(1)

Utara Mengalahkan Selatan -- Merebut
Mesir Dan Palestina,

 


"Demikianlah raja dari utara itu akan datang, lalu membuat sebuah kubu, dan merebut kota-kota benteng yang terkuat; maka tentara-tentara dari selatan itu tiada dapat bertahan, jikalau dengan segala laskar pilihannya sekalipun, tidak juga satupun kekuatan yang dapat bertahan. Maka orang yang menyerang akan dia itu akan berbuat sekehendak hatinya sendiri, dan tak seorangpun akan dapat berdiri di hadapannya; maka ia akan berdiri di tanah yang permai itu (Palestina), yang oleh tangannya akan dikuasainya." Daniel 11 : 15, 16.

Kata-kata Injil ini menghantarkan kita secara pasti kepada zaman dari rezim yang ketiga di dalam kerajaan dari utara itu, yaitu Romawi Kapir, yang telah mengalahkan selengkapnya rezim yang pertama kerajaan dari selatan itu, yaitu dinasti Ptolemy. Mesir dan Palestina kemudian beralih dari tangan-tangan raja dari selatan itu (Ptolemy) ke dalam tangan-tangan raja dari utara (Romawi) : "Dalam tahun 63 s.TM. jenderal Pompey dari Romawi, ……….. maju menyerang Yerusalem …….. Syria ….... telah menjadi suatu bagian Romawi". The Battleground, by Helaire Belloc. Dan dalam tahun 31 s.TM. "Mesir telah menjadi sebuah Propinsi Romawi". -- New Student's Reference Book.

Oleh karena penguasa yang mengalahkan dinasti Ptolemy dan merebut Mesir dan Palestina itu, oleh malaikat telah diperkenalkan sebagai raja dari utara, dan karena Romawi Kapir adalah penguasa itu, maka ia itu menyusul bahwa gelar "raja dari utara", sesudah beralih dari Lysimachus (yang pemerintahannya adalah rezim yang pertama di utara), kepada Seleucus (yang pemerintahannya adalah rezim yang kedua di utara), jatuh kepada kaizar-kaizar Romawi (yang pemerintahannya adalah rezim yang ketiga di utara). Lihat peta ke 4. 

Dengan penggantian rezim-rezim ini, maka kita dibawa turun sampai kepada kira-kira tahun 31 s.TM., pada waktu mana Romawi bukan saja memerintah atas daerah-daerah pemerintahan Lysimachus, Seleucus, dan Ptolemy, melainkan juga atas daerah pemerintahan Cassander --- yaitu seluruh kerajaan Alexander.
 
(2)

Dalam Kemuliaan Kerajaan I t u.


"Kemudian akan bangkit berdiri di dalam kerajaannya seorang pemungut pajak-pajak dalam kemuliaan kerajaan itu". Daniel 11 : 20.

Kaizar Romawi, Augustus Caesar, adalah orang yang memajaki dunia ; "Maka terjadilah di masa itu, bahwa telah keluar suatu keputusan dari Caesar Augustus bahwa seluruh dunia harus dikenakan pajak. (Dan pemajakan ini adalah pertama kali dibuat sewaktu Cyrenius menjadi gubernur di Syria). Maka semua orang pergi untuk dikenakan pajak, masing-masing pergi masuk ke kotanya sendiri. Maka Yusuf juga telah datang dari Galilea, dari kota Nazareth, masuk ke Yudea, ke kota Daud, yang disebut Bethlehem; (sebab ia berasal dari rumah dan garis keturunan dari Daud)". Lukas 2 ; 1 - 4. (Terjemahan yang lebih tepat).

Karena pemungut pajak-pajak ini harus berdiri sewaktu kerajaan itu berada dalam kemuliaannya, maka kata-kata itu mengandung arti bahwa kemuliaannya itu akan turun.

(3)

Dihanyutkan Oleh Suatu Air Bah ---
Kehilangan Mesir Dan Palestina


"Dan dengan senjata-senjata dari suatu air bah mereka akan dihanyutkan dari hadapannya, dan mereka akan dihancurkan; bahkan juga Penghulu perjanjian itu". Daniel 11 : 22.

Di sini diperlihatkan pecahnya Kekaizaran Romawi itu di tangan-tangan gerombolan-gerombolan bersenjata barbar (barbarian hordes) yang telah menyapu bersih, dan sebagai suatu air bah yang telah menghanyutkannya. Lihat peta 8.

(4)

Bangkit  K e m b a l i  Berkuasa


"Dan setelah membentuk liga (persekutuan) dengan dia, ia akan bekerja dengan penuh tipu; karena ia akan datang, dan akan menjadi kuat dengan sejumlah kecil orang-orang". Daniel 11 : 23.

Dari kata-kata nubuatan ini kita melihat, bahwa Romawi akan bangkit dari kehancuran dan kehinaannya, dan ia akan kembali menjadi kuat, tetapi pada kali ini melalui penipuan, dan dengan "sejumlah kecil orang-orang". Maka dalam rangkaian nubuatan ini Romawi diperlihatkan dalam dua tahap yang berbeda, yaitu Romawi Kapir dan Romawi Agama, sama seperti yang terlihat melalui binatang simbolis yang keempat dari Daniel pasal 7. Demikianlah halnya, bahwa sesudah Romawi Kapir melihat dirinya telah dihanyutkan dan direndahkan sampai ke tanah, maka ia lalu memikirkan suatu tipu untuk membawa dirinya kembali berkuasa. Rencananya berhasil dalam pembuatan suatu undang-undang agama, yaitu suatu pemaksaan yang dilaksanakannya bersama-sama dengan "sejumlah kecil orang-orang" --- yaitu yang disebut orang-orang Kristen. 
 
Undang-undang itu bukan menyerukan agar raja-raja diturunkan dari kekuasaan mereka, melainkan sebaliknya untuk mengkristenisasikan mereka. Dengan demikian raja dari utara itu berhasil secara damai menyebarkan rencananya untuk memerintah sebagai raja rohani atas segala raja dalam nama Allahnya orang Kristen. Pertama-tama ia memerintah atas bangsa-bangsa, kedua atas raja-raja dari bangsa-bangsa.

Fakta-fakta sejarah dan Alkitab ini menunjukkan, bahwa bangsa-bangsa yang telah di-Kristenkan di bawah satu pemimpin rohani itu, membentuk tahap kedua Romawi dan Ilham memberikan kepadanya gelar "raja dari utara". Pada tahtanya, raja-raja maupun para petani yang berada dalam garis-garis perbatasan Romawi Kristen yang terbentang luas, menyembah sujud dalam penyerahan dan peribadatan yang mutlak. Demikianlah oleh kelicikannya ia kembali menjadi kuat, sebagaimana paragraf-paragraf sejarah berikut ini mengukuhkannya.

(5)

Catatan Sejarah
Mengenai
Kekristenan Hasil Bujukan Dan Paksaan


"Para uskup atau para penguasa gereja Kristen pada mulanya merendahkan diri dalam roh kerendahan pendiri agama mereka. Namun akhirnya mereka mengusahakan juga untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan duniawi. Uskup-uskup dari kota-kota besar memperoleh kekuasaan atas semua daerah di sekeliling kota-kota; maka Roma, Constantinopel, Alexandria, Antioki, dan Yerusalem telah menjadi tempat-tempat kedudukan dari penguasa-penguasa gereja, sehingga dapat dikatakan seolah-olah uskup-uskup mereka membentuk suatu pemerintahan beberapa orang di dalam gereja ………… Selama abad-abad kegelapan itu Romawi telah menjadi seorang raja atas segala raja, bahkan lebih dari itu ia membuat dirinya seolah-olah pengganti Allah". --- Universal History, pp. 198 – 199.
 
"Pada upacara penobatan Charlemagne, Paus Leo III, sesudah meletakkan mahkota pada kepalanya, ia memberikan penghormatan kepadanya dengan gelar kaizar dari orang-orang Romawi. la telah menaklukkan bangsa-bangsa Eropah yang belum beradab, dengan pengecualian orang-orang Danes, atau orang-orang Normans, maka kerajaannya terdiri dari Prancis, Jerman, Itali, dan Spanyol utara. Mulai dari sebelah timur ratu Irene dari Constantinopel telah berusaha mengikat hubungan persahabatan dengan dia; dan bahkan kalifah dari Bagdad, yaitu putera mahkota Harun al Rasyid mengadakan hubungan surat menyurat dengannya, lalu mengirim kepadanya kunci-kunci dari kubur suci Yerusalem. Charlemagne, walaupun ia adalah seseorang yang belum beradab yang pada pertama kalinya belum dapat menulis namanya sendiri, terkecuali ‘menanda tangani semua ikatan perjanjiannya dengan hulu pedangnya, dan menekankan semuanya itu dengan hujungnya’, namun ia telah mendapat simpathi besar dari orang-orang terpelajar ……… " — Ibid  p. 203.

" ……... WITIKIND, yang terberani dan terkenal dari para pahlawan mereka, pada akhirnya memeluk agama Kristen, lalu meletakkan semua senjatanya. Charlemagne kemudian mewajibkan kepada semua orang Saxon, dengan ancaman hukuman mati, untuk menerima baptisan. Ia menyerbu dan menguasai orang-orang H u n s dan Sclavonians", -- Ibid. p. 202.

" ……. C h a r l e s, karena tak mampu untuk melawan para penyerbu itu, lalu menyerahkan kepada mereka propinsi Nuestria, yang kemudian disebut Normandy, dan memberikan kepada Rollo anak gadisnya untuk dikawini. Tetapi panglima orang Norman itu harus memberi hormat kepada Charles dengan berlutut dan mencium jari kaki raja itu -- Ibid., p. 206. 

"Alfred (raja Inggris) telah memberi ijin kepada orang-orang Danes untuk menetap di Northumberland dan Anglia Timur dengan syarat agar mereka berada di bawah peraturan-peraturan hukum-hukumnya, dan memeluk agama Kristen. Demikian itulah mereka telah dibaptis: dan raja itu sendiri berdiri sebagai pembaptis bagi G U T H R U M panglima mereka......... -- lbid., p. 209.

"Ia menemukan suatu alasan untuk menyerbu kerajaan Lombardy, karena permusuhan-permusuhan D E S I D E R I U S melawan P a u s. Charlemagne memotong melintasi kota St. Bernard yang luas itu dari Geneva, lalu dengan berhasil merebut Pavia dan Verona. Kerajaan Lombardy tak lama kemudian menyusut dan menyerah, dan rajanya ditawan. Charlemagne selanjutnya mendatangi Roma, dimana ia telah disambut oleh paus Adrian 1 dengan berbagai demonstrasi kegembiraan, dan telah disoraki sebagai penyelamat gereja. Ia kemudian membuat dirinya sendiri dilantik sebagai raja dari Lombardy". - Ibid., p, 201.

Dalam cara yang licik ini raja dari utara itu telah datang, lalu memperoleh "kerajaan itu dengan cara membujuk-bujuk" (ayat 21) dan dengan cara berbakti kepada "dewa segala kekuasaan", seperti yang dinubuatkan di dalam ayat 24, 38, dan 39.