RENUNGAN DOA:

 

Jika mereka yang keras kepala dan penuh mementingkan diri itu terus maju tanpa diawasi perbuatannya, maka bagaimanakah kelak keadaan segala perkara di dalam sidang? Bagaimana mungkin segala kekeliruan yang ada dalam orang-orang yang berkemauan keras dan berambisi ini dapat diperbaiki? Dengan cara apakah Allah dapat mencapai mereka? Bagaimanakah caranya Ia menertibkan sidangnya? Perselisihan-perselisihan pendapat senantiasa timbuI, dan kemurtadan-kemurtadan seringkali menyusahkan siding. Apabila pertentangan atau perpecahan timbul, maka semua pihak mengakui dirinya benar dan memiIiki kejujuran; dan mereka tidak mau menerima petunjuk dari orang-orang yang sudah lama memikuI beban pekerjaan, dan yang patut diketahuinya sebagai orang-orang yang dikendalikan Tuhan. Terang telah dikirim untuk menyingkirkan kegeIapan mereka, namun mereka terlalu tinggi hati untuk menyambutnya, sehingga mereka memiIih kegelapan. Mereka meremehkan nasehat Allah karena ia itu tidak sejalan dengan pandangan-pandangan dan rencana-rencananya, maka mereka lebih menyukai sifat-sifat tabiatnya yang salah. Pekerjaan dari Roh Allah yang akan membawa mereka ke dalam kedudukan yang benar kaIau saja mau mereka menyambutnya, bukan dating dalam cara yang menyenangkan, dan memanja-manjakan kebenaran diri mereka. Terang yang telah dikaruniakan Allah bukan merupakan terang bagi mereka, maka mereka terus mengembara dalam kegelapan. Mereka menyatakan agar jangan lagi menaruh kepercayaan pada keputusan orang yang berpengalaman lama sedemikian ini, dan yang sudah Tuhan ajari dan gunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan khusus daripada setiap orang yang lain. Bukankah ini rencana Allah agar mereka berbuat demikian, ataukah ini pekerjaan istimewa dari musuh yang menentang semua kebenaran untuk mengurung jiwa-jiwa dalam kekeliruan, untuk mengikat mereka dalam kesesatan yang dalam yang tidak dapat dipecahkan, karena mereka telah menempatkan dirinya di luar jangkauan sarana-sarana yang AIIah telah kuasakan untuk mengurusi sidang-Nya?

"Tegoran-tegoran, peringatan-peringatan, pembetuIan-pembetuIan, dari Tuhan telah diberikan kepada sidang-Nya dalam segala zaman dunia ini. Semua amaran ini telah diremehkan dan ditolak di zaman Kristus oleh orang-orang Parisi yang menyatakan dirinya tidak membutuhkan tegoran yang sedemikian ini, dan yang secara tidak adil telah mensia-siakannya. Mereka tidak mau menerima firman Tuhan melalui hamba-hamba-Nya, sebab ia itu tidak memuaskan kecenderungan-kecenderungan hati mereka. Sekiranya Tuhan memberikan sesuatu khayal langsung di hadapan kelas orang-orang ini di zaman kita, yang menunjukkan kesalahan-kesalahan mereka, menegor kebenaran dirinya sendiri dan mempersalahkan dosa-dosa mereka, maka mereka akan bangkit mendurhaka seperti orang-orang penduduk Nazareth sewaktu Kristus menunjukkan keadaan mereka yang sebenarnya.

"Jika orang-orang ini tidak merendahkan hati mereka di hadapan Allah, jika mereka menampung berbagai usulan Setan, maka keragu-raguan dan tidak setia akan menguasai jiwa, dan mereka akan melihat segala-galanya dalam suatu terang yang palsu. Sekali benih-benih keragu-raguan ditabur di dalam hatinya, maka mereka akan harus menuai suatu hasil tuaian yang Iimpah. Mereka akan datang menolak dan menyangkal kebenaran-kebenaran yang jelas dan penuh keindahan kepada orang-orang lain yang tidak mendidik dirinya dalam ketidak-percayaan. Orang-orang yang melatih pikirannya untuk menggunakan apa saja yang dapat mereka gunakan sebagai kapstok untuk menggantungkan keragu-raguannya, lalu menganjurkan pikiran-pikiran ini kepada orang lain, akan selalu menemukan kesempatan untuk ragu-ragu. Mereka akan mempertanyakan dan mengkritik  apa saja yang timbul dalam pengungkapan kebenaran, mengeritik  pekerjaan dan kedudukan orang-orang lain, mengeritik setiap cabang pekerjaan di mana mereka sendiri tidak ikut serta. Mereka akan hidup dari kekeliruan-kekeliruan dan kesalahan-kesalahan orang lain, 'sampai kelak', demikian kata malaikat, 'Tuhan Yesus akan bangkit meninggalkan tugas pembelaan-Nya dalam kaabah sorga, lalu memakai diri-Nya dengan pakaian pembalasan, lalu mengejutkan mereka pada perayaannya yang tidak suci; maka mereka akan menemukan dirinya tidak siap bagi perjamuan kawin Anak Domba.' Selera mereka telah menjadi sedemikian kacau sehingga mereka akan cenderung mengeritik sampai kepada meja Tuhan di dalam Kerajaan-Nya.

"Pernahkah Allah mengungkapkan kepada orang-orang yang menyesatkan dirinya ini, bahwa tidak satu pun tegoran atau pembetulan-pembetulan yang berasal dari-Nya akan memiliki sesuatu bobot kalau bukan sekaliannya itu datang melalui khayal yang langsung? Saya memikirkan hal ini, karena pendirian banyak orang mengenainya adalah suatu khayalan Setan yang menghancurkan jiwa-jiwa. Setelah ia berhasil menjerat dan melemahkan mereka melalui cara berpikirnya yang menyesatkan, sehingga apabila mereka ditegor mereka akan tetap tidak menghiraukan semua usaha Roh Allah, maka kemenangan Setan atas mereka akan menjadi sempurna. Sebagian orang yang mengakui dirinya benar akan seperti Yudas yang menyerahkan Tuhan secara berkhianat ke dalam tangan musuh-musuh besar-Nya. Orang-orang yang percaya diri sendiri ini, yang bertekad mengikuti jalannya sendiri, lalu menganjurkan pendapat-pendapatnya sendiri, akan maju terus dari yang jelek kepada yang terburuk, sampai kelak mereka akan mengikuti jalan apa saja, tetapi tidak mau melepaskan kemauannya sendiri. Mereka akan maju terus secara buta pada jalan yang jahat; tetapi seperti halnya orang-orang Parisi yang tersesat itu, demikian itulah mereka tertipu sendiri, sehingga mereka mengira mereka sedang melaksanakan pelayanan Allah. Kristus menggambarkan perjalanan Itu yang akan ditempuh kelas orang-orang tertentu, apabila mereka memperoleh kesempatan untuk mengembangkan tabiatnya yang sebenarnya: 'Maka kamu akan dikhianati baik oleh para orangtua, saudara-saudara, kaum, maupun teman-teman; dan sebagian dari kamu akan mereka tuntut untuk dihukum mati.' "----- Testimonies, vol. 5, pp. 688 - 691.

Pelajaran ini adalah bagi semua yang mengakui dirinya pendeta-pendeta di dalam sidang, dan juga bagi orang-orang yang mengakui dirinya murid-murid Kristus. Orang-orang Parisi (para pendeta) tidak mau memperhatikan tegoran-tegoran dan Kebenaran dari Kristus sendiri. Yudas (salah seorang murid-Nya) juga tidak, namun sebaliknya Yudas telah menunjukkan tabiatnya yang sebenarnya pada akhirnya, bahwa ia adalah seorang pengkhianat yang jahat, bukannya seorang murid, seorang dermawan besar, atau pun seorang teman. Kiranya Allah membantu kita semua untuk mengerti sendiri, dan supaya senantiasa berada dalam hubungan yang langsung dengan-Nya agar jangan kita jatuh ke dalam cobaan, demikianlah hendaknya doa kita.