Iblis. Demikian juga para diakon haruslah orang-orang terhormat, bukan yang bercabang lidah ....."

Memang, orang-orang dalam tugas pelayanan Allah harus mampu memiliki nama baik mengenai dirinya dan tidak boleh memiliki lidah yang bercabang --- ia tidak boleh mendatangkan berita-berita campuran baik dan jelek yang hampir dalam setiap hal diperhitungan untuk melayani kepentingan sifat pribadinya sendiri, atau ia itu memantulkan kondisi kerohaniannya yang rendah. Apabila seseorang mulai memberikan laporan-laporan jelek, maka ia mungkin secara pasti sedang jatuh ke dalam sesuatu jerat Iblis, atau ia itu merupakan kesimpulan bahwa ia memang jatuh dalam jerat itu.

Yakub 2 : 17 - 20:
''Demikian pula halnya dengan iman, jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka ia itu adalah mati. Memang, seseorang mungkin mengatakan: Engkau memiliki iman, dan aku memiliki perbuatan; tunjukkanlah imanmu itu tanpa perbuatan-perbuatanmu, maka aku akan menunjukkan kepadamu imanku oleh perbuatan-perbuatanku. Engkau percaya bahwa ada satu Allah; itu benar; semua iblis pun percaya, dan gementar. Tetapi maukah engkau tahu, hai manusia yang sia-sia, bahwa iman tanpa perbuatan itu adalah mati?"

Satu-satunya jalan kita dapat memperlihatkan iman kita kepada orang lain ialah melalui perbuatan-perbuatan kita, pekerjaan kita.

Apa artinya mengakui kesalahan-kesalahan kita satu kepada lainnya? --- Kita melakukan hal itu apabila kita meluruskan semua kesalahan kita dengan orang-orang yang telah kita pengaruhi secara salah. Tetapi tadi malam bukan ini yang kita dengar pada kesaksian-kesaksian yang diucapkan itu. Orang Kristen yang bertobat selalu memiliki nama baik; ialah orang yang beriman, berkeberanian, dan memiliki perbuatan-perbuatan; ia adalah seorang Davidian yang sesungguhnya.

Wahyu 12 : 10. 11:
"Lalu kudengar suatu suara besar mengatakan di sorga: Sudah datang sekarang keselamatan, dan kekuatan, dan Kerajaan dari Allah kita, dan kuasa dari Kristus-Nya; karena penuduh semua saudara kita itu sudah terbuang ke bawah, yaitu dia yang menuduh mereka itu di hadapan Allah siang dan malam. Maka mereka telah mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka; dan tiada disayangi mereka akan nyawanya sampai kepada kematian pun".

Adalah bagi kita untuk berjalan mengalami semua perkara ini, yaitu kita yang akan dikaruniakan kemenangan yang pasti dan lengkap atas si Jahat itu. Oleh sebab itu, janganlah seorang pun jatuh ke dalam jerat yang telah dipasangnya bagi kita.


 

******