RENUNGAN DOA:

 

"Eliyah teIah mengira bahwa hanya dia sendiri di Israel yang menyembah Allah yang benar. Tetapi DIA yang membaca hati semua orang, teIah mengungkapkan kepada nabi itu, bahwa ada banyak lagi yang lainnya, yang sepanjang tahun-tahun kemurtadan itu teIah bertahan tetap setia kepada-Nya. Allah berfirman: "Masih ada Iagi pada-Ku 'tujuh ribu orang di Israel, yaitu semua lutut yang belum menyembah sujud kepada Dewa, dan setiap mulut yang tidak menciumnya'."

"Jika dalam berbagai suasana yang mencekam, orang-orang yang memiliki kuasa rohani tertekan melampaui batas, menjadi kecewa dan putus asa ; jika berkali-kali mereka tidak melihat sesuatu harapan hidup apa pun untuk dikejar, maka ini bukanlah sesuatu yang aneh dan baru. Semua orang yang mengalami sedemikian ini hendaklah ingat, bahwa salah satu dari nabi-nabi yang terperkasa teIah lari menyelamatkan diri dari hadapan seorang wanita yang naik amarahnya. Sebagai seorang pelarian yang kehabisan tenaga dan lesu dari perjalanan jauh, yang patah semangatnya karena kekecewaan yang pahit, ia memohon agar ia dapat mati saja. Namun pada waktu itulah, sewaktu harapan hampir lenyap, dan tugas hidupnya tampak terancam akan kalah, maka ia telah mempelajari salah satu dari pelajaran-pelajaran yang sangat berharga dari kehidupannya. Dalam jam kelemahan hidupnya yang terberat ia mempelajari akan perlunya dan kemungkinan bergantung pada Allah dalam suasana-suasana yang sangat mencekam.

"Orang-orang yang seIagi menghabiskan tenaga-tenaga hidupnya dalam pekerjaan pengorbanan diri, yang dicobai sampai putus asa dan kehilangan harapan, dapat mengumpulkan semangat keberanian dari pengalaman Eliyah. Perlindungan Allah yang saksama, kasih-Nya, kuasa-Nya, adalah terutama dimanifestasikan demi hamba-hamba-Nya, yaitu mereka yang semangatnya telah disalah artikan atau tidak disukai, yang nasehat-nasehat dan tegoran-tegorannya diremehkan, dan usaha-usahanya bagi reformasi telah dibayar dengan kebencian dan tantangan.

"Adalah pada puncak kelemahan, maka Setan akan menyerang jiwa dengan cobaan-cobaannya yang terhebat. Dengan demikian inilah ia berharap dapat mengalahkan Anak Allah, karena oleh kebijaksanaannya ini ia telah mencapai banyak kemenangan atas manusia. Apabila kuasa-kemauan melemah dan iman mulai gagal, maka orang-orang yang sudah lama berdiri dan dengan berani mempertahankan yang benar, akan menyerah kepada pencobaan. Musa, yang lemah karena pengembaraan selama empat puluh tahun dan ketidak percayaan, untuk sejenak lamanya telah kehilangan pegangannya pada Yang Maha Kuasa. Ia telah gagal justru pada perbatasan tanah perjanjian itu. Demikian pula halnya dengan Eliyah. Dia yang telah mempertahankan percayanya pada Yehovah selama tahun-tahun kekeringan dan kelaparan; dia yang telah berdiri dengan gagah berani di hadapan Ahab; dia yang sepanjang hari yang penuh cobaan di Karmel telah berdiri di hadapan seluruh bangsa Israel sebagai satu-satunya saksi kepada Allah yang benar, dalam sejenak kelesuan saja ia telah membiarkan ketakutan akan kematian menguasai imannya pada Allah.

"Maka demikian pula halnya di waktu ini. Apabila kita dikepung oleh keragu-raguan, disusahkan oleh berbagai keadaan, atau disengsarakan oleh kemelaratan dan kekecewaan, maka Setan akan berusaha menggoncangkan keyakinan kita pada Allah. Pada waktu itulah ia akan menjejerkan di depan kita semua kesalahan kita, lalu mencobai kita untuk tidak mempercayai Allah, untuk mempertanyakan kasih-Nya. Ia ingin mematahkan semangat jiwa kita, dan menghancurkan pegangan kita pada Allah.

"Orang-orang yang berdiri pada barisan depan pertikaian, yang terdorong oleh Roh Suci untuk melakukan suatu pekerjaan istimewa, akan sering merasakan suatu reaksi apabila tekanan itu disingkirkan. Keputusasaan dapat menggoncangkan iman kepahlawanan sekali pun, dan melemahkan kemauan yang sangat teguh. Tetapi Allah memahami, dan Ia masih tetap sayang dan mencintai. Ia membaca semua motif dan maksud hati. Menunggu dengan sabar, dan menaruh harap apabila segala-galanya tampak gelap, ialah pelajaran yang perlu dipelajari oleh para pemimpin dalam pekerjaan Allah. Sorga tidak akan melalaikan mereka pada hari kepicikannya. Tak ada sesuatu pun yang tampaknya sangat tidak berdaya tetapi justru lebih kokoh, daripada jiwa yang merasakan kehampaannya, lalu bergantung sepenuhnya pada Allah.

"Bukan hanya bagi orang-orang yang menduduki jabatan-jabatan bertanggung jawab berlaku pelajaran mengenai pengalaman Eliyah, untuk mempelajari kembali bagaimana menaruh harap pada Allah dalam jam pencobaan. Dia yang merupakan kekuatan Eliyah itu adalah kuat untuk menunjang setiap anak-Nya yang berjuang, betapa pun lemahnya. Dari setiap orang Ia mengharapkan loyalitasnya, dan kepada setiap orang dikaruniakan-Nya kemampuan sesuai yang dibutuhkan. Dalam kekuatannya sendiri manusia adalah tak berdaya, tetapi dalam kemampuan dari Allah ia dapat menjadi kuat untuk mengalahkan kejahatan dan membantu orang lain untuk menang. Setan tidak pernah dapat menang atas orang yang menjadikan Allah sebagai pelindungnya. 'Sesungguhnya, orang akan mengatakan: dalam Tuhan aku memperoleh pembenaran dan kekuatan.'

"Rekan Kristenku, Setan mengetahui kelemahanmu; oleh sebab itu berpautlah pada Yesus. Dengan menetap dalam kasih Allah, engkau dapat bertahan melawan setiap ujian. Hanya pembenaran dari Kristus yang dapat memberikan kepadamu kuasa untuk melawan gelombang kejahatan yang kini sedang menyapu dunia. Masukkanlah iman ke dalam pengalamanmu. Iman menerangi setiap beban, meringankan setiap penderitaan. Berbagai Takdir yang kini misterius dapat anda pecahkan melalui terus menerus percaya pada Allah. Berjalanlah sesuai iman pada jalan yang sudah ditandai-Nya. Ujian-ujian akan datang, tetapi majulah terus. Ini akan menguatkan imanmu, dan akan membuatmu layak bagi tugas melayani. Catatan-catatan sejarah Alkitab telah ditulis, bukan hanya agar kita dapat membacanya lalu mengagumi, melainkan agar iman yang sama yang bekerja dalam hamba-hamba Allah yang dahulu itu dapat juga bekerja di dalam kita. Tuhan akan juga bekerja sekarang dalam cara yang tidak kurang menyoloknya, dimana hati yang beriman akan menjadi saluran-saluran kuasaNya.

"Dalam khayal nabi Yeheskiel di sana tampak suatu tangan di bawah sayap-sayap dari cherubim. Ini akan mengajarkan kepada hamba-hamba Allah, bahwa itulah kuasa ilahi yang memberikan akan sukses. Orang-orang yang dipekerjakan Allah sebagai utusan-utusan-Nya tidak akan merasa, bahwa pekerjaan-Nya bergantung pada mereka. Mahluk-mahluk yang serba terbatas tidak akan dibiarkan memikul beban tanggung jawab ini. Orang yang tidak tidur, yang terus menerus bekerja bagi penyelesaian rencana-rencana-Nya, akan terus memajukan pekerjaan-Nya. Ia akan menghalangi rencana-rencana orang-orang jahat, dan akan mengacaukan nasehat-nasehat orang-orang yang bersekongkol jahat melawan umat-Nya. Dia yang Raja dan Tuhan serwa sekalian alam itu duduk di antara cherubim; dan di tengah-tengah pertikaian dan kegemparan bangsa-bangsa, Ia masih tetap mengawal anak-anakNya. Apabila kubu-kubu pertahanan raja-raja kelak diruntuhkan, apabila busur-busur panah murka kelak menghantam menembusi hati musuh-musuh-Nya, maka umat-Nya akan aman dalam tangan-tangan-Nya." ------ Prophets and Kings, pasal 13, hanya kutipan-kutipan.