Bertentangan Dengan Alam dan
Bertentangan Dengan Logika


 

Jika sekiranya salah satu dari kedua planet pemberi terang itu harus ditinggikan untuk mengendalikan Sabat yang suci, maka tak dapat tiada ia itu adalah matahari, yaitu planet yang bukan saja memerintah bulan tetapi juga memerintah keseluruhan sistem. Sekiranya Allah menghendaki bulan untuk menjadi pengatur waktu dan petunjuk, maka sistem itu sudah akan diberi nama "lunar system" dan bukan "solar system" (sistem bulan dan bukan sistem matahari). Lagi pula, sekiranya la telah bermaksud agar bulan menentukan waktu Sabat yang suci itu, maka la sudah akan membuatnya melengkapi pergerakannya mengelilingi bumi, kalau bukan sekali dalam benar-benar empat minggu, maka sekali dalam benar-benar satu minggu yang penuh, atau dalam tepatnya satu hari. Dan lebih jauh lagi, sekiranya la menghendaki matahari untuk menunjukkan waktu yang suci itu, maka bumi tak dapat tiada sudah melengkapi pergerakannya mengelilingi matahari dalam benar-benar tepat 52 minggu.

Sekarang kami akan mengemukakan secara singkat bukti-bukti yang ada mengenai matahari (solar), bulan (lunar), dan bukti-bukti Alkitab, bukan implikasi-implikasi, bahwa siklus mingguan itu tidak mungkin dan tidak pernah dikontrol oleh sesuatu kalender bulanan apa pun; bahwa tidak pernah sidang Wasiat Lama maupun sidang Wasiat Baru di bawah pengendalian Allah pada sesuatu waktu menyucikan sesuatu sabat hari ketujuh pengendalian bulan (a lunar seventh-day sabbath); bahwa buku kecil, "The Sabbath of Creation", adalah keliru diberi judul sedemikian itu; dan bahwa