Untuk mengamankan "batu-batu permata"Nya (Maleakhi 3 : 17) dari kecurangan sementara membentuk mereka itu, maka ditaruhNya mereka itu di dalam sebuah rumah yang putih dan bersih, terpisah dari permata-permata tiruan --- orang-orang munafik. Ini dilakukanNya sementara hari perumpamaan itu akan berakhir. Dengan sendirinya, maka hamba-hamba jam kesebelas itu akan pertama sekali memperoleh upah mereka --- "satu dinar.” Mereka terus hidup untuk bertemu dengan Allah mereka: untuk mendengar ucapanNya kepada mereka kata-kata pujian yang menggetarkan hati: …… "Baik sekali perbuatanmu, hai hamba yang baik dan setia; ……. masuklah kamu ke dalam kesukaan Tuhanmu.” Matius 25 : 21. "Dan akan dikatakan pada hari itu, Tengok, inilah Allah kita; kita sudah menunggu-nungguNya, maka Ia akan menyelamatkan kita; inilah Tuhan; kita sudah menanti-nantikanNya, kita akan bergembira dan bersukacita dalam penyelamatanNya." --- Yesaya 25 : 9. Padahal hamba-hamba dari panggilan-panggilan sebelumnya menunggu di dalam kubur, untuk bangkit pada hari kebangkitan untuk menggabungkan diri dengan orang-orang hidup dalam angkutan paduan suara ini yang saling balas-membalas, lalu menerima satu dinar bayaran mereka – yaitu hidup kekal. Dengan demikian "yang terakhir akan menjadi yang pertama, dan yang pertama menjadi terakhir" (Matius 20 : 16) --- kelompok yang terakhir, hamba-hamba dari jam kesebelas, dibayar pertama, dan hamba-hamba dari jam-jam sebelumnya dibayar terakhir.

 

Semua orang yang telah membaca dengan teliti halaman-halaman ini sampai kepada masalah ini, tentu telah menyadari akan kenyataan, bahwa bahkan gambaran yang sangat terbatas mengenai "pekabaran tambahan" --- pekabaran mengenai pehukuman orang-orang hidup --- ini sendiri pun memberikan "kuasa dan tekanan" yang luar biasa kepada Pekabaran-Pekabaran Tiga Malaikat (Early Writings, p. 277). Tetapi dalam cara apakah ia itu memberikan kuasa dan tekanan yang mutlak kepada mereka? --- Pertama-tama oleh menghantarkan kepada terang semua aspek dari Pehukuman itu yang sampai sekarang belum terungkap, dan kemudian berikutnya oleh membebaskan umat Allah dari dosa dan dari orang-orang berdosa, dengan demikian menghadirkan sidang yang suci yang sudah lama dinanti-nantikan itu "yang tampak seperti pagi hari, indah bagaikan bulan, cerah bagaikan matahari, dan menakutkan bagaikan suatu bala tentara dengan panji-panjinya.” Kidung Agung 6 : 10; Prophets and Kings, p. 725. Benar-benar suatu pembangkit tenaga yang kuat!

 

Dengan "mengenakan kelengkapan senjata terang dan kebenaran sedemikian ini, ia memasuki peperangannya yang terakhir," "tergosok licin untuk mengkilap sebagai sebuah lencana sorga, yang memantulkan ke semua arah, cahaya-cahaya Matahari Pembenaran yang bening dan cerah.” --- Testimonies to Ministers, p. 17. "Inilah kemuliaan Allah yang mengakhiri pekerjaan dari malaikat yang ketiga." --- Testimonies, vol. 6, p. 19.

 

Kenyataan-kenyataan yang menantang ini tentunya merupakan suatu tuduhan kepada orang-orang yang mungkin sudah lama melalaikan tugas karunia Allah mereka untuk mendidik pihak pendeta maupun pihak anggota untuk mengharapkan, menunggu, dan pada saat melihat supaya menyambut dengan gembira "pekabaran tambahan" itu, yaitu pekabaran jam kesebelas. Kalau saja mereka itu setia sesuai kepercayaan yang diberikan kepadanya, maka mereka akan mengenali pekabaran itu yang kini sedang mengetok pada pintu mereka sebagai pekabaran yang sudah lama ditunggu-tunggu, dan akan mengetahui bahwa itu adalah pekabaran yang ditunjukkan dalam berbagai bentuk: (1) pehukuman orang-orang hidup, (2) penuaian, (3) hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu, (4) seruan keras (sebagaimana pekabaran itu menerangi bumi dengan kemuliaan dari pembenaran Kristus yang terpancar dari 144.000 hamba Allah yang tidak tercela itu). Dan sesuai dengan itu mereka akan mengetahui, bahwa dengan demikian itulah Tuhan akan menyaring segala bangsa (Yesaya 30 : 28), "menyelesaikan pekerjaan, dan mempersingkatnya dalam pembenaran." Rum 9 : 28.

 

Tetapi meskipun mereka lalai akan kewajibannya dan akibatnya buta, Ilham terus berusaha dengan bersungguh-sungguh untuk menyadarkan mereka terhadap apa yang sejak dahulu telah diamarkan dengan setia sebagai berikut :

 

....... Masa lalu telah menunjukkan, bahwa baik para guru maupun para siswa sedikit sekali mengetahui mengenai kebenaran-kebenaran yang menakutkan yang merupakan isu-isu yang hidup bagi masa ini. Sekiranya pekabaran malaikat yang ketiga itu diberitakan dalam semua jajaran kepada banyak orang yang berdiri sebagai pendidik, maka ia itu tidak akan dimengerti oleh mereka. --- Testimonies, vol. 6, p. 165.


“....... Buku-buku dan kertas-kertas yang berisikan sedikit kebenaran sekarang adalah ditinggikan, dan manusia menjadi terlalu bijaksana untuk mengikuti sesuatu 'Demikianlah firman Tuhan' ..... banyak dari para pengawal itu tertidur. Mereka adalah bagaikan si buta memimpin sesama buta. Sekalipun hari Tuhan itu sudah dekat sekali datang di depan kita. Sebagai pencuri ia itu datang secara diam-diam melangkah, dan ia itu akan mendatangi semua orang yang tidak berjaga-jaga secara tak disangka-sangka. Siapakah di antara guru-guru kita yang berjaga-jaga, lalu sebagai penatalayan-penatalayan kemurahan Allah yang setia sedang membunyikan trompet secara pasti?" -- Testimonies, vol. 6, p. 165.

 

“……. Sikap sidang sekarang ini adalah tidak berkenan kepada Allah. Telah masuk ke dalamnya suatu kepercayaan diri sendiri yang telah mengendalikan mereka untuk merasa tidak lagi membutuhkan kebenaran tambahan dan terang yang lebih besar. Kita sekarang hidup pada suatu masa dimana Setan sedang bekerja pada sebelah kanan, pada sebelah kiri, di depan, dan di belakang kita; namun sebagai umat kita sedang mengantuk. Allah menghendaki agar suatu suara kelak terdengar membangunkan umatNya untuk bertindak." --- Testimonies, vol. 5, p. 709.

 

"Sebuah pekabaran yang akan membangun gereja-gereja akan diberitakan. Setiap usaha akan dibuat untuk memberikan terang itu, bukan saja kepada orang-orang kita, melainkan juga kepada dunia. Kepada saya sudah diberi petunjuk, bahwa nubuatan-nubuatan Daniel dan Wahyu itu harus dicetak dalam buku-buku kecil, disertai penjelasan-penjelasan seperlunya, dan harus dikirim ke seluruh dunia. Orang-orang kita sendiri perlu memiliki terang itu disajikan ke hadapan mereka dalam garis-garis yang lebih jelas.“ --- Testimonies to Ministers, p. 117.

"Tuduhan Tuhan akan ditujukan kepada orang-orang yang menghalangi jalan, sehingga terang yang lebih cerah tidak akan sampai kepada orang banyak. Suatu pekerjaan besar akan dilakukan, dan Allah melihat bahwa para pemimpin kita memerlukan lebih banyak terang lagi, supaya mereka dapat bergabung dengan para juru kabar yang diutusNya untuk menyelesaikan pekerjaan yang Ia rencanakan.” --- Gospel Workers, p. 304.


"Aku tampak malaikat-malaikat bergegas-gegas pergi datang di dalam sorga, sambil turun ke bumi dan kembali naik ke sorga, bersiap-siap bagi kegenapan sesuatu peristiwa penting. Kemudian aku tampak seorang malaikat perkasa yang lain bertugas turun ke bumi untuk menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ketiga, dan memberikan kuasa dan tekanan kepada pekabarannya. Kuasa dan kemuliaan besar telah diberikan kepada malaikat itu, maka sementara ia turun bumi diterangi dengan kemuliaannya ..... Pekerjaan malaikat ini masuk pada saat yang tepat untuk bergabung dalam pekerjaan besar yang terakhir dari pekabaran malaikat yang ketiga, sementara ia itu berkembang menjadi suatu seruan keras ..... pekabaran ini tampaknya merupakan suatu tambahan kepada pekabaran yang ketiga, yang bergabung dengannya bagaikan seruan tengah malam yang bergabung dengan pekabaran malaikat kedua dalam tahun 1844." --- Early Writings, p. 277.

 

....... Kepada jiwa-jiwa yang bersungguh-sungguh berusaha mencari terang, dan yang menyambut dengan gembira setiap sinar penerangan ilahi dari firmanNya yang suci, -- hanya kepada yang sedemikian ini terang akan dikaruniakan. Adalah melalui jiwa-jiwa ini, maka Allah akan mengungkapkan terang dan kuasa itu yang akan menerangi seluruh bumi dengan kemuliaanNya." --- Testimonies, vol. 5, p. 729.

 

"Dalam manifestasi kuasa itu yang menerangi bumi dengan kemuliaannya, mereka akan melihat hanya sesuatu yang dalam kebutaannya mereka mengira berbahaya, yaitu sesuatu yang akan membangunkan ketakutan mereka lalu mereka memperkuat dirinya untuk menolaknya. Karena sebab Tuhan tidak bekerja sesuai dengan berbagai harapan dan cita-cita mereka, maka mereka akan menentang pekerjaan itu. Mereka mengatakan, mengapa kita tidak dapat mengenal Roh Allah itu, sedangkan kita sudah berada dalam pekerjaan bertahun-tahun lamanya?" --- Review and Herald, November 7, 1918.

 

"Kecerahan, kemuliaan, dan kuasa akan digabungkan dengan pekabaran malaikat yang ketiga, maka akan menyusul dimana saja ia itu dihotbahkan dalam pameran Roh. Bagaimanakah seseorang dari saudara-saudara kita dapat mengenali apabila terang ini kelak mendatangi umat Allah? Sampai sekarang kita tentunya belum melihat terang itu yang akan menjawab gambaran ini. Allah memiliki terang bagi umatNya, maka semua orang yang menyambutnya akan melihat betapa berdosanya untuk tetap tinggal dalam kondisi yang suam." -- Review and Herald, April 1, 1890.

 

"..... Jika mereka itu yang dapat membantu di ..... tidak bangkit menyadari akan kewajibannya, maka mereka tidak akan kenal akan pekerjaan Allah apabila seruan keras dari malaikat yang ketiga kelak terdengar. Apabila terang memancar keluar menerangi bumi, gantinya keluar menyambut bantuan Tuhan itu, mereka justru ingin membatasi pekerjaanNya untuk memenuhi pendapat-pendapatnya sendiri yang sempit. Mari kuceritakan kepadamu, bahwa Tuhan hendak bekerja dalam pekerjaan yang terakhir ini dalam sesuatu cara yang sangat berbeda dengan biasanya, dan dalam cara yang akan bertentangan dengan setiap rencana manusia. Akan ada orang-orang di antara kita yang selalu ingin mengontrol pekerjaan Allah, bahkan mendiktekan pergerakan-pergerakan apa saja yang harus dibuat sewaktu pekerjaan sedang berlangsung di bawah petunjuk malaikat yang menggabungkan diri dengan malaikat yang ketiga dalam pekabaran yang akan disampaikan kepada dunia. Allah hendak menggunakan berbagai cara dan sarana oleh mana ia itu akan terlihat bahwa Ia sedang memimpin dengan tanganNya sendiri. Para pekerja akan terkejut terheran-heran oleh sarana-sarana sederhana yang akan digunakanNya untuk menghasilkan dan menyempurnakan pekerjaan pembenaranNya." --- Testimonies to Ministers, p. 300.

"Saya menanyakan arti dari kegoncangan yang telah kusaksikan itu, dan telah ditunjukkan bahwa ia itu akan ditimbulkan oleh kesaksian yang tegas yang keluar dari nasehat dari Saksi Yang Benar kepada orang-orang Laodikea. Ini akan membawa pengaruhnya pada hati orang yang menerimanya, lalu akan mengendalikannya untuk meninggikan panji-panji dan menyampaikan kebenaran yang tegas. Sebagian tidak akan tahan menerima kesaksian yang tegas ini. Mereka akan bangkit menentangnya, dan inilah yang akan menimbulkan suatu kegoncangan di antara umat Allah.

"Aku tampak bahwa kesaksian dari Saksi Yang Benar itu belum separuhnya yang diperhatikan. Kesaksian penting itu pada mana nasib sidang bergantung telah diremehkan, kalau bukan diabaikan sama sekali. Kesaksian ini harus menimbulkan pertobatan yang dalam; semua orang yang sungguh-sungguh menyambutnya akan mematuhinya lalu disucikan."
--- Early Writings, p. 270.

"..... Mereka akan mempertanyakan dan mengeritik apa saja yang timbul dalam pengungkapan kebenaran itu, mengeritik pekerjaan dan kedudukan orang-orang lain, mengeritik setiap cabang dari pekerjaan dimana mereka sendiri tidak ikut serta. Mereka akan hidup dari kekeliruan-kekeliruan dan kesalahan-kesalahan dan kehilafan-kehilafan orang lain, 'sampai kelak', kata malaikat, 'Tuhan Yesus akan bangkit dari tugas pembelaanNya di dalam kaabah kesucian sorga, dan akan mengenakan pakaian-pakaian pembalasanNya, lalu mencengangkan mereka itu pada pesta perayaannya yang tidak suci; maka mereka akan menemukan dirinya tidak siap bagi perjamuan kawin Anak Domba.' Selera mereka sudah sedemikian rupa kacaunya sehingga mereka akan cenderung untuk mengeritik bahkan persidangan Tuhan pun di dalam kerajaanNya." --- Testimonies, vol. 5, p. 690.

"Seperti yang belum pernah sebelumnya, kita harus berdoa bukan saja agar para pekerja dapat dikirim ke dalam ladang penuaian yang luas melainkan agar kita dapat memperoleh suatu konsep kebenaran yang jelas, supaya apabila para utusan kebenaran kelak datang, kita dapat menyambut pekabaran itu dan menghargai utusannya." --- Testimonies, vol. 6, p. 420.

"Nubuatan harus digenapi. Tuhan berfirman: 'bahwasaNya, Aku akan mengutus kepadamu Eliyah nabi itu mendahului datangnya hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu'. Seseorang akan datang dalam roh dan kuasa Eliyah, dan apabila ia muncul, maka orang-orang akan mengatakan: 'Engkau terlalu bersungguh-sungguh, engkau tidak menginterpretasikan Alkitab itu dalam cara yang sepatutnya. Marilah kuberitahukan kepadamu bagaimana mengajarkan pekabaranmu itu'." --- Testimonies to Ministers, p. 475.

Saudara-saudaraku, bagi keburukan ataupun bagi kebaikan, anda sekarang berada dalam terang Firman Allah yang terang benderang, terserah kepada keputusanmu sendiri. Sungguhpun demikian, apapun keputusanmu itu tidak ada alasan bagi anda untuk meninggikan ataupun untuk mempersalahkan orang lain, tanggung jawabnya kini sepenuhnya adalah bebanmu. Jika pilihanmu jatuh bagi yang buruk, maka untuk mengulanginya kembali, segera setelah minyak di dalam lampu-lampumu terpakai habis (segera setelah pekabaran mengenai pehukuman orang-orang mati berlalu, dan pehukuman orang-orang hidup akan dimulai), maka engkau akan mendapatkan dirimu dalam kegelapan rohani yang pekat, dengan lampu-lampumu yang mulai mati sampai kepada kedipnya yang terakhir, dan tanpa minyak tambahan di dalam botol-botolmu --- tanpa pengetahuan ataupun persiapan menghadapi pehukuman orang-orang hidup; dan karena sebab itulah, diludahkan keluar.