Pandanglah sejenak pada kekuatan-kekuatan pembunuh yang kejam yang lepas berkeliaran dan bersembunyi dimana-mana, dan yang membuat seluruh bumi pecah dengan kekejaman, huru hara, dan teror. Sesungguhnya, semuanya itu sedang membuat "hati orang-orang menjadi cemas karena ketakutan, dan karena menantikan perkara-perkara itu yang sedang akan menimpa bumi  ……. Lukas 21 : 26. Maukah semua orang Kristen di mana-mana bangun karena segala perkara ini untuk "mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah" dan supaya "memegang ..... pedang Roh" (Epesus 6 : 11, 17) sambil mengikuti Tuhan sementara Ia memimpin di depan ? Jika tidak, maka pastilah bahwa Sidang dan juga Dunia akan celaka tanpa harapan. Sungguhpun demikian, yakinilah, bahwa kelompok kecil itu yang bangun untuk berserah diri sepenuhnya sesuai tuntutan jam, akan diselamatkan Allah daripada lautan api yang akan datang.

Sungguhpun demikian, bagaimanakah kelak Ia melepaskan setiap orang yang lalai memperhatikan tanda-tanda zaman, gemuruhnya genderang-genderang Hari Kiamat yang mengerikan itu, yang kini sedang menyala di depan mata kita dan ramai bunyinya pada pendengaran kita dengan amaran yang lebih menakutkan daripada petir-kilat Sinai yang bernyala-nyala itu? Tidak, Ia tidak mungkin lagi melepaskan orang-orang yang sedemikian ini yang buta rohani, tuli, dan bisu yang tak terobati lagi, sama seperti halnya orang-orang yang tidak lagi dapat dilepaskan di zaman Nuh yang lalai masuk ke dalam bahtera.

Dan apalagi yang dipertambahkan oleh piring-piring terbang terhadap gambaran yang sudah seram sekarang ini? Apakah sekaliannya itu adalah mekanisme buatan bumi ataukah benda-benda angkasa, yaitu kapal-kapal angkasa antar planet, sekaliannya itu memberikan warna gambaran yang lebih suram lagi bagi orang berdosa.

Seseorang mungkin meragukan, yang lainnya terkejut, memikirkan piring-piring terbang kepunyaan Sorga. Tetapi mengapa? Jika Allah telah mengaruniakan pengetahuan bagi manusia untuk mengembangkan berbagai mekanisme di udara, maka tidak ada alasan bagi siapapun untuk mengira, bahwa Sorga tidak akan memiliki mekanisme-mekanisme yang jauh lebih unggul. Janganlah kita lupa apa yang telah menutupi keseluruhan sebuah gunung di zaman Elisha (2 Raja-Raja 6 : 17). Untuk menyakinkan, maka Elisha menamakannya kereta-kereta, namun kalau bukan sekaliannya itu jenis piring-piring terbang, maka bagaimanakah mereka itu turun ke bumi? Apapun juga orang menamakannya, itulah keadaannya dan yang mereka lakukan, itulah buktinya.

Tetapi, apapun juga sekaliannya itu, tanda-tanda sekeliling kita mengamarkan dengan tegas, bahwa awan-awan hitam yang tebal sekeliling bola dunia sedang bersiap-siap untuk menuangkan ke atas sebuah dunia yang tidak terlindung angin topan yang sangat mengerikan semenjak dari permulaan zaman. Kepada semua orang yang bertelinga supaya mendengar dan yang bermata melihat, tanda-tanda zaman itu mengungkapkan, bahwa kita sedang menghadapi dengan segera "masa kesusahan yang sedemikian itu belum pernah ada sebelumnya." Daniel 12 : 1.

Genggaman yang jelas dari kehebatan potensi senjata-senjata yang ada sekarang, tidak dapat diragukan akan meninggalkan bahaya global dalam gambaran. Masing-masing kita mengetahui, bahwa jika piring-piring terbang itu adalah senjata-senjata rahasia militer Amerika Serikat, maka bangsa-bangsa lain di luar kita akan juga segera memilikinya, kalau saja mereka belum memilikinya. Jika demikian, maka untuk maksud apa sekaliannya itu dirancang kalau bukan untuk menyedot nyawa kita, bahkan juga nyawa umat pilihan, sekiranya mungkin ?

Dan kalau saja piring-piring terbang itu benar-benar milik Tuhan, rnaka untuk apa lagi mereka itu datang, kalau bukan untuk melepaskan setiap orang yang namanya terdaftar di dalam Kitab (Daniel 12 : 1), dan untuk membantai orang-orang yang menindas mereka itu (Yesaya 66 : 16) ? Atau jika kebetulan belum ada satu pun piring terbang milik Sorga yang datang, maka tidak ada lagi yang lebih pasti selain, bahwa hari itu akan segera datang apabila piring-piring terbang itu akan datang. Tetapi apa yang terutama dan terpenting bagi masing-masing orang ialah mengetahui dengan pasti bahwa namanya ada tertulis di dalam Kitab. Untuk mendapatkan kepastian yang sangat berbahagia ini, orang harus pertama sekali mengetahui apa yang akan mengeluarkan namanya dari Kitab itu, dan apa yang akan memasukkan namanya ke dalam Kitab itu.

Salah satu dari banyak perkara yang akan mengeluarkan nama seseorang dari Kitab Allah ialah ditutupinya telinganya daripada mendengarkan amaran Tuhan, sehingga orang yang hendak membajak sawah, kemudian melihat ke belakang (orang yang memulai dalam pekerjaan Injil, kemudian meninggalkannya) adalah tidak "pantas bagi Kerajaan itu." Lukas 9 : 62. Kenyataannya ialah, bahwa semua yang telah tammat dari akademi-akademi kependetaan sudah mulai membajak sawah. Hendakkah mereka sekarang berbalik dari tugasnya ? Harapan kita mudah-mudahan tidak.

Bagi kita (orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh) khususnya, arti dari apa yang kita saksikan sekeliling kita seharusnya jelas, memanifestasikan bahwa waktunya kini telah tiba bagi setiap anggota sidang untuk ikut serta memberitakan Pekabaran-Pekabaran Tiga Malaikat itu. Lagi pula, ada beribu-ribu tempat tugas kependetaan kini lowong untuk diisi oleh para tammatan (graduates and undergraduates) dari akademi-akademi kependetaan Masehi Advent Hari Ketujuh. Oleh sebab itu jangan lagi seorangpun yang berkemampuan sedemikian ini didapati menganggur atau bekerja pada jabatan-jabatan dunia, sementara pekerjaan Tuhan terus menanti dan menunggu-nunggu.

Pada jam ini juga berjuta-juta orang tanpa harapan sedang berfoya-foya dan layu, binasa dalam lembah-lembah dosa, dan terus dalam padang-padang peperangan, karena tidak seorangpun berhasil memenangkan mereka kepada Kristus dengan injil yang kekal. Siapakah yang mau pergi kepada mereka itu ? Siapakah yang memiliki khayal, hati, dan kemauan untuk pergi keluar menyelamatkan manusia bagi Kristus ? Bagi semua tammatan akademi (graduates and undergraduates) dan para pekerja Alkitab yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk memperlengkapi diri bagi tugas, baik kesempatan bagi pelayanan maupun sarana penunjang dan biaya-biaya perjalanan sudah siap dan menunggu. Oleh sebab itu tidak ada alasan untuk mengatakan "Mohon kiranya saya dimaafkan." Lukas 14 : 18. Imbauan Ilham, "Bangkitlah dan bercahaya," adalah bagi setiap jiwa. Maukah anda menyambut, Saudara-saudaraku? Tidakkah anda mau berdoa dengan tekun bagi dirimu sendiri dan bagi para pekerja yang lain untuk membantu menghimpun butir-butir keemasan gandum yang berharga itu ? Atau hendakkah anda melalaikan tanggung jawab yang tak termaafkan ini, lalu kehilangan kesempatan yang tertinggi ini ?

Pokok persoalannya adalah sangat berbobot. Kristus mengetahui sebelumnya bahwa ia itu akan jadi, maka dalam keprihatinanNya yang dalam Ia memproyeksikannya dalam pelajarannya yang tinggi mengenai perumpamaan tentang kebun anggur. Kini masa itu sudah sampai pada jam perumpamaan yang terakhir, Ia telah menempatkan perumpamaan itu dalam terang-benderang. Untuk maju sesuai Kebenaran itu sendiri, maka marilah kita melihat lebih dalam ke dalam perumpamaan itu sekarang selagi terang Allah masih menyinarinya:

"Karena Kerajaan Sorga itu adalah bagaikan seorang Tuan Rumah, yang keluar pagi-pagi sekali hendak mengupah para pekerja di dalam kebun anggurNya. Dan setelah Ia sepakat dengan para pekerja itu untuk upah sedinar sehari, maka disuruhNya mereka itu masuk ke kebun anggurNya. Lalu Ia keluar kira-kira pukul tiga, maka dilihatNya, orang-orang lain berdiri-diri saja menganggur di pasar, lalu kataNya kepada mereka itu: Pergilah juga kamu ke dalam kebun anggur itu, dan apa saja yang pantas akan Kuberikan kepadamu. Dan mereka pun pergi. Kembali Ia keluar kira-kira pukul enam dan pukul sembilan, lalu diperbuatNya yang sama. Dan kira-kira pukul sebelas Ia keluar, lalu ditemuiNya orang-orang lain berdiri menganggur, maka kataNya kepada mereka itu: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari ? Jawab mereka kepadaNya: Karena tidak seorangpun mengupah kami. KataNya kepada mereka itu: Pergilah juga kamu ke dalam kebun anggur itu; maka apapun yang wajar, ia itulah akan kamu peroleh." Matius 20 : 1 - 7.

Bagaimanakah dapat kita ketahui secara pasti pada jam yang manakah kita berada, dan apakah panggilan kita sendiri untuk bekerja sudah tiba? Kita dapat mengetahui hanya dengan cara menetapkan waktu di mana jam perumpamaan yang terakhir itu berakhir. Maka untuk melakukan ini kita harus pertama-tama sekali menetapkan waktu dari panggilan pertama para pekerja itu, kemudian giliran waktu selanjutnya dari masing-masing panggilan berikutnya, sampai dengan yang terakhir. Sungguhpun demikian, pertama-tama sekali menyusul yang terakhir ini, kita harus menitik-beratkan pada butir-butir penting dari perumpamaan itu :

 

  1. "Tuan Rumah" itu, sebagaimana diketahui oleh setiap siswa Alkitab, adalah Tuhan sendiri.
  2. Para pekerja itu adalah hamba-hambaNya.
  3. Sedinar itu ialah upah mereka.
  4. Kebun anggurNya ialah tempat dimana mereka itu akan bekerja.
  5. Hari itu merupakan perumpamaan --- melambangkan suatu masa periode yang diterangi oleh sesuatu terang besar.
  6. Waktu kerjanya adalah didahului oleh suatu malam hari dan juga disusul oleh suatu malam hari --- sekiranya tidak, tidak mungkin ada "pagi-pagi sekali" dan "bagian terakhir" dari hari.
  7. Tuan Rumah itu mengupah para pekerja pada lima waktu yang berbeda-beda.
  8. Ada empat masa periode yang masing-masingnya tiga jam.
  9. Pada masing-masing dari tiga periode yang pertama, hanya satu kelompok yang diupah.
  10. Pada periode yang keempat dan terakhir tiga jam itu, dua kelompok orang-orang yang diupah.
  11. Kesepakatan untuk sedinar sehari itu dibuat hanya dengan kelompok yang pertama.
  12. Kelompok-kelompok lainnya akan menerima "apa saja yang wajar".
  13. Pada akhir dari hari itu semua diberikan upah yang sama yaitu satu dinar, sekalipun kelompok yang terakhir bekerja hanya sejam lamanya.
  14. Kelompok yang pertama dibayar terakhir; yang terakhir, pertama sekali dibayar.


Kini untuk menemukan pada jam yang mana kepada kita dikatakan, "Pergilah juga kamu", kita harus menentukan di sini pada permulaan penyelidikan ini, dimana dan kapan perumpamaan itu dimulai dan dimana ia itu berakhir. Untuk mendapatkan pengetahuan yang penting ini cukuplah dengan memperhitungkan rentetan fakta-fakta yang diperluas, bahwa perumpamaan mengenai malam yang mendahului siang itu tak dapat tiada harus merupakan masa periode sebelum "Terang dunia" rohani atau Alkitab itu muncul --- yaitu sebelum terang dari Injil, Firman Allah yang tertulis itu, mulai memancarkan sinarnya ke dalam hati manusia. Karena sebelumnya, haruslah diingat, bahwa kehendak Allah pada waktu itu diteruskan bukan melalui Alkitab, melainkan secara lisan dari bapa turun kepada anak, sama seperti halnya terang dari matahari pada malam hari diteruskan ke bumi oleh bulan, bukan langsung dari matahari itu sendiri. Karena alasan inilah ia itu telah dipandang sebagai zaman kebiasaan lisan.

Tetapi hari kerja itu jelas melambangkan periode dimana "Terang dunia," atau Alkitab itu sendiri menerangi jalan manusia. Demikianlah halnya, bahwa dalam perumpamaanNya, Majikan, yaitu Tuan dari kebun anggur itu, menganggap sejarah Wasiat Lama dan Baru sebagai satu-satunya hari periode dari semua masa kasihan, dimana Ia pergi ke pasar pada lima masa periode yang berurutan untuk menyewa hamba-hamba bekerja di dalam kebun anggurNya.

Akhirnya, malam yang menyusul siang hari itu hanya dapat melambangkan masa periode sesudah pekerjaan Injil selesai, sesudah masa kasihan bagi penyelamatan manusia berakhir. Kemudian, sebagaimana "Terang dunia" (Firman Allah) terbenam di balik khatulistiwa pada hari itu, maka kegelapan akan menudungi "bumi, dan kegelapan yang pekat menutupi orang-orang." Yesaya 60 : 2. Itulah masa yang akan menemukan nasib setiap makhluk yang telah diputuskan untuk selama-lamanya. Kemudian menyusul keputusan Tuhan yang terakhir yang tak dapat di tarik kembali sebagai berikut :

"Dia yang tidak benar, biarlah ia menjadi makin tidak benar; dan dia yang cemar, biarlah ia makin menjadi cemar; dan dia yang benar, biarlah ia menjadi makin benar; dan dia yang suci; biarlah ia menjadi makin suci.” Wahyu 22 : 11.

ltulah masanya apabila orang-orang "akan lari kesana kemari mencarikan Firman Tuhan, tetapi tidak akan menemukanNya" (Amos 8 : 12); masa apabila orang-orang yang tidak menghiraukan panggilan TUAN MAJIKAN itu, dan orang-orang berdosa yang tidak bertobat, akan sadar lalu menangis sejadi-jadinya dan meratap putus asa: "Penuaian sudah lewat, musim panas sudah berakhir, tetapi kita tidak juga selamat"! Yeremiah 8 : 20.

Kebenaran itu kini menjadi jelas, bahwa perumpamaan itu membagi masa periode penyelamatan manusia ke dalam dua bagian yang sama, masing-masing dua belas jam simbolis – periode sebelum Alkitab (malam hari), dan periode selama Alkitab (siang hari). Dengan memberikan tambahan penegasan terhadap kenyataan, bahwa perumpamaan itu membagi waktu sedemikian ini, maka Yesus menyatakan :

"Bukankah ada dua belas jam pada siang hari ? Jika setiap orang berjalan pada siang hari, ia tidak akan terantuk kakinya, sebab ia melihat Terang dari dunia ini." Yahya 11 : 9.

Sambil beralih sekarang, kita sampai kepada suatu butir yang lain yang khusus mengandung arti penting : empat kelompok yang pertama itu disewa pada jangka waktu-jangka waktu yang berurutan masing-masing berselang tiga jam perumpamaan; sedangkan kelompok yang kelima, kelompok yang terakhir, kelompok itu dikontrak pada jam kesebelas, mereka datang hanya dua jam kemudian, bukan tiga jam, sesudah kelompok yang keempat, dan dengan demikian hanya satu jam perumpamaan sebelum hari itu berakhir --- tak lama menjelang masa kasihan berakhir.

Periode dua jam ini, dari jam sembilan sampai jam sebelas, adalah satu-satunya yang muncul sebagai puncak perkecualian dari pola induk urut-urutan dan selang waktu tiga-jam yang teratur di antara panggilan-panggilan itu. Ia itu mengungkapkan dengan jelas, bahwa panggilan yang terakhir itu datang secara tak terduga dan tiba-tiba dalam periode kelompok jam-sembilan itu. Sebab itu ada hanya dua jam perumpamaan bagi kelompok yang satu dan hanya satu jam perumpamaan bagi kelompok yang lainnya.