Siklus Mingguan Adalah Bukan Sesuai
Matahari Maupun Bulan


 


Sabat dimana Tuhan beristirahat itu adalah benar-benar tepat enam hari sesudah saat kejadian dunia dimulai; maka pada hari yang ketujuh la beristirahat (Kejadian 2 : 2). Sungguhpun demikian, sekiranya Ia telah memberkati sesuatu hari yang dikendaIikan oleh bulan, maka Ia sudah akan beristirahat pada hari yang kesepuluh, karena bulan baharu diciptakan pada hari yang keempat dari kejadian bumi. (Bacalah Kejadian 1 : 14 - 19). Namun dengan menyucikan sesuatu Sabat pada hari yang ketujuh semenjak dari kejadian bulan, tidak akan merupakan peringatan terhadap kejadian bumi, melainkan merupakan peringatan terhadap bulan.

Karena mingguan Sabat yang pertama dari kejadian itu adalah tiga hari lebih tua daripada mingguan matahari dan bulan, maka jelaslah bahwa tidak ada satu pun planet-planet pemberi terang itu dapat mengatur minggu kejadian. Sesuatu kekuatan mengatur yang sedemikian ini tak dapat tiada sudah akan mengurangi Waktu dan Kejadian dari tiga harinya yang pertama, sehingga meninggalkan keduanya sebagai sesuatu momok "periode yang hilang."

Kedua paragrap di atas ini selengkapnya melumpuhkan pendapat tentang ketergantungan minggu pada orbit bulanan dari bulan, dan menganjurkan supaya tidak perlu lagi membicarakan masalah itu selanjutnya. Namun bagaimana pun, untuk menjernihkan beberapa titik pertentangan yang lainnya, dan juga untuk menghemat waktu kami kemudian dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan terhadap persoalan ini secara terperinci, maka kami menyampaikan beberapa pandangan tambahan. Dari pandangan-pandangan ini pembaca diminta memikirkan bahwa jika sekiranya sesuatu sabat pengendalian bulan (lunar sabbath) adalah tepat namanya, maka tidakkah sebaiknya diberi nama, bukan sabat dari kejadian, melainkan