Tidak Mungkin Untuk Menyucikan
Sesuatu Sabat Planet


 

Kenyataannya bahwa bulan menempuh lebih lama daripada 28 hari untuk melengkapi perputarannya mengelilingi bumi, maka sekiranya kita membuat patokan hari-hari ketujuh, keempat belas, kedua puluh satu, kedua puluh delapan, bagi peringatan Sabat sesuai yang dianjurkan oleh buku kecil yang keliru judulnya itu, maka kita tidak akan dapat menyesuaikan diri dengan bulan bagaimana pun juga, karena bulan yang dikendalikan oleh peredaran bulan itu (lunar month) sesungguhnya bukan hanya 28 hari, melainkan adalah kira-kira 29,5 hari.

Suatu sabat pengendalikan bulan (lunar sabbath) perlu harus serasi baik dengan waktu bulan maupun dengan waktu matahari (lunar and solar time). Tetapi suatu bulan sabat (a sabbatical month; yang terdiri dari 28 hari) jatuh 1,5 hari lebih pendek daripada suatu bulan yang dikendalikan oleh bulan (lunar month, yang jumlah harinya 29,5); dan suatu tahun sabat (a sabbatical: year, 12 x 4 = 48 minggu ; 48 x 7=336 harj) jatuh 18 hari lebih pendek daripada suatu tahun pengendalian bulan (lunar year, 354 hari) dan 29 hari lebih pendek daripada sesuatu tahun matahari yang jumlah harinya 365. Oleh sebab itu pada akhir dari setiap tahun sabat (sabbatical year), maka untuk menyesuaikan waktu dengan siklus mingguan, maupun dengan rotasi perputaran bumi dan perputaran bulan, pemelihara sabat pengendalian bulan (lunar Sabbath keeper) sudah harus mendiamkan bumi selama 29 hari dan bulan selama 18 hari.

Analisa ini mengukuhkan kenyataan, bahwa siklus mingguan tidak mungkin dapat dikendalikan oleh gerakan bulan atau pun gerakan matahari, melainkan hanya dikendalikan oleh kuasa Allah, yang telah melahirkan hari pertama kejadian itu, yaitu tiga hari sebelum adanya matahari mau pun bulan. Dan demikian itulah, sebagaimana kembali kepada kita diperlihatkan, bahwa Sabat ialah suatu peringatan, bukan terhadap matahari atau pun bulan, melainkan terhadap kejadian bumi.

Adalah diyakini di dalam pikiran setiap orang bahwa sidang-sidang Yahudi dan Rasul-Rasul di zaman Kristus telah memeliharakan hari Sabat yang benar, dan bahwa semangat yang dimiliki oleh Kaizar Romawi, Constantine, terhadap iman Kristen di waktu itu mutlak sudah melarangnya menghapuskan kalender penanggalan Kristen dan menetapkan sesuatu kalender yang lain yang akan menghapuskan Sabat kejadian maupun peringatan mereka terhadap kebangkitan Yesus.

Sesungguhnya tidak ada seorang pun yang berpikir bahwa sekiranya ia telah berbuat sesuatu perkara pelanggaran iman yang sedemikian itu, orang-orang Kristen mau menghormati dia sedemikian tingginya sehingga menyebutnya seorang suci lalu menetapkan tanggal dua puluh Mei sebagai hari perayaan baginya, yang masih dirayakan sebagian orang sampai kepada hari ini. (Bacalah Twentieth Century Cyclopaedia, vol. 3, p. 13)

Memang, orang-orang kristen sudah berbuat banyak perbuatan-perbuatan pelanggaran kesucian yang dilakukannya sehingga tidak ada kemungkinan yang dapat menyembunyikan perbuatan durhaka itu dari mata sejarah yang terus mengamati. Namun sesuatu masukan yang sedemikian ini tidak ditemukan di dalam