IMAN DAN PERBUATAN
MENDATANGKAN PERHENTIAN


 

Pembicaraan hari ini diambil dari:

Ibrani 4 : 1 - 11:
"Sebab itu hendaklah kita waspada, supaya jangan ada seorang pun di antara kamu akan dianggap ketinggaIan, sekalipun janji untuk masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku. Karena kepada kita Injil telah dihotbahkan sama seperti juga kepada mereka; tapi Firman yang dihotbahkan itu tidak bermanfaat bagi mereka, karena tidak dicampur dengan iman dalam mereka yang mendengarkannya. Karena kita yang sudah percaya masuk ke dalam perhentian, seperti yang dikatakan-Nya: Karena Aku sudah bersumpah dalam murka-Ku, bahwa mereka tidak akan masuk ke dalam perhentian-Ku, sekalipun segala pekerjaan sudah selesai semenjak dari kejadian dunia. Karena yang dibicarakan-Nya ini pada sesuatu tempat tertentu mengenai hari yang ketujuh: Maka Allah berhenti pada hari yang ketujuh daripada semua pekerjaan-Nya. Dan kembali di tempat ini: Bahwa mereka tidak akan masuk ke dalam perhentian-Ku. Oleh sebab itu, karena tetap saja, bahwa sebagian orang harus masuk ke dalamnya, dan mereka yang pertama sekali diberi hotbah tidak masuk karena tidak percaya; kembali, Ia membatasi sesuatu hari tertentu, yang dikatakan dalam Daud, Hari Ini, sesudah sekian lama; sebagaimana yang dikatakan: Hari ini sekiranya engkau mau, mendengar suara-Nya, janganlah mengeraskan hatimu. Karena sekiranya Yesus telah memberikan kepada mereka perhentian, maka Ia tidak mungkin kemudian membicarakan suatu hari yang lain. Oleh sebab itu tetap saja ada suatu perhentian bagi umat Allah. Karena barang siapa yang masuk ke dalam perhentian-Nya, ia juga berhenti daripada semua pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti daripada segala pekerjaan-Nya. Oleh sebab itu, marilah kita berusaha masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh seperti contoh yang sama dari orang-orang yang tidak percaya itu."

Dalam ayat 9 Paulus menceriterakan kepada kita, bahwa tetap masih ada suatu perhentian dan itu bagi umat Allah saja.

Ibrani 4 : 2:
"Karena bagi kita Injil telah dihotbahkan sama seperti juga kepada mereka, tetapi Firman yang dihotbahkan itu tidak bermanfaat bagi mereka karena tidak dicampur dengan iman dalam mereka yang mendengarkannya."

"Mereka" dalam ayat ini dimaksudkan kepada Israel kuno yang lalu, dan "kita" dimaksudkan kepada mereka dari gereja Kristen atau umat Allah dalam sejarah Kristen.

Suatu perhentian telah dijanjikan kepada Israel kuno yang lalu, namun karena ketidak-percayaan mereka, mereka telah gagal menerimanya. Perhentian ini tidak mungkin berupa Sabat, karena mereka bukan saja menerima ciptaan Sabat itu, melainkan juga dijanjikan perhentian yang dibicarakan oleh Paulus. Bahkan tidak mungkin perhentian itu saja yang merupakan perdamaian dengan Allah. Ada sesuatu yang lebih dari itu.

"Yusak" (ayat 8 bagian akhir) memimpin Israel kuno ke dalam tanah perjanjian, tetapi mereka tidak menerima perhentian itu. Umat Allah di zaman Paulus pun tidak menerimanya. Tidak juga mereka menerimanya di waktu ini. "Oleh sebab itu masih tetap ada suatu perhentian bagi umat Allah." ayat 9.

Kalau saja kita adalah orang-orang yang memiliki pekabaran yang terakhir itu, maka tak dapat tiada kita harus merupakan orang-orang yang akan berada di antara mereka yang pertama sekali memasuki perhentian itu. Karena perhentian datang setelah pekerjaan seseorang selesai, maka itu hanya akan jadi apabila kita sudah menyelesaikan pekerjaan kita sehingga kita dapat menerima perhentian. Apakah tugas kita? Apakah tugas yang harus kita laksanakan sebelum dapat kita menerima perhentian?

Dalam ayat 4 pasal ini Paulus menunjuk kembali ke belakang kepada masa kejadian dunia. Oleh sebab itu kita harus sekarang sejenak melihat ke belakang kepada Kejadian 1 yang merupakan sebuah catatan sejarah kejadian yang cukup anda ketahui. Di sana kepada kita diceriterakan, bahwa bumi berikut semua yang ada di dalamnya itu telah diciptakan dalam enam hari, dan bahwa Allah berhenti pada hari yang ketujuh, Allah telah berhenti pada hari yang ketujuh itu, dan Adam telah ikut serta dalam merayakan atau memperingati kelengkapan pekerjaan Allah itu. Adam tidak berhenti, karena ia tidak bekerja. Ia hanya dapat memeliharakan kesucian hari itu sebagai suatu peringatan akan kelengkapan pekerjaan Allah.

Kejadian 1 : 27, 28:
"Demikianlah Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk-Nya sendiri, dalam bentuk Allah telah diciptakan-Nya dia; Iaki-laki dan wanita telah diciptakan-Nya mereka itu. Lalu Allah memberkati mereka, dan Allah berfirman kepada mereka: Berbiaklah kamu, dan berlipat gandalah kamu, dan penuhilah bumi, dan taklukkanlah dia; dan kuasailah semua unggas di udara, dan setiap mahluk yang hidup yang bergerak di permukaan bumi."

Inilah tugas yang dikaruniakan Allah kepada manusia untuk dilaksanakan. Ia telah menciptakan bumi untuk didiami. Telah merupakan tugas Adam dan Hawa untuk memenuhi bumi dengan orang-orang suci dan untuk memerintah atas seluruh bumi. Jelaslah bahwa pekerjaan ini masih belum selesai, karena belum semua di bumi tunduk kepada manusia sesuai yang dikehendaki Allah. Bumi ini pada dasarnya telah diciptakan dan dipersiapkan dengan orang-orang yang suci, tetapi karena Adam berdosa, maka semua anaknya telah lahir dalam dosa. Kalau saja leluhur kita yang pertama itu tetap setia, maka yang sudah akan mendiami bumi hanya orang-orang benar saja. Karena semua yang lahir dari Adam adalah orang-orang berdosa, maka perlu bagi semua orang untuk dilahirkan kembali. Kemudian karena dosa yang memasuki semua pekerjaan manusia adalah berlipat ganda banyaknya, maka usaha tambahan untuk mendatangkan penyelamatan dengan menghotbahkan Firman menjadi mutlak perlu.

Kejadian 3 : 16, 17:
''Kepada wanita itu firman-Nya: Aku akan banyak memperlipat-gandakan kesusahanmu dan kandunganmu; engkau akan melahirkan anak-anakmu dengan susah; dan kerinduanmu akan kelak kepada suamimu, dan ia akan memerintah atas kamu. Dan kepada Adam firman-Nya: Karena engkau telah mendengar suara isterimu, dan telah makan dari pohon itu, yang mana telah Kuperintahkan kepadamu: Janganlah engkau memakannya; maka terkutuklah tanah karena sebab kamu; dalam susah engkau akan makan daripadanya sepanjang umurmu.”

Di sini Allah banyak sekali memperlipat-gandakan kesusahan dan kandungan. Karena dosa, maka wanita terpaksa harus melahirkan lebih banyak anak daripada yang akan dilahirkannya sekiranya dosa tidak masuk. Maka dengan demikian kita saksikan, bahwa jumlah angka yang lengkap yang Allah kehendaki untuk mendiami bumi tentunya sudah akan tercapai lebih cepat kalau saja Adam tidak berdosa.

Allah berhenti pada hari yang ketujuh karena pekerjaan mencipta-Nya sudah selesai, tetapi pekerjaan manusia masih belum dilaksanakan. Sesungguhnya pekerjaan manusia dimulai apabila satu-satunya tugas pekerjaan mencipta milik Allah itu selesai. Oleh sebab itu, maka manusia menggabungkan diri dengan Tuhan berhenti pada hari Sabat untuk memperingati lengkapnya pekerjaan Tuhan, tetapi perhentian yang akan menjadi milik manusia baru akan diberikan kepadanya setelah bagian pekerjaannya selesai. Setelah pekerjaan injil memenuhi bumi dengan orang-orang yang sudah dilahirkan kembali, maka masa kasihan akan berakhir dan tugas kita akan selesai. Kemudian kita akan masuk ke dalam perhentian kita, yaitu perhentian yang dibicarakan oleh Paulus itu.

Bumi pada waktu ini (termasuk orang-orang yang sudah mati) barangkali sudah didiami oleh jumlah bilangan orang-orang yang dikehendaki Allah uutuk mewarisi bumi ini. Tetapi apabila semua mereka yang tidak akan diselamatkan itu dihapuskan, maka angka bilangan yang lengkap mungkin masih belum dicapai, dan pekerjaan injil juga belum selesai. Tanpa menghiraukan jumlah besarnya penduduk bumi, jika orang banyak itu tidak selamat, maka bumi masih tetap kosong dalam pemandangan Allah.

Adam harus meneruskan tugasnya memenuhi bumi dengan orang-orang suci (yang pada kenyataannya merupakan kelanjutan dari ciptaan bumi itu sendiri) dengan bantuan Trinitas. Itulah Firman yang telah mengerjakan ciptaan bumi sejak mulanya, dan itulah Firman yang akan menyelesaikan pekerjaan bumi ini. Firman adalah tak lain daripada Trinitas itu sendiri yang berbicara kepada kita. Penugasan Allah kepada manusia menggabungkan dia dengan Trinitas, menunjukkan bahwa Allah menghendaki kita supaya bekerja sama dengan-Nya. Manusia sebagai juru bicara, dan Alkitab sebagai Firman. Di sini dapat kita melihat, bahwa Allah telah memberikan kepada manusia suatu bagian yang besar sekali daIam pekerjaan ciptaan bumi, dan telah dikaruniakan-Nya kepada kita Roh-Nya untuk membantu kita melaksanakannya.

"Sesudah semuanya ini Tuhan menunjuk juga tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahuluiNya ke daIam setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungiNya." Lukas 10 : 1. Murid-murid itu diutus ke setiap tempat di mana saja yang hendak dikunjungi Kristus, menunjukkan bahwa mereka didampingi Kristus sewaktu melaksanakan tugasnya.

''Dan sementara mereka pergi memberitahu murid-murid-Nya, bahwasanya, Yesus tiba-tiba menjumpai mereka, lalu mengatakan: Salam bagimu. Maka datanglah mereka lalu memeluk kaki-Nya, dan menyembah sujud kepada-Nya. Kemudian kata Yesus kepada mereka: Jangan takut, pergilah memberitahukan saudara-saudaraKu agar mereka pergi masuk ke Galilea, dan di sanalah mereka akan bertemu dengan Aku." Matius 28 : 9, 10. Semua yang diminta Allah dari para pekerja-Nya ialah agar mereka membicarakan Firman.

"Maka injil Kerajaan ini akan dihotbahkan di seluruh dunia untuk menjadi saksi kepada semua bangsa, lalu kemudian akan datang akhirat itu," Matius 24 : 14. "Oleh sebab itu pergiIah kamu, dan ajarkanlah segala bangsa, sambil membaptiskan mereka dalam nama Bapa, dan Anak, dan RohuIkudus: ajarkan kepada mereka untuk mematuhi segala perkara apa pun yang telah Kuperintahkan kepadamu; dan tengoklah, bahwa Aku menyertai kamu selalu, sampai kepada akhir dunia." Matius 28 : 19, 20. Penugasan ini diperluas sampai kepada kita di akhir zaman; demikian pula janji itu bahwa Ia akan senantiasa berada dengan kita untuk membantu kita dalam pekerjaan kita. Memang, semua yang diminta Allah dari kita iaIah membicarakan Firman, dan Ia telah mengikat diri untuk menyertai membantu kita.

Manusia diperintahkan untuk memenuhi bumi, untuk melahirkan anak-anak. Ia harus mengajar anak-anaknya dan mentobatkan mereka segera setelah mereka memperoleh pengetahuan yang cukup; dan ia harus menyapu bersih semua kejahatan. Orang jahat tidak binasa untuk selamanya dari bumi sebelum injil selesai dihotbahkan. Jadi terdapat suatu pelajaran di sini, agar jangan kita lalai melihatnya; yaitu, bahwa makin lambat anda bekerja dalam pekerjaan Allah, makin besar kesusahan. Kalau saja sidang telah berlaku setia, maka banyak usaha dan uang sudah dapat dihemat. Oleh sebab itu banyak lagi orang lain harus diterjunkan ke dalam dunia untuk menggantikan orang-orang yang hilang.

Grafik trompet-trompet itu membuktikan, bahwa manusia harus mengisi bumi dengan orang-orang benar saja, karena hotbah Nuh itu yang mendatangkan banjir besar yang menyelamatkan orang-orang benar dan membinasakan orang-orang jahat sebelum air bah yang lalu. Keluarnya sidang dari Mesir itulah yang telah menenggelamkan bala tentara Mesir di Laut Merah. Maka telah dikaruniakan kepada orang-orang yang akan memberitakan injil di waktu ini supaya menghimpun orang-orang suci dan menyapu bersih semua orang jahat.

"Bagian Yakub itu tidaklah seperti mereka; karena ia adalah yang terdahulu daripada segala perkara; dan Israel ialah tongkat pusaka-Nya, Tuhan serwa sekalian alam ialah nama-Nya. Bahwa engkaulah bagi-Ku akan cokmar, dan akan senjata-senjata perang, karena dengan dikau akan Kuhancurkan segala bangsa, dan dengan dikau akan Kubinasakan kerajaan-kerajaan. Maka dengan dikau Aku akan menghancur-Iuluhkan kereta dan penumpangnya; dengan dikau juga Aku akan menghancur-luluhkan laki-Iaki dan perempuan; dan dengan dikau Aku akan menghancurkan orang tua dan orang muda; dan dengan dikau Aku akan menghancurkan pemuda dan pemudi; dan Aku akan juga menghancurkan bersama dikau gembala berikut dombanya; dan dengan dikau Aku akan menghancurkan pengusaha kebun anggur berikut lembu pembajaknya; dan dengan dikau Aku akan menghancurkan para penguasa perang berikut para pemimpin pemerintahan." Yeremiah 51 : 19 - 23. Allah akan menyelesaikan semua ini oleh perantaraan sidang-Nya. Di sini kita saksikan, bahwa semua orang jahat akan dihancurkan, dan inilah tugas sidang yang akan menyelesaikannya. Keseluruhan rencana Allah adalah dua rangkap: melahirkan dan menyingkirkan; artinya, menyelamatkan yang benar dan menyingkirkan yang jahat.

"Pada mula pertama Allah menciptakan langit dan bumi. Dan bumi itu adalah tanpa bentuk, dan hampa; dan kegelapan berada pada permukaan dari yang dalam. Dan Roh Allah bergerak pada permukaan segala air. Maka firman Allah: Hendaklah ada terang; lalu jadilah terang. Lalu Allah melihat terang itu, bahwa ia itu baik adanya: kemudian Allah membagi terang itu daripada kegelapan. Lalu Allah menamakan terang itu Siang, dan kegelapan itu dinamakan-Nya Malam. Maka malam dan pagi adalah merupakan hari yang pertama." Kejadian 1 : 1 - 5.

Ada terdapat terang sebelum hari keempat sewaktu matahari dan bulan diciptakan. Terang adalah yang pertama sekali diciptakan. Pada hal inilah menarik sekali untuk dicatat bagaimana hari-hari kejadian itu dan tujuh trompet agaknya sama bertepatan: (1) Hari yang pertama ------ Roh bergerak pada permukaan segala air dan terang diciptakan; Trompet yang pertama ----- hujan batu es (air) dan api dicampakkan ke atas bumi yang melambangkan Kebenaran yang dihotbahkan oleh Nuh untuk menerangi orang-orang supaya melarikan diri dari kebinasaan oleh air bah. (2) Hari kedua ----- air-air dibagi oleh bentangan langit; Trompet yang kedua ----- mengenai "lautan." (3) Hari ketiga ----- lautan dan bumi dibagi dan tumbuh-tumbuhan diciptakan; Trompet ketiga ----- Bintang jatuh ke dalam segala air. (4) Hari keempat ----- matahari, bulan, dan bintang-bintang diciptakan; Trompet keempat ----- matahari, bulan, dan bintang-bintang dipalu. (5) hari kelima ----- burung-burung diciptakan; Trompet kelima ----- mengenai belalang-belalang yang bersayap. (6) Hari keenam ----- binatang dan manusia diciptakan; Trompet keenam ----- mengenai kuda dan orang-orang, dan adalah dalam trompet yang keenam ini Kerajaan Allah akan didirikan kembali dan manusia akan mengisi tempat yang dimaksudkan baginya untuk diisi. (7) Hari ketujuh ----- berhenti; Trompet yang ketujuh ----- Rahasia Allah selesai.

Allah menyelesaikan pekerjaan-Nya pada hari keenam dari kejadian bumi, dan manusia akan menyelesaikan bagian pekerjaannya dalam trompet yang keenam. Sebagaimana Allah berhenti daripada pekerjaan-Nya pada hari yang ketujuh, demikian itu pula manusia, dalam trompet yang ketujuh pada akhir masa kasihan sewaktu pekerjaan injil selesai, akan menerima perhentian yang dibicarakan oleh Paulus itu. Dengan ini dapat kita saksikan, bahwa bagi Allah ia itu memakan waktu enam hari untuk melaksanakan pekerjaan-Nya, dan bagi manusia ia itu memakan 6000 tahun untuk melaksanakan tugasnya. Kemudian datang seribu tahun millennium itu. Semua umat Allah harus memeliharakan Sabat hari yang ketujuh dalam memperingati lengkapnya pekerjaan Allah sebelum mereka kelak menerima perhentian yang mereka sendiri peroleh. Tetapi untuk masuk ke dalam perhentian mereka, dipersyaratkan iman dan percaya yang tidak dimiliki oleh para leluhur kita.

Ibrani 4 : 1:
"Sebab itu hendaklah kita waspada, supaya jangan ada seorang pun di antara kamu akan dianggap ketinggalan, sekalipun janji untuk masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku."

Adalah bagi umat Allah pada waktu ini supaya bukan saja mereka memiliki janji perhentian itu, melainkan supaya mereka menghayatinya sendiri secara nyata.

Ibrani 4 : 2:
"Karena kepada kita injil telah dihotbahkan sama seperti juga kepada mereka; tetapi Firman yang dihotbahkan itu tidak bermanfaat bagi mereka, karena tidak dicampur dengan iman dalam mereka yang mendengarkannya."

Pada waktu ini, waktu di mana para nabi dahulu ingin hidup, injil Kerajaan akan dihotbahkan bahkan lebih sempurna lagi daripada yang pernah dihotbahkan kepada orang-orang Kristen yang mula-mula. Tetapi ini pun tetap mempersyaratkan iman dan percaya kepada pihak semua orang yang ingin masuk ke dalam perhentian itu. Barangsiapa yang tidak memiliki iman dan percaya di waktu ini yang melebihi para leluhur kita dahulu yang tidak dapat masuk karena ketidak-percayaan mereka, ia tidak akan memperoleh manfaat apa pun.

Ibrani 4  : 6, 7:
"Oleh sebab itu, karena tetap saja, bahwa sebagian orang harus masuk ke dalamnya, dan mereka yang pertama sekali diberi hotbah tidak masuk karena tidak percaya; kembali, Ia membatasi sesuatu hari tertentu, yang dikatakan dalam Daud, Hari ini, sesudah sekian lama; sebagaimana yang dikatakan: Hari ini sekiranya engkau mau mendengar suara-Nya, janganlah mengeraskan hatimu."

Waktunya dibatasi kepada suatu hari tertentu "dalam Daud" ----- masa Israel dan Yehuda dikumpulkan ----- "hari ini, sesudah sekian lama; sebagaimana yang dikatakan: Hari ini sekiranya engkau mau mendengar suara-Nya janganlah mengeraskan hatimu."

Ibrani 4 : 8, 9:
"Karena sekiranya Yesus telah memberikan kepada mereka perhentian, maka Ia tidak mungkin kemudian membicarakan suatu hari yang lain. Oleh sebab itu tetap saja ada suatu perhentian bagi umat Allah."

Sesudah masa kasihan berakhir Allah akan membuat suatu peringatan untuk selama-Iamanya yang mengukuhkan, bahwa kita telah menyelesaikan pekerjaan kita. Jadi Sabat menunjuk ke depan kepada perhentian yang dapat kita masuki untuk selama-lamanya setelah kita menyelesaikan pekerjaan kita, sama seperti halnya Allah menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Ibrani 4 : 9 - 11:
"Oleh sebab itu tetap saja ada suatu perhentian bagi umat Allah. Karena barangsiapa yang masuk ke dalam perhentian-Nya, ia juga berhenti daripada semua pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti daripada semua pekerjaan-Nya. Oleh sebab itu, marilah kita berusaha masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh seperti contoh yang sama dari orang-orang yang tidak percaya itu."

Adakah Saudara bertumbuh setiap hari dalam iman? Adakah anda melihat, bahwa orang benar akan hidup oleh iman? Jika anda yakin, bahwa anda memiliki iman yang cukup, maka adakah anda juga mencampurinya dengan perbuatan-perbuatan yang berkaitan dengan iman itu? Apakah anda sedang berusaha dengan sekuat tenaga untuk membantu memenuhi bumi dengan orang-orang suci? Saudara-saudariku, pertanyaan-pertanyaan ini adalah sangat penting, terutama apabila orang berpikir, bahwa satu-satunya jalan yang dapat kita benar-benar bergembira dalam ciptaan Allah ialah memperoleh bagian dalamnya. Adalah karena alasan ini yang terbukti dari kasih Allah yang kekal terhadap manusia sehingga Ia memberikan kepada manusia bagian yang begitu besar dalam ikut mendirikan dunia sesuai tertib kebenaran-Nya, maka Tuhan telah memberikan kepada kita hari ini suatu gambar kerangka (blueprint) yang tepat dan terpercaya dalam pekabaran jam kesebelas-Nya sehingga tidak seorang pun dari kita perlu keliru mengetahui betapa besarnya kesempatan yang ada pada kita untuk menjadi saksi yang benar bagi-Nya dalam perkataan, perbuatan, dan tindakan. Oleh sebab itu, janganlah kita melepaskan tugas lalu dengan demikian memperpanjang kesusahan dan penderitaan dunia, melainkan hendaklah masing-masing kita termasuk di antara orang-orang yang akan menggenapi tujuan Allah menciptakan manusia ----- untuk benar-benar membantu menghasilkan "perhentian" yang sempurna dan benar, yaitu suatu kesukaan yang kekal. Allah mempunyai orang-orang yang setia yang akan melaksanakannya. Maukah anda termasuk di antara mereka itu ?


 

*  *   *   *   *   *   *   *   *   *