Di sini, marilah setiap pembaca yang serius berhenti sejenak untuk merenungkan apa yang dikatakan Ilham: Ayat 19 dan 20 menjelaskan, bahwa mereka yang luput dari pembantaian pada ayat 15 dan 16, akan diutus sebagai penginjil-penginjil kepada bangsa-bangsa Kapir, yang belum mengenal Allah. Oleh sebab itu orang-orang yang luput ini (yang sisa) ialah umat yang sisa milik Allah, buah-buah pertama dari penuaianNya, hamba-hambaNya yang tidak memiliki tipu di dalam mulutnya, yaitu 144.000 --- umat pilihan itu. Dan hanya mereka, tidak seorangpun yang lain, demikian Alkitab menyatakan, yang akan menghantarkan semua saudara mereka dari segala bangsa, dalam sebuah bejana yang bersih, ke dalam rumah Tuhan yang sudah suci --- yaitu Gedung PutihNya. Apalagi, bahkan tidak seorangpun yang berpikiran sehat dapat mulai membayangkan kemungkinannya, bahwa dengan setiap sarana perantara yang kurang suci dan hebat dibandingkan suatu dinas pelayanan yang perkasa sedemikian ini --- yaitu orang yang luput dari dosa, dari orang-orang berdosa, dan dari pengadilan --- yang dapat dan akan Tuhan gunakan "menyelesaikan pekerjaan, dan mempersingkatkannya dalam kebenaran" (Rum 9 : 28), sehingga dengan demikian menyelamatkan umatNya dari topan besar yang kini sedang akan pecah menimpa bumi lalu menghantamnya memanjang dan melebar.

Setan mengetahui akan hal ini dengan cemas. Ia tahu masanya sudah singkat dan makin bertambah singkat secara mengerikan. Ia tahu, bahwa dinas pelayanan yang setia ini akan tak lama lagi muncul keluar, dan akan merebut lapangan melawan dia. Ia tahu bahwa ia akan kalah. Oleh sebab itu usahanya yang terutama pada waktu ini adalah untuk menghapuskan mereka itu. Sungguhpun demikian, karena pada akhirnya menemukan bahwa ia tidak mungkin berbuat demikian itu, maka rencananya yang terakhir kelak mendatangkan masa kesusahan besar yang sedemikian itu belum pernah ada (Daniel 12 : 1), dengan harapan untuk membinasakan semua.

Itu adalah suatu metode pembunuhan massal yang sama dengan yang digunakannya dahulu di zaman Phiraun, dimana ia menenggelamkan anak-anak lelaki kecil bangsa Iberani (Keluaran 1 : 22), dengan harapan untuk menyingkirkan Musa; dan kembali di zaman Herodez, dalam kekejamannya ia membantai semua anak kecil "mulai dari dua tahun ke bawah" (Matius 2 : 16), dengan harapan untuk menyingkirkan Kristus. Tetapi sebagaimana Allah telah meluputkan milikNya di waktu itu, maka Ia juga akan meluputkan milikNya di waktu ini: Mikhail, Penghulu besar dan Penyelamat itu akan bangkit berdiri (Daniel 12 : 1) membela semua orang yang bertahan bagiNya, dan yang nama-nama mereka pada akhirnya akan dipertahankan di dalam Buku Kehidupan, Mikhail akan melepaskan mereka itu seeara gilang gemilang. Kedua aspek ini mengenai pertikaian itu – rencana Setan untuk membinasakan umat pilihan Allah, dan rencana Mikhail untuk melepaskan mereka --- mendatangkan "hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu."

Sekalipun terang Kebenaran yang baru diungkapkan yang kini sedang menyinari pokok masalah ini adalah baru bagi kita semua, namun ia itu tentunya bukan baru di dalam Alkitab. Untuk membuat kita tetap berjaga-jaga dan selalu siaga menghadapi ungkapan Kebenaran yang terus berkembang, maka Roh Allah bertahun-tahun lamanya telah memberikan isyarat kepada perhatian kita dalam penegasan-penegasan berikut :

"Kemungkinan-kemungkinan yang indah ada terbuka bagi mereka yang berpegang pada jaminan-jaminan ilahi firman Allah. Ada kebenaran-kebenaran yang gilang-gemilang yang akan datang ke hadapan umat Allah. Berbagai kesempatan istimewa dan kewajiban yang mereka bahkan tidak mencurigai terdapat di dalam Alkitab, akan disajikan secara terbuka ke hadapan mereka. Karena mereka terus mengikuti pada jalan kepatuhan yang sederhana, sambil melaksanakan kehendakNya, maka mereka akan makin banyak mengetahui sabda-sabda Allah." --- Testimonies, vol. 8, p. 322.

"Kita berbicara mengenai pekabaran malaikat yang pertama dan pekabaran malaikat yang kedua, lalu mengira kita telah memperoleh beberapa pengertian mengenai pekabaran malaikat yang ketiga. Tetapi selama kita merasa puas dengan sesuatu pengetahuan yang terbatas, maka kita akan didapati tidak layak untuk memperoleh pandangan-pandangan kebenaran yang lebih jelas." --- Gospel Workers, p. 251.

Masih banyak kebenaran yang berharga yang akan diungkapkan kepada umat dalam masa yang berbahaya dan gelap sekarang ini, tetapi Setan telah bertekad untuk menghalangi terang kebenaran itu bercahaya ke dalam hati manusia . . . .. "Kebenaran-kebenaran yang berharga yang sudah lama tersembunyi akan diungkapkan dalam sesuatu terang yang akan memanifestasikan kelayakan kesucian kebenaran-kebenaran itu; karena Allah akan memuliakan FirmanNya, agar ia itu dapat muncul dalam sesuatu terang dimana kita belum pernah menyaksikannya sebelumnya.” --- Testimonies on Sabbath School Work, p. 62; Councels on Sabbath School Work, p. 25.

" ..... Kita jangan sekali berharap, bahwa apabila Tuhan memiliki terang bagi umatNya, Setan akan berdiri dengan tenang menonton, lalu tidak mengusahakan apapun untuk menghalangi mereka menerimanya. Ia akan mempengaruhi pikiran-pikiran orang untuk menanamkan kecurigaan, iri hati, dan ketidak percayaan. Hendaklah kita berhati-hati supaya kita tidak menolak terang yang dikirim Allah, sebab ia itu tidak datang dalam cara yang memuaskan hati kita. Jangan menolak berkat Allah karena tidak kita ketahui kapan ajal kita. Jika ada orang yang dirinya sendiri tidak melihat dan tidak menyambut terang itu, maka janganlah mereka berdiri menghalangi orang lain. Jangan sampai dikatakan terhadap umat yang sangat disayangi ini seperti akan halnya orang-orang Yahudi dahulu sewaktu kabar baik tentang kerajaan itu dihotbahkan kepada mereka: 'Mereka sendiri tidak masuk, dan orang-orang yang hendak masuk mereka halangi.” --- Testimonies, vol. 5, p. 728.


Kita semua mengetahui, bahwa nubuatan-nubuatan adalah terang Sorga yang menerangi perjalanan kita. Jika kita lalai membuka mata dan hati kita terhadap nubuatan-nubuatan itu pada saat Tuhan menghendaki kita memanfaatkannya setelah Ia membuka gulungan Surat itu, maka bagaimanakah kelak kita melepaskan diri daripada keadaan yang bagaikan buta memimpin buta?

Saudara, demi kepentingan jiwamu, janganlah melewatkan begitu saja persoalan yang menentukan hidup atau mati ini, karena sebagaimana sudah anda saksikan terang yang menyinari masalah ini mengungkapkan kenyataan, bahwa menyusul kelompok dan pekabaran jam-sembilan itu, akan pertama sekali datang suatu tambahan kepada pekabaran itu, kemudian hamba-hamba yang dimeteraikan --- yaitu semua pekabaran susulan mengenai pehukuman orang-orang hidup, dan semua hamba yang berkuasa penuh, orang-orang "yang luput itu", yang akan pergi kepada "segala bangsa," bukan hanya kepada "banyak" bangsa. Jaminan pertama, bahwa akan ada suatu tambahan kepada Pekabaran Malaikat yang Ketiga, telah datang kepada kita dahulu dalam kata-kata berikut ini :

"Aku tampak malaikat-malaikat bergegas-gegas pergi datang di dalam sorga turun ke bumi dan kembali naik ke sorga, bersiap-siap bagi kegenapan sesuatu peristiwa penting. Kemudian aku tampak seorang malaikat perkasa lainnya bertugas turun ke bumi, untuk menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ketiga, dan memberikan kuasa dan tekanan kepada pekabarannya ..... Pekabaran ini tampaknya merupakan suatu tambahan kepada pekabaran yang ketiga, yang bergabung dengannya seperti halnya seruan tengah malam telah bergabung dengan pekabaran malaikat yang kedua dalam tahun 1844. ----- Early Writings, p. 277.

Jadi jelaslah, bahwa itulah hamba-hamba dari jam-kesebelas, dengan pekabaran tambahan, yaitu pekabaran tentang pehukuman orang-orang hidup, yang akan menyelamatkan umat Allah keluar dari Babil. Memang tidak akan pernah, sampai Sidang sendiri terbebas dari semua orang munafik dan berbagai kekejian di dalamnya, lalu dengan demikian menjadi putih dan bersih, baharu dapat Allah secara moral mencurahkan RohNya dalam kuasa Pentakosta atas umatNya, lalu meneriakkan seruan: "Keluarlah daripadanya (perempuan itu), hai umatKu, supaya jangan kamu terbabit dengan segala dosanya dan supaya tidak kamu ikut menerima segala celakanya." Wahyu 18 : 4.

Perhatikanlah, bahwa SUARA yang memanggil umat Allah keluar dari Babil itu jelas mengandung arti, bahwa tidak ada lagi terdapat dosa di tempat SUARA itu. Lagipula, sekiranya orang-orang yang dipanggil keluar itu akan dibawa lagi ke dalam suatu tempat dosa yang lain, untuk menyelamatkan mereka dari bela-bela yang akan menimpa perempuan itu karena dosa-dosanya, maka tidak mungkin ada pembenaran dalam memanggil mereka itu keluar dari Babil. Upah-upah dosa adalah sama saja merusak di segala tempat yang berdosa.

Dari semua injil yang terungkap ini juga terlihat sekarang, bahwa pekabaran mengenai pehukuman orang-orang hidup adalah edisi kabar-kabar gembira yang terakhir dari Sorga bagi umat kesucian, dan kabar-kabar sedih bagi orang-orang berdosa. Sebab itu ia itu akan diberitakan oleh hamba-hamba yang tidak memiliki tipu di mulut, mereka 144.000 itu --- HAMBA-HAMBA DARI JAM KESEBELAS:

Sedemikian jauh, kenyataan itu menunjukkan bahwa panggilan yang terakhir ini datang pada jam yang terakhir dari hari perumpamaan itu, tak lama menjelang pekerjaan injil berakhir. Karena merupakan pekabaran pengampunan yang terakhir bagi dunia, dan juga panggilan yang terakhir bagi hamba-hamba, maka ia itu harus dibawa oleh nabi Eliyah, oleh dia yang muncul tak lama menjelang "hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu." Maleakhi 4 : 5; Matius 17 : 11. Sesuai dengan itu, maka hamba-hamba dari jam kesebelas itu harus dipanggil kepada tugas itu oleh dia dalam masa ia mengumumkan hari Tuhan itu, yaitu hari dimana Tuhan akan memegang kipasNya di dalam tanganNya (Matius 3 : 12; Testimonies, vol. 5, p. 80; Testimonies to Ministers, p. 373) lalu membersihkan "lantaiNya" --- menyingkirkan semua sekam dan membakar semua lalang. Sekali Ia memasukkan gandum ke dalam "lumbung" (Matius 13 : 30), ke dalam sidang KerajaanNya, maka ia itu akan tetap berada di sana tanpa lalang, dan kemudian merupakan "sebuah sidang yang mulia, yang tidak bercacad cela, atau kerutan, ataupun apa saja yang sedemikian ini; melainkan ..... suci tanpa cela." Epesus 5 : 27. Benar-benar merupakan sebuah Gedung Putih milik Allah. (Bacalah Yesaya 52 : 1, Yoel 3 : 17, dan Nahum 1 : 15.)

Dalam sebutan-sebutan perumpamaan yang lain, "hari Tuhan yang besar dan mengerikan" itu ialah dicampakkanNya keluar "ikan" yang jelek lalu dimasukkanNya "ke dalam keranjang- keranjang ikan yang baik." Matius 13 : 47, 48. Itulah hari dimana Ia menempatkan "domba-domba pada sebelah kananNya, tetapi kambing-kambing pada sebelah kiriNya." Matius 25 : 33. Itulah hari pehukuman orang-orang hidup, penyucian kaabah di bumi --- yaitu pekerjaan yang menyucikan sidang dan membuatnya menjadi "putih" (Daniel 12 : 10; Maleakhi 3 : 1 - 3).

Memang, kita umat Masehi Advent Hari Ketujuh sampai sekarang tidak mengetahui dan tidak diajarkan kepada kita aspek-aspek tambahan ini mengenai pehukuman itu, tetapi hanya karena Kebenaran adalah senantiasa sesuai waktunya, maka ia itu senantiasa terungkap sesuai waktu yang terus berjalan. Demikian itulah maka pengetahuan kita akan tahap yang satu dari sesuatu pekabaran akan disusul dengan tahap yang lain pekabaran itu yang diungkapkan Allah. Maka betapa gembira dan betapa ingin kita seharusnya, untuk selalu mengikuti ungkapan Gulungan Suratan sebagaimana kita mengikuti waktu yang terus berjalan. Dan betapa gembira kita seharusnya untuk mengetahui, bahwa Allah tidak meninggalkan kita, melainkan Ia telah kembali "mengunjungi kawanan dombaNya isi rumah Yehuda, dan telah membuat mereka itu menjadi seperti kudaNya yang terlatih dalam peperangan." Zakharia 10 : 3.

Kini Waktu dan Kebenaran itu telah mengunci senjata-senjata dan sedang bergegas-gegas datang bersama-sama, maka kita harus juga cepat berpegang dan terus mengikutinya. Janganlah kita mengulangi kekeliruan-kekeliruan orang-orang Yahudi dan gereja-gereja yang mula-mula, sehingga dengan demikian ditinggalkan. (Counsels on Sabbath School Work, pp. 28 - 30; Testimonies, vol. 5, p. 728).

Sebutan-sebutan memeriksa, menyucikan, membersihkan, menumpas, membuang, mengadili, menuai, dan memisahkan, dan sebagainya, pada waktu ini terlihat merupakan kata-kata yang secara umum sama artinya, karena semuanya itu menunjuk kepada satu peristiwa --- yaitu kedatangan Tuhan ke "kaabahnya" (sidang) untuk membersihkan umat kesucianNya yang hidup. Pekerjaan ini telah dilukiskanNya dengan berbagai cara: pertama, sebagai memisahkan lalang-lalang dari antara gandum (Matius 13 : 30); berikutnya, sebagai memisahkan ikan yang jelek dari antara ikan yang baik (Matius 13 : 48); kemudian, sebagai memisahkan domba dari antara kambing-kambing (Matius 25 : 32); dan lagi, sebagai membuang keluar orang-orang yang lalai mengenakan pakaian kawin (Matius 22 : 12, 13); dan terakhir, sebagai mengusir dari ruangan tamu (sidang) orang-orang yang lalai melipatgandakan talenta-talenta yang diberikan kepada mereka (Matius 25 : 28 - 30). Pekerjaan pengadilan yang dilukiskan dengan berbagai cara ini (konsep pengawasan dalam perumpamaan-perumpamaan Kristus mengenai Kerajaan), oleh Tuhan dipersamakan dengan suatu "api pemurni," dengan "sabun pemutih," dan dengan sesuatu "pemurni perak." Maleakhi 3 : 2, 3.

Demikianlah jelas terlihat, bahwa "penuaian" rohani itu adalah benar-benar sama seperti penuaian alamiah --- keduanya memisahkan biji-biji gandumnya daripada lalang-lalang dan sekam, yang baik daripada yang jelek. Dalam kata-kata Daniel, itu adalah "pehukuman," atau masa sewaktu "Kaabah kesucian itu" akan "disucikan" (Daniel 3 : 14); dalam kata-kata Rasul Paulus, itu adalah "pehukuman ..... pada isi rumah Allah" (1 Petrus 4 : 17); dalam kata-kata Yahya Pewahyu, itu adalah "jam pehukumanNya" (Wahyu 14 : 7); dan dalam kata-kata nabi Maleakhi, itu adalah "hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu" (Maleakhi 4 : 5); "Tuhan .... secara tiba-tiba datang ke kaabahNya" (sidangNya) untuk memurnikan bagaikan dengan "api" untuk mencuci bagaikan dengan "sabun pemutih," dan untuk "membersihkan ..... bagaikan emas dan perak" "bani Lewi itu" (Maleakhi 3 : 1 - 3) --- imam-imam dari Kaabah kesucian selama jam sebelas itu.

Dengan lebih dari dua milyar mahluk hidup yang sudah masak atau sedang masak di dalam ladang penuaian yang luas, dapatlah kita bayangkan betapa luasnya penuaian itu. Tuhan sendiri mengakui: "Penuaian benar-benar melimpah, tetapi para pekerjanya sedikit.” Matius 9 : 37. Sungguhpun demikian yang sangat mengerikan adalah akibat-akibatnya bagi lalang-lalang dan sekam, apabila kelak mereka itu menyadari akan kehilangan dirinya dari penuaian itu, lalu dalam keadaan gempar mereka akan menangis sambil mengatakan: "Penuaian sudah berlalu, musim panas sudah berakhir, tetapi kami belum juga selamat !" Yeremiah 8 : 20.