PERISTIWA-PERISTIWA YANG SEDANG
BERGOLAK SEKARANG YANG MUNGKIN
MENGGENAPI NUBUATAN.

 

 

Oleh karena tulang pertikaian di antara bangsa-bangsa yang marah pada waktu ini adalah pasaran-pasaran dunia, dan karena gereja-gereja sedang terancam oleh pemerintah-pemerintah yang totaliter, sehingga dengan demikian terpaksa untuk bersekutu bersama-sama untuk mempertahankan dunia Kristen, maka kenyataannya adalah jelas terbukti bahwa masa itu sudah dekat bagi kedatangan kerajaan dunia luas gabungan agama-politik-perdagangan yang telah diramalkan itu, yaitu yang disangka sebagai pengobatan bagi penyembuhan penyakit-penyakit dunia.
 
Kini terlihat bahwa nubuatan Wahyu 17 dan 18 itu, yaitu gambaran terakhir dalam drama yang dimainkan oleh bangsa-bangsa, sedang akan naik ke pentas.

Bangsa-bangsa yang berperang sudah terbagi dalam dua kelompok ideologi yang berbeda. Pada pihak yang satu terdapat pemerintahan-pemerintahan demokratis, sedang di pihak lainnya terdapat pemerintahan-pemerintahan totaliter. Jika yang terakhir ini terus berhasil melaksanakan penaklukan mereka yang tidak berperikemanusiaan bagi mendapatkan kerajaan dunia dan kedaulatan, maka satu-satunya jalan keluar kemenangan bagi bangsa-bangsa Kristen, sebagaimana mereka melihat akan pelariannya itu secara kemanusiaan, kelak ialah menyerahkan kekuasaan mereka kepada gereja. Karena, dengan melihat Katholik mengadu-dombakan Katholik, dan Protestan mengadu-dombakan Protestan, dalam peperangan yang mematikan, maka mereka dalam ketakutan yang mencekam akan diilhami untuk memasang tempat duduk pada binatang itu, dan untuk mendirikan kembali gereja sebagai penunggangnya untuk membebaskan diri mereka dari belenggu-belenggu faham totalitarian, dan untuk melindungi ke Kristenan. Mereka akan melihat kemenangan dalam tipu-muslihat ini, jika sekiranya mereka ditolak dalam peperangan, karena alasan yang sangat nyata bahwa banyak dari berjuta-juta anggota-anggota dari gereja-gereja ini, dalam setiap angkatan perang dari negara-negara totaliter yang bersekutu dalam peperangan itu akan menghormati peraturan-peraturan gereja melebihi peraturan-peraturan dari masing-masing pemerintahnya sendiri.

Suatu gabungan keadaan-keadaan yang sedemikian ini akan memberikan hasil dalam sebuah tiruan dari pemerintahan gabungan agama dan negara dari Abad-Abad Pertengahan, dan akan membuang sampai kepada sisa tumpukan peralatan dunia yang terbaik mengenai kebebasan manusia -- yaitu Undang-Undang Dasar Amerika Serikat yang diilhami ilahi itu. Oleh karena perkembangan ini akan membuat penyakit-penyakit dunia semakin parah, maka ini akan memberi pertanda bahwa empat malaikat itu telah melepaskan angin-angin itu, dan bahwa 144.000 orang-orang Israel itu sudah dimeteraikan. (Wahyu 7 : 3 - 8).
 
Dan apalagi, suatu sistem pemerintahan yang hendak memaksakan suatu bentuk ibadah yang bertentangan dengan kesadaran hati, dengan ancaman sengsara sampai mati bagi mereka yang tidak mau mengikuti, adalah sama sekali bukan Demokrasi dan Kekristenan. Agama paksaan adalah tidak lain dari pada suatu cara perbudakan, dan bukan suatu cara kepatuhan murid-murid dengan sukarela.

Raja-Raja bermahkota dari bangsa-bangsa (yang dilambangkan oleh tanduk-tanduk bermahkota dari binatang yang menyerupai harimau kumbang) yang sedang jatuh dengan cepatnya, berlawanan dengan naiknya pemimpin-pemimpin bangsa-bangsa yang tidak bermahkota (yang dilambangkan oleh tanduk-tanduk tidak bermahkota dari binatang merah kirmizi itu) menunjukkan bahwa dunia sedang beralih dari masa periode pemerintahan-pemerintahan kerajaan ke masa periode pemerintahan-pemerintahan bukan kerajaan.

Suatu penaklukan totaliter terhadap semua demokrasi akan membahayakan kelanjutan hidup ke Kristenan yang nasionalistis. Untuk menghadapi serbuan ini, maka pemerintah-pemerintah Kristen tak lama lagi akan menunggangi binatang itu, ratu-dunia yang diramalkan itu --- Babil yang Besar itu. Kemudian ia (perempuan itu) akan mengatakan di dalam hatinya : "Aku duduk sebagai seorang ratu, dan aku bukan janda, dan sekali-kali tiada aku akan menghadapi kesusahan." Wahyu 18 : 7.

Persekutuan gereja dan negara ini akan mendatangkan "suatu masa kesusahan, yang sedemikian itu belum pernah ada semenjak berdirinya sesuatu bangsa." Daniel 12 : 1. Meskipun demikian, "barangsiapa hendak menyelamatkan (melindungi) nyawanya" dengan cara mengorbankan kebenaran, "ia akan kehilangan nyawa", demikian kata Kristus, "tetapi barangsiapa hendak melepaskan (mempertaruhkan) nyawanya demi karena Aku" dengan cara berdiri teguh mempertahankan kebenaran, "ia kelak mendapatkannya". Matius 16 : 25. Dan nabi itu menyatakan, bahwa "pada waktu itu akan bangkit berdiri Mikhail, Penghulu besar itu yang akan berdiri bagi benih bangsamu : maka akan terjadi suatu masa kesukaran, yang sedemikian itu belum pernah ada semenjak berdirinya sesuatu bangsa bahkan sampai kepada masa itu : tetapi pada masa itu bangsamu akan diluputkan, yaitu setiap orang yang kelak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab ……… Banyak orang akan disucikan, dan diputihkan, dan dicobai; tetapi orang-orang jahat akan makin berbuat kejahatan; dan tak seorangpun dari pada orang-orang jahat itu akan mengerti; tetapi orang-orang yang bijaksana akan mengerti". Daniel 12 : 1, 10.

Tanpa Kristus tak ada satupun sistem peribadatan dapat menyelesaikan kekusutan dunia, melainkan hanya akan membuat ikatannya makin berbahaya. Oleh sebab itu, maka Babil yang besar itu hanya dapat bertahan sejenak saja --- yaitu. “satu jam” simbolis --- dan kemudian ia akan digusur pergi oleh tanduk-tanduk yang tidak bermahkota itu (Wahyu 17 : 16), akibat dari masa kesusahan itu pada akhirnya mencapai puncaknya dalam penutupan masa kasihan, dan dalam kemenangan dan penobatan "RAJA ATAS SEGALA RAJA DAN TUHAN ATAS SEMUA TUAN"  (Wahyu 19 : 16), yaitu Dia yang berhak untuk memerintah.

Demikianlah akan jadi, bahwa "dalam zaman raja-raja ini Allah dari Sorga akan mendirikan sebuah kerajaan, yang kelak tidak pernah dapat dibinasakan"; tetapi "ia itu akan berdiri untuk selama-lamanya". Daniel 2 : 44. "Sungguh-sungguh Aku mengatakan kepadamu, generasi ini tidak akan berlalu, sampai segala perkara ini digenapi". Matius 24 : 34. Pada waktu itu, dan bukan sampai kepada waktu itu, dapatlah dunia mengharapkan perdamaian.
 
Demikianlah "perkataan nubuatan yang lebih  pasti itu", yang tidak pernah lalai menceriterakan kebenaran, menyatakan bahwa bukan Inggris dan juga bukan Jerman, melainkan sebaliknya Babil yang Besar itu (patung binatang itu) yang akhirnya, untuk sementara waktu mengambil manfaat dari peperangan itu. Sungguhpun demikian, secara abadi tak seorangpun melainkan hanya umat Allah saja yang akan memperoleh untung. Mereka akan dimerdekakan oleh menjadi sebuah "kerajaan, yang tidak pernah dapat dibinasakan" atau "diserahkan kepada bangsa lain". Daniel 2 : 44. 
 
Maka betapa perlu agar kita mempertahankan terang yang sedemikian jauh telah bercahaya di dalam pikiran kita melalui Firman Nubuatan yang tidak pernah gagal, berikut kegenapan sejarahnya, supaya kita bukan saja dapat beralih dari pada jalan yang membawa kepada kebinasaan, melainkan juga supaya kita dapat berjalan dalam jalan keamanan yang kekal itu. Sampai kepada yang terakhir ini, marilah kita memikirkan suatu pasal Alkitab yang senantiasa membingungkan siswa-siswa nubuatan, tetapi yang kini dalam terang dari Kebenaran Sekarang, telah menjadi salah satu dari pada nubuatan-nubuatan Alkitab yang sangat sederhana dan dapat dimengerti, yaitu : 

DANIEL PASAL SEBELAS --- RINGKASAN.

“Apa Yang Dicatat Di Dalam Injil”


 
"Maka sekarang aku hendak menunjukkan kapadamu kebenaran. Bahwasanya, akan bangkit berdiri lagi tiga orang raja di Persia; maka raja yang keempat itu akan jauh lebih kaya daripada sekaliannya ; maka oleh kekuatannya melalui kekayaan-kekayaannya itu ia akan menggerakkan sekaliannya untuk melawan kerajaan Gerika. Maka akan bangkit seorang raja yang kuat perkasa yang akan memerintah dengan kerajaan yang besar, dan berbuat sekehendak hatinya. Maka, apabila ia bangkit kelak, maka kerajaannya itu akan pecah dan akan terbagi arah ke empat mata angin di langit ; tetapi bukan kepada keturunannya, ataupun sesuai dengan kerajaannya yang diperintahnya, sebab kerajaannya itu akan dicabut, dan dibagi-bagikan kepada orang-orang lain selain daripada mereka itu". Daniel 11 : 2 – 4. 
 
                                                           
Adalah jelas, dari ayat-ayat ini, bahwa kerajaan Medo-Persia akan ditundukkan oleh "raja yang kuat perkasa" dari Gerika (Alexander Besar), dan berikutnya akan dibagi ke dalam empat bagian (ke selatan, ke utara, ke timur, dan ke barat), "tercabut, bahkan kepada orang-orang lain". Demikianlah halnya, bahwa sesudah kematian Alexander, maka kerajaan itu telah terbagi, "dan setiap bagian diperuntukkan kepada masing-masing dari empat jenderal yang membentuk liga. Pertama, Ptolemy menerima kekuasaan seperti raja di Mesir; kedua, Seleucus, di Syria dan Asia Atas; ketiga, Lysimachus, di Thrace dan Asia Kecil sejauh sampai Taurus ; dan keempat, Cassander mengambil Macedonia sebagai bagiannya". – Universal History, p. 100.
 
Adalah baik untuk diingat bahwa di samping menyebutkan lokasi-lokasi geografis dari empat bagian Gerika itu, maka catatan nubuatan mengenai keseluruhan rantai peristiwa itu tercurah kepada raja dari selatan dan kepada raja dari utara. Tetapi, kegiatan-kegiatan raja dari utara itulah yang khusus ditekankan, menunjukkan bahwa keseluruhan laporan nubuatan itu diberikan khusus untuk mengungkapkan campuran kegiatannya dengan perkara-perkara yang suci. Kemudian menyusul penyebutan satu demi satu dari sebagian

Tindakan-Tindakan Terkenal
Raja Dari Utara Itu
 
(1)  la mengalahkan raja dari selatan itu, lalu merebut kerajaannya (ayat 15, 16) sesudah itu ia berdiri di "tanah yang permai" itu (ayat 16) – yaitu Palestina.

(2) Dalam kemuliaan kerajaan ini muncullah seorang pemungut pajak-pajak (ayat 20).

(3) Kerajaannya akan "dihanyutkan" dengan senjata-senjata dari suatu banjir besar dari hadapannya (ayat 22), maka ia kehilangan Mesir dan Palestina.

(4)  Kemudian ia bekerja dengan liciknya lalu menjadi kuat perkasa dengan sejumlah kecil orang-orang (ayat 23).

(5)  la berpura-pura membujuk-bujuk orang-orang jahat karena kejahatan mereka (ayat 32).

(6)  la membagi-bagikan tanah untuk memperoleh untung (ayat 39).

(7)  la menjadi kuat kembali pada kedua kalinya, namun ia dikalahkan oleh raja dari selatan (ayat  25, 29, 30). 

(8)  Kedua raja itu berbicara dusta pada sebuah meja (ayat 27).

(9)  Setelah menjadi kuat kembali pada kedua kalinya, dan setelah terlibat dalam suatu peperangan yang tidak berhasil melawan raja dari selatan itu, maka ia menetapkan hatinya melawan perjanjian yang suci itu (ayat 28).

(10)  la menajiskan tempat kesucian kekuatan itu, dan mengeluarkan yang sehari-hari itu (ayat 31).

(11)  la meninggalkan dewa dari semua nenek moyangnya (ayat 37), ia mengakui suatu dewa yang asing (ayat 39), dan ia mengabaikan kerinduan kaum wanita (ayat 37).

(12)  Pada akhir zaman, ia kembali mengalahkan raja dari selatan itu. Ia memasuki negeri-negeri, ia membanjiri dan melewatinya (ayat 40); kemudian sekali lagi ia berdiri di tanah yang permai itu. Menyusul ini, Edom dan Moab dan bani Ammon yang utama, melepaskan diri dari pada tangannya (ayat 41); dan orang-orang Libya, juga orang-orang Ethiopia mengikuti jejak-jejaknya (ayat 43).

(13)  Kabar-kabar dari sebelah timur dan dari sebelah utara merisaukan dia. Oleh sebab itu, maka ia keluar dengan marah besar, ia membinasakan, dan ia akan selengkapnya menumpas banyak orang (ayat 44).

(14)  la juga mendirikan tabernakel-tabernakel istananya itu di antara dua lautan di gunung kesucian yang mulia itu, namun ia akan sampai kepada ajalnya, dan tak seorangpun akan menolongnya.

Dimulai dengan kerajaan Medo-Persia kuno (ayat 2, 3), maka rantai peristiwa-peristiwa nubuatan ini akan menjangkau sampai ke masa apabila "raja dari utara" itu mendirikan "tabernakel-tabernakel istananya di antara dua lautan di gunung kesucian yang mulia itu" (ayat 45), dan akan mencapai puncaknya, seperti yang dijelaskan oleh malaikat itu, dengan peristiwa-peristiwa dari Daniel 12 yang berbunyi : "Maka pada masa itu akan berdiri Mikhail, Penghulu Besar itu, yang akan berdiri bagi bani bangsamu; maka akan jadi kelak suatu masa kesusahan, yang sedemikian itu belum pernah ada semenjak berdirinya sesuatu bangsa bahkan sampai ke masa itu; tetapi pada masa itu bangsamu akan diluputkan, yaitu setiap orang yang kelak didapati namanya tertulis di dalam kitab". -- Daniel 12 : 1.

Karena meliputi suatu masa periode panjang yang sedemikian ini, berabad-abad lamanya, maka kerajaan dari raja-raja yang sejarahnya dicatat secara berentetan di dalam nubuatan ini, jelas telah berlalu di bawah

Sejumlah Rezim.

Karena tak seorangpun telah hidup terus menerus sepanjang abad-abad ini, maka jelaslah bahwa gelar-gelar, "raja dari selatan" dan "raja dari utara", itu tak dapat tiada diaplikasikan kepada dua garis pemerintahan raja-raja. Juga karena tidak satupun pemerintahan atau pun kerajaan telah berdiri utuh sepanjang zaman-zaman itu, maka demikian pula jelaslah bahwa kedua garis ini telah mengalami banyak penggantian pemerintahan yang berkuasa --- yaitu banyak rezim. Karena alasan inilah, maka Alkitab membedakan mereka itu melalui gelar-gelar garis geografisnya. 

                                                                 
Gambar  peta
 
 
Jelaslah sekarang dari Injil dapat diketahui, bahwa bagian Gerika di sebelah selatan dari Laut Tengah, yaitu Ptolemy, adalah yang pertama sekali memperoleh gelar, "raja dari selatan", sedangkan bagian utara dari Laut Tengah itu, yaitu Lysimachus, adalah yang pertama sekali memperoleh gelar "raja dari utara". Oleh sebab itu, dalam hubungan dengan daerah-daerah teritorial dari kedua garis pemerintahan ini, maka Laut Tengah akan menjadi titik kompas dari mana sekalian mereka harus diperhitungkan.

Dalam tahun 281 s.TM. Lysimachus telah menambahkan daerah pemerintahan Cassander menjadi bagian daerah pemerintahannya; kemudian dalam tahun 279 s.TM. Seleucus mengalahkan Lysimachus dan merebut kerajaannya, pada mana bagian-bagian sebelah timur, sebelah utara, dan sebelah barat telah menjadi satu, sedangkan Ptolemy tetap memegang kepunyaannya sendiri, yaitu bagian sebelah selatan. Oleh sebab itu, maka dinasti Seleucus telah menghantarkan rezim yang kedua di sebelah utara, sedangkan dinasti Ptolemy terus menjadi rezim yang pertama di sebelah selatan.

Sampai kepada hal ini khayal nubuatan itu telah terbuka bagi semua orang, tetapi dari sini dan seterusnya, ia itu tetap tertutup, walaupun banyak orang telah mencoba untuk membukanya. Untuk membuka sebuah pintu yang terkunci tanpa sesuatu anak kunci tentunya adalah dengan cara memecahkan pintu itu. Tetapi. karena tidak terpecahkan, maka pintu Nubuatan yang terkunci itu tidak mungkin dapat dibuka tanpa
 
A n a k  K u n c i n y a

Cara yang pasti dan sederhana supaya jangan melupakan identitas dari pada kedua raja ini, ialah membiarkan pena Nubuatan menelusuri pada peta sejarah pemerintahan raja-raja yang berturut-turut berkuasa atas Mesir dan Palestina. Karena gelar-gelar dari raja-raja yang menang perang dan yang kehilangan negeri-negeri kuno ini ada tercatat secara berurutan kejadiannya di dalam pasal nubuatan ini untuk tetap melindungi identitasnya dan untuk mengungkapkan rencana-rencana jahat dari kedua raja dari selatan dan raja dari utara itu. 

Untuk memulai, maka ingatlah sekarang, bahwa raja dari selatan itu memerintah atas "tanah yang permai" itu, yaitu Palestina, berikut Mesir, dan raja dari utara akan merebut tanah yang permai itu dua kali (ayat 16, 41). Jika ia merebutnya dua kali, maka ia tak dapat tiada sudah melepaskannya sekali. Dengan sendirinya, kedua raja itu telah memerintah atasnya dua kali, dan telah melepaskannya dua kali. Tetapi raja dari utara, yang terakhir memerintah atasnya. ia akan memerintahkannya "di akhir zaman" yaitu pada masa banyak orang berlarian pergi datang, dan pada masa pengetahuan telah dipertambahkan (Daniel 12 : 4) -- yaitu zaman kita sekarang. Tandailah dengan saksama, karena transaksi-transaksi ini mengenai tanah itu memberikan anak kunci untuk mengenali identitas dari pada raja-raja ini semenjak dari saat kematian Alexander sampai kepada zaman kita sekarang. 

Malaikat itu menjelaskan secara tegas, bahwa raja-raja yang akan memerintah Palestina, berikut Mesir, akan kelak adalah sebagai berikut : Pertama, raja dari selatan (Ptolemy); kedua, raja dari utara (Romawi Kapir); ketiga, raja dari selatan (Turki); dan keempat, raja dari utara (Inggris). Di sini, di dalam lembaran-lembaran berikut ini akan terdapat perincian-perincian nubuatan yang berkaitan dengan sejarah. 

Dibawah terang dari fakta-fakta mendasar yang terdahulu di atas ini, kita sekarang harus mampu menilai dengan benar gulungan suratan yang sedang terbuka, dan supaya membandingkan dengan bijaksana lembaran halaman nubuatan dengan lembaran halaman sejarah sementara kita berjalan lalu dari zaman rezim yang pertama di utara yang dikuasai Lysimachus, terus melewati zaman rezim yang kedua di utara, yang dikuasai Seleucus yang menang itu yang telah mengalahkan dinasti Lysimachus, dan terus sampai kepada zaman rezim yang ketiga di utara, yang dikuasai Romawi, yaitu penguasa yang menundukkan kerajaan Seleucus. Dan karena laporan nubuatan telah diberikan untuk mengungkapkan pekerjaan raja dari utara selama rezim yang ketiga, maka olehnya itu kita dibawa untuk memeriksa kelompok angka-angka bilangan mengenai tindakan-tindakan nubuatan yang disebut di depan seperti yang terlihat pada judul paragraf "Tindakan-Tindakan Terkenal Raja dari Utara itu" dan "Sejumlah Rezim".