Demikianlah dengan tambahan bukti demi bukti, maka Injil secara menyeluruh menunjukkan penuaian itu sebagai pehukuman orang-orang hidup, yaitu pengumpulan "gandum" oleh Tuhan, sebagai Pemiliknya, dari antara semua bangsa, dan dibinasakanNya lalang-lalang dan sekam. Oleh sebab itu, maka penuaian itu adalah benar-benar "akhir dunia ini." Itulah masa dimana Tuhan duduk "pada tahta kemuliaanNya" (sidang yang sudah dibersihkan --- Matius 25 : 31; Yesaya 62 : 1 - 3; 66 : 18, 19). ltulah pemisahannya terhadap domba-domba daripada kambing-kambing --- yaitu pekerjaan yang menghantarkan dunia yang penuh dosa ini kepada ajalnya.

Tetapi, janganlah kita lupa, bahwa ada seorang musuh yang telah bertekad untuk tetap mempertahankan umat Allah dalam kegelapan, dalam kebodohan terhadap Kebenaran yang sudah sampai waktunya. (Lihat Testimonies, vol. 5, pp. 709, 728). Bahkan kegelapan apakah yang lebih merusak lagi, yang dapat diusahakannya untuk mempertahankan mereka itu di dalamnya daripada dalam kebodohan terhadap apa yang Allah kehendaki dari mereka untuk mengetahui sementara pehukuman mereka itu masih tertunda, selagi mereka masih ditimbang pada neraca-neraca dari Kaabah kesucian ? Mutlak tidak ada lagi.

Dengan sendirinya dapatlah diharapkan bahwa kini, lebih daripada yang lalu, kita semua akan menghadapi tantangan yang terkejam. Yang terkenal sebagai orang-orang besar, yang hampir sama sekali tidak memiliki satupun cahaya terang Ilahi, akan terburu-buru menyebarkan kekacauan dimana-mana, sambil bertindak bagaikan orang-orang gila. Ini akan mereka lakukan dengan cara menimbulkan sangka-sangka jahat, oleh meninggikan teori-teori yang tak berdasar, oleh menyusun dan menyebarkan kepalsuan, oleh melemparkan olok-olokan dan penghinaan, oleh menyebarkan isu-isu dan kabar-kabar angin, dan oleh ikut dalam pembunuhan tabiat. Tetapi tidak satupun dari semuanya ini akan berhasil mempengaruhi orang-orang yang benteng pertahanannya adalah Tuhan, dan yang mematuhi petunjuk ilham yang berharga dan tak ternilai dalam tulisan-tulisan berikut :

"..... Jangan menjadi orang yang tidak percaya. Makin banyak engkau didesak, disalah fahami, difitnah, dijelekkan, makin engkau memperoleh bukti bahwa engkau sedang melakukan sesuatu pekerjaan bagi Majikan, dan makin erat engkau harus bersandar kepada Juruselamatmu.” --- Testimonies, vol. 8, p. 130.

"Semua orang yang pada hari yang jahat itu hendak berbakti kepada Allah dengan setia sesuai dengan suara hati nurani, akan memerlukan keberanian, ketekunan, dan suatu pengetahuan akan Allah dan firmanNya; karena orang-orang yang berlaku benar kepada Allah akan dianiaya, semua alasan pikirannya akan diragukan, usaha-usaha mereka yang terbaik akan disalahtafsirkan, dan nama-nama mereka akan dibuang keluar sebagai orang jahat." --- Gospel Workers, p. 264.

"'Amarah manusia akan memujiMu,' demikian kata Pemazmur; 'amarah yang sisa akan Engkau kendalikan.’ Allah maksudkan, bahwa kebenaran yang teruji akan dibawa ke depan, lalu menjadi suatu pokok penyelidikan dan pembicaraan, sekalipun jika ia itu akan melewati penghinaan dan kecelaan yang dilontarkan atasnya. Pikiran orang banyak harus digerakkan. Setiap pertentangan, setiap celaan, setiap fitnahan, akan merupakan cara-cara bagi Allah untuk menghasut penyelidikan, dan untuk membangunkan pikiran-pikiran yang sebaliknya hendak tidur." --- Testimonies, vol. 5, p. 453.

Segala perkara yang dapat dilakukan melawan pekabaran Allah bagi zaman ini, akan dilakukan dengan dendam yang bahkan lebih besar daripada yang dimanifestasikan melawan pekabaran Sorga di zaman kedatangan Kristus yang pertama, karena Iblis mengetahui, bahwa jika ia kalah sekarang, maka ia akan kalah untuk selama-lamanya --- sehingga ia tidak akan memperoleh kesempatan lagi yang lain. Oleh sebab itu, keadaan pada waktu ini adalah sangat mendesak agar setiap anggota sidang dari jam kesebelas secepatnya dan dengan teguh memperkuat dirinya melawan usaha Musuh untuk mengirimkan sebuah pukulan yang mematikan kepadanya. Kita juga harus waspada untuk menyadari bahwa pukulan itu akan datang secara mengejutkan dari musuh-musuh yang tidak dicurigai --- dari rekan-rekan penginjil yang sama, yang tidak kurang setianya daripada para imam di zaman Kristus. Lagipula, adalah terutama supaya diwaspadai, bahwa Musuh itu akan menggunakan setiap sarana yang mungkin untuk menghalangi Tuhan mengeluarkan 144.000 hamba-hamba buah pertamaNya itu yang kini masih tersembunyi, yaitu mereka yang akan pergi mengumpulkan buah-buah kedua (Wahyu 7 : 9). Musuh itu akan mencoba apa saja yang mungkin untuk mengacau, untuk menggelapkan, dan untuk menudungi Kebenaran, terutama mengenai masalah 144.000 itu.

Seratus empat puluh empat ribu "hamba-hamba Allah" ini, karena merupakan hasil yang pertama dari penuaian, maka disebut "buah-buah pertama." Dan karena semua mereka itu "berasal dari semua suku bangsa bani Israel" (Wahyu 7 : 4), maka mereka tak dapat tiada akan dituai dari Israel zaman ini --- dari Sidang sendiri. Sedangkan rombongan besar itu yang tidak seorang pun dapat menghitungnya akan dikumpulkan berikutnya dari "semua bangsa" (Wahyu 7 : 9) yang pada waktu itu diperintah oleh perempuan sundal, Babil yang Besar itu. Pemerintahannya secara simbolis diperlihatkan oleh bagaimana ia menunggangi (memerintah) binatang yang merah kirmizi itu --- lambang yang berikutnya dan terakhir dari dunia ini (Wahyu 17; 18 : 1 - 4). Orang-orang yang dipanggil keluar ini tak salah lagi adalah buah-buah kedua itu; karena hukum mengenai angka adalah, bahwa karena ada sesuatu yang pertama, maka tak dapat tiada harus menyusul sesuatu yang kedua.

Dengan demikian, oleh perantaraan 144.000 hamba-hamba buah pertama itu, yaitu dinas kependetaan jam kesebelas, maka Roh Allah akan membuat Pekabaran-Pekabaran Tiga Malaikat itu berkembang menjadi suatu Seruan Keras selama masa penuaian, lalu akan "memasukkan ke dalam lumbung berkas-berkas ikatan yang baik dari ladang-ladang dosa" dari semua bangsa-bangsa --- rombongan besar buah-buah kedua itu yang belum pernah mendengar akan kemasyuran nama Allah dan belum pernah melihat kemuliaanNya (Yesaya 66 : 19, 20). Alangkah besar mulianya kesempatan itu, Saudara-Saudariku! Bukankah orang yang karena alasan apa saja ingin memperolokkannya itu pantas untuk mati sebagai pengemis ?

Dengan lengkapnya pekabaran pehukuman itu selama jam kesebelas, maka malaikat-malaikat akan memisahkan umat Allah daripada orang-orang dunia. Maka tepat sesuai dengan ini, Ilham dahulu menyatakan :

"Aku kemudian melihat malaikat yang ketiga itu. Kata malaikat pengiringku: 'Mengerikan pekerjaannya. Menakutkan sekali misinya. Ialah malaikat yang akan memilih gandum daripada lalang, lalu memeteraikan, atau mengikat gandum itu bagi lumbung sorga. Semua perkara ini hendaknya memikat seluruh pikiran, bahkan seluruh perhatian.’” ---  Early Writings, p. 118.

Dengan sendirinya, semua orang yang menyambut panggilan Roh pada waktu ini, pada jam yang terakhir ini, akan benar-benar sadar, bahwa mereka tidak lagi mempunyai cukup waktu untuk disia-siakan untuk mendapatkan dan mengeluarkan dan menghabiskan tenaga mereka; tidak ada lagi waktu untuk disia-siakan untuk apa saja. Satu-satunya tujuan mereka kelak ialah menyelesaikan tugas yang dibebankan kepadanya oleh D I A Yang memanggil mereka untuk pergi bekerja di dalam kebun anggurNya. Mereka akan sepenuhnya sadar, bahwa ada sebuah kota yang disediakan baginya, sebuah kota yang pembangun dan pembuatnya adalah Allah, dan bahwa tak lama lagi, di dalam kota itu, kehadiran mereka seluruhnya akan berdebar-debar hatinya oleh tempik sorak kemenangan yang berbunyi :

"Allah yang maha kuasa, yaitu Tuhan, telah berbicara, dan memanggil bumi semenjak dari matahari terbit sampai kepada matahari masuk. Dari dalam Sion, kesempurnaan keelokan itu, bersinarlah Allah dengan kemuliaanNya. Allah kita akan datang, dan tidak akan berdiam diri ; suatu api akan menelan habis di hadapanNya, dan ia itu akan sangat bergelora sekelilingNya. Ia akan berseru kepada segala langit dari atas, dan kepada bumi, agar Ia dapat mengadili umatNya. Himpunkanlah semua umat kesucianKu bersama-sama kepadaKu; mereka yang telah membuat suatu janji dengan Aku dengan korban. Maka segala langit akan menyatakan kebenaranNya; karena Allah sendiri adalah hakim. Selah." Mazmur 50 : 1 - 6.

"Besarlah Tuhan, dan sangat terpuji di dalam kota Allah kita, di gunung kesucianNya. Kesukaan dari seluruh bumi ialah Gunung Sion, pada sisi-sisi utaranya terdapat kota dari Raja yang besar. Allah adalah terkenal di dalam istana-istana Sion sebagai sebuah tempat berlindung. Karena tengoklah raja-raja berhimpun, mereka bersama-sama berjalan lalu. Mereka menyaksikannya, dan itulah sebabnya mereka tercengang; mereka gemetar, lalu tergesa-gesa pergi. Ketakutan mencekam mereka di sana, lalu sakit, bagaikan wanita yang kesakitan hendak beranak. Engkau memecahkan kapal-kapal Tarshish dengan suatu angin timur. Sebagaimana yang sudah kami dengar, demikian itulah yang sudah kami saksikan di dalam kota Tuhan serwa sekalian alam, di dalam kota dari Allah kita ; Allah akan mendirikannya untuk selama-lamanya. Selah.

"Terkenanglah kami akan kasih sayangMu, Ya Allah, di tengah-tengah kaabahMu. Sesuai namaMu, Ya Allah, demikian itu pula kepujianMU sampai kepada segala ujung bumi; tangan kananMu penuh dengan kebenaran. Hendaklah Gunung Sion bersukacita, hendaklah semua puteri Yehuda bergembira, karena sebab segala keadilanMu. Berjalanlah mengelilingi Sion, dan pergilah memutarinya; ceriterakanlah kepada semua menaranya. Tandailah baik-baik olehmu akan benteng-benteng pertahanannya, pikirkanlah istana-istananya; supaya dapat engkau menceriterakannya kepada generasi yang berikut. Karena inilah, Allah menjadi Allah kita sampai selama-lamanya; Ia akan menjadi pembimbing kita sampai kepada mati." Mazmur 48.

Karena masa dan injil sudah berada pada jamnya yang terakhir, dan pekerjaan dengan sendirinya merupakan bidang yang amat luas dan penting, tetapi singkat sekali waktunya, maka Allah telah mengilhami manusia untuk mencipta dan membangun berbagai macam alat dan mesin penghemat waktu dan tenaga, yang bekerja secara ajaib, yang menguasai bumi --- yaitu keajaiban-keajaiban yang sudah akan membingungkan imajinasi dan menurunkan kepercayaan generasi-generasi yang terdahulu, meskipun abad-abad sebelumnya itu "Dia yang tinggi dan maha tinggi yang mendiami kekekalan" (Yesaya 57 : 15) menyatakan: "Tetapi akan dikau, hai Daniel, tutuplah semua perkataan itu dan meteraikanlah kitab itu, bahkan sampai kepada akhir zaman; banyak orang akan berlarian pergi datang, dan pengetahuan akan dipertambahkan." Daniel 12 : 4.

Kenyataan bahwa perumpamaan ini mengenai Kerajaan itu kini untuk pertama kalinya semenjak dari Kristus mengucapkannya telah sepenuhnya terbuka kepada semua, maka ini terbukti dengan sendirinya, bahwa pukulan jam kesebelas itu sudah hampir dapat didengar bahkan sampai kepada seluruh empat penjuru bumi. Peristiwa ini akan memberi pertanda mengenai kenyataan besar, bahwa kelompok hamba-hambaNya yang terakhir itu akan "muncul keluar" ke seluruh bumi. Alangkah mulianya kemunculan mereka itu !

Bagaimanakah Kebenaran ini menemukan orang-orang Laodikea, yang terakhir dari "tujuh sidang" itu, dimana gandum dan lalang sudah bercampur, domba dan kambing berada bersama-sama, dan ikan yang baik dan ikan yang jelek bercampur bersama-sama? Celaka, dalam sikap yang santai, sambil merasa dirinya kaya dan tidak memerlukan apa-apa lagi, pada hal dalam kebenaran yang tragis Tuhan menyatakan dengan tegas, bahwa mereka adalah “tidak terkasihan, dan sengsara, dan miskin dan buta, dan bertelanjang" --- kekurangan dalam segala perkara; tetapi pun tidak menyadari akan bahaya kemelaratan mereka (Wahyu 3 : 14 - 18). Mereka bahkan juga melarat akan pengetahuan, bahwa pehukuman orang-orang hidup, bukan pehukuman orang-orang mati, adalah merupakan pekabaran yang terakhir, dan bahwa hanya orang-orang yang memberi telinganya kepada panggilan jam kesebelas yang akan diluputkan pada pemisahan (yang akan datang), dan akan membentuk kelompok hamba-hamba yang terakhir dengan pekabaran yang terakhir. Betapa butanya kita semua umat Laodikea sampai kepada hari ini. Alangkah telitinya, diagnosa Tuhan. Betapa bahayanya kondisi ini. Oleh sebab itu, hendaklah kita semua segera dengan lebih bersungguh-sungguh menanyakan kepada diri sendiri pertanyaan penting berikut ini :

Apabila pada akhirnya pehukuman (pengadilan) itu beralih dari orang-orang yang sudah mati kepada orang-orang hidup, dengan demikian mengakhiri tahap permulaan dari Pekabaran  Malaikat Yang Pertama (pehukuman orang-orang mati), maka Kebenaran pada waktunya apakah yang kemudian harus dimiliki oleh sidang bagi dirinya dan bagi dunia? Apa, memang, jika ia tidak menyambut dan mempraktekkan sekarang pekabaran dari Kebenaran sekarang yang sesungguhnya, tahap terakhir dari Pekabaran Malaikat Yang Pertama itu, yang akan segera memberitahukan kedatangan pehukuman atas orang-orang hidup secara diam-diam, dan yang sedang mengetuk pada setiap pintu hati?

Menyedihkan, orang-orang yang kini lalai mengisi botol-botol lampu mereka (Matius 25 : 1 - 4) dengan minyak tambahan (kebenaran tambahan --- kebenaran tentang pehukuman orang-orang hidup) yang mengalir keluar dari mangkok keemasan (Zakharia 4), pada akhirnya akan menyaksikan lampu-lampu mereka berkelip-kelip lalu mati untuk selama-lamanya bagaikan sebuah lilin yang mencair. Oh betapa gemparnya mereka kelak mencarikan minyak keemasan yang mahal itu! Bahkan dengan kerinduan yang lebih besar tak terbatas daripada emas dan prestise yang mereka kejar di waktu ini. Tetapi sayang, kelak seperti Esau, sungguhpun mencarinya "dengan saksama dan dengan air mata," mereka kelak ''tidak akan menemukan tempat bagi pertobatan" : mereka terlambat membeli minyaknya. Pintu sudah tertutup sewaktu  mereka sampai di sana. Dan setelah berulang kali mengetok dengan pikiran yang kalut, datanglah jawahan yang mengerikan: "Aku tidak pernah mengenal kamu." Matius 7 : 23. Kemudian berlalulah penuaian buah-buah pertama, buah-buah itu dimasukkan ke dalam lumbung, dan lalang-lalang dibiarkan di luar untuk dibinasakan, di sanalah dalam kesedihan yang dalam mereka meratap dan menggeretak gigi sambil mengatakan: "Penuaian sudah berlalu, musim panas sudah berakhir, tetapi kami belum juga selamat.” Yeremiah 8 : 20.

"Masa Pehukuman itu adalah suatu periode yang sangat serius, pada waktu itulah Tuhan mengumpulkan semua milikNya dari antara lalang-lalang. Mereka yang telah merupakan anggota-anggota dari keluarga yang sama akan dipisahkan. Suatu tanda akan ditempatkan pada orang-orang yang benar.” ---- Testimonies to Ministers, p. 234.

"..... Butir logam yang murni dan sanga tidak akan lagi bercampur.” ----- Testimonies to Ministers, p. 236.

"..... Sidang akan diberi makan manna dari langit, dan akan dipelihara dibawah pengawasan tunggal dari rahmatNya. Dengan mengenakan kelengkapan senjata terang dan pembenaran, ia akan memasuki peperangannya yang terakhir. Sanga sebagai bahan yang tak berguna itu akan dihancurkan, dan pengaruh dari kebenaran akan membuktikan kepada dunia sifatnya yang menyucikan dan memuliakan itu ..... “ ----- Testimonies to Ministers, pp. 17, 18.