PERLUNYA PEMETERAIAN ITU


 

Pokok pembicaraan bagi sore hari ini adalah kelanjutan dari penyelidikan kita pada Sabat yang lalu yang membahas buku Early Writings, halaman 36 dan 38.

Wahyu 7 : 1 - 4:
"Dan sesudah segala perkara ini aku tampak empat malaikat yang berdiri pada empat penjuru bumi, sambil memegang empat angin di bumi, supaya angin tidak bertiup ke atas bumi, ataupun ke atas Iautan, atau pun ke atas setiap pohon kayu. Lalu aku tampak seorang malaikat, lain naik dari sebelah timur, membawa meterai dari Allah yang hidup; maka berteriaklah ia dengan suara keras kepada empat malaikat itu yang ditugaskan untuk merusak bumi, atau pun lautan, katanya: Janganlah merusak bumi, atau pun pohon-pohon kayu, sampai kami selesai memeteraikan hamba-hamba Allah kita pada dahi-dahi mereka. Lalu kudengar bilangan mereka yang dimateraikan itu; maka teIah dimeteraikan seratus empat puluh empat ribu orang dari semua suku bangsa bani Israel."

Anda perhatikan di sini, bahwa malaikat-malaikat itu bukan disuruh menahan angin-angin itu sampai seluruh Yeheskiel 9 digenapi, melainkan sampai hamba-hamba Allah dimeteraikan. Oleh sebab itu, jika terdapat sesuatu waktu senggang di antara berakhirnya pemeteraian dan pembantaian Yeheskiel 9, maka terdapat kemungkinan bahwa angin-angin itu dapat mulai bertiup dalam waktu senggang itu. Kalau saja bangsa-bangsa sudah siap segala-galanya, maka tidak perlu terlalu lama untuk mendatangkan kesusahan yang dilambangkan oleh empat angin itu. Kita mengetahui dari Injil ini, bahwa Allah akan menahan angin-angin itu sampai pemeteraian selesai, karena menurut ayat 3 dari pasal ini sebuah pekabaran telah dikirim kepada empat malaikat itu menginstruksikan mereka untuk menahan angin-angin itu sampai pemeteraian 144.000 itu selesai. Ini menunjukkan bahwa Iblis sedang berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan angin-angin itu secepat mungkin, bahkan barangkali dalam sehari saja.

Betapa seriusnya, bahwa justru sekarang sewaktu umat Allah seharusnya bangun dan mempersiapkan diri untuk menerima meterai itu agar mereka dapat dilindungi pada hari yang besar dan mengerikan itu, sidang sebaliknya sedang tidur lelap.

Kalau saja orang-orang berdosa masih ada di tengah-tengah umat Allah sewaktu angin-angin mulai bertiup sidang sudah akan jatuh, karena selagi orang-orang berdosa berada diantara umat Allah sidang tidak mungkin dapat bertahan melawan musuh-musuhnya. Dengan perkataan lain, sekiranya kesusahan itu didatangkan atas sidang sebelum kekejian-kekejiannya dihapuskan, sebelum orang-orang yang tidak benar disingkirkan keluar dari tengah-tengahnya, maka ada kemungkinan seluruh sidang akan jatuh, dan bahwa Allah sudah akan campur tangan untuk menyelamatkannya. Kalau saja umat Allah yang benar berada terpisah hal itu akan berbeda. Tetapi Yehezkiel pasal sembilan menceriterakan kepada kita, bahwa malaikat-malaikat akan ditugaskan pergi meIalui kota itu dan membubuh tanda pada orang-orang yang berkeluh-kesah dan menangis karena segala kekejian yang dibuat di tengah-tengahnya; menunjukkan bahwa orang-orang jahat dan orang-orang benar pada waktu itu tidak terpisah, melainkan mereka bercampur.

Anda ingat bagaimana Allah menangani Israel sewaktu menjelang mereka memasuki tanah perjanjian. Karena sebab orang yang satu itu (Akhan) balatentara Israel secara menyedihkan telah dikalahkan di Ai. Maka sekalipun orang-orang yang termeterai berada di tengah-tengahnya, sekiranya sidang sekarang menghadapi kesusahan selagi masih ada satu Akhan di dalam setiap geraja dan hampir di dalam semua keluarga sesuai kata Nyonya White (Testimonies, vol. 5, p. 157), maka seluruh sidang akan jatuh. Dengan adanya kemungkinan yang mengejutkan ini menantang kita, saya bertanya kepada anda bagaimana seseorang penganut Kebenaran sekarang dapat duduk dengan tenang tanpa mempedulikan kondisi kerohaniannya sendiri lalu tidak berbuat apa-apa untuk mengamarkan orang lain untuk mempersiapkan diri? Kemungkinan-kemungkinan yang berbahaya sedemikian ini sebaliknya harus mendorong masing-masing kita untuk benar-benar menjadi pembawa terang, atau pengawal yang akan membunyikan tanda bahaya, dan mengamarkan Israel untuk membuang berhala-berhaIanya lalu berusaha mencari Tuhan Allah sekarang juga supaya kita dapat disembunyikan pada hari murka-Nya yang bernyala-nyala itu yang akan segera datang.

Marilah kita sekarang melihat kepada Yesaya 27 bagi sisa waktu kita pada sore ini:

Yesaya: 27 : 1 - 13:
"Pada hari itu Tuhan bersama dengan pedang-Nya yang hebat dan besar dan kuat akan menghukum lewiathan ular penerkam itu, yaitu lewiathan ular yang bengkok itu; maka Ia akan membantai ular naga yang di daIam laut. Pada hari itu menyanyiIah olehmu kepadanya, sebuah kebun anggur dari air anggur merah. AkuIah Tuhan yang memeIiharakannya; Aku akan menyiraminya setiap saat; supaya jangan seorang pun melukainya, Aku akan memeliharakannya maIam maupun siang. Amarah murka tidak ada pada-Ku; siapakah yang hendak menaruh mawar dan duri menentang Aku daIam peperangan? Aku akan berjaIan melalui mereka, Aku akan membakar habis mereka sekaligus. Atau membiarkan dia berpegang pada kekuatan-Ku, supaya dapat ia berdamai dengan Aku; dan ia akan berdamai dengan Aku. Ia akan membuat mereka yang berasal dari Yakub untuk berakar: Israel akan berbunga dan bertunas, laIu mengisi permukaan dunia dengan buah.

"Sudahkah Tuhan memalu dia, seperti Ia memalu orang-orang yang memalunya? Ataukah ia akan dibantai sesuai pembantaian mereka yang akan dibantai oleh-Nya? Dengan kadar sewaktu ia itu muncul keluar, engkau berbantah-bantah dengannya: Ia menahan angin topan-Nya pada hari angin timur. Oleh sebab itu dengan cara inilah kelak kejahatan Yakub dibersihkan; dan inilah semua buah hasil untuk membuang dosanya, apabila ia membuat semua batu medzbah menjadi bagaikan batu-batu kapur yang ditumbuk hancur, sehingga tiang-tiang berhala dan perdupaan-perdupaan tidak akan lagi berdiri. Namun kota yang terlindung benteng itu akan menjadi sunyi, dan tempat kediaman itu akan ditolak dan ditinggalkan bagaikan suatu padang belantara; di sana anak lembu akan makan rumput, dan di sanalah ia akan berbaring, dan memakan habis cabang-cabangnya. Apabila dahan-dahannya Iayu, sekaliannya akan patah; wanita-wanita datang lalu membakarnya; karena itulah umat yang tidak berpengertian; maka sebab itu DIA yang menciptakan mereka itu tidak akan menyayangi mereka, dan DIA yang telah membentuk mereka itu tidak mau menunjukkan kepada mereka kasih sayang-Nya.

"Maka akan jadi kelak pada hari itu, bahwa Tuhan akan mengirik-irik dari saluran sungai besar sampai ke sungai Mesir, maka kamu akan dikumpulkan satu demi satu, hai kamu Bani Israel. Dan akan jadi kelak pada hari itu, bahwa trompet yang besar akan dibunyikan, lalu mereka yang sudah siap binasa di tanah Assyria akan datang berikut orang-orang yang terbuang di tanah Mesir, lalu mereka akan menyembah sujud kepada Tuhan di gunung kesucian di Yerusalem."

Yesaya 27 : 1 :
"Pada hari itu Tuhan bersama dengan pedang-Nya yang hebat dan besar dan kuat akan menghukum lewiathan  uIar penerkam itu, yaitu lewiathan ular yang bengkok itu; dan Ia akan membantai uIar naga yang di dalam laut."

Kapan peristiwa ini jadi harus ditemukan di dalam pasal sebelumnya, karena ayat ini diperkenalkan dengan kata-kata "pada hari itu." Oleh sebab itu, maka untuk menemukan waktu itu kita akan membaca:

Yesaya 26 : 20, 21 :
"Marilah, umat-Ku, masuklah engkau ke dalam bilik-bilikmu, dan tutuplah pintu-pintumu sekelilingmu: sembunyikanlah dirimu sebentar sampai amarah itu berlalu. Karena, bahwasanya, Tuhan keluar dari tempat-Nya untuk menghukum semua penduduk bumi karena kejahatan mereka; bumi juga akan mengungkapkan darah yang tertumpah di atasnya, dan tidak akan lagi menutup-nutupi orang-orang matinya."

Murka Allah akan datang ke atas bumi, dan umat Allah dipanggil untuk mencari perlindungan di sesuatu tempat. Ayat-ayat ini menempatkan kegenapan nubuatan ini dalam masa akhir dunia sewaktu Allah hendak menghukum orang-orang jahat dan membangunkan orang-orang benar.

Yesaya 27 : 1 :
“Pada hari itu Tuhan bersama dengan pedang-Nya yang hebat dan besar dan kuat akan menghukum lewiathan  ular penerkam itu, yaitu lewiathan ular yang bengkok itu; maka Ia akan membantai ular naga yang di daIam laut.”

Dari bacaan ayat-ayat ini kita menyaksikan dengan jelas, bahwa apabiIa Allah menghukum semua penduduk bumi dan bumi mengungkapkan darahnya, lewiathan akan dihukum dan ular naga yang didalam “laut” akan dibantai. Siapakah ular itu? ----- Ia itu adalah Setan. Tetapi bagaimanakah Setan akan dihukum dan dibantai pada masa pasal ini berlaku? Untuk membantu masalah ini marilah kita melihat kepada:

Yesaya 14 : 1 – 14 :
"Karena Tuhan akan menaruh sayang terhadap Yakub, dan masih akan memilih Israel, lalu menempatkan mereka pada tanah airnya sendiri; maka orang-orang asing akan menggabungkan diri dengan mereka, dan mereka akan berpadu dengan isi rumah Yakub. Maka orang banyak itu akan mengambil mereka lalu mengantarkan mereka ke tempatnya; maka isi rumah Israel akan memiliki mereka itu sebagai pelayan-pelayan lelaki dan wanita di tanah Tuhan; dan mereka akan memperhamba mereka itu, yang tadinya telah memperhamba mereka; dan mereka akan memerintah atas penjajah-penjajah mereka. Maka akan jadi kelak pada hari itu, bahwa Tuhan akan memberikan kepadamu perhentian daripada kesusahanmu, dan daripada ketakutanmu, dan daripada perhambaan berat di mana kamu telah diperhambakan.

"Sehingga kamu akan mengangkat nyanyian ini menentang raja Babil, sambil mengatakan: Bagaimana penindas itu berakhir, kota keemasan itu berakhir! Tuhan telah mematahkan tongkat orang jahat, dan tongkat kerajaan para penghulu. Dia yang menghantam orang banyak itu dalam murka dengan suatu pukulan yang terus-menerus, dia yang memerintah segala bangsa dalam amarah, akan dianiaya, dan tidak seorang pun dapat menghalangi. Seluruh bumi sedang berhenti, dan tenang; mereka itu menyaringkan suaranya dengan menyanyi. Benar, pohon-pohon sanobar akan bersukaria karena kamu, demikian pula pohon-pohon araz Lebanon, yang mengatakan: Semenjak dari kamu rebah jatuh tidak seorang penebang pun datang mengganggu kami. Neraka dari bawah tergerak karena kamu untuk menyongsong kedatanganmu; dibangkitkannya orang-orang mati karena kamu, bahkan semua orang besar di bumi; dibangkitkannya dari tahta-tahta mereka semua raja dari bangsa-bangsa. Semua mereka akan berbicara dan mengatakan kepadamu: Adakah engkau juga menjadi lemah seperti kami? Adakah engkau menjadi seperti kami? Kebesaranmu dibawa turun sampai ke kubur berikut keramaian biola-biolamu; cacing ada terhampar di bawahmu, dan cacing-cacing menutupi dirimu. Bagaimana engkau telah jatuh dari Sorga, hai Lucifer, putera fajar! Bagaimana engkau telah tertumpas ke tanah, engkau yang telah melemahkan bangsa-bangsa! Karena telah kau katakan dalam hatimu, Aku hendak naik ke dalam langit, aku hendak meninggikan tahtaku di atas segala bintang Allah; aku juga hendak duduk di atas gunung perhimpunan orang banyak, pada sisi-sisi utara; aku hendak naik di atas segala ketinggian awan-awan; aku ingin jadi seperti DIA YANG MAHA TINGGI."

Raja Babil di dalam pasal ini adalah berkaitan dengan Lucifer karena apa pun yang dicita-citakan dan direncanakan oleh Babil adalah dihasut oleh Setan sendiri. Demikian pula kita menemukan hal yang sama benarnya dalam ceritera berikut ini mengenai Tsur.

Yeheskiel 28 : 1, 2, 13 - 17 :
"Firman Tuhan datang lagi kepadaku, bunyinya: Hai anak Adam, katakanlah kepada penghulu Tsur: Demikianlah firman Tuhan Allah; Karena hatimu begitu sombong, dan telah kau katakan: Akulah Allah, Aku duduk pada tahta Allah, di tengah-tengah semua lautan; padahal engkau seorang manusia, dan bukan Allah, sekalipun engkau menempatkan hatimu seperti hati Allah: ...... Engkau sudah pernah di Eden taman Allah itu; setiap batu yang berharga merupakan tudunganmu, yaitu batu akik, zabarjad, dan intan, firuzah, unam dan jasyib, nilam, zamrud dan emas: tatahannya  dengan rebana dan bangsi yang disediakan padamu pada hari engkau diciptakan. Engkaulah cherubium yang diurapi yang menutupi dengan sayap-sayapmu; dan sudah Kutetapkan dikau demikian itu; engkau berada di atas gunung kesucian Allah; engkau telah berjalan naik turun di tengah-tengah batu-batu api. Engkau adalah sempurna dalam segala jalanmu semenjak dari hari engkau diciptakan, sampai kejahatan ditemukan dalam dirimu. Oleh banyaknya barang daganganmu mereka telah mengisi setengah dirimu dengan kekejaman, dan engkau telah berdosa; oleh sebab itu Aku hendak mencampakkan dikau sebagai yang najis keluar dari gunung Allah; dan Aku akan membinasakan dikau, hai cherubium pelindung, dari tengah-tengah batu-batu api. Hatimu telah dibesarkan karena sebab keindahanmu, engkau telah merampas kepintaranmu karena alasan cerah cahayamu; Aku hendak mencampakkan kamu ke bumi, Aku akan meletakkan kamu di hadapan raja-raja supaya dapat mereka memandangimu."

Saudara mengenali gambaran ini sebagai gambaran dari Lucifer; tetapi nubuatan ini dialamatkan kepada penghulu Tsur, sama seperti halnya Yesaya 14 mempersekutukan raja Babil dengan Lucifer. Dari gambaran ini kita akan mengerti, bahwa baik "Tsur" maupun "Babil" kedua-duanya adalah dihasut oleh Setan dan telah ditetapkan untuk melakukan di bumi perbuatan yang sama jahatnya dengan perbuatan yang dilakukan Setan sejak mulanya di dalam sorga. Tetapi di sini kepada kita diceriterakan, bahwa kekalahan Setan dalam berbagai usahanya ini akan sempurna dan memalukan.

Yesaya 27 : 1, 2 :
"Pada hari itu Tuhan bersama dengan pedang-Nya yang hebat dan besar dan kuat akan menghukum Iewiathan ular penerkam itu, yaitu Iewiathan uIar yang bengkok itu; dan Ia akan membantai uIar naga yang di dalam laut. Pada hari itu nyanyikanlah olehmu kepadanya: Sebuah kebun anggur dari air anggur merah."

Pada hari ular naga itu "dibantai" di dalam "laut" seseorang akan menyanyikan "Sebuah kebun anggur dari air anggur merah." Akan ada pada waktu itu sebuah kebun anggur dari air anggur merah, dan akan dinyanyikan di sana hal itu karena itu adalah suatu kebun anggur yang kaya yang menghasilkan buah yang baik ------ orang-orang benar. Nyanyian bagi kebun anggur itu akan dinyanyikan pada waktu Allah menghukum lewiathan. Ia itu tidak mungkin dapat dinyanyikan sekarang karena Allah belum memiliki kebun anggur yang subur dan kaya di waktu ini. Sisa dari pasal ini menceriterakan bagaimana Ia akan mendapatkannya.

Yesaya 27 : 3 :
"Akulah Tuhan yang memeliharakannya; Aku akan menyiraminya setiap saat; supaya jangan seorang pun melukainya, maka Aku akan memeliharakannya malam maupun siang."

Ini jelas adalah kebun anggur Tuhan yang akan dimiliki-Nya pada hari itu dan yang akan dipelihara-Nya malam maupun siang supaya jangan seorang pun mengganggunya. Kalau saja Ia harus sedemikian rupa menjaganya supaya jangan seseorang mengganggunya, maka kebun anggur itu tak dapat tiada harus berada dalam suatu masa bahaya.

Yesaya 27 : 4, 5 :
"Amarah murka tidak ada pada-Ku; siapakah yang hendak menaruh mawar dan duri menentang Aku dalam peperangan? Aku hendak berjalan melalui mereka, Aku akan membakar habis mereka sekaligus. Atau membiarkan mereka berpegang pada kekuatanKu, supaya ia dapat berdamai dengan Aku; dan ia kelak berdamai dengan Aku."

Yang terkandung di sini ialah bahwa terdapat mawar dan duri dan bahwa jika mereka menempatkan diri melawan Dia dalam peperangan mereka akan dihancurkan sekaligus. Mawar dan duri tak dapat tiada harus melambangkan orang-orang yang berperang melawan Allah dengan cara memerangi Kebenaran. Ayat ini mengatakan, bahwa orang-orang yang berperang melawan Dia pasti akan binasa sekaligus, tetapi orang yang berpegang pada kekuatan Allah bagi perdamaian akan memperoleh perdamaian. Dengan perkataan lain, mawar dan duri tidak akan perlu tetap bertahan sedemikian dalam hal ini. Mereka dapat saja bertobat jika mereka mau. Oleh sebab itu ayat-ayat ini jelas menawarkan suatu pilihan. Sekiranya ditawarkan kepada suatu umat, pilihan untuk berpegang pada Allah lalu hidup atau berperang melawan Dia lalu binasa, maka pilihan itu tak dapat tiada harus datang kepada mereka dalam sebuah pekabaran, dalam Kebenaran. Jika mereka mengambil Kebenaran-Nya, mereka akan berpegang pada kekuatan-Nya, maka orang-orang yang memilih untuk memerangi Kebenaran tidak akan menang, melainkan akan binasa bersama-sama.

Di zaman dahulu Allah murka terhadap umat-Nya lalu tergoda untuk membuang mereka selama-lamanya baik akar maupun cabang. Tetapi di sini firman-Nya, bahwa murka tidak ada dalam diri-Nya. Ia adalah panjang sabar terhadap umat-Nya, dan Ia rindu sekali agar semua orang hendaknya berpegang pada kekuatan-Nya lalu berdamai dengan-Nya. Pilihan itulah yang terdapat dalam pekabaran yang kami bawa pada hari ini. Karena pekabaran ini menerobos melewati barisan-barisan orang dari sidang, kita dapat melihat sebagian orang berpegang pada kekuatan-Nya lalu bersukaria dalam Kebenaran, dan kita juga menyaksikan dengan sedih hati mawar dan duri menempatkan diri dalam peperangan melawan Tuhan. Sekalipun murka tidak ada dalam Allah dan sekalipun Ia tidak rela agar seseorang binasa, namun Ia menyatakan bahwa barangsiapa yang tidak mau berpegang pada kekuatan-Nya dengan cara menyambut Kebenaran-Nya tak dapat tiada harus hilang.

Yesaya 27 : 16:
"Ia akan membuat mereka yang berasal dari Yakub untuk berakar: Israel akan berbunga dan bertunas, lalu mengisi permukaan dunia dengan buah."

Mereka yang berasal dari Yakub akan berakar. Ini berarti bahwa belum semua datang, tetapi mereka yang datang itu akan berakar. Yang Iainnya akan mati. Mereka yang berakar itu adalah berasal dari Yakub. Kita semua mengetahui, bahwa Alkitab mengatakan bahwa mereka yang 144.000 itu semuanya berasal dari Yakub, karena mereka adalah Israel-Israel itu. Ayat yang sedang kita pelajari ini mengatakan, bahwa orang-orang yang datang dari Yakub itu akan berakar dan "Israel akan berbunga dan (bertumbuh) Ialu mengisi permukaan dunia dengan buah." Kata-kata ini adalah demikian jelasnya sehingga tidak memerlukan interpretasi lagi. Dengan menggunakan analogy (persamaan yang sejajar) bahwa pohon apel mengeluarkan buah-buah apel dan bukan buah mangga ataupun sesuatu lain, dapatlah kita menarik pelajaran bahwa orang-orang Israel yang berakar itu, 144.000 itu, akan melahirkan orang-orang bertobat bagi Israel. Orang-orang yang bertobat akan menjadi orang-orang Israel baik secara kelahiran atau pun secara diokulasi (dicangkok) sebagaimana yang digambarkan Paulus di dalam Rum pasal 11.

Kita telah mempelajari sedemikian jauh dalam penyelidikan kita terhadap pasal ini, bahwa apabila mawar dan duri-duri itu berperang melawan Allah, maka pada waktu itulah orang-orang yang berasal dari Yakub akan berakar. Itu tidak mungkin terjadi setelah masa kasihan berakhir, karena adalah sesudah mereka berakar baharu mereka "mengisi permukaan dunia dengan buah."

Daniel menceriterakan kepada kita dalam pasal dua, bahwa pada zaman raja-raja dari sepuluh jari kaki itu Tuhan Allah akan mendirikan sebuah kerajaan yang olehnya dikatakan telah dilambangkan oleh batu yang terpotong keluar dari gunung tanpa pertolongan tangan, dan bahwa batu itu akan menghancurkan berkeping-keping semua kerajaan lainnya Ialu bertumbuh menjadi sebuah gunung besar yang akan mengisi seluruh bumi. Daniel sesungguhnya mengatakan perkara yang sama yang sedang dibicarakan oleh Yesaya di dalam pasal yang sedang kita bahas pada hari ini. Mereka yang berasal dari Yakub itulah yang berakar yang merupakan batu itu yang disaksikan oleh Daniel. Dan karena batu itu adalah kecil dan gunung itu besar, ini menunjukkan bahwa mayoritas orang-orang tidak akan berpegang pada kekuatan Allah, melainkan akan binasa sementara minoritas orang-orang akan meluputkan diri lalu berakar, Ialu membawa masuk orang-orang akan meluputkan diri lalu berakar, lalu membawa masuk orang-orang bertobat yang akan mengisi permukaan dunia dengan buah. Yang disebut oleh Yesaya kebun anggur, Daniel menyebutkannya sebuah kerajaan ------ Kerajaan Allah.

Yesaya 27 : 7, 8:
"Sudahkah Tuhan memalunya, seperti Ia memalu orang-orang yang memalunya? Ataukah ia akan dibantai sesuai pembantaian mereka yang akan dibantai oIeh-Nya? Dengan kadar sewaktu ia itu muncul keluar, engkau berbantah-bantah dengannya: Ia menahan angin topan-Nya pada hari angin timur."

Ada dua angin yang disebut di sini: angin topan dan angin timur. Pada masa apabila Allah mengirimkan sebuah pekabaran pilihan kepada umat-Nya untuk memisahkan mereka yang berdamai dengan-Nya dan mereka yang tidak mau, dan pada masa kebun anggur-Nya muncul keluar, akan ada dua angin. Angin topan itu kita mengerti merupakan angin dari Allah yang Ia hentikan pada hari angin timur.

Yesaya 27 : 9 :
"Oleh sebab itu dengan cara inilah kelak kejahatan Yakub dibersihkan; dan inilah semua buah hasil untuk membuang dosanya; apabila ia membuat semua batu medzbah menjadi bagaikan batu-batu kapur yang ditumbuk hancur, sehingga tiang-tiang berhala dan pedupaan-pedupaan tidak akan lagi berdiri."

Angin topan itu datang untuk menyucikan sidang-Nya. Apabila ia itu bertiup buah akan berjatuhan. Dalam kata-kata Yeheskiel orang-orang yang tidak "berkeluh-kesah" dan "menangis" karena segala kekejian yang dibuat di dalam sidang akan dibantai, maka hanya mereka yang berpegang pada kekuatan Allah yang akan tetap tinggal.

Jika semua batu dari medzbah menjadi seperti batu-batu kapur, maka medzbah itu akan runtuh sampai ke tanah. Medzbah bukan berarti seluruh sidang, melainkan adalah suatu bagian terpenting dari sidang. Adalah dari medzbah maka para anggota dipimpin. Lambang yang digunakan di sini menunjukkan, bahwa ada suatu kepemimpinan yang palsu dan ia itu akan diturunkan. "Tiang-tiang berhala dan pedupaan-pedupaan tidak akan berdiri," menunjukkan bahwa penyembahan berhala terdapat di antara umat Allah, dan itu pun akan disingkirkan. Pembersihan inilah yang harus datang untuk membuat kebun anggur menjadi kaya dan subur sesuai yang digambarkan oleh ayat 2 dan 3. Mawar dan duri-duri harus disingkirkan. Pekabaran itu datang mendahului pemisahan ini untuk mempersiapkan umat Allah supaya meluputkan diri dari pembersihan oleh angin topan itu dan supaya aman dari masa kesusahan yang ditunjukkan oleh angin timur itu.

Yeheskiel 27 : 10, 11:
"Namun kota yang terlindung benteng itu akan menjadi sunyi, dan tempat kediaman itu akan ditolak dan ditinggalkan bagaikan suatu padang belantara; di sana anak lembu akan memakan rumput, dan di sanalah ia akan berbaring, dan memakan habis cabang-cabangnya. Apabila dahan-dahannya layu, sekaliannya akan patah; wanita-wanita datang lalu membakarnya: karena itulah umat yang tidak berpengertian; maka sebab itu Dia yang menciptakan mereka itu tidak akan menyayangi mereka, dan Dia yang telah membentuk mereka itu tidak mau menunjukkan kepada mereka kasih sayang-Nya."

Pasal ini pertama sekali menggambarkan kebun anggur Allah dalam keindahannya dan dalam kondisi terbaik, yang menunjukkan sidang Allah dalam keadaan hari depannya yang sudah disucikan. Ayat-ayat yang sedang kita baca sekarang menggambarkan kondisi sidang-Nya pada waktu ini sebelum ia itu disucikan. Betapa besarnya perbedaan gambaran itu! Yahya menggambarkannya sebagai berada dalam keadaan "tidak terkasihan" dan sedang akan "diludahkan keluar."

Apabila seseorang membenahi kebun buah-buahannya lalu ditemukannya cabang-cabang yang mati pada pohon-pohon itu, maka cabang-cabang itu akan ditebangnya lalu dikumpulkannya bertumpuk-tumpuk bagi seseorang untuk dibakar, karena sekaliannya itu sudah tidak lagi berguna. Ilustrasi inilah yang digunakan oleh Yesaya untuk menunjukkan apa yang akan Allah perbuat terhadap umat-Nya, yaitu mereka yang dilambangkan oleh cabang-cabang yang kering itu ------ yaitu orang-orang yang tidak berpengertian. Mereka itu adalah orang-orang yang senantiasa belajar, tetapi tidak pernah sampai kepada pengetahuan Kebenaran. Memang, mereka adalah cabang-cabang dari pohon, tetapi kehidupan rohaninya adalah hampa. Ada sesuatu yang salah secara mendasar pada kelas orang-orang ini, karena Allah mampu membuat setiap orang menjadi bijaksana; Ia dapat membuat setiap orang menjadi kuat. Kebenaran-Nya adalah begitu sederhana, sehingga sekalipun mereka itu bodoh mereka tidak perlu keliru di dalamnya (Yesaya 35 : 8). Oleh sebab itu semua orang dapat memperoleh pengertian. Karena alasan inilah, maka orang-orang itu yang tidak memperoleh pengertian akan dibinasakan AIlah tanpa menaruh sayang.

Yesaya 27 : 12, 13 :
"Maka akan jadi kelak pada hari itu, bahwa Tuhan akan mengirikirik dari saluran sungai besar sampai ke sungai Mesir, maka kamu akan dikumpulkan satu demi satu, hai kamu Bani Israel. Dan akan jadi kelak pada hari itu, bahwa trompet yang besar akan dibunyikan, laIu mereka yang sudah siap binasa di tanah Assyria itu akan datang berikut orang-orang yang terbuang di tanah Mesir, laIu mereka akan menyembah sujud kepada Tuhan di gunung kesucian di Yerusalem."

Bani Israel akan pertama sekali dikumpuIkan satu demi satu, dan pada hari itu trompet yang besar akan dibunyikan untuk memberi tanda permulaan pengumpulan orang-orang yang akan pergi menyembah sujud di gunung kesucian, Yerusalem. Dalam penyelidikan kita terhadap Yesaya pasal 19 kita temukan, bahwa akan ada lima kota di "Mesir" yang akan berbicara dengan bahasa Kanaan, dan bahwa akan ada sebuah jalan raya di antara "Assyria" dan "Mesir" dan Israel akan menjadi yang ketiga bersama-sama dengan mereka, bahkan merupakan suatu berkat di tengah-tengah tanah itu. Trompet besar dari Yesaya pasal dua puluh tujuh itulah yang akan menyelamatkan mereka. Mungkin sekali bahwa akan banyak yang datang dari "Assyria" dan "Mesir" yang akan menggabungkan diri dengan mereka yang 144.000 itu, lalu pergi menyembah Tuhan di gunung kesucian di Yerusalem. Karena Yesaya mengatakan mereka sudah siap binasa, maka ia itu mungkin terjadi tepat pada waktu pembentukan patung binatang, atau tepat pada masa transisi (peralihan) apabila dunia muncul keluar dari masa periode "Assyria" lalu memasuki masa periode di mana "Babil Yang Besar Itu" memerintah.

Pasal yang satu ini terbentuk dari hanya tiga belas ayat, namun ia melukiskan bagi kita dengan jelas keseluruhan pekabaran. Sesungguhnya Allah telah mengaruniakan kepada kita dengan penuh kemurahan Kebenaran itu yang tidak dipunyai oleh orang lain. Tetapi ia itu memberikan beban berat, suatu tanggung jawab yang besar ke atas kita. Sewaktu Jilid Pertama dari buku Tongkat Gembala muncul kita melihat, bahwa pekabaran itu harus dibawa kepada sidang, maka terang dan yang sudah kita peroleh dari Allah melalui pasal ini, akan membantu kita untuk mengerti apa yang diharapkan Allah dari kita, dan luasnya pekerjaan yang harus diselesaikan bukan hanya di dalam sidang, melainkan juga di dunia.

Kita harus bijaksana dan memiliki hati yang mengerti dalam perkara-perkara Allah. Kita harus setiap hari menghayati Kebenaran itu dan mengusahakan setiap cara untuk berdamai dengan Allah agar dapat kita memperoleh meterai perkenan dan perlindunganNya. Adakah kita bersedia menghadapi hari-hari yang besar dan mengerikan itu yang akan datang? Janganlah kita lalai sejenak pun kalau saja kita mau bersedia pada waktunya. Semua yang Allah tunggu pada waktu ini adalah bagi umat-Nya agar mereka memperoleh meterai itu supaya sidang-Nya tidak akan binasa dari bumi untuk selama-lamanya, melainkan sebaliknya akan "berakar" dan "mengisi permukaan dunia dengan buah."


*****