Catatan Sejarah

 

"Pemakaian minggu adalah diperkenalkan ke dalam Kekaizaran Romawi kira-kira pada abad yang pertama atau kedua dari sejarah Kristen dari Mesir, dan telah diakui lepas dari Kekristenan sebelum Kaizar Constantine mengukuhkannya dengan cara menganjurkan supaya memelihara Sabat Kristen. Dengan orang-orang Mohammedans minggu juga memiliki suatu sifat agama, dan hari Jumat diperingati oleh mereka sebagai suatu Sabat." --- Twentieth Century Cyclopaedia, vol. 8, p. 487.

"Periode tujuh hari itu ..... telah digunakan oleh orang-orang Brahmins di India dengan nama-nama yang sama yang digunakan oleh kita, dan adalah sama ditemui di dalam kalender-kalender orang-orang Yahudi, Mesir, Arab dan Assirians." --- Standard Dictionary, definition "Calender".

"Minggu adalah suatu periode tujuh hari yang tidak memiliki kaitan apa pun dengan gerakan-gerakan di angkasa, --- yaitu suatu keadaan dari mana datang kesatuan bentuknya yang tidak berubah. la itu telah digunakan semenjak dari masa yang tak terhingga di hampir semua negeri timur; dan, karena ia itu tidak membentuk suatu bagian 'aliquot' dari tahun dan juga dari bulan 'lunar', maka orang-orang yang menolak cerita Musa akan rugi mengangkatnya dari suatu asal mula yang tidak memiliki kesamaan kemungkinan yang sedemikian ini, sesuai kata Dalambre." --- Britannica Encyclopedia.

"Kami mohon dengan hormat (sedemikian ini adalah bentuk Kerajaan) agar semua bangsa yang diperintah oleh klemensi dan sikap kami Yang lunak, supaya hendaknya dengan tekun menganut pada agama yang telah diajarkan oleh St. Petrus kepada orang-orang Romawi; yang oleh tradisi yang setia telah dipertahankan; dan yang kini diakui oleh Pontiff Damasus, dan oleh Petrus, Bishop dari Alexandria, yaitu seorang dari kesucian Apostolik. Sesuai dengan tata tertib Rasul-Rasul dan ajaran Injil, hendaklah kita percaya akan tunggalnya keilahian Bapa, Anak, dan Rohulkudus; di bawah suatu keagungan yang sama, dan suatu Trinitas yang saleh. Kami menguasakan pada para pengikut ajaran ini untuk memakai gelar Kristen Katholik; dan sesuai penilaian kami, bahwa semua orang lainnya adalah orang-orang gila yang boros, kami mencap mereka dengan nama Penentang Agama yang bernama buruk; dan menyatakan bahwa pertemuan-pertemuan rahasia mereka tidak akan lagi merampas nama yang terhormat dari gereja-gereja." --- Gibbon's Rome vol. 3, p, 31. (Milman Edition).

Catatan sejarah ini menunjukkan dengan jelas, bahwa periode mingguan yang terdiri darl tujuh hari itu telah berlanjut tanpa putus semenjak dari masa yang tak terhingga, bahwa Romawi tidak menghapus minggu Kristen itu terkecuali mingguan Romawi, dan bahwa minggu yang menggantikannya itu adalah sama dengan mingguan Yahudi, atau mingguan Kristen.

Bahkan penganjur sabat-lunar itu sendiri secara tidak sadar mengakui bahwa Constantine, pada masa pertobatannya menjadi Kristen, telah membuang mingguan delapan-hari itu lalu menerima dan mengukuhkan mingguan tujuh hari --- yaitu minggu kejadian itu : "Ketiga saksi ini (The New International Encyclopedia, Encyclopedia Britsnics, dan Encyclopedia Americana)," demikian kata brosur itu, "menceritakan kepada kita bahwa orang-orang Romawi tidak memiliki tujuh hari pada minggu mereka, juga tidak memiliki nama-nama astrologinya, sampai kepede zaman Constantine, tetapi bahwa sampai kepada waktu itu mereka memiliki delapan hari." --- The Sabbath of Creation, p. 24.

Walaupun bangsa-bangsa di waktu ini tidak mengikuti kalender bulanan Alkitab, sehingga sekali-kali tidak merubah kenyataan bahwa siklus mingguan yang asli belum pernah berubah. Dan karena ia itu adalah keseluruhannya lepas dari kalender-kalender matahari maupun bulan, maka sekiranya Allah tidak mempertahankannya secara utuh sepanjang zaman, maka umat kesucian di waktu ini dalam "masa pengembalian segala perkara" sekarang ini, akan menemukan banyak kesulitan untuk mengembalikannya dan untuk menunjang tinggi keutuhannya. Demikianlah terlihat dari setiap ujian yang diberikan terhadapnya, bahwa suatu sabat pengendalian bulan yang sedemikian ini adalah tidak berlandaskan Alkitab dan juga tidak berdasarkan sejarah; maka makin dekat ia itu dibawa kepada terang, makin jelaslah terlihat