Dapatkah Satu Hari Memiliki Dua
Pagi ?


 

Pertanyaan:

Dalam berbicara mengenai Yudas pada waktu pemeriksaan di depan Kayafas, The Desire of Ages, p. 722 mengatakan : "Sambil berhasrat dengan berpegang pada jubah Kayafas, ia memohon kepadanya agar Yesus dilepaskan ……………………………. Kemudian pada hari yang sama itu juga, dalam perjalanan dari gedung Pilatus menuju ke Golgotha, terjadilah gangguan karena teriakan-teriakan dan cemohan-cemohan rombongan orang jahat itu yang menghantarkan Yesus ke tempat penyaliban-Nya."

Di sini The Desire of Ages mengatakan bahwa baik pemeriksaan di hadapan Kayafas maupun pemeriksaan di hadapan Pilatus, juga penyaliban itu, terjadi dalam hari yang sama, sedangkan Tongkat Gembala membuktikan dengan jelas dari Alkitab, bahwa pemeriksaan-pemeriksaan dan penyaliban itu memakan waktu dua hari.

Jadi bagaimanakah The Desire of Ages itu dapat dicocokkan dengan Alkitab?

 

Jawab:

Ingatlah akan kenyataan bahwa Kristus telah diperiksa seluruhnya sebanyak tujuh kali : "dua kali di hadapan iman-iman, dua kali di hadapan Sanhedrin, dua kali di hadapan Pilatus, dan sekali di hadapan Herodes" (The Desire of Ages, p. 760). Dua pemeriksaan yang pertama itu berlangsung sebelum fajar pagi (Yahya 18 : 13, 24), dan pemeriksaan yang ketiga dimulai bersamaan dengan fajar pagi (Matius 26 : 57 ; 27 : 1).

Kini sesuai dengan waktu hari itu, pemeriksaan di hadapan Pilatus datang lebih pagi (selagi masih gelap -- Yahya 18 : 28, 29 ; Yahya 19 : 14) daripada pemeriksaan yang berlangsung di hadapan Sanhedrin (pada pagi hari), namun secara kronologis (yang sesungguhnya) pemeriksaan di hadapan Sanhedrin itu datang lebih dulu, dan pemeriksaan di hadapan Pilatus kemudian. Oleh sebab itu kedua pemeriksaan ini tidak mungkin telah berlangsung pada hari yang sama.

Sebab itu pernyataan yang berbunyi : "hari yang sama itu juga," tidak mungkin menunjuk kepada hari Yesus ditangkap, melainkan kepada suatu hari kemudian, sebagaimana yang dijelaskan sendiri oleh The Desire of Ages sebagai berikut :

"Segera setelah hari siang, maka Sanhedrin kembali berkumpul, dan kembali Yesus dibawa masuk ke dalam ruangan pertemuan." --- The Desire of Ages, p, 714.

"Gubernur Romawi telah dipanggil dari tempat tidurnya secara terburu-buru, lalu ia memutuskan untuk melaksanakan tugasnya secepat mungkin ……….. ia menoleh untuk melihat manusia yang bagaimanakah yang harus diperiksanya, sehingga ia telah dipanggil dari tidurnya pada jam sepagi itu." -- The Desire of Ages, p, 723.

Dari kutipan-kutipan ini terlihat bahwa The Desire of Ages mengakui bahwa peristiwa-peristiwa itu terjadi pada dua pagi yang berbeda, yang satu di hadapan Kayafas, "segera setelah hari siang," dan yang lainnya di hadapan Pilatus, juga "pada jam sepagi itu".

Kemudian juga, dari kenyataan bahwa "jam demi jam berlalu", sebelum "pemeriksaan Sanhedrin itu sampai kepada penutupannya" (Sda. p. 721), menunjukan bahwa pemeriksaan itu berlangsung terus sampai jauh siang.

The Desire of Ages, p. 722 sedang membicarakan keseluruhan jalannya persidangan, bukan dalam tujuh pandangannya, melainkan sebagai suatu kesatuan yang menyeluruh --- satu pemeriksaan pengadilan yang terus menerus. Karena Yudas telah menjadi putus asa setelah melihat, bahwa Yesus dalam setiap pemeriksaan dijatuhi hukuman mati disalib, sehingga dengan demikian ia keluar lalu menggantung dirinya.

Sebab itu The Desire of Ages adalah cocok sempurna dengan Alkitab, namun si penanya telah gagal membaca di antara baris-barisnya.