Sungguhpun demikian, janganlah membiarkan siapapun membodohi dirimu untuk percaya, bahwa PEMBINA ini sedang memanggil kamu keluar dari madzab Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh untuk masuk ke dalam sesuatu yang lain. Tuduhan-tuduhan dan hasutan-hasutan yang sedemikian ini datang hanya dari orang-orang yang memusuhi Kebenaran jam-kesebelas milik Allah atau Kebenaran jam-Pehukuman itu, yang karena itulah mereka bukan hamba-hambaNya dan juga bukan kawan-kawanmu. Hamba-hamba Allah memperoleh perintah-perintahnya dari Allah, dan teman-teman senantiasa berhati-hati untuk tidak mendorong teman-temannya menyambut kepalsuan yang disebarkan, terutama apabila sedang membicarakan Alkitab. Kebenaran yang jelas mengenai PEMBINA ini ialah, bahwa missinya adalah untuk meyakinkan agar anda tetap tinggal di dalam Madzab Organisasi, dan untuk memelihara anda supaya tidak terbuang keluar, bukan oleh manusia, melainkan oleh Tuhan apabila Ia keluar memeriksa para tamu yang di dalam lalu membuang keluar orang-orang yang lalai mengenakan "pakaian kawin" yang dibawa oleh PEMBINA.

"Orang-orang yang bijaksana tidak akan membiarkan musuh-musuh Kebenaran membodohi mereka. Sebaliknya mereka akan menjaga mutu mereka sebaik-baiknya untuk mengecewakan teman-temannya yang berpura-pura, dan untuk mendorong mereka itu menggosok matanya sendiri dengan PEMBINA ini supaya dapat mereka melihat, bahwa "Pada hari itu Cabang Tuhan akan menjadi indah dan mulia, dan buah dari bumi akan menjadi sempurna dan menarik bagi mereka yang berhasil luput dari Israel (gereja Allah pada waktu ini).

"Maka akan jadi kelak, bahwa dia yang tertinggal di Sion (markas besar), dan dia yang menetap di Yerusalem (di dalam sidang sesudah penyuciannya), akan disebut suci, yaitu setiap orang yang tercatat namanya di antara orang-orang hidup di Yerusalem; apabila Tuhan kelak sudah mencuci segala kecemaran puteri-puteri Sion, dan kelak sudah membersihkan darah Yerusalem dari tengah-tengahnya oleh roh keadilan, dan oleh roh pembakaran. Dan Tuhan akan menciptakan atas setiap tempat tinggal di Gunung Sion, dan atas semua perhimpunannya, sebuah awan dan asap pada siang hari, dan cahaya dari suatu api yang bernyala-nyala pada maiam hari; karena di atas semua kemuliaan akan ada suatu pelindung. Maka akan ada di sana sebuah tabernakel sebagai tudungan dari panas terik pada siang hari, dan bagi tempat-tempat berlindung, dan bagi tempat bersembunyi daripada angin ribut dan hujan". Yesaya 4 : 2 - 6. ....... karena orang jahat tidak akan lagi berjalan melewatimu; ia sudah tertumpas sama sekali." Nahum 1 : 15.

Kini karena "segala perkara sudah siap", Saudara-Saudaraku, maka inilah panggilan Ilahimu pada jam kesebelas. Dijauhkan Allah kiranya anda daripada membiarkan kesempatan yang sedemikian mahalnya ini lewat begitu saja, yang akan "membuat panggilan dan pilihanmu menjadi pasti". 2 Petrus 1 : 10. Bertindaklah tegas, karena nubuatan-nubuatan yang baru terungkap akan membeberkan, bahwa pekerjaan pehukuman orang-orang mati segera akan berakhir --- alasan utama mengapa panggilan rencana Ilahi yang sangat mendesak sekarang ini memanggil bekerja sementara PEMBINA SAMAWI ini memecahkan terali-terali besi, di balik mana musuh-musuh Kebenaran telah menahan umat pilihan Allah dalam kegelapan dan kebutaan Laodikea.

Oleh menanamkan dalam orang-orang di seluruh Laodikea perasaan takut dan curiga terhadap membaca ataupun mendengar apa saja, selain hal-hal menyenangkan dan yang membawa berkat pada seseorang secara umum, maka subversi-subversi Setan telah berusaha memutuskan hubungan komunikasi di antara Roh Kebenaran dan umat Allah. Kemudian untuk menahan orang-orang untuk tunduk kepada mereka dan kepada standard ukuran duniawi mereka, maka mereka mengancam dengan pemecatan dari keanggotaan sidang dan kehancuran masa depan terhadap setiap orang, yang lebih takut akan Allah daripada manusia, yang berani mencoba mengetahui Kebenaran bagi dirinya sendiri. Maka kelompok kecil yang memiliki keberanian untuk melaksanakan keyakinan-keyakinan mereka itu, sebagai akibatnya langsung menjadi sasaran anak panah penolakan Musuh yang terkejam, -- yaitu prasangka-prasangka jahat, skandal kepalsuan dan fitnahan terhadap tabiat, ejekan dan olok-olokkan dan kebencian, dipermalukan dan dipersulit. Dengan demikian "semua orang yang ingin hidup beribadah dalam Kristus Yesus" (2 Timotius 3 : 12) menemukan diri mereka sebagai "orang-orang terbuang" (Yesaya 66 : 5; Lukas 6 : 22 ; Kisah 24 : 14) ditangan kuasa-kuasa penganiaya yang mengabadikan dan mengungguli semua yang terburuk yang pernah ada di zaman Yahudi dan Romawi dahulu. Bahkan yang lebih buruk lagi ialah, apabila orang-orang yang menghidupkan kembali kezaliman ini memakaikan dirinya dengan jubah-jubah kerasulan, berhasil mengacaukan dan meruntuhkan iman dari seseorang penyelidik atau seorang pengikut Kebenaran bagi zaman ini, mereka akan memaksanya untuk menyerahkan diri kepada baptisan kembali, supaya dapat diterima kembali sebagai anggota sidang, sekalipun ia telah menjadi lebih setia daripada sebelumnya. Betapa mencolok durhakanya!

Adalah secara tulus diharapkan agar umat Allah mau melihat sekarang, bahwa bagaimanapun tidaklah penting apakah pertanda jam-kesebelas milik Sorga --- PEMBINA ini --- memiliki cap pengesahan manusia atau tidak, melainkan adalah maha penting bahwa ia itu memiliki cap pengesahan Ilahi, dan agar setiap "domba" dari kawanannya dapat memanfaatkan hak karunia Allahnya untuk memeriksanya dengan mata kepalanya sendiri, dan kemudian tanpa dipengaruhi sesuatu suara yang lain selain Roh Kebenaran itu sendiri yang ada di dalamnya untuk memutuskan sendiri semua kenyataan dalam persoalan ini.

Roh lalim dan curang yang ada sekarang ini mulai memanifestasikan dirinya sejak bertahun-tahun yang lalu, dan pada waktu itu pun Roh Kebenaran telah mengamarkan :

"Tetapi berhati-hatilah menolak apa yang sebenarnya kebenaran. Bahaya besar dengan umat kita ialah karena bergantung pada manusia, lalu membuat daging menjadi lengan mereka. Orang-orang yang tidak terbiasa menyelidiki sendiri Alkitab bagi dirinya, atau menimbang-nimbangkan kenyataan, mereka menaruh harap pada para pemimpin, lalu menyambut begitu saja semua keputusan yang diambil mereka; sehingga dengan demikian banyak orang akan menolak pekabaran-pekabaran penting yang dikirim Allah kepada umatNya, sekiranya saudara-saudara pemimpin ini tidak mau menerimanya". --- Testimonies to Ministers, pp. 106, 107.

"Terang yang berharga akan memancar keluar dari firman Allah, maka janganlah seorang pun mengira untuk mendiktekan apa yang harus atau apa yang tidak boleh dibawakan ke hadapan umat dalam pekabaran-pekabaran terang yang IA hendak kirim, sehingga dengan demikian memadamkan Roh Allah. Apapun juga posisi kekuasaannya, tidak seorang pun berhak untuk menutup terang daripada umat. Apabila sesuatu pekabaran datang dalam nama Tuhan kepada umatNya, tidak seorangpun boleh mengelakkan dirinya untuk tidak menyelidiki semua tuntutan pekabaran itu. Tidak seorangpun dapat menghindar dengan sikap acuh dan percaya diri sendiri, lalu mengatakan: 'Saya tahu apa artinya kebenaran. Saya sudah puas dengan kedudukan saya. Saya sudah mengambil ancang-ancang saya, maka saya tidak mau lagi beralih dari kedudukan saya, apapun juga yang akan terjadi. Saya tidak mau dengar kepada pekabaran dari utusan ini, karena saya tahu bahwa ia itu tidak mungkin benar'. Adalah karena mengikuti cara yang sedemikian ini, maka gereja-gereja yang terkenal telah tertinggal dalam kegelapan sebagian, dan itulah sebabnya mengapa pekabaran-pekabaran sorga tidak berhasil sampai kepada mereka." --- Counsels on Sabbath School Work, pp. 349, 350.

"..... Saya terdorong untuk menghimbau para pekerja kita: Apapun kedudukanmu janganlah bergantung pada manusia, dan jangan membuat daging menjadi lenganmu." --- Testimonies to Ministers, pp. 349, 350.

Kokoh dalam kekuasaan, dan tidak menghiraukan nasehat Ilham, para penggerak-pikiran orang-orang ini menggiring para anggota sidang bagaikan kawanan domba, seolah-olah Roh Kebenaran tidak lagi memimpin seorang pun selain mereka. Melalui penggarisan-penggarisan luas dari dominasi pendeta yang tidak sah ini, yang terus meningkatkan gambaran-gambaran salah, maka PEMBINA SAMAWI ini harus mencari jalan untuk menyelamatkan semua orang yang mau diselamatkan.

Pengawasan yang sama dari pihak kependetaan yang menghalangi di zaman Nicodemus, membuatnya takut untuk terlihat di dalam rombongan orang-orang yang bersama-sama dengan Yesus, tetapi mendorongnya untuk pergi secara diam-diam di malam hari untuk bertemu denganNya. Sungguhpun demikian, karena tidaklah bijaksana bagi kebanyakan umat pilihan Allah di waktu ini untuk juga datang di malam hari untuk mendengarkan Kebenaran bagi jam kesebelas itu, maka PEMBINA SAMAWI ini perlu keluar kepada mereka dengan mengenakan baju yang tidak lazim (bagaikan dengan malam hari) --- satu-satunya cara PEMBINA dapat mencapai mereka itu dan menyelamatkan mereka yang mau.

Kembali, pada bunyi trompet Israel yang kuat, sesudah perjalanan mereka yang ketujuh mengitari tembok-tembok Yerikho yang tak tembus itu secara diam-diam, maka tiba-tiba pintu gerbang besinya yang besar runtuh sementara tembok-tembok itu secara misterius hancur berantakan, lalu Israel berbaris masuk --- dengan kemenangan! Demikian itu pula akan jadi kelak dengan tembok-tembok penentang yang luas dimana Musuh sedang menahan orang-orang Laodikea dalam kesuaman --- dalam penipuannya bahwa mereka adalah "kaya, dan melimpah dengan kekayaan", sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi, padahal mereka adalah "tidak terkasihan, dan sengsara, dan miskin, dan buta, dan bertelanjang.” Wahyu 3 : 17. Oleh sebab itu, tak lama lagi gerbang-gerbang yang kini tertutup rapat, yang dipalangi dan yang dihalangi barikade-barikade menghadapi para penyelamat dari Sorga, yang membawa bekal-bekal Kebenaran, makanan pada waktunya, bagi kawanan domba yang terkurung itu, akan secara tiba-tiba jatuh terbuka seperti halnya tembok-tembok Yerikho yang runtuh pada kitaran yang ketujuh dari PEMBINA dan pada saat trompet berbunyi. Kemudian semua umat Allah yang tersembunyi akan "muncul keluar" secara gilang gemilang.

"..... pada waktu itu mangsa dari suatu rampasan yang besar dibagi; si timpang mengambil mangsa itu. Dan penduduk tidak akan mengatakan: saya sakit; orang-orang yang diam di sana akan diampuni segala kejahatannya." Yesaya 33 : 23, 24.

"..... Bukan oleh kekuatan, ataupun oleh kekuasaan, melainkan oleh RohKu, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. Siapakah engkau, Hai gunung yang tinggi ? Di hadapan Zerubabel engkau akan menjadi suatu padang rata ; maka ia akan mengeluarkan batu pertama dari padanya dengan sorak sorai, dan teriakkan : Beruntung, beruntunglah baginya". Zakharia 4 : 6, 7.

Prinsip Ilahi yang sama juga diperoleh sewaktu Gideon dan 300 anggotanya di bawah bimbingan dan perlindungan Ilahi, dengan membawa trompet-trompet dan lampu-lampu lilin yang tersembunyi di dalam kendi-kendi, mengitari tempat perkemahan musuh secara diam-diam bagaikan seekor harimau mengikuti mangsanya. Tiba-tiba meledak suatu tanda, lalu pecahlah sekaligus bunyi trompet-trompet yang meraung-raung, pemecahan kendi-kendi, terang yang bernyala-nyala, dan suara-suara yang bersorak sorai membuat barisan orang-orang Midian itu menjadi panik ketakutan, membuat mereka melampiaskan malapetaka dan kehancuran atas dirinya sendiri. Dengan demikian, oleh siasat yang dari Sorga ini Gideon berhasil melepaskan orang-orang Israel yang banyak itu dari bahaya.

Maka perlawanan yang ada sekarang ini, sebagaimana yang telah memaksa Gideon dahulu untuk menggunakan suatu siasat yang cocok melalui perantaraan 300 prajurit pilihannya, tak dapat tiada akan juga memaksa Jezreel untuk menerapkan suatu siasat yang sama cocoknya melalui perantaraan tiga divisi pilihannya, yaitu :

(I) ASAL MULANYA MAKANAN DAN KESEHATAN,
(2) KHUSUS dari GENERAL CONFERENCE 1950, dan
(3) PEMBINA GEDUNG PUTIH ini.

Secara diam-diam menyala dengan terang kehidupan, ketiganya ini akan menerobos melalui segala perlawanan, dan akan mencapai hati orang-orang yang tertawan. Tetapi alangkah ngerinya rintangan-rintangan, jerat-jerat, dan bahaya-bahaya dari Iblis yang harus dilalui oleh Kebenaran!

Selalu demikian itu halnya. Dan tidak seorangpun secara sadar dapat mengharapkan, bahwa rintangan-rintangan pada waktu ini akan lebih ringan daripada yang dihadapi oleh jelmaan Kebenaran itu Sendiri, yaitu Yesus pribadi di masa lalu. Sebagai contoh, sewaktu "pesta perayaan tabernakel sudah dekat," "saudara-saudaraNya ..... mengatakan kepadaNya, Berangkatlah dari sini, dan turun ke Yudea, supaya murid-muridMu juga dapat melihat perbuatan-perbuatan yang Engkau lakukan ..... Kemudian kata Yesus kepada mereka, ..... Pergilah kamu ke pesta itu; Aku belum pergi ke pesta, karena waktuKu belum sepenuhnya tiba. Tetapi sesudah saudara-saudaraNya pergi, kemudian Ia juga pergi ke pesta itu, bukan terang-terangan, melainkan secara diam-diam.” Yahya 7 : 2, 3, 6, 8, 10.

Bayangkanlah, Tuhan sendiri secara pribadi terpaksa menggunakan cara yang sama yang terbaik pada jam tiga simbolis itu untuk menyelesaikan rencanaNya pada pesta itu, sebagaimana PEMBINA ini sedang terpaksa menggunakannya untuk menyelesaikan maksudnya pada jam kesebelas sekarang ini. Karena terpaksa Ia memberitahu para muridNya, bahwa waktunya belum lagi tiba, kemudian segera setelah mereka pergi, bergegas-gegaslah Ia sendirian secara diam-diam. Dapatkah usaha yang sangat berhati-hati sedemikian ini menjadi alasan bagi mereka untuk menyebutNya seorang "penipu"!