Brosur Itu Mengatakan :

 

"Benar, seluruh dunia Kristen, terkecuali beberapa pemelihara hari Sabtu, memeliharakan suatu hari Matahari kekapiran. Namun para pemelihara hari Sabtu pun memelihara dan menghormati suatu hari asal kekapiran --- yaitu hari Saturnus. Semua hari-hari ini, berikut sistem nama-namanya datang kepada orang-orang Gerika dan orang-orang Romawi, kemudian tersebar ke seluruh dunia dari Mesir, dimana Julius Caesar memperoleh kalendernya yang terdiri dari 365 hari untuk tahun itu, tetapi menambahkan seperempat hari baginya setiap tahun. Keduanya adalah salah.

"Hari yang pertama bagi orang-orang Mesir dari minggu mereka ialah hari Saturnus (Saturday = hari Sabtu) dan hari-bulan (Monday = hari Senin) ialah hari ketujuh mereka. Mereka memiliki tujuh hari bagi minggu mereka. Tetapi orang-orang Romawi, pada waktu ini dan sampai kepada zaman Constantine, mereka memiliki delapan hari untuk minggu mereka. (Bacalah New International Encyclopedia, Vol. 23, p. 436, sebagai bukti.) Sebab itu, hari Sabtu (Saturday) sebagaimana halnya hari Minggu (Sunday), adalah asal manusia dan kekapiran, dan bukan berasal dari Allah. Tetapi setelah orang-orang Romawi secara resmi mengakui minggu yang bertujuh hari itu (the seven-day week) dari Mesir (dimana Julius juga telah memperoleh 365 harinya untuk tahun itu, sekalipun dengan menambahkan suatu ekstra seperempat hari bagi setiap tahun). Semenjak dari zaman Constantine, tahun 321 T.M. sampai kepada zaman Theodorius the Great, yaitu kira-kira 75 tahun kemudian, orang-orang Romawi merubah nama-nama hari kepunyaan orang-orang Mesir itu dengan cara membuat hari Minggu (hari pertengahan-minggu kepunyaan Mesir) menjadi yang pertama dari minggu kalender mereka sendiri. Dengan demikian hari Matahari itu telah dibuat untuk mengepalai minggu itu, sama seperti Julius Caesar telah membuat January (dari Janus, dewa Matahari) menjadi bapa dari tahun. Dan Saturday (hari Sabtu) telah dibuat menjadi Hari yang Ketujuh dari minggu kalender mereka, dan kalender ini kemudian telah dipaksakan oleh gereja Katholik dari kekuasan yang sama itu kepada seluruh dunia, lalu diperingati oleh seluruh dunia Kristen sampai kepada hari lni. Kenyataan inilah yang telah mendatangkan dari Allah Pekabaran Malaikat Yang Ketiga itu untuk memanggil keluar umat-Nya meninggalkan pengabdian yang sedemikian ini kepada Romawi dengan ancaman hukuman penderitaan di bawah tujuh bela yang terakhir itu, apabila mereka tidak berbalik daripada pengabdian Romawi itu kepada pengabdian-Nya dalam memeliharakan hari Sabat …………..

"Keluaran 12 : 1, 2 : "'Maka firman Tuhan kepada Musa dan Harun di Mesir, bunyinya : Bulan ini akan menjadi bagimu permulaan dari segala bulan: ia akan menjadi bulan (moon) yang pertama dari tahun bagimu." Bulan (moon) telah diciptakan untuk mengukur bulan-bulan (months). Bandingkanlah 1 Samuel 20, ayat 5, 18, 24, 27, 34. Dan juga untuk menandai musim-musim (Kejadian 1 : 14 dan Mazmur 104 : 19). Bulan dan matahari dan bintang-bintang adalah merupakan kalender Allah di dalam langit agar semua orang dapat melihat dan menandai waktu-waktu Allah bersama-sama dengan bumi …………………………...

“Oleh sebab itu hari Sabat Alkitab itu ialah Sabat yang dimana  Paskah datang setiap tahun. Tuhan dengan sengaja telah menempatkan perayaan Paskah itu pada Sabat yang kedua dari Bulan (Moon) yang pertama (Abib), setiap tahun, sebagai suatu peringatan terhadap hari Sabat setiap tahun (Keluaran 20 : 8). ltu adalah Sabat yang kedua dari bulan yang pertama (first month), karena Paskah itu berada pada hari keempat belas dari bulan itu, yaitu bulan penuh yang pertama setelah musim semi yang siang dan malamnya sama panjang (Vernal equinox) apabila musim semi dimulai." --- The Sabbath of Creation, pp. 9, 10, 13, 14, 16.

Kepada orang-orang yang menganut penghitungan Sabat yang sedemikian ini seperti yang disebut di atas, Roh Nubuatan memberikan

Jawabannya:

Di dalam paragraf-paragraf yang bertulisan miring itu, penulisnya yang berkemauan baik namun keliru itu sedang mencoba untuk menjatuhkan Sabat hari ketujuh mingguan yang ada sekarang dengan cara menyerang siklus mingguan yana bebas dan dengan cara menganut kalender yang dikendalikan oleh perputaran bulan (lunar calendar). la mengemukakan hari-hari yang ketujuh, keempat belas, kedua puluh satu, dan kedua puluh delapan dari setiap siklus perputaran bulan sebagai sabat-sabat peringatan dari minggu kejadian bumi.

Kami tidak memperdebatkan bahwa orang-orang Romawi yang mula-mula itu memiliki suatu minggu yang terdiri dari delapan hari yang sedemikian ini dan bahwa nama-nama dan bulan-bulan dan hari-hari dari minggu itu adalah berasal dari ilmu mythos, namun kami minta kepada penulis sabat yang dikendalikan bulan itu (the lunar - sabbath) akan bukti yang berlandaskan fakta-fakta, bukan yang berlandaskan assumsi, bahwa Sabat dari kejadian dunia itu pernah dikendalikan oleh siklus perputaran bulan. Memang, Tuhan berfirman kepada Musa : "Bulan ini akan menjadi bagimu permulaan dari segala bulan; ia itu akan menjadi bulan yang pertama dari tahun bagimu." Keluaran 12 : 2. Namun la tidak mengatakan : "la itu merupakan permulaan dari segala minggumu." Memang la tidak mungkin mengatakan demikian itu, karena cara yang sedemikian itu akan