Ajaran Tentang Inggris-Israel

 

Sebuah majalah yang berjudul, "Kingdom Correspondence School" (Sekolah Kerajaan Tertulis), menegaskan pendirian pergerakan itu sebagai berikut : "Kami orang-orang Anglo-Saxons adalah orang-orang yang sama yang sudah ada di bawah nama Israel dalam zaman Wasiat Lama …………

"....... Raja-raja semenjak dari Solaiman, dalam suatu garis lurus yang tidak terputus-putus yang berlangsung sampai kepada Raja yang sekarang -- George VI -- menduduki tahta di Inggris pada waktu ini. Kami percaya, bahwa Tuhan -- yang merupakan Raja atas segala raja dari suku bangsa Yehuda dan dari lsi Rumah Daud -- karena la adalah Singa dari suku bangsa Yehuda, (Wahyu 5 : 5) dan bahwa la akan segera datang kembali dan mengambil kembali tahta ayah-Nya, yaitu Daud," pp, 1, 8.

Penulis pernyataan di atas ini berpendapat bahwa walaupun umat Allah yang dahulu itu telah tenggelam sebagai kerajaan Israel, namun di waktu ini mereka telah muncul sebagai kerajaan Britania Raya. Tetapi dalam membicarakan Kerajaan Israel itu berikut rakyatnya, Roh Nubuatan di zaman dahulu, mengatakan sebagai berikut :

“Lagi pula Aku akan membuatmu menjadi puing-puing, dan menjadi suatu kecelaan di antara bangsa-bangsa yang berada sekelilingmu, di hadapan mata semua orang yang berjalan lalu." "Sepertiga bagian pari kamu akan mati oleh bela sampar, dan oleh kelaparan mereka itu akan dihabiskan di tengah-tengahmu; dan sepertiga bagian akan jatuh dimakan pedang sekelilingmu; maka Aku akan mencerai-beraikan sepertiga bagian ke dalam semua mata angin, dan Aku akan menghunus pedang mengikuti mereka itu. Demikianlah murka-Ku kelak akan dilampiaskan, dan Aku akan membuat amarah-Ku berhenti di atas mereka itu, lalu Aku akan dipuaskan : dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan, telah mengucapkannya dalam kegairahan-Ku, apabilasudah Ku-Iampiaskan amarah-Ku di dalam mereka. Lagi pula Aku akan membuatmu menjadi puing-puing, dan menjadi suatu kecelaan di antara bangsa-bangsa yang mengelilingimu, dalam pemandangan semua orang yang berjalan lalu ..... Oleh sebab itu demikianlah firman Tuhan Hua; Bahwasanya Aku, bahkan Aku juga adalah menentang kamu, maka Aku akan melaksanakan segala keputusan hokum di tengah-tengah kamu di hadapan mata bangsa-bangsa. Dan Aku akan melakukan di dalam kamu apa yang belum Ku-perbuat, dan terhadap mana Aku tidak akan lagi berbuat yang sama dengan itu, karena sebab semua kekejianmu ....." "Aku akan membolak-balik, membolak-balik, membolak-balikkannya; maka ia itu kelak tidak akan ada lagi, sampai la datang, yaitu Dia yang berhak atasnya; lalu Aku akan menyerahkannya kepadanya." Yeheskiel 5 : 12 - 14, 8, 9 ; 21 : 27.

"Karena kepala dari Syria ialah Damaskus, dan kepala dari Damaskus ialah Rezin; dan dalam enam puluh lima tahun Efraim akan hancur, sehingga ia tidak akan berbentuk suatu bangsa." Yesaya 7 : 8.  

Majalah yang disebut di atas terutama menekankan, bahwa Inggris ialah suku bangsa Efraim, sekali pun perkataan nubuatan yang pasti menegaskan secara pasti bahwa Efraim kelak "tidak akan berupa sesuatu bangsa." Demikianlah nubuatan-nubuatan menyatakan bahwa kerajaan Israel itu akan berakhir, dan bahwa bangsa itu akan dihalaukan di antara bangsa-bangsa di bumi. Meskipun demikian, ada sebuah janji, bahwa sesudah bertahun-tahun tercerai-berai Tuhan "akan mengambil bani Israel itu dari antara orang-orang kapir, kemana mereka itu telah pergi, dan Tuhan akan menghimpunkan mereka itu pada setiap sisi, lalu membawa masuk mereka ke dalam tanah airnya sendiri," Yeheskiel 37 : 21.

"Maka la akan menegakkan suatu alamat bagi bangsa-bangsa, dan la akan menghimpunkan semua Israel yang terbuang itu, dan mengumpulkan bersama Yehuda yang tercerai-berai dari keempat penjuru bumi." Yesaya 11 : 12.

"Karena bani Israel akan tinggal menetap banyak hari lamanya tanpa raja, dan tanpa penghulu, dan tanpa kurban, dan tanpa berhala, dan tanpa efod, dan tanpa terafim; kemudian bani Israel itu akan kembali, dan mencari Tuhan Allah mereka, dan Daud raja mereka; lalu mereka akan takut akan Tuhannya dan akan kebaikan-Nya di akhir zaman," Hosea 3 : 4, 5. "Dan bangsa-bangsa Kapir akan menyaksikan kebenaranmu, dan semua raja akan menyaksikan kemulianmu; maka engkau akan dipanggil dengan suatu nama yang baru, yang akan disebut oleh mulut Tuhan sendiri. Engkau juga akan menjadi sebuah mahkota kemuliaan di dalam tangan Tuhan, dan sebuah mahkota kerajaan di dalam tangan Allahmu. Engkau tidak akan lagi disebut Yang ditinggalkan; tanahmu juga tidak akan lagi disebut puing-puing; melainkan engkau akan disebut Hephzibah, dan tanahmu disebut Beulah; karena Tuhan berkenan padamu, dan tanahmu akan dikawinkan. Maka mereka akan menyebut mereka itu, Bangsa yang suci, Umat tebusan Tuhan; dan engkau akan disebut, Yang dicari, Suatu Kota yang tidak ditinggalkan." Yesaya 62 : 2 - 4, 12.

Ayat-ayat ini mengemukakan dengan jelas akan kenyataan, bahwa Allah akan mencerai-beraikan Israel di seluruh bangsa-bangsa, membiarkan mereka itu tanpa raja atau pun tanah air untuk "banyak hari" lamanya, dan pada akhirnya akan menghimpunkan mereka satu demi satu dari setiap bangsa. Pada waktu itu mereka akan memilih Daud raja mereka, dan akan menjadi "bangsa yang suci." Yesaya 62 : 12.

Untuk pembahasan masalah Kerajaan itu secara terinci, agar bacalah buku-buku traktat kami No. 8, Gunung Sion Pada Jam Kesebelas, dan No. 12, Dunia, Kemarin. Hari Ini, dan Esok.

 

*******

 

Pertanyaan-pertanyaan yang dibicarakan di sini mengungkapkan, bahwa suatu kuasa yang tak terlihat yang bekerja melalui manusia-manusia, sedang mengambil manfaat dari setiap kesempatan yang mungkin untuk memasukkan kekecewaan dan kebingungan dan mencerai-beraikan kuasa berpikir dan konsentrasi. Sekaliannya itu menunjukkan bahwa sementara pencipta teori yang satu mencoba untuk mengacaukan kebenaran yang satu, pencipta teori yang lainnya mencoba mengacaukan kebenaran yang lain lagi. Dengan demikian jelaslah, bahwa musuh Allah dan manusia itu bertekad melalui satu dan lain jalan untuk menjerumuskan umat ke dalam lobang. Untuk menghindari tragedi yang mengerikan ini, maka pembaca diberi amaran supaya berpalinglah dari tulisan-tulisan orang-orang yang tidak dilhami, dan supaya memperhatikan hanya pada tulisan-tulisan ilham, dan supaya senantiasa berjaga dan menyelidiki segala perkara yang datang dalam nama Tuhan.

Bagi penyelidikan selanjutnya terhadap masalah lambing Yunus ini, maka bacalah The Shepherd's Rod, Vol. 2, pp, 17 - 26; The Simbolic Code, Vol. 1, No.6, pp, 5 - 7 ( 1934) ; Vol. 2, No. 12, p. 6 (1936 ); Vol. 3, No. 8 – 9 - 10, p. 10 (1937).

 

 

********