Musuh tentunya akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk membuat semua orang percaya, bahwa semua kata-kata firman yang dibicarakan di sini adalah interpretasi yang keliru, dan bahwa Kesaksian-Kesaksian itu "diambil keluar daripada penempatannya." Ia sudah menanamkan secara kokoh di dalam pikiran para anggota maupun para pendeta khayalan, bahwa "tidak lagi diperlukan kebenaran tambahan maupun terang yang lebih besar" (Gospel Workers, p, 300), dan bahwa demikian itulah yang dinyatakan oleh Roh Nubuatan. Kedua kebohongan ini tentunya telah ditanamkannya di dalam pikiran orang-orang bertahun-tahun sebelumnya, dalam usaha untuk menipu umat pilihan Allah supaya mereka membuang "mutiara mereka yang mahal itu." Matius 13 : 46. Oleh sebab itu, maka satu-satunya pelindung bagi setiap orang ialah, jangan membiarkan dia mengendalikan pikiran; manusia adalah bukan kuda untuk dikendalikan oleh para penunggangnya dengan sedikit-sedikit makanan di dalam mulut mereka. Hendaklah setiap orang menegaskan hak dan tanggung jawab karunia Allahnya untuk menguji setiap perkataan dari musuh, dan supaya menuntut dengan hormat agar mereka yang memusuhi PEMBINA ini mengeluarkan sesuatu yang lebih baik, atau sedikit-dikitnya sama baik, menggantikan apa yang disajikan dari Alkitab oleh PEMBINA, atau jika tidak agar mereka berdiam diri lalu mulai menyelidiki Alkitab dengan rajin. Wajibkan mereka untuk menunjukkan pasal dan ayat, halaman dan paragraf, yang membuktikan otentiknya ucapan-ucapan yang sering dikeluarkannya: "Kami sudah memiliki cukup kebenaran untuk membawa kami sampai ke akhirat"; "Kami sudah memiliki semua terang yang kami butuhkan.” Tentu tidak satupun bukti yang sedemikian itu akan dapat dikeluarkannya, karena ucapan-ucapan yang sedemikian tidak akan ditemukan di dalam lembaran-lembaran Ilham. Sebaliknya yang paling bertentangan adalah kenyataan sebagaimana yang terbukti dalam tuduhan yang mengerikan kepada orang-orang Laodikea karena pemikiran mereka yang salah. (Baca Testimonies, vol. 3, pp. 252, 253).

"Meskipun Nuh, Daniel, dan Ayub, berada didalamnya, selama Aku hidup, demikian firman Tuhan Hua, mereka tidak akan dapat menyelamatkan baik anak laki-laki maupun anak perempuan; mereka akan hanya dapat menyelamatkan jiwanya sendiri oleh kebenaran mereka." Yehezkiel 14 : 20.

"..... Karena siswa mengorbankan kemampuan berpikirnya lalu menilai sendiri bagi dirinya, maka ia menjadi tidak mampu untuk membedakan antara kebenaran dan kesalahan, lalu jatuh menjadi mangsa yang mudah diterkam kesesatan. Ia akan mudah terbawa untuk mengikuti adat dan kebiasaan. ….. Pikiran yang bergantung pada penilaian orang-orang lain, cepat ataupun lambat, pasti akan tersesat." --- Education, pp. 230, 231.

Saudara, pada akhirnya anda sebagai siswa-siswa penyelidik Alkitab dan Roh Nubuatan akan dapat peka terhadap kenyataan, bahwa mayoritas luas orang-orang itu hanya belum dapat menyadari, bahwa "tuduhan yang mengejutkan" dari Tuhan terhadap orang-orang Laodikea (Testimonies, vol. 3, p, 252) berlaku kepada diri mereka sendiri. Dan jika mereka memilih untuk tetap tinggal buta, maka tidak ada lagi alasan bagi anda untuk heran, bahwa mereka pada akhirnya akan menolak "ulangan kesaksian langsung" Saksi Yang Benar yang tegas ini (Gospel Workers, p. 307) "pada mana nasib sidang bergantung".Early Writings, p. 270. Juga anda tidak perlu heran mengenai kenyataan yang berkaitan dengan itu, bahwa kegoncangan yang sudah lama ditunggu-tunggu itu akan muncul karena sebagian orang memilih berdiri bersama-sama dengan utusan Terang pada pihak Tuhan, dan sebagian yang lainnya berdiri bersama-sama dengan utusan-utusan kegelapan pada pihak Musuh.

Semua orang yang sudah membaca secara terpadu sedemikian jauh, dan sudah melihat dan kenal akan Kebenaran, tidak akan lagi mau berjalan bersama dengan orang-orang Laodikea yang banyak itu, yang masih tetap berpegang pada kesombongannya yang berbahaya, bahwa mereka "tidak memerlukan apa-apa lagi" (bahwa mereka telah memiliki semua Terang yang dibutuhkan untuk membawa mereka melewati Pintu-Pintu Gerbang Mutiara), sekalipun pendirian yang sedemikian itu menempatkan Tuhan sebagai pembohong. Hanya sesudah anda melihat sendiri bagi dirimu, Saudara-Saudaraku, baharu akan anda sadari betapa benarnya kesaksian-kesaksian Tuhan itu, lalu menyatakan dengan sepenuh hati: "Oleh karena aku buta, maka sekarang aku melihat." Yahya 9 : 25. "Tuhan, .... di sinilah aku; utuslah aku." Yesaya 6 : 8. Baharu pada waktu itulah engkau akan melihat, bahwa Pekabaran Malaikat Yang Ketiga tahun 1844 itu, pehukuman orang-orang mati, merupakan tahap pendahuluannya, bukan tahap akhir --- bukan pehukuman orang-orang hidup.

Karena Kebenaran yang menyelamatkan ini bagimu dan bagi dunia akan merupakan tanggung jawab yang tak termaafkan, maka tidakkah anda mau memutuskan sekarang untuk menjawab panggilan kemurahan Allah, dan memanfaatkan kesempatan yang tidak ada bandingannya ini, yang akan memungkinkan anda berpesta pora dengan hidangan "makanan pada waktunya" selagi ada di sini, untuk memenangkan TANAH YANG MULIA di seberang sana, tanpa perlu menginvestasikan sesuatu atau tanpa resiko sesen pun? Anda tidak perlu kehilangan barang sesuatu pun terkecuali dosa-dosamu, semua ketakutanmu, semua kekecewaanmu, segala ketidak pastianmu, semua air matamu, lalu segala-galanya akan dicapai.

Tetapi bagaimanapun jangan sekali terlupakan bahwa berdiri membela Kebenaran yang terus berkembang adalah suatu prinsip dan praktek yang pernah datang dengan harga yang teramat mahal --- seringkali sama harganya dengan mati sahid, dan tidak pernah lebih rendah daripada pengucilan dari sidang.

"Untuk menghukum orang-orang yang dianggap pelaku-pelaku kejahatan, gereja mencarikan bantuan kekuatan sipil. Mereka yang berbeda faham daripada ajaran-ajaran yang sudah ada dipenjarakan, disiksa, dan dibunuh, oleh hasutan orang-orang yang mengaku bertindak dengan persetujuan Kristus. Tetapi itu adalah roh Setan, bukan Roh Kristus, yang mengilhami tindakan-tindakan yang sedemikian itu. Ini adalah metoda Setan sendiri untuk membawa dunia ke bawah kekuasaannya. Allah telah disalah gambarkan oleh gereja dalam penanganannya terhadap orang-orang yang dianggap memiliki faham lain." -- Christ's Object Lessons, p. 74.

Tetapi karena sidang pada waktu ini hampir di mana-mana tunduk kepada negara, dan karena itu tak mampu untuk mengenakan hukuman penjara, siksaan, dan kematian, seperti yang seringkali dilakukan oleh para pendahulunya dalam menghukum orang karena sangkaan menentang, maka ancaman pengucilan seringkali merupakan harga yang tertinggi yang mampu dikenakan oleh Gereja kepada setiap orang yang berani membangunkan orang-orangnya yang tidur. Ancaman inipun merupakan senjatanya yang terkuat untuk membujuk orang-orang yang sadar untuk meninggalkan fahamnya dan kembali ke dalam tidur dan kantuknya Laodikea. Meskipun demikian, sesungguhnya praktek yang kejam ini sendiri kini sedang meninggikan kesadaran di antara para pengikut Ilham, bahwa agen-agen subversi Setan sedang menguasai Gereja sepenuhnya, dan sedang berbuat apa saja yang mungkin untuk mencampak keluar setiap orang yang berani mematuhi SUARA ALLAH YANG MAHA KUASA melebihi suara orang-orang yang didewa-dewakan, meskipun pada kenyataannya ia senantiasa menuduh dengan keras madzab gereja-gereja lain karena memecat orang-orang yang tidak sefaham di dalam gereja-gereja mereka. Memang kita mendengarnya dengan keras ia mencela kekejaman yang sedemikian ini beberapa waktu sebelumnya kira-kira hanya 15 tahun yang lalu, sewaktu dalam tajuk berita berikut ini ia mengatakan :

"Agama yang terkenal telah keluar (nyeleweng) bermil-mil jauhnya daripada pandangan-pandangan yang dipunyai oleh para pendirinya. Untuk menjadi seorang penganut faham yang bertentangan pada waktu ini seseorang cukup mendukung ajaran-ajaran yang pada dasarnya telah digariskan sebagai landasan dari madzab gerejanya .....

"Dibuang keluar dari sidang karena seseorang mempercayai Alkitab! Bukankah itu suatu ulasan yang menyedihkan terhadap agama masa kini? Tidak mengherankan jika Yesus mengatakan: 'Apabila Anak Manusia datang, dapatkah Ia menemukan iman di bumi?'"
--- Alonzo Baker, Signs of the Times, February 5, 1935, p, 11.

Tetapi dengan dimaafkannya di dalam rumahnya sendiri pada waktu ini kejahatan besar, yang dengan begitu gigih dicelanya pada orang-orang lain, membuatnya tidak pantas dan tak lagi berguna bagi tugas Ilahinya, bagaikan seekor anjing bisu kelak (Yesaya 56 : 10) jika ditaruh untuk menjaga rumah tuannya. Ia bukan saja "tidak mau menggonggong" (Testimonies, vol. 5, p. 211) melainkan juga bahkan tidak mau mendengar suara Allah, yang menuduh praktek perbuatannya yang tidak suci, sementara Tuhan mengukuhkan iman dan ketabahan "orang-orang yang dipecatnya,” sebagaimana yang diucapkan secara nubuatan di dalam ayat-ayat berikut :

"Dengarlah akan firman Tuhan, hai kamu yang gentar karena FirmanNya; bahwa sekalipun saudara-saudaramu yang membenci kamu itu, yang membuang kamu keluar demi karena namaKu mengatakan: Hendaklah Tuhan dipermuliakan; namun Ia akan tampak bagi kesukaan kamu, dan mereka akan kelak malu." Yesaya 66 : 5.

"Berbahagialah kamu, apabila orang-orang kelak membenci kamu, dan apabila mereka kelak memisahkan kamu daripada perkumpulan mereka, dan kelak mencela kamu, dan membuang namamu sebagai yang jahat, karena kepentingan Anak Manusia. Bersukacitalah kamu pada hari itu, dan menari-narilah kegirangan, karena bahwasanya pahalamu adalah besar di dalam Sorga; karena dengan cara yang sama para nenek moyang mereka telah lakukan terhadap para nabi." Lukas 6 : 22, 23.

Saudara-Saudaraku, kiranya anda dapat mengambil keputusan yang baik dan bijaksana, memastikan untuk berdiri pada Gunung Sion bersama-sama dengan Anak Domba itu, bersiap-siap untuk menaiki piring terbang Sorga (Early Writings, pp. 287, 288) pada saat bunyi trompet, yang ledakan bunyinya akan terdengar di seluruh dunia sementara Allah mengakhiri tugas pengadilanNya bersama-sama dengan umatNya dan dengan pendeta-pendetaNya dan dengan markas besarnya --- yaitu General Conference.



                                                       Komisi Pembina Kependetaan