Untuk menentukan identitas para pekerja yang ikut serta dalam masing-masing dari lima panggilan yang berbeda itu, maka kita perlu memulai penyelidikan kita terhadap HAMBA-HAMBA DARI PANGGILAN YANG PERTAMA:

Kita telah menyaksikan, bahwa Alkitab itu juga sebagai "Terang dunia" rohani yang membuat siang hari perumpamaan itu. Lagi pula, kita semua mengetahui bahwa Alkitab itu tiba bersamaan dengan pergerakan Eksodus; juga bahwa semenjak dari kedatangan Alkitab itu, Tuhan tidak pernah seolah-olah melakukan tawar-menawar dengan bangsa lain, dan bahwa hanya kepada mereka itulah Ia pernah mengikat janji yang resmi untuk memberikan semua pahala dan janji-janji itu. Oleh sebab itu, maka tak dapat dielakkan bahwa kelompok pertama dari perumpamaan itu, yaitu mereka yang pergi bekerja "pagi-pagi sekali," pada waktu terang rohani mulai terbit, yaitu Alkitab, dan dengan siapa penawaran dibuat untuk menerima satu dinar sehari, adalah Israel kuno sewaktu mereka itu keluar dari Mesir, saat mana merupakan pagi-pagi sekali pada hari perumpamaan itu. Sesuai dengan itu Roh Nubuatan menyatakan :

"Orang-orang Yahudi teiah dipanggil pertama sekali ke dalam kebun anggur Tuhan ..... " --- Christ's Object Lessons, p. 400.

Pada jam pagi-pagi itu, sewaktu Allah mulai menyusun Alkitab itu (sementara Terang yang menerangi hati manusia itu mulai naik), "Ia ..... senantiasa teringat akan janjiNya, yaitu perkataan yang diperintahkanNya kepada seribu generasi manusia. Janji mana dibuatNya dengan Ibrahim, dan sumpahNya kepada Ishak; dan yang dikukuhkan kepada Yakub menjadi sebuah undang-undang, dan kepada Israel sebagai sebuah janji yang kekal." Mazmur 105 : 8 - 10.

Demikian inilah, setelah panggilan hamba-hamba yang pertama berhasil dikukuhkan waktunya, dimana perumpamaan panggilan-panggilan untuk pergi bekerja itu dimulai, maka sekarang kita akan menentukan masa panggilan dan periode bekerja HAMBA-HAMBA DARI PANGGILAN YANG KEDUA:

Kelompok yang kedua, mereka yang dipanggil pada jam tiga perumpanaan itu, tak dapat tiada adalah orang-orang yang telah dipanggil bekerja pada kesempatan berikutnya. Dan tentunya mereka adalah orang-orang Kristen yang mula-mula. Juga cukup berarti, bahwa Tuhan telah disalibkan pada jam tiga siang hari (Markus 15 : 25), dan juga Pentakosta datang pada jam tiga siang hari (Kisah 2 : 15).

Suatu hal penting lainnya yang harus kita catat ialah kenyataan, bahwa pekabaran-pekabaran yang dibawa oleh kedua kelompok yang pertama ini, oleh Israel kuno dan oleh orang-orang Kristen yang mula-mula, bukan sesuatu yang bersifat reformasi; pekabaran-pekabaran itu adalah bukan kebenaran-kebenaran lama yang terlupakan dalam proses pembangunan kembali dan pemulihan ; melainkan masing-masingnya adalah sebuah wahyu ungkapan yang bam, "makanan pada waktunya" --- Kebenaran sekarang yang terutama sepenuhnya disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan umat pada masing-masing zaman mereka. Kelompok yang mula-mula itu diilhami dan ditugaskan untuk mengajar dan memperaktekkan kebenaran-kebenaran mengenai penyelamatan sesuai yang dibentuk dalam upacara bayangan; kelompok yang kedua telah diilhami dan ditugaskan untuk mengajar dan mempraktekan kebenaran-kebenaran abadi yang sama dalam terangnya yang lebih maju --- lebih maju dari penyajian secara contoh kepada contoh saingannya, dari pelayanan di dalam tabernakel dunia ke pelayanan di dalam tabernakel sorga; artinya, dari korban seekor anak domba dari antara kawanannya kepada korban Kristus sendiri, Anak Domba Allah itu. Dengan demikian kelompok yang kedua itu mengajarkan kebenaran-kebenaran lama dalam suatu terang yang asli dan baru, dalam terang dari Injil --- bahwa Kristus telah disalibkan bagi penebusan dosa, telah dibangkitkan dalam kemenangan atas dosa dan kematian, dan telah naik ke sorga untuk melaksanakan pengampunan dan perdamaian kembali bagi orang-orang berdosa yang bertobat, bukan di dalam sebuah tabernakel dunia, melainkan di dalam tabernakel sorga.

Karena pekabaran-pekabaran dari kedua kelompok yang pertama itu (yang satu dibawa oleh Pergerakan Eksodus, dan yang lainnya dibawa oleh orang-orang Kristen) masing-masingnya pada zamannya sendiri-sendiri adalah segar dari kemuliaan, maka kenyataan itu mengukuhkan sendiri dirinya secara masuk akal sebagai pola dan teladan Ilahi bagi semua pekabaran dari perumpamaan itu. Sesuai dengan itu, maka masing-masing dari ketiga kelompok yang sisanya harus juga dipercayakan dengan sebuah pekabaran yang berisikan wahyu yang baru dan berbeda, yaitu "makanan pada waktunya" --- kebenaran yang terutama cocok dan sepenuhnya memenuhi segala kebutuhan umat Allah pada waktu ia itu disajikan. Oleh sebab itu kita hanya perlu menelusuri kembali sepanjang sejarah sidang ungkapan gulungan suratan itu, sampai kelak kita tiba pada sebuah kebenaran baru yang asli yang diungkapkan dan diberitakan berkaitan dengan pekabaran tentang kedatangan Kristus yang pertama. Ia itu tak dapat tiada akan menunjuk kepada HAMBA-HAMBA DARI PANGGILAN YANG KETIGA:

Reformasi Protestan, karena secara murni adalah usaha untuk memulihkan kebenaran-kebenaran lama yang sudah terinjak-injak, dan bukan mengungkapkan kebenaran-kebenaran baru yang lebih maju, maka ia itu sendiri tidak memiliki pekabaran baru apapun --- tidak ada yang belum pernah diajarkan dalam masa sebelumnya. Oleh sebab itu, maka kelompok dan pekabaran yang ketiga harus dicari dalam tahun-tahun sesudah Reformasi itu.

Satu-satunya ungkapan kebenaran nubuatan yang baru, yang menyusul Reformasi itu, adalah pengumuman mengenai tahun dimana akan dimulai pekerjaan penyucian kaabah, terutama untuk kepentingan orang-orang yang sudah mati (berdasarkan Daniel 8 : 14, tetapi belum sepenuhnya dipahami pada waktu itu). Karena pengumumannya dibuat oleh orang-orang Adventist Hari Pertama, maka dengan sendirinya mereka itu merupakan hamba-hamba kelompok ketiga dengan sebuah pekabaran yang baru dan berbeda. Dan sebagaimana diketahui, mereka itu mulai memberitakannya dalam tahun 1833, sambil mengumumkan bahwa penyuciaan kaabah itu akan dimulai dalam tahun 1844. Dengan demikian dalam tahun 1833 jam waktu perumpamaan menunjukkan jam enam.

Penegasan yang berbunyi: "Kembali Ia keluar kira-kira pada jam enam dan jam sembilan, lalu berbuat yang sama,” dalam membicarakan kedua panggilan itu, bukan sendiri-sendiri seperti pada kedua panggilan yang lebih dulu, melainkan bersama-sama, menunjukkan bahwa pekabaran dan hamba-hamba dari "jam enam" itu akan erat sekali berhubungan dan bersekutu dengan pekabaran dan HAMBA-HAMBA DARI PANGGILAN YANG KEEMPAT:

Demikian itulah, bahwa kelompok dan pekabaran jam enam dari orang-orang Adventist Hari Pertama, berikut kelompok dan pekabaran jam sembilan dari orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh, telah bergabung menjadi satu, karena pekabaran dari yang pertama itu sendiri adalah rencana Ilahi untuk menghantarkan pekabaran dari yang kedua itu kepada terang. Lagi pula, segera setelah "2300 hari" nubuatan (Daniel 8 : 14) itu mencapai ujungnya dalam bulan Oktober 1844, maka pada waktu itulah Daniel 8 : 14 ; 7 : 9, 10 ; 12 : 10 - 12, bersama-sama dengan Wahyu 14 : 6, 7 (Pekabaran Malaikat yang Pertama dalam tahap utamanya), pertama sekali diberitakan oleh orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh "yang mengatakan dengan suara besar: Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena jam penghukumanNya ada datang; dan sembahlah Dia yang telah menciptakan langit, dan bumi, dan laut, dan segala mata air.”  Wahyu 14 : 7.

Demikian inilah orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh dalam tahun 1844 mulai memberitakan apa yang mereka sebut "pemeriksaan pengadilan orang-orang yang sudah mati," yang dalam sebutan Alkitab adalah penyingkiran orang-orang yang tidak mengenakan pakaian kawin (Matius 22 : 11 - 13), penutupan pintu dari lima anak dara yang bodoh itu (Matius 25 : 10), pemisahan antara domba-domba dan kambing-kambing (Matius 25 : 32, 33), pemisahan "ikan" yang jelek daripada "ikan" yang baik (Matius 13 : 48) --- masing-masing mereka ini di antara orang-orang yang sudah mati. Dengan pengertian yang sama, mereka juga memahaminya sebagai "hari grafirat contoh saingan" – hari dimana disingkirkan dari buku-buku di dalam Sorga nama-nama orang yang dalam mengakhiri karir hidup mereka telah gagal dipilih untuk bangkit pada kebangkitan yang pertama, pada kebangkitan orang-orang suci (Wahyu 20 : 5, 6). Semua aspek gambaran ini dapat dipahami dalam kata-kata: "Kemudian Kaabah Kesucian itu akan dibersihkan.” Daniel 8 : 14.

Karena pembersihan Kaabah Kesucian bagi kepentingan orang-orang mati itu tak dapat tiada adalah suatu pemindah-bukuan semata, maka itulah sebabnya mengapa ia itu terjadi hanya di dalam Kaabah Kesucian Sorga. Oleh sebab itu, maka nama-nama orang-orang yang tidak terpilih bagi "kebangkitan yang pertama" disaring dari nama-nama orang-orang yang terpilih. Bahwa buku-buku Sorga itu menangani semua aspek kehidupan, adalah terbukti dari Mazmur 56 : 8; 69  : 28; 139 : 16; Daniel 12 : 1; Maleakhi 3 : 16; Philipi 4 : 3; Wahyu 3 : 5, dan lain-lain. Sebab itu nubuatan mengungkapkan, bahwa sewaktu "pengadilan itu duduk, ..... buku-buku itu dibuka." Daniel 7 : 10.

Karena pekabaran jam-penghukuman itu adalah bersifat dan berkepentingan tunggal dalam semua sejarah sidang; juga karena ia itu adalah satu-satunya pekabaran nubuatan yang diberitakan menyusul pekabaran jam enam; maka pasti tidak ada lagi yang lain, karena pekabaran itu juga yang untuk pertama kalinya diberitakan dalam tahun 1844, pada waktu itulah jam perumpamaan Allah menunjukkan pukul sembilan.

Dengan sendirinya kelompok jam-sembilan di dalam perumpamaan itu tidak mungkin lain daripada orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh, yang pada waktu itu berjalan kaki memberitakan, bahwa "pengadilan itu duduk, dan buku-buku dibuka" (Daniel 7 : 10), dan bahwa setiap orang yang kemudian, selama Hari Grafirat contoh saingan bagi orang-orang mati, ditemukan di antara orang-orang mati dengan dosa-dosanya yang tidak diakuinya (jiwanya tidak bersedih, dan tanpa mengenakan pakaian kawin) akan "ditumpas dari antara umatNya.” Matius 22 : 11 - 13; 1mmamat 23 : 29. Tegasnya, pekabaran itu menyatakan bahwa pemisahan di dalam perhimpunan orang-orang mati telah dimulai pada waktu itu.

Kini karena untuk pertama kalinya perumpamaan itu terungkap sejelas-jelasnya, maka terkecuali mereka yang secara putus asa telah masuk ke dalam penjara yang gelap, maka tidak seorangpun akan gagal melihat dengan jelas, bahwa pekabaran yang telah dipercayakan kepada kita umat Masehi Advent Hari Ketujuh dalam tahun 1844, pada jam-sembilan itu, adalah bukan pekabaran jam-sebelas, bukan pekabaran pehukuman terhadap orang-orang hidup, melainkan hanya pehukuman terhadap orang-orang mati.

Sebagai calon hamba-hamba Allah hendaklah masing-masing kita berhenti sejenak di sini, pada fokus perhatian perumpamaan ini, untuk memantapkan dalam ingatan pelajaran yang serba penting sebagaimana yang dikemukakan dalam gambaran berikut:

H a r i    K e r j a

Matius 20

Butir kebenaran yang menentukan berikutnya adalah bahwa pehukuman orang-orang mati itu akan diberitakan kepada "banyak umat, dan bangsa-bangsa, dan bahasa-bahasa, dan raja-raja." Wahyu 10 : 11. Tandailah perkataan "banyak." Itu tidak pernah berarti "semua,” dan tidak pernah berarti "setiap," Karena ayat Injil ini meramalkan perluasan dari kelompok dan pekabaran jam sembilan itu, maka setiap orang akan terdesak untuk memeriksa dengan saksama apa yang dikatakan Wahyu 10 : 11 terhadap masalah itu. Janganlah anda berani menambah-nambah pada Firman itu ataupun menguranginya. Kemudian membandingkannya dengan injil-injil yang menyusul, yang meramalkan perluasan kelompok dan pekabaran jam-sebelas, maka anda akan memperoleh seluruh kebenaran yang menunjuk kepada penyelesaian pekerjaan.

Kini karena akhirnya masa itu telah tiba bagi Tuhan untuk membina hamba-hamba jam-kesebelasNya, maka perumpamaan yang tak ternilai harganya ini diungkapkan, dan untuk pertama kalinya terlihat dengan jelas, bahwa jika pehukuman orang-orang mati itu diberitakan kepada banyak bangsa dan umat, maka pehukuman orang-orang hidup akan diberitakan kepada semua bangsa dan kepada setiap umat di bumi. Inilah yang dikatakan oleh Ilham sendiri sebagai berikut :

"Maka aku tampak seorang malaikat lain beterbangan di tengah langit, memegang injil yang kekal untuk diberitakan kepada mereka yang diam di bumi, dan kepada setiap bangsa, dan suku bangsa, dan bahasa, dan umat, katanya dengan suara besar: Takutlah akan Allah, dan muliakanlah Dia, karena jam pehukuman (pengadilan)-Nya ada datang; dan sembahlah Dia yang telah menciptakan langit, dan bumi, dan laut, dan segala mata air.” Wahyu 14 : 6, 7.

Bahwa hamba-hamba dari panggilan jam-kesebelas itu --- mereka yang "luput" itu, yang tidak "tertumpas" (Immamat 23 : 29) sewaktu "isi rumah Allah" diadili (1 Petrus 4 : 17), peristiwa yang menandakan permulaan pehukuman orang-orang hidup, di seluruh dunia --- akan diutus kepada segala bangsa, dibuktikan oleh Ilham melalui nabi Yesaya sebagai berikut :

"Karena bahwasanya, Tuhan akan datang dengan api, dan dengan kereta-keretaNya bagaikan suatu angin puyuh, untuk melampiaskan amarahNya dengan berapi-api dan kemarahanNya dengan nyala-nyala api. Karena oleh api dan oleh pedangNya Tuhan akan berbicara kepada semua orang; maka besarlah kelak jumlah orang yang dibunuh Tuhan ..... Maka Aku akan menaruh suatu tanda di antara mereka itu, dan Aku akan mengutus mereka yang luput dari antara sekalian mereka itu kepada bangsa-bangsa, ke Tarshish, ke Pul, dan ke Lud, orang pemanah ke Tubal, dan ke Yawan, kepulau-pulau yang jauh-jauh, yang belum mendengar kebesaran namaKu, dan yang belum melihat kemuliaanKu; maka mereka akan menyatakan kemuliaanKu di antara bangsa-bangsa Kapir. Dan mereka akan menghantarkan semua saudaramu bagi suatu persembahan kepada Tuhan keluar dari semua bangsa dengan mengendarai kuda, dan dalam kereta-kereta, dan dengan mengendarai kuda semberani, dan lembu-lembu, dan di atas unta, menuju ke bukit kesucianKu Yerusalem, demikianlah firman Tuhan, sebagaimana bani Israel menghantarkan suatu persembahan di dalam bejana yang bersih ke dalam rumah Tuhan.” Yesaya 66 : 15, 16, 19, 20.

Dengan kata-kata yang serius ini Tuhan mengamarkan, bahwa pembantaian itu (Paskah contoh saingan itu --- Testimonies, vol. 5, pp. 505, 211; vol. 1, pp. 190, 198) akan terjadi di antara orang-orang dari isi rumah Allah, yaitu sidang, karena orang-orang yang luput akan diutus kepada bangsa-bangsa Kapir yang belum mendengar akan kebesaran nama Allah dan kemuliaanNya. Jelas, bahwa malaikat-malaikat yang melaksanakan pembantaian ini akan menyingkirkan dari sidang orang-orang yang tidak benar --- mereka yang secara simbolis digambarkan dalam contoh yang satu sebagai "ikan" yang jelek, dan dalam contoh lain sebagai "tamu-tamu" yang tidak mengenakan "pakaian kawin."