Khayal Hosea yang dikemukakan di atas bukan saja memproyeksikan bagaimana Allah meruntuhkan Kerajaan (contoh) Nya yang kuno itu, dan bagaimana kemudian Ia mencerai beraikan umatNya ke seluruh dunia, sehingga dengan demikian membuat mereka kehilangan identitasnya lalu berasimilasi dengan bangsa-bangsa Kapir selama berabad-abad ini, melainkan juga memproyeksikan pendirian kembali yang gilang-gemilang Kerajaan (contoh saingan) Nya, dan selanjutnya bagaimana Ia mengumpulkan umatNya keluar dari segala bangsa ke dalam Kerajaan itu, sementara Ia mengakhiri pekerjaan injil. Lagipula, semua isi dari khayal Hosea yang tepat waktunya ini menunjukkan dengan pasti, bahwa pekerjaan pengumpulan besar seluruh dunia itu tidak mungkin mulai sebelum "Jezreel" muncul keluar. Dan siapakah yang dapat secara bijaksana mengira, bahwa Setan akan membiarkan keberhasilan injil jam-kesebelas yang gilang gemilang ini berjalan tanpa sesuatu tantangan untuk menceburkannya dengan kekuatan-kekuatan kegelapannya yang gagah perkasa? Juga janganlah sejenak pun mengira, bahwa YANG MAHA KUASA tidak mengetahui sebelumnya akan keadaan ini sehingga tidak akan mempersiapkan sarana-sarana untuk menghadapinya, yang salah satunya adalah Jezreel nama simbolis, atau nama samaran bagi agen jam-kesebelasNya. Oleh ikhtiar (nama tak terkenal) yang sederhana ini Sorga melucuti musuh yang menentang, mengumpulkan sambutan yang meriah bagi PEMBINA ini (suara Jezreel), dan dengan demikian memungkinkannya untuk mencapai semua pikiran orang yang kacau oleh kepalsuan, dan semua hati yang dikeraskan oleh sangka-sangka yang salah.

Berkat sarana-sarana ini yang menang atas persekongkolan Setan, maka bukan hanya umat pilihan, melainkan bahkan seluruh bumi pun "akan mendengar Jezreel,” oleh sebab itu "besarlah kelak hari Jezreel itu." Hosea 2 : 22 ; 1 : 11. (Sajian yang terinci mengenai nubuatan Hosea dapat diperoleh sesuai permintaan).

Saudara, pada lembaran-lembaran ini kerinduan himbauan Allah kepadamu baharu memperlihatkan hanya sebagian kecil dari pekabaran jam kesebelas itu, yang kini sedang menggema di seluruh Laodikea bagaikan lonceng gereja bercampur sirene kebakaran. Maukah anda bersama-sama dengan Yesaya menyambut "suara Tuhan," lalu dengan tegas mengatakan: "Di sinilah hamba, utuslah hamba!" Yesaya 6 : 8.

Dengan matamu terbuka lebar kepada Firman Allah, telingamu tertutup rapat terhadap kabar-kabar angin, dan hatimu dikosongkan bersih dari prasangka, maka demi jiwamu perhatikanlah panggilan trompet yang berbunyi di sini. Putuskanlah sendiri segera, bahwa karena pekabaran yang lama tentang pehukuman orang-orang mati telah diungguli oleh pekabaran baru mengenai pehukuman orang-orang hidup, maka hanya ada satu pilihan yang bijaksana bagi orang untuk diambil bagi kepentingan dirinya maupun bagi kepentingan orang-orang lain, dan itu akan keluar sepenuhnya secara terbuka sebagai salah seorang pekerja jam kesebelas dari Tuhan, dan dengan demikian memungkinkanNya untuk segera memunculkan anda keluar ke hadapan seluruh dunia. Jika tidak, maka ia itu akan hanya berlangsung sementara, lalu anda tidak akan lagi memperoleh pekabaran apapun yang lain. Janganlah pikiranmu dipengaruhi oleh laporan-laporan dan kabar-kabar angin. Perhatikanlah nasehat berikut ini:

"Ya kiranya Tuhan memimpinmu! Jangan sekali membiarkan kabar angin mendorongmu untuk bertindak." --- Testimonies to Ministers, p. 299.

"Jangan, jangan sekali di pengaruhi oleh laporan-laporan." --- Testimonies, vol. 3, p. 507.

Anda mungkin sudah diberitahu, bahwa tidak ada satupun perkara yang baik dapat keluar dari tempat ini. Demikian itu pula Nathaniel telah diberitahu, bahwa tidak ada satupun perkara yang baik keluar dari Nazareth. Sungguhpun demikian, adalah bijaksana untuk berbuat seperti dia --- yaitu "datang dan melihat,” dan demikian pula anda, akan menjadi "benar-benar seorang Israel, yang tidak memiliki tipu.” Janganlah dipengaruhi oleh laporan-Iaporan yang jahat, kabar-kabar angin, ejekan-ejekan, dan fitnahan-fitnahan. Sebaliknya manfaatkanlah matamu, telingamu, dan pikiranmu dengan jujur. Maka engkau akan gembira seperti dia (Nathaniel), dan betapa gembiranya!

Juga ingatlah selalu, bahwa ada dan akan selalu ada orang-orang yang mengharapkan, bahwa semua bentuk teori milik gereja akan sama sejalan dengan Kebenaran ungkapan Sorga. Ini tidak mungkin. Oleh sebab itu, maka barangsiapa yang ingin menjadi umat Masehi Advent Hari Ketujuh yang setia, hendaklah ia memasukkan ke dalam hati amaran dan nasehat berikut ini :

"..... para pemimpin ini ..... tidak memikirkan kemungkinan, bahwa mereka sendiri belum memahami firman dengan benar. Mereka tidak mau membuka matanya untuk melihat kenyataan, mereka telah salah menginterpretasikan dan mengaplikasikan Firman, dan telah membangun teori-teori yang salah, sambil menyebutkannya doktrin-doktrin iman yang mendasar ..... Bahkan orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh pun berada dalam bahaya karena menutup matanya terhadap kebenaran seperti juga kepada Yesus, sebab ia itu bertentangan dengan sesuatu yang sudah mereka harapkan sebagai kebenaran, tetapi yang oleh Roh Suci diajarkan sebagai bukan kebenaran." --- Testimonies to Ministers, p. 70.

"Hendaklah jangan manusia berpikir, bahwa adalah hak mereka untuk memberikan kepada dunia hanya apa yang dianggapnya sebagai kebenaran, lalu menolak agar apapun jangan diberikan bertentangan dengan pendapat mereka. Itu bukan tugas mereka. Banyak perkara akan tampak mencolok sebagai kebenaran, yang tidak akan diterima oleh orang-orang yang berpikir, bahwa interpretasi-interpretasi Firmannya sendiri adalah selalu benar. Kebanyakan perubahan-perubahan drastis akan harus ditempuh terhadap pendapat-pendapat yang telah diterima oleh sebagian orang sebagai tanpa salah."Testimonies to Ministers, p, 76.

"Tetapi juga diharapkan, bahwa akan ada juga orang-orang yang akan dibujuk oleh Musuh untuk tidak membaca maupun memperbincangkan kebenaran-kebenaran yang belum dikenal. Tetapi pasti selama Allah hidup, Iblis sudah memiliki semua yang sedemikian ini dalam neraka sejak sebelum api dinyalakan di dalamnya. Kami benar-benar berharap kiranya mereka itu mau keluar sekarang selagi masih mungkin. Siswa-siswa yang pandai tidak akan mengadili setiap penuntut kebenaran Alkitab dengan menggunakan teori-teori manusia. Mereka mengadilinya hanya dengan Alkitab saja.

Saudara, "Datanglah dan saksikanlah" sendiri. Baharu kemudian engkau akan menyadari, mengapa Tuhan memberikan tuduhan yang keras berikut ini melawan kita semua orang-orang Laodikea:

"Karena katamu: Aku kaya, dan telah melimpah segala kekayaanku, dan tidak memerlukan apa-apa lagi; padahal tidak engkau mengetahui, bahwa engkaulah orang malang, dan sengsara, dan miskin, dan buta, dan bertelanjang. Aku anjurkan kepadamu supaya membeli kepadaKu emas yang sudah teruji dalam api, supaya engkau dapat menjadi kaya; dan pakaian putih, supaya engkau dapat berpakaian, dan supaya malu ketelanjanganmu itu tidak tampak; dan supaya menggosok matamu dengan salp mata, supaya engkau dapat melihat. Karena seberapa banyak orang yang Kukasihi, Aku tegor dan hajar. Oleh sebab itu, bergairahlah dan bertobat. Tengoklah, Aku berdiri di depan pintu, sambal mengetok; jika seseorang mendengar suaraKu, dan membuka pintu, maka Aku akan masuk kepadanya, dan akan makan bersamanya, dan ia dengan Aku." Wahyu 3 : 17 - 20.

Saudara, kiranya ia itu sepenuhnya dapat disadari, bahwa membuka pintu seseorang kepada Tuhan bukannya berarti membuka telinga seseorang kepada orang-orang yang dipandang bijaksana, yang tidak pernah memeluk kebenaran yang tidak terkenal, tetapi senantiasa menggunakan teori-teori mereka sendiri. Para pengikut Kristus mengambil waktu untuk menyelidiki sendiri bagi dirinya apa yang dikatakan oleh Firman itu sendiri, bukan apa yang dijelaskan oleh musuh-musuh Allah mengenai kata-kata Firman itu. Mereka tahu baik orang muda ataupun orang tua tidak dapat dimaafkan untuk bergantung kepada sesamanya untuk mendapatkan sesuatu pengalaman bagi mereka. Kata malaikat itu: "Terkutuklah orang yang bergantung pada manusia, dan membuat daging menjadi lengannya.”

"Pria, wanita, dan orang muda, Allah meminta kepadamu supaya memiliki keberanian moral, ketekunan dalam rencana, kokoh dan tabah, pikiran-pikiran yang tidak mungkin dapat menerima begitu saja penegasan-penegasan orang lain, melainkan yang akan memeriksa sendiri bagi dirinya sebelum menerima atau menolak, yang akan menyelidiki dan menimbang-nimbang kenyataan, lalu membawanya kepada Tuhan dalam doa.” -- Testimonies, vol. 2, p. 130.

Sewajarnya, umat Allah adalah orang-orang yang tidak takut, yang tulus, dan berterus terang, siswa-siswa yang rajin bukan orang-orang yang bergerak secara otomatis, bukan orang-orang fanatik yang keras kepala, juga bukan peluncur-peluncur dipermukaan saja.

"Betapa banyak orang dalam zaman dunia sekarang ini yang lalai untuk turun jauh ke dalam. Mereka hanya meluncur pada permukaan. Mereka tidak mau berpikir dengan cermat untuk melihat berbagai kesulitan lalu bergumul dengannya, dan tidak mau memeriksa setiap masalah yang penting yang datang ke hadapan mereka dengan penyelidikan yang sepenuh hati dan penuh doa, dan dengan cukup perhatian dan berhati-hati untuk melihat hal yang sebenarnya pada persoalan itu. Mereka membicarakan hal-hal yang mereka tidak sepenuhnya dengan saksama menimbang." --- Testimonies, vol. 4, p. 361.