(6)

Sejarah Menjelaskan Bagaimana Ia
Membagi-bagikan Tanah U n t u k
Memperoleh Untung.

 


"S I S T E M  F E U D A L adalah sebuah sebutan yang digunakan untuk menyatakan cara dalam mana para panglima, yang telah menang perang oleh bantuan bala tentara mereka dan menetap di negeri-negeri yang telah ditaklukkannya, membagi-bagikan tanah di antara para pengikutnya; dan kewajiban-kewajiban dan hak-hak istimewa yang tumbuh dari pembagian ini. Bilamana panglima atau raja di satu pihak melihat pada suatu daerah yang tak terbagi secara keseluruhan, lalu pada pihak lainnya melihat kepada persekutuan pengikut-pengikutnya yang ingin hendak mendiaminya, maka dengan sendirinya timbullah masalah, bagaimana seharusnya ia membagi-bagikan tanah itu ? Suatu keadaan dunia yang tak terpecahkan ini yang akan dipikirkan. Jika ia membagi-bagikan tanah itu di antara orang-orangnya tanpa mempertahankan suatu sikap siap tempur, maka mereka akan menjadi mangsa bagi gerombolan-gerombolan liar bersenjata tertentu yang masih terus bergerak mencari tempat-tempat pemukiman. Oleh sebab itu, maka para pemimpin itu sesudah memiliki apa yang dipilihnya, mereka lalu membagi-bagikan tanah-tanah itu dalam bagian-bagian yang luas kepada para komandannya yang utama, --- atas dasar kesetiaan mereka kepadanya, dengan membayar sejumlah uang tertentu, dan muncul di lapangan bersama-sama dengan sejumlah tertentu penerima tanah-tanah, apabila kelak ia membutuhkan bantuan mereka. Para perwira utama ini setelah memegang bagian-bagian yang diingininya bagi kebutuhannya sendiri, mereka kemudian membagi-bagikan sisa tanah-tanah itu kepada orang-orang kesayangannya; yaitu orang-orang yang akan menyediakan kepada mereka ini uang dan prajurit-prajurit, sebagaimana yang telah diwajibkan oleh raja kepada mereka. Para penduduk yang kalah perang yang masih ada dijadikan budak-budak, dan dapat dialihkan bersama-sama dengan tanah-tanah itu. Raja-raja ini bangkit oleh keberanian mereka sendiri; tetapi untuk tinggal bersama-sama dengan bangsa mereka, maka yang menjadi raja umumnya pertama sekali dipilih dari dalam keluarganya, dan selanjutnya baharu secara garis keturunan". — Universal History, p, 200. 

(7)

Rezim Yang Kedua Dari Selatan;
Mengalahkan Rezim Yang Keempat Dari Utara

"Maka ia akan menggerakkan kekuatannya dan keberaniannya melawan raja dari selatan itu dengan sebuah bala tentara yang besar; dan raja dari selatan itu akan tergerak untuk berperang dengan sebuah bala tentara yang sangat besar dan kuat; tetapi ia tidak akan dapat bertahan, sebab mereka akan merencanakan siasat-siasat melawan dia. Sesungguhnya, mereka yang makan dari pada bagian santapannya akan membinasakan dia, dan bala tentaranya akan menghanyutkan, maka banyak orang akan jatuh dibunuh. Kemudian ia akan kembali ke dalam negerinya dengan banyak kekayaan, dan hatinya akan kelak mendurhaka melawan perjanjian yang suci itu; maka ia akan melakukan perbuatan-perbuatan yang berani itu, lalu kembali ke tanahnya sendiri. Pada waktu yang telah ditentukan ia akan kembali, lalu datang ke arah selatan; tetapi ini tidak akan sama dengan yang pertama, atau pun dengan yang kemudian.

"Karena akan datang kapal-kapal dari Chittim melawan dia; oleh sebab itu ia akan disusahkan hatinya, lalu kembali, dan menaruh dendam melawan perjanjian yang suci itu: demikianlah akan diperbuatnya; ia bahkan akan kembali, dan ia menunjukkan perhatian kepada mereka yang meninggalkan perjanjian yang suci itu". Daniel 11 : 25, 26, 28 - 30. (Terjemahan yang lebih tepat). 

Sudah kita saksikan dari nubuatan, maupun dari sejarah, bahwa rezim pertama dari selatan itu (rezim Ptolemy) telah dikalahkan oleh rezim yang ketiga dari utara (yang berasal dari Romawi Kapir). Dan karena Romawi Kapir tidak pernah berperang melawan satupun penguasa lain dari selatan, maka dua hal yang berdiri jelas ialah : Pertama, menyusul rezim Ptolemy itu, seorang raja yang lain dari selatan harus sudah bangkit; dan kedua, peperangan melawan raja dari selatan ini dilakukan oleh rezim yang datang sesudah Romawi Kapir, yaitu dari Romawi Kristen, rezim ke empat dari utara. Ia telah menggerakkan "kekuatannya dan keberaniannya melawan raja dari selatan itu".

Satu-satunya rezim yang telah bangkit dari selatan semenjak dinasti Ptolemy jatuh, dan yang telah memerintah Mesir dan Palestina, ialah orang-orang Moor : "seorang Mohammedan, yaitu bangsa dari keturunan campuran yang berbahasa Arab yang membentuk bagian dari masyarakat Barbary, dan yang nama mereka berasal dari Mauri, yaitu penduduk Mauretamia kuno, yang garis keturunannya yang asli sebaliknya adalah orang-orang Amazirgh, yaitu suatu cabang dari orang-orang Berber. Orang-orang Moor modern muncul dari gabungan penduduk-penduduk kuno daerah ini dengan orang-orang Arab pemenang perang mereka yang telah datang dalam abad ke tujuh. Karena orang-orang Visigoths Mohammedan pemenang-pemenang perang di Spanyol (tahun 711 - 713) itu datang dari Afrika Utara, maka nama Moor itu juga diaplikasikan kepada mereka oleh penyusun-penyusun silsilah bangsa Spanyol, maka dalam hubungan itulah terdapat kesamaan dengan Arab dan Saracen. Orang-orang Moor ini maju terus ke utara ke dalam Perancis, sampai mereka dipukul mundur oleh Charles Martel pada pertempuran besar di Tours dalam tahun 732, setelah mana mereka kemudian membatasi diri sampai ke Spanyol sebelah selatan Ebro dan Sierra Guadarama ……………. Orang-orang Moor yang terbuang ini, sambil menetap di sebelah utara Afrika, mereka mendirikan kota-kota dari mana mereka membuat banyak gangguan terhadap pantai-pantai Spanyol, dan pada akhirnya mereka berkembang menjadi kota-kota bajak laut Barbary, yang perbuatan-perbuatan perampasannya telah merupakan sumber gangguan terhadap kekuasaan-kekuasaan Kristen yang beradab bahkan sampai kepada abad sekarang ini". -- Twentieth Century Cyclopaedia, Vol. VI, p, 24.

Pertikaian-pertikaian di antara selatan dan utara, yang menyusul peperangan-peperangan Gerika - Romawi itu, adalah diantara orang-orang Mohammedans dan orang-orang Kristen. Oleh sebab itu, maka pada waktu itu sementara gelar "raja dari utara" berlaku bagi para penguasa Romawi Kristen, maka gelar "raja dari selatan" berlaku bagi penguasa-penguasa Mohammedan itu.

     (Karena orang-orang Saracen, orang-orang Moor, orang-orang Arab, dan orang-orang Turki --- yaitu orang-orang Islam -- adalah orang-orang yang meneruskan kerajaan Mohammed dalam berbagai rezim, maka demi untuk singkatnya, kami di sini menggunakan sebutan nama  “orang-orang Mohammedan" bagi semuanya, seolah-olah mereka sekaliannya hanya satu rezim saja).

Peristiwa-peristiwa nubuatan dan sejarah yang telah disusun silsilahnya ini membuat orang tidak mungkin lagi untuk salah mengaplikasikan gelar-gelar itu sembarangan, atau menjelaskan secara keliru penguasa-penguasa itu.

Lagi pula, ayat-ayat (ayat-ayat 25, 26, 28 - 30) yang sedang kita perhatikan dengan teliti sekarang ini, memberikan kemenangan kepada raja dari selatan, dan sejarah menunjukkan bahwa pada masa yang tepat Injil memperlihatkan, orang-orang Mohammedan itu bangkit dari Afrika, dan juga mereka menyerbu bangsa-bangsa Kristen di sebelah utara Laut Tengah. Kemudian terjadi bahwa Romawi kehilangan Mesir dan Palestina.

Di dalam ayat-ayat ini kata-kata pengganti orang dari kedua orang yang bertentangan itu, "raja dari selatan" dan "raja dari utara", tidak dapat diikuti dari hukum gramatika bahasa, melainkan hanya dari kejadian peristiwa-peristiwa yang masuk akal: 

"Maka ia (raja dari utara) akan menggerakkan kekuatannya dan keberaniannya melawan raja dari selatan itu dengan sebuah bala tentara yang besar; dan raja dari selatan itu akan tergerak untuk berperang dengan sebuah bala tentara yang sangat besar dan kuat; tetapi ia (raja dari utara itu) tidak akan dapat bertahan, karena mereka akan merencanakan siasat-siasat melawan dia. Sesungguhnya, mereka yang makan dari pada bagian santapannya (santapan dari raja dari utara itu) akan membinasakan dia (raja dari utara) dan bala tentaranya (bala tentara raja dari selatan) akan menghanyutkan; maka banyak orang akan mati dibunuh ………. Kemudian (karena dikalahkan) ia (raja dari utara) akan kembali ke dalam negerinya dengan banyak kekayaan; dan hatinya akan dendam melawan perjanjian yang suci itu; maka ia (raja dari utara itu) akan melakukan perbuatan-perbuatan yang berani, lalu kembali ke tanahnya sendiri. Pada waktu yang telah ditentukan ia akan kembali, lalu datang arah ke selatan; tetapi ini tidak akan sama dengan yang pertama, atau pun dengan yang kemudian". Daniel 11 : 25, 26, 28 dan 29.

Walaupun "i a" itu dari ayat 28 akan kembali ke "negerinya dengan banyak kekayaan", sekaliannya itu bukan dibawanya sebagai barang rampasan dari raja selatan itu yang bala tentaranya telah menghanyutkan dia dan telah membuat banyak orang "mati dibunuh", tidak dapat bertahan (ayat 26), melainkan ia seharusnya sudah menerima mereka itu dari orang-orang yang bertobat kepada agamanya. Orang-orang yang telah makan bagian santapannya (ayat 26) yaitu hamba-hambanya, dan yang kemudian membinasakan dia, pada mulanya adalah orang-orang Protestan.
 
Karena “i a“ itu dari ayat 29 akan kembali pada waktu yang ditentukan lalu datang ke arah selatan, maka "i a" itu adalah raja dari utara yang turun bagi sesuatu peperangan yang lain lagi. Semuanya ini adalah petunjuk-petunjuk yang dikuatkan oleh sejarah, sehingga demikianlah terlihat bahwa indentifikasi kata-kata pengganti orang yang di dalam kurung itu adalah benar.

Penyerbuan orang-orang Mohammedan di sebelah barat dimulai "dalam tahun 639 T. M.", sewaktu mereka "menyerbu negeri itu, maka Mesir menjadi sebuah daerah propinsi Mohammedan". -- The New Student's Reference Book.

Dengan demikian, menyusul orang-orang Ptolemy, telah datang orang-orang Mohammedan ke dalam gelar, "raja dari selatan", yaitu mereka yang pemerintahannya adalah rezim yang kedua di selatan.

Dengan tahun 814 T. M. Romawi (raja dari utara itu) telah menyerahkan Mesir dan Palestina kepada orang-orang Mohammedan itu (kepada raja dari selatan itu).
 
Orang-orang yang dikuasai pikiran Kristen dari utara, dan, orang-orang yang dikuasai pikiran Mohammedan dari selatan, semenjak itu senantiasa berada dalam pertikaian daerah teritorial dan agama. Maka dimana saja apabila seseorang merebut sebagian daerah pemerintahan yang lainnya, maka ia selalu memaksakan faham-faham agamanya kepada para tawanannya dengan ancaman hukuman sampai mati bagi mereka yang tidak mau menyesuaikan diri.

(8)

Keduanya Berbicara Dusta

"Maka hati kedua raja ini akan cenderung berbuat jahat, dan mereka akan berbicara dusta pada satu meja; namun itu tidak akan beruntung; karena ia itu akan berakhir pada masa yang ditentukan". Daniel 11 : 27.

Meja yang satu itu pada mana kedua raja itu berbicara tentunya merupakan lambang; artinya, Romawi Agama menjelaskan kepada para tawanan mereka, bahwa agama Romawi adalah dibayangi oleh pemberitahuan malaikat Jibrail kepada Maria bahwa ia akan melahirkan seorang anak laki-laki, yaitu Juruselamat dunia; demikian pula halnya faham Mohammedanisme berikutnya menjelaskan kepada orang-orang yang sama (pada meja yang sama), sewaktu mereka itu menjadi tawanan-tawanan mereka, bahwa malaikat Jibrail telah kelihatan kepada Mohammed dan telah memberikan kepadanya agama yang harus dimiliki oleh semua orang di bumi.

Walaupun pernyataan Romawi mengenai apa yang dikatakan oleh Jibrail kepada Maria itu adalah berlandaskan fakta, namun peribadatan Romawi yang sebenarnya hanya bersalutkan Kristen, dan bukan agamanya Dia Yang kelahiran-Nya diramalkan oleh Jibrail itu. Dari hal Mohammed menerima agamanya dari Jibrail, ia tidak pernah menerimanya. Demikianlah, penguasa-penguasa yang diislamkan dan tuan-tuan yang dikristenkan itu berbicara dusta pada sebuah meja -- meja orang banyak itu. Tetapi semuanya ini "tidak akan beruntung", demikian kata malaikat itu, "karena pun ia itu akan berakhir pada masa yang ditentukan" ; artinya, agama-agama palsu mereka itu akan sampai kelak pada ajalnya pada masa yang ditentukan; mereka tidak akan bertahan untuk selamanya. 

Peta 9 menunjukkan hasil-hasil yang terakhir ---- yaitu bangsa-bangsa yang telah dikristenkan secara tetap, dan bangsa-bangsa yang telah dimohammedanisasikan (diislamkan) secara tetap. 

 
G a m b a r   P e t a

(9)

Melawan Perjanjian Yang Suci Itu
 
Karena perlu berkompromi dengan orang-orang kapir untuk membuat mereka menjadi mangsa yang mudah, maka raja dari utara itu merencanakan di dalam hatinya menentang "perjanjian yang suci" itu (ayat 28, 30, 32); artinya, ia membuang keluar dari pernyataan iman Kristen Sabat kejadian itu (Keluaran 20 : 8 - 11), yang telah "diberkati dan disucikan" oleh Tuhan sebagai suatu peringatan akan semua pekerjaan-Nya, yaitu "suatu perjanjian yang kekal". Keluaran 31 : 16, 17.

Adanya raja dari utara itu menaruh perhatian hanya kepada orang-orang yang telah "meninggalkan perjanjian yang suci itu", memperjelaskan dua hal : pertama, bahwa tidak semua orang meninggalkan Sabat itu; kedua, bahwa sejumlah kecil orang-orang dengan siapa ia telah menjadi kuat itu, bukanlah pengikut-pengikut Kristus yang setia, melainkan orang-orang yang tidak setia itu saja.

"Dan mereka yang sedemikian ini yang melakukan kejahatan melawan perjanjian itu akan disesatkannya dengan bujukan-bujukan yang manis; tetapi orang-orang yang mengenal Allah mereka akan menjadi kuat dan akan bertindak dengan berani". Daniel 11 : 32.

Ayat ini mengungkapkan tabiat dari masing-masing kelas : pertama, tabiat dari mereka yang tidak setia; dan kedua, tabiat dari mereka yang setia itu. Mengenai nasib mereka yang setia itu, kita baca selanjutnya :
 
"Maka mereka yang mengerti di antara orang banyak itu akan memberi petunjuk kepada banyak orang; tetapi mereka akan jatuh oleh pedang, dan oleh api, oleh tawanan, dan oleh rampasan, banyak hari lamanya.

"Kini apabila mereka akan jatuh, mereka akan dibantu dengan suatu pertolongan kecil; tetapi banyak orang akan bergabung kepada mereka secara berpura-pura". Daniel 11 : 33, 34.

Ayat-ayat ini, disamping membayangkan mati sahid dari pengikut-pengikut Kristus yang setia, juga meramalkan R e f o r m a s i, "pertolongan kecil" itu, dan meramalkan bahwa keadaan kejatuhannya yang sekarang adalah disebabkan oleh "bujukan-bujukan yang menyesatkan".

(10)

Mencemarkan Kaabah,
Membuang Yang Sehari-hari Itu

"Maka tentara-tentara akan berdiri di pihaknya, dan mereka akan mencemarkan kaabah kekuatan itu, dan mereka akan menyingkirkan korban yang sehari-hari itu, dan mereka akan menempatkan kekejian itu yang membuat sunyi". Daniel 11 : 31.

Bahwa ketiga mata rantai Kebenaran ini (pencemaran kaabah, penyingkiran yang sehari-hari itu, dan penempatan kekejian) dalam rantai peristiwa-peristiwa nubuatan, membawa kita berabad-abad lamanya ke dalam sejarah Kristen, adalah dikukuhkan secara meyakinkan oleh pengarahan Kristus kepada mereka mengenai di masa depan sejak dari saat Ia mengucapkan perintah yang berbunyi :

"Oleh sebab itu apabila kamu kelak melihat kekejian kesunyian, yang dibicarakan oleh nabi Daniel, maka berdirilah di tempat yang suci, (barang siapa yang membaca sedemikian, hendaklah ia mengerti). Kemudian hendaklah mereka yang berada di Yudea melarikan diri ke gunung-gunung". Matius 24 : 15, 16. 
 
Sebuah kaabah kapir sedianya memang sudah cemar, maka sebab itu tidak mungkin dapat dicemarkan. Jadi jelaslah, bahwa kaabah kekuatan itu (bukan kaabah kapir) telah dicemarkan dengan cara memasukkan ke dalamnya suatu keimmamatan kapir dan orang-orang kapir yang tidak bertobat. "Kaabah" itu adalah gereja Kristen, karena selama periode dimana pencemaran itu terjadi tidak ada satupun kaabah di Yerusalem. (Dari hal "yang sehari-hari" itu, bacalah buku Traktat No. 3, PEHUKUMAN DAN PENUAIAN!)

(11)

Tidak Menghiraukan Suatu Allah
Dan Kerinduan Kaum Wanita

"Tiada juga diindahkannya dewa segala nenek moyangnya, ataupun kerinduan kaum wanita, bahkan tidak ia mengindahkan satu dewa pun : karena ia akan membesarkan dirinya sendiri di atas segala-galanya. Demikian inilah yang akan diperbuatnya di dalam kota benteng yang sangat kuat dengan suatu dewa yang asing, yang akan diakuinya dan ditinggikan dengan kemuliaan; maka ia akan membuat mereka itu memerintah atas banyak orang, dan ia akan membagi-bagikan tanah itu untuk mendapatkan untung". Daniel 11 : 37, 39.

Tidak ada satu bangsapun terkecuali Romawi Kristen yang menggenapi nubuatan ini, karena ialah satu-satunya orang yang tidak menghiraukan dewa segala nenek moyangnya (dewa Kapir) dan yang mengakui suatu dewa yang asing (Allah orang-orang Kristen). Dan walaupun ia mengakui sudah menerima Allah orang Kristen dengan sepenuh hatinya, Injil ini mengungkapkan kepalsuan dari pengakuannya itu.

"Tiada juga akan diindahkannya ……. kerinduan kaum wanita". Daniel 11 : 37.
 
Kerinduan wanita adalah sebuah rumah tangga (Kejadian 3 : 16) -- yaitu suatu kerinduan yang Tuhan tempatkan di dalam hatinya. Oleh sebab itu, maka lembaga-lembaga biarawati ciptaan Romawi itu adalah tidak sesuai dengan tata-cara Allah. 

(12)

Rezim Yang Kelima Dari Utara
Mengalahkan Rezim Yang Kedua Dari
Selatan

"Maka pada akhir zaman raja dari selatan akan memerangi …… raja dari utara itu". Daniel 11 : 40.

Malaikat yang mendiktekan tulisan-tulisan Daniel itu menjelaskan bahwa di akhir zaman nubuatan-nubuatan ini akan diungkapkan, dan bahwa pada masa itu "banyak orang akan berlarian ke sana ke mari, dan pengetahuan akan ditingkatkan". Daniel 12 : 4.

Ciptaan-ciptaan modern, khususnya dalam dunia perjalanan dan komunikasi, adalah diakui sebagai kegenapan dari meningkatnya pengetahuan yang diramalkan itu. Oleh sebab itu, maka meningkatnya pengetahuan di waktu ini menunjukkan bahwa kita kini hidup di akhir zaman itu. Ilham menyatakan, bahwa pada permulaan akhir zaman itu (dalam abad ke delapan belas) raja dari selatan itu "akan memerangi" raja dari utara --- yaitu saat dimana raja dari utara itu akan ---

" .   . . . . datang memeranginya (memerangi raja dari selatan) bagaikan sebuah angin puyuh, dengan kereta-kereta, dan dengan penunggang-penunggang kuda, dan dengan banyak kapal-kapal; maka ia akan memasuki negeri-negeri, dan ia akan menghanyutkan dan berjalan lalu. Ia juga akan memasuki tanah yang permai itu, dan banyak negeri akan dikalahkan : tetapi mereka ini akan meluputkan diri dari pada tangannya, yaitu Edom, dan Moab, dan ibu negeri bani Ammon. Ia akan membentangkan tangannya juga atas negeri-negeri; maka tanah Mesir tidak akan lolos. Tetapi ia akan berkuasa atas segala perbendaharaan emas dan perak, dan atas segala benda-benda berharga dari Mesir; maka orang-orang Libya dan Ethiopia akan berada pada langkah-langkahnya". Daniel 11 : 40 - 43.

Dengan lewat melampaui pernyataan nubuatan dari hal kemenangan-kemenangan orang Mohammedan, dan dengan datang kepada "akhir zaman itu", dalam abad ke delapan belas, maka kita akan menemukan bahwa raja dari utara yang dikristenkan itu dalam rezimnya yang kelima (pemerintah-pemerintah Kristen yang lepas dari pada gereja) pada mulanya akan mengalahkan raja dari selatan (Kerajaan Mohammedan), dan pada akhirnya akan merebut kembali dari padanya Mesir dan Palestina dan banyak lagi negeri-negeri yang lain disamping negeri-negeri yang membentuk Kerajaan Mohammedan itu.

Peta 10 menekankan Kekaizaran Turki dalam kebesarannya, dan juga menyajikan tahun-tahun kejatuhan dari berbagai daerah propinsi itu. Menurut peta itu, kejatuhan Kekaizaran itu dimulai dalam tahun 1699 (pada masa akhir zaman – Daniel 12 : 14). 
 
Gambar peta 10

"Sampai tahun 1915, pada waktu Inggris menyatakan berakhirnya kekuasaan Turki atas tanah-tanah jajahan, lalu mendirikan suatu protektorat, maka Mesir adalah merupakan bagian dari Turki. Namun semenjak tahun 1883, menyusul pemberontakan dari Arabi Pasha, maka Mesir secara praktis telah diperintah oleh Britania Raya dibawah suatu konsulat jenderal". –The New Student's Reference Book.

"Palestina (tanah yang permai itu) untuk bertahun-tahun lamanya menjadi tanah air dari bangsa Iberani, dulu berada di bawah pengawasan Romawi di zaman Kristus. Dalam abad ketujuh ia beralih ke bawah kekuasaan Islam, maka semenjak dari tahun 1516 sampai tahun 1919 ia berada di tangan orang-orang Turki dan merupakan sebagian dari kekaizaran Turki". -- The World Book.

Edom, Moab, dan ibu negeri bani Ammon (orang-orang dari Trans - Yordania) kemudian datang di bawah mandat dari Britania Raya. (Lihat Peta 5!) Namun demikian, Firman mengatakan mereka "akan melepaskan diri dari pada tangannya", yang menunjukkan bahwa walaupun ia kini menguasai mereka itu, ia kelak akan kehilangan mereka.

Dan "orang-orang Libya dan orang-orang Ethiopia akan berada pada langkah-langkahnya" ; mungkin mereka akan mengikutinya -- tunduk padanya.

Untuk memastikan kebenaran di dalam pikiran kita sebelum beralih dari nubuatan yang digenapi kepada nubuatan yang belum digenapi, maka perlu sekali kita datang kepada peninjauan kembali berikut ini,