SUATU KEBANJIRAN BUKU – BUKU AGAMA


 

Pertanyaan :


Suatu banjir buku-buku yang beraneka ragam dan saling bertentangan sedang mendatangi saya, maka saya tidak tahu apa yang harus dilakukan terhadap sekaliannya itu, karena yang sepotong berusaha mengindoktrinasi saya pada jalan yang satu, dan
potongan yang lainnya pada jalan yang bertentangan, dan potongan-potongan yang lain lagi pada jalan-jalan lain lagi, yang akibatnya apabila saya mencoba pada waktu yang sama mengikuti semua jaIan yang dianjurkan atau diperintahkan itu, saya akan menjadi bingung sendiri. Harapan apakah yang ada untuk menemukan jalan seseorang melalui ajaran-ajaran yang simpang siur sedemikian ini? Pada satu pihak, saya takut jika saya menyelidiki sekaliannya itu, ia itu bahkan dapat mengalihkan penglihatan saya dari kebenaran yang kini saya miliki; dan di lain pihak, saya takut bahwa jika tidak saya menyelidikinya, saya mungkin akan menolak beberapa kebenaran sekarang yang berharga, sehingga dengan demikian kehilangan hidup yang kekal.

Pada pikiran saya, bukti nyata adanya terdapat begitu banyak angin ajaran yang bertiup, memanifestasikan kenyataan bahwa Tuhan tak dapat tiada: mempunyai sesuatu pekabaran di dalam negeri, dan bahwa banjir besar buku-buku agama yang membanjiri dunia agama sekarang sedang dicurahkan dalam usaha yang nekad untuk menenggelamkan suara pekabaran Tuhan bagi waktu ini.

Oleh sebab itu, karena anda tampaknya memiliki dasar-dasar Alkitab bagi semua pendirianmu yang lebih baik daripada orang-orang lainnya, dan karena anda juga niemiliki pengakuan Alkitab tunggal (Mikha 9 : 6) untuk mendengarkan pekabaran anda, maka saya memberanikan diri datang kepada anda dengan harapan bahwa suara dari Tongkat itu akan dapat memimpin saya keluar dari kacaunya suara-suara yang sedang menyerukan "datanglah ke sini" dan "datanglah ke sana."

Pertama-tama mohon bantuan anda menguji bagi saya teori British Israel mengenai kerajaan itu!

 

Jawab:


Si penanya ternyata adalah tepat terhadap alasan banyaknya angin-angin ajaran yang sedang bertiup sekarang ini. Dan
menghadapi kacaunya suara-suara itu, maka ketakutannya untuk mendengarkan sekaliannya itu adalah dapat dimengerti, dan yang membuat lebih terpuji lagi ialah tekadnya menghentikan tanggung jawab penyelidikan pribadinya yang telah diberikan Allah kepadanya:

"Demikianlah firman Tuhan, Berdirilah kamu pada jalan-jalan itu, dan melihat, dan tanyakanlah akan lorong-Iorong yang tua, dimana terdapat jalan yang baik itu, dan berjalanlah di dalamnya, maka engkau akan mehemukan istirahat bagi semua jiwamu.

Tetapi mereka mengatakan, Kami tidak mau berjalan di dalamnya." Yeremia 6: 16. "Kekasihku, janganlah percaya akan setiap roh, melainkan ujilah roh-roh itu apakah sekaliannya itu berasal dari Allah; sebab banyak nabi palsu telah keluar ke dalam dunia." 1 Yahya 4 : 1.

Dengan membuang apa saja ke dalam keranjang sampah, tentunya bukan saja akan terbuang kebenaran yang penting, melainkan juga meremehkan perintah Tuhan seperti terlihat pada ayat-ayat yang baru di kutip di atas.

Lagi pula, bagi setiap pencari kebenaran terjamin janji-Nya bahwa Ia tidak akan membiarkan seorang pun dari mereka tertipu: “Allah tidak pernah menghargai orang yang tidak percaya dan yang selalu mempertanyakan dan ragu-ragu. Apabila Ia berfirman, maka firman-Nya itu akan diakui dan dilaksanakan di dalam perilaku setiap hari. Dan jika hati manusia berada dalam hubungan yang hidup dengan Allah, maka suara yang dating dari atas akan dapat dikenal ………. Orang-orang yang melakukan kehendak Allah akan mengerti ajaran itu apakah Ia itu dari Allah asalnya, karena tidak satu pun kesesatan yang akan menutupi pikiran mereka.” --- Testimonies on Sabbath – School Work, pp. 64, 65.

Dengan berlandaskan janji-janji yang pasti ini, marilah kita sekarang menyelidiki