Pendapat Yang Didasarkan Pada Kesimpulan, Rumah Yang Didirikan Di Atas Landasan Pasir

 

Pernyataan yang berbunyi : "malam yang sama itu juga la telah dibawa oleh tangan-tangan orang-orang jahat untuk disalibkan dan dibunuh" (The Great Controversy, p. 399), bukan berarti sebagaimana yang disangka sebagian orang, bahwa la telah disalibkan pada malam itu, melainkan itu hanya berarti sama dengan yang dikatakannya, bahwa la telah "diambil" untuk disalibkan. Sesuai dengan itu, maka sungguhpun "diambil pada malam yang sama itu," la dapat saja disalibkan berhari-hari kemudian, jika diperlukan, dan sebagaimana persoalan itu yang sesungguhnya.

Sama halnya, bahwa pernyataan yang berbunyi : "Pada malam yang terakhir ini bersama-sama dengan murid-murid-Nya" (The Desire of Ages, p, 643) itu pun tidak berarti bahwa itu adalah malam yang terakhir sebelum la disalibkan, melainkan itu adalah malam yang terakhir la bersama-sama dengan murid-murid-Nya sebelum kematian-Nya.

Jadwal yang terdapat di dalam buku Tongkat Gembala, Vol. 2, pp. 23 - 25 (Bahasa Inggris) itu bukanlah dimaksudkan untuk menunjukkan waktu yang tepat dari peristiwa-peristiwa sebagaimana yang diinginkan beberapa orang yang dalam kepentingannya sendiri membuatnya demikian itu; melainkan tujuannya hanya untuk memberikan suatu gambaran tentang berapa lama ia itu dapat ditempuh untuk menyelesaikan semua yang harus sudah dapat diselesaikan bagi pesta perayaan itu sekiranya anak domba itu telah disembelih tepat pada saat matahari masuk; sambil menunjukkan ketidak-mungkinan penyelesaian dalam hanya satu hari sekaliannya itu yang dilakukan berkaitan dengan Paskah, penghianatan terhadap diri-Nya, pengadilan, penyaliban, dan penguburan.

Orang-orang yang telah mencoba mencampurkan "jam enam" yang menandai pemeriksaan diri Yesus di dalam gedung pengadilan Pilatus, dengan "jam enam" yang memulaikan kegelapan selagi la bergantung di kayu palang, --- yaitu suatu jangka waktu dua belas jam, --- ke dalam suatu "penjagaan" yang terdiri dari empat jam, mengira kedua kata-kata injil itu adalah sangat cocok dengan pendapat mereka, padahal pada kenyataannya sebagaimana terlihat di sini, semuanya itu sama sekali tidak dapat dicocokkan bagaikan siang dan malam. Namun orang-orang yang sama ini tetap saja senang dalam ketidakmampuan mereka mencocokkan "penangkapan tengah malam" itu dengan waktu sebagaimana tersusun pada jadwal yang disebutkan di atas, yang mana sesuai dengan pengertian mereka, memperlihatkan tiga atau empat jam ketidak-cocokan. Mengapa tidak mereka terapkan "sistem jaga" (watch system) di sini dimana ia itu dapat digunakan ?

Jadwal itu bukan bermaksud untuk menunjukkan "penangkapan tengah malam" itu, melainkan hanya waktu orang-orang Yahudi itu "menahan Yesus" --- sewaktu la dibawa ke hadapan imam-imam dan, khususnya ke hadapan Sanhedrin (Matius 26 : 57). (Lihat bagan, The Shepherd's Rod, Vol. 2,  p. 22) Sedangkan The Desire of Ages, pp. 699, 760, sedang berbicara mengenai saat la ditangkap di kebun (Matius 26 : 50) --- "penangkapan tengah malam" itu.

Jika penangkapan tengah malam, pemeriksaan pengadilan di hadapan Pilatus, penyaliban, dan penguburan Yesus itu, semua terjadi dalam satu hari (hari Jumat), maka bagaimanakah mungkin la telah ditangkap di kebun segera sesudah tengah malam, dari sana digiring secara berturut-turut kepada Annas, kepada Kayafas, kepada Sanhedrin, dan kepada Pilatus, dan tetap masih berada di dalam gedung pengadilan Pilatus kira-kira tengah malam? Ketidakmungkinan yang tegas ini saja seharusnya meyakinkan setiap orang dengan pikiran yang mengerti bahwa peristiwa-peristiwa ini tak dapat tiada harus memakan waktu dua hari dan bahwa setiap argumentasi yang menyokong pendapat bahwa semuanya itu memakan waktu hanya sehari, ia itu bukan bertentangan dengan ungkapan buku Tongkat Gembala, melainkan justru menentang kesaksian-kesaksian dari Markus dan Yahya sebagai saksi-saksi mata dari peristiwa-peristiwa itu.

Catatan-catatan lain yang membingungkan sedemikian ini telah dibuat, namun karena kepada kita telah diberikan pembahasan yang tepat terhadap semua catatan yang utama, maka catatan-catatan kecil kiranya tidak lagi memerlukan komentar kami. Cukuplah untuk dikatakan bahwa pengalaman kami dalam pekerjaan penerbitan injil mengajarkan kepada kami bahwa banyak orang yang telah menghabiskan jam-jam yang tak terhitung banyaknya dari waktunya yang berharga dalam mengacaukan persoalan tentang lambang Yunus itu, mereka hanya menggunakan sedikit waktu dalam mempelajari masalah-masalah yang lebih penting seperti misalnya larangan terhadap interprestasi Alkitab sendiri (2 Petrus 1 : 19, 20); Roh Nubuatan (Wahyu 19 : 10); hari Sabat (Keluaran 20 : 8 - 11); baptisan (Matius 3 : 15 ; Kisah Rasul-Rasul 2 : 38); Kerajaan itu (Yesaya 2 : 2); pembantaian dari Yeheskiel pasal 9; pembayaran perpuluhan (Maleakhi 3 : 10); sekalipun masalah-masalah penting ini memerlukan pelaksanaannya, --- yaitu suatu kewajiban untuk mempraktikkan kebenaran-kebenaran yang diajarkan olehnya, --- sedangkan lambang Yunus itu tidak menuntut apa-apa.

Sesudah orang memperoleh semua pengetahuan yang perlu berkenan dengan lambang Yunus itu, maka ia tidak akan menjadi lebih baik ataupun menjadi lebih buruk sejauh yang berkaitan dengan ke-Kristenannya, tanpa mempertimbangkan waktu yang dihabiskan sekiranya penyimpulan-penyimpulannya terhadap masalah itu keliru.

Namun yang jauh lebih buruk lagi, sekiranya sekelompok orang-orang yang dengan benar memberitakan semua ajaran yang diungkapkan, tetapi tidak sepaham dengan penghotbah-penghotbah lambang Yunus yang bersemangat ini, seperti misalnya mengenai pengertian "perut bumi", maka mereka ini dalam banyak hal bukan saja akan menyangkal persekutuannya dengan saudara-saudaranya, lalu berhenti membantu memberitakan ajaran-ajaran yang lebih penting lagi, tetapi mereka juga akan mejadi sangat terganggu dengan pendapat kesayangannya sehingga pikiran mereka tidak mungkin dapat memahami lebih banyak lagi yang lain.

Justru bagi kelas orang-orang yang sedemikian ini "la menjawab dan mengatakan kepada mereka itu : Suatu generasi yang jahat dan yang tidak setia mencari-cari sesuatu lambang, dan tidak ada lambang apa pun kelak diberikan kepadanya, terkecuali lambing dari nabi Yunus" (Matius 12 : 39), --- dan disinilah mereka mendapatkannya.

Orang-orang Yahudi benar-benar menyaksikan "Lambang" itu, namun karena ketidakpercayaan mereka, maka gagaI memperoleh manfaat daripadanya. Sungguhpun demikian kami berharap, bahwa kegagalan para pengejar lambang di zaman itu akan menjadi suatu amaran bagi para pengejar lambang di zaman ini.

Kini, oleh mempelajari bagan di halaman depan pembaca dapat cepat meringkaskan seluruh permasalahan, lalu dengan demikian memperoleh suatu gambar yang abadi mengenai tonggak-tonggak pelambang yang tetap dari Alkitab mengenai setiap peristiwa, yang menyimpulkan ketidakmungkinan pemeriksaan terhadap diri-Nya di hadapan kedua pengadilan Yahudi dan Romawi, dengan tambahan olok-olokan dan penyaliban-Nya, dalam hanya tiga jam yang singkat --- semenjak dari matahari terbit (jam dua belas) sampai jam tiga.

Dengan perkataan lain, bagan itu menunjukkan bahwa adalah sama sekali tidak mungkin dalam hanya tiga jam yang singkat mendapatkan sedikit-dikitnya satu pemeriksaan di hadapan Sanhedrin, dua pemeriksaan di hadapan Pilatus, dan satu pemeriksaan di hadapan Herodes, sehingga menjadikan seluruhnva tidak kurang daripada empat pemeriksaan, di samping waktu untuk menyalibkan-Nya. Dengan membagi seluruh waktu yang terpakai (tiga jam) dengan seluruh jumlah peristiwa (lima), maka kita menemukan hanya tiga puluh enam menit bagi setiap peristiwa. Namun dengan hanya berjalan dari tempat pengadilan yang satu ke tempat yang lainnya, berikut pengaturan pemeriksaan-pemeriksaan itu saja sudah akan menghabiskan lebih daripada tiga jam.

 

********