PEREMPUAN BERMAHKOTA DENGAN DUA
BELAS BINTANG DAN
BENIHNYA YANG SISA




 

Adalah terbukti dengan sendirinya bahwa perempuan itu, yaitu Babil, adalah tiruan dari "perempuan" yang telah melahirkan Anak Allah (Wahyu 12 : 1), yang oleh Injil dikatakan:

"Dan setelah naga itu melihat bahwa dirinya telah dicampakkan ke bumi, maka dianiayakannya perempuan itu yang telah melahirkan bayi laki-laki itu. Maka kepada perempuan itu diberikan dua sayap burung garuda, agar supaya dapat ia terbang masuk ke padang belantara, ke dalam tempatnya, di sana ia akan dipeliharakan selama satu masa, dan dua masa dan setengah masa, jauh dari hadapan ular itu". Wahyu 12 : 13, 14.

Untuk memulai, kita lihat dari kata-kata Injil ini bahwa perempuan itu telah meninggalkan kebun anggurnya (tanah airnya - Palestina) lalu pergi masuk ke dunia Kapir setelah anaknya lahir; yaitu, dalam masa periode Kristennya, sewaktu naga itu menganiayanya oleh perantaraan tangan-tangan orang-orang Yahudi (Kisah Rasul-Rasul 8 : 1 ; 13 : 46,  50, 51). Berikutnya kita melihat bahwa sesudah ia berada di sana untuk beberapa waktu lamanya, keadaan-keadaan telah menjadi sedemikian rupa menghalanginya lebih lama lagi untuk memeliharakan dirinya sendiri, dan bahwa karena itulah perlu agar ia dipeliharakan oleh seseorang untuk selama "satu masa, dan dua masa, dan setengah masa".

Tiga setengah tahun sesudah kebangkitan Kristus, sidang telah meninggalkan Palestina (kebun anggur), dan sementara ia berada di dalam dunia Kapir (padang belantara), "ular itu telah menyemburkan air dari dalam mulutnya seperti suatu air bah mengikuti perempuan itu (memaksakan orang-orang kapir untuk dibaptis menjadi Kristen, lalu menggabungkan diri dengan sidang) agar dapat ia menghanyutkan perempuan itu (mengkapirkannya) oleh air bah itu". Ayat 15. Sementara dibanjiri sedemikian ini, ia harus diberi makan (ditunjang) oleh Tuhan, sebab banyak dari pengikut-pengikutnya sudah dikapirkan, dan hampir semua mereka yang tidak berhasil dikapirkan itu telah dihanyutkan sampai mati oleh "air bah" itu. Demikianlah, sekiranya Ia tidak memeliharakannya (tetap mempertahankannya hidup) oleh suatu keajaiban, maka Sidang sudah akan binasa selama zaman kegelapan agama itu. Benar, ia telah mampu untuk memeliharakan dirinya sendiri semenjak dari reformasi itu, namun orang-orang yang tidak bertobat (air banjir) masih tetap ada di tengah-tengahnya. Namun bagaimanapun perempuan itu memperoleh janji kelepasan berikut ini:

"Maka bumi membantu perempuan itu, lalu bumi membuka mulutnya, dan menelan akan air bah itu yang telah disemburkan oleh naga itu dari dalam mulutnya". Wahyu 12 : 16.

Atau secara biasa dikatakan, orang-orang yang tidak bertobat yang kini berada di tengah-tengah sidang, akan dibunuh dan dikuburkan. Orang-orang yang bertobat kemudian akan dibawa masuk ke dalam kerajaan itu. Kemudian naga itu akan "naik amarahnya terhadap perempuan itu, lalu ……… memerangi mereka yang lagi tinggal dari benihnya, yaitu mereka yang memeliharakan perintah-perintah Allah, dan memiliki kesaksian Yesus Kristus." Wahyu 12 : 17.

Terdorong marah karena penyuciannya, maka naga itu akan berperang "dengan mereka yang lagi tinggal dari benih perempuan itu". Walaupun demikian, ia tidak akan berperang melawan perempuan itu secara pribadi, karena para anggotanya, mereka yang 144.000 itu (buah-buah pertama -- Wahyu 7 : 3 - 8; 14 : 4), yaitu orang-orang yang pergi pertama masuk ke kerajaan itu, berdiri bersama-sama dengan Anak Domba, Raja itu di atas Gunung Sion (Wahyu 14 : 1), istana pekarangan-pekarangan-Nya. Dengan demikian karena mereka adalah para pemimpin dari suku bangsa suku bangsa, maka mereka dilambangkan oleh perempuan yang bermahkota. Dan karena berada di tanahnya sendiri, maka mereka akan dilindungi dari naga itu yang kemudian akan hanya menganiaya "mereka yang sisa", yaitu orang-orang yang tertinggal di belakang, yaitu mereka yang masih ada di Babil, tetapi yang pada akhirnya akan dipanggil keluar daripadanya (Wahyu 18 : 4).

(Untuk penjelasan yang lebih terperinci terhadap Wahyu pasal 12 supaya membaca buku Tongkat Gembala, Jilid 2).

Buah-buah pertama dari kerajaan itu datang sebagai hasil dari kegoncangan, yaitu pemisahan di dalam sidang, seperti yang diperlihatkan oleh perumpamaan-perumpamaan mengenai pukat dan mengenai ladang. Ikan yang baik akan dipindahkan dari pukat (sidang), lalu dimasukkan ke dalam keranjang-keranjang (kerajaan itu --- Matius 13 : 48), dan gandum akan diambil dari antara lalang, lalu dimasukkan ke dalam lumbung (kerajaan itu -- ayat 30). Sebagai ikan yang jelek, mereka akan dibuang; sebagai lalang-lalang, mereka akan dibakar. (Untuk penyelidikan yang lebih mendetail mengenai penuaian, bacalah buku Traktat No. 3, PEHUKUMAN DAN PENUAIAN).
 
Tetapi buah-buah kedua, yaitu mereka yang masih ada di Babil sesudah penyucian itu, akan diambil dari antara mereka yang jelek (Wahyu 18 : 4), bukan yang jelek yang diambil dari antara mereka yang baik (Matius 13 : 49). 

Adanya penyerangan naga melawan mereka itu, karena mereka memiliki Kesaksian Jesus, yaitu Roh Nubuatan (Wahyu 19 : 10), karena mereka sudah menjadi pemelihara-pemelihara hukum, dan bukan lagi penyembah-penyembah binatang itu dan patungnya. Tujuan naga itu adalah untuk tetap menghalangi mereka keluar dari Babil dan supaya jangan mereka pergi masuk ke Kerajaan yang sedang bertumbuh dengan pesatnya itu. Sungguhpun demikian, kemudian adalah, bahwa dunia akan memandang semua umat Allah datang 

Keluar Dari Kekuasaan Babil
Masuk Ke Tanah Air Mereka Sendiri.


Kebenaran itu kini secara jelas ditegakkan, bahwa binatang merah kirmizi itu adalah melambangkan daerah pemerintahan yang dikuasai oleh "Babil yang besar, ibu dari segala sundal itu;" berikutnya bahwa perbatasan-perbatasan kekuasaannya akan diperluas sejauh perbatasan-perbatasan dari bangsa-bangsa yang tunduk kepada kekuasaannya. Oleh sebab itu, maka panggilan yang berbunyi : "Keluarlah dari padanya, hai umat-Ku, supaya jangan kamu terbabit dengan segala dosanya, dan supaya tidak kamu menerima segala belanya" (Wahyu 18 : 4) adalah suatu panggilan bagi mereka untuk keluar dari daerah pemerintahannya, supaya jangan mereka ikut terlibat dengan dosa-dosanya, juga supaya tidak mereka menerima segala belanya. Mereka yang menyambut undangan Tuhan tentunya harus memperoleh suatu tempat yang bebas dosa untuk dituju, dimana mereka boleh "tinggal dengan damai", walaupun tidak ada "pagar-pagar ataupun pintu-pintu gerbang" mengelilinginya (Yeheskiel 38 : 11). Ke pelabuhan tujuan inilah mereka akan "dibawa keluar dari antara bangsa-bangsa, dan (di sana) mereka akan tinggal dengan damai sekaliannya". Yeheskiel 38 : 8. Demikianlah, "semua anak-anakmu akan diajarkan oleh Tuhan; dan besarlah kelak kedamaian segala anak-anakmu itu". Yesaya 54 : 13.

Umat Allah pada waktu itu tidak lagi dapat berbakti kepada Tuhan di "Babil" dan di "Mesir" seperti yang pernah mereka lakukan di zaman Ezra atau di zaman Musa, sebab apabila bela-bela itu dituangkan atas Babil, seperti "api dan belerang" yang dahulu dituangkan ke atas Sodom dan Gommorah, maka sekiranya mereka masih hidup di antara orang-orang dunia, mereka tidak mungkin lagi dapat meloloskan diri dari kehancuran akibat bela-bela itu, sama seperti halnya Lot tidak mungkin dapat lolos dari api sekiranya ia tetap saja tinggal di Sodom. Dengan demikian semua orang yang ingin melepaskan diri dari kehancuran yang diramalkan itu, harus benar-benar keluar dari Babil, sama seperti halnya Lot dan keluarganya dulu keluar dari Sodom.

Oleh sebab itu, "maka akan jadi kelak di akhir zaman, bahwa gunung rumah Tuhan akan diperdirikan di atas puncak segala gunung, dan ia itu akan ditinggikan di atas segala bukit; dan segala bangsa akan mengalir masuk ke dalamnya. Maka banyak umat akan pergi dan mengatakan : Datanglah kamu, dan marilah kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub itu; maka Ia akan mengajarkan kepada kita segala jalan-Nya, dan kita akan berjalan di dalam lorong-lorong-Nya, karena dari dalam Sion akan terbit hukum, dan firman Tuhan dari Yerusalem. Maka Ia akan mengadili di antara bangsa-bangsa, dan Ia akan menghukum banyak umat; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi pacul, dan tombak-tombaknya menjadi sabit; bangsa tidak lagi menghunus pedang melawan bangsa, dan tiada lagi mereka belajar perang".  Yesaya 2 : 2 – 4  (Baca juga Yesaya 11 : 11, 12, 15, 16).

" ...... Demikianlah firman Tuhan Allah; Tengoklah, bahwa Aku akan mengambil bani Israel dari antara bangsa kapir, kemana mereka itu telah pergi, dan Aku akan menghimpunkan mereka itu dari semua pihak, lalu menghantarkan mereka itu ke dalam tanah airnya sendiri; maka Aku akan menjadikan mereka itu s a- t u  b a n g s a di tanah itu di atas gunung-gunung Israel; dan seorang raja akan menjadi raja bagi mereka sekalian; maka mereka kelak tidak lagi menjadi dua bangsa, juga mereka tidak lagi dibagi ke dalam dua kerajaan; dan tiada lagi mereka akan mencemarkan dirinya dengan berhala-berhala tahinya, atau dengan segala barang yang keji, ataupun dengan sesuatu pelanggaran-pelanggaran mereka; melainkan Aku akan melepaskan mereka itu keluar dari semua tempat tinggalnya, dimana mereka telah berdosa, dan Aku akan menyucikan mereka; dengan demikian mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.

Dan hambaKu Daud akan menjadi raja atas mereka; dan mereka sekalian akan memiliki seorang gembala; mereka juga akan berjalan dalam hukum-hukum-Ku, dan mematuhi semua syariat-Ku, dan melaksanakannya. Maka mereka akan tinggal di negeri yang sudah Ku berikan kepada Jakub hambaKu itu, dimana para nenek moyangmu telah tinggal; dan mereka akan tinggal di dalamnya, yaitu mereka dan anak-anaknya, dan cucu-cucunya sampai selama-lamanya; dan hambaKu Daud akan menjadi penghulu mereka untuk selama-lamanya.  

"Lagi pula Aku akan membuat suatu perjanjian damai dengan mereka; ia itu kelak merupakan suatu perjanjian yang kekal dengan mereka itu, maka Aku akan menempatkan mereka itu, dan melipat-gandakan mereka itu, dan Aku akan menaruh tempat kesucian-Ku di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya. Tabernakel-Ku pun akan berada dengan mereka itu; maka AKU akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. Maka orang kapir akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan yang mengkuduskan Israel, apabila tempat kesucian-Ku kelak berada di tengah-tengah mereka itu untuk selama-lamanya''. Yeheskiel 37 : 21 - 28.

Dalam mengukuhkan kebenaran bahwa umat Allah akan kembali menjadi sebuah kerajaan, maka Yeheskiel menubuatkan dari hal

Suatu Pembagian Baru Tanah Itu.

Nabi itu menyajikan pembagian tanah itu yang sama sekali berlainan dari pada pembagian di zaman Yusak dahulu (Yusak 17) : la itu akan terdapat dalam bidang-bidang semenjak dari timur sampai ke barat. Suku Dan akan memperoleh bagian yang pertama di utara, dan suku Gad bagian yang terakhir di selatan. Di antara batas-batas dari keduanya ini akan terdapat bagian-bagian milik suku-suku bangsa yang selebihnya. Tempat kesucian itu akan berada di tengah-tengah tanah itu, dan di dekatnya akan terdapat sebuah kota. (Lihat Yeheskiel 48).

Dari kenyataan bahwa pembagian tanah perjanjian itu yang sedemikian ini belum pernah dibuat, menunjukkan bahwa ia itu masih akan datang. Juga dari kenyataan bahwa tempat kesucian itu akan terdapat di sana, padahal iaitu tidak akan terdapat di dalam bumi yang sudah diperbaharui (Wahyu 21 : 22), menunjukkan secara pasti bahwa peristiwa yang unik ini akan jadi sebelum masa seribu tahun millennium itu. Lagi pula, dari kenyataan rangkap bahwa nama dari kota itu adalah "Tuhan ada di sana", dan bahwa lokasinya sesuai dengan pembagian tanah itu, harus perlu berbeda dari pembagian Yerusalem yang lama. Menunjukkan bahwa Yerusalem yang sepatutnya adalah bukan kota itu.

Lagi pula, Alkitab menunjukkan secara jelas bahwa
 
ORANG-ORANG KAPIR AKAN DIUSIR
KELUAR DARI TANAH SUCI ITU.


"Kemudian ku angkat mataku, dan ku lihat, bahwasanya ada empat pucuk tanduk. Maka kataku kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu : Apakah artinya sekaliannya ini? Lalu jawabnya kepadaku : Inilah tanduk-tanduk yang telah mencerai-beraikan Yehuda, Israel, dan Yerusalem. Lalu Tuhan menunjukkan kepadaku empat tukang kayu. Kemudian kataku : Untuk apakah mereka ini datang? Lalu berbicaralah ia kepadaku, katanya : Mereka inilah tanduk-tanduk yang telah mencerai-beraikan Yehuda, sehingga tidak seorangpun mengangkat kepalanya; tetapi sekarang mereka ini datang untuk mencampakkan keluar tanduk-tanduk orang-orang Kapir itu, yang telah mengangkat tanduknya atas tanah Yehuda mencerai-beraikannya". Zahkharia 1 : 18 - 21. (Terjemahan yang lebih tepat).

Di sini kita saksikan, pertama-tama, bahwa penguasa-penguasa kapir itu dalam mencerai-beraikan umat Allah kuno yang lalu, adalah dilambangkan sebagai empat pucuk tanduk, dan kemudian, dalam pencampakkan keluar mereka terhadap orang-orang Kapir itu, mereka ini dilambangkan sebagai empat tukang kayu. Dengan demikian ia itu juga diramalkan secara gambaran, bahwa “Yerusalem akan dipijak-pijak oleh orang-orang Kapir, (hanya) sampai segala masa orang-orang kapir itu itu digenapi.” Lukas 21 : 24.
 
(Bacalah Yeheskiel 36 dan 37; Yeremiah 30 dan 31).

Walaupun pertanyaan kita yang pertama seharusnya berbunyi : "Apakah yang harus kita perbuat untuk tidak menaruh harap kepada musuh-musuh Allah, supaya kita didapati pantas untuk memperoleh suatu tempat di dalam KerajaanNya apabila hari yang jahat itu datang kelak?", namun sebagian besar mereka mengemukakan pertanyaannya yang pertama,

S i a p a k a h  G O G  i t u ?

Bagi seseorang untuk mencoba berlandaskan sumber-sumber pengetahuannya sendiri untuk menjelaskan siapa Gog itu, adalah baginya mencoba melakukan hal yang tidak mungkin – yaitu suatu usaha yang hanya akan berakhir dengan kekecewaan. Ini terlihat dalam kenyataan, bahwa walaupun Alkitab itu menegaskan dengan jelas, bahwa tempat dari kampung-kampung yang tidak berpagar tembok itu terdapat pada gunung-gunung Israel, --- yaitu tanah air Israel sendiri (Palestina), dimana para nenek moyang dari bangsa Israel dahulu tinggal, -- namun orang-orang telah mencoba menceriterakan kepada kita, bahwa ia itu adalah di Amerika ! 

Demikianlah halnya, bahwa dalam keahlian mereka sendiri

TUHAN AKAN MENGGANGGU DAN MENGADILI
BANGSA-BANGSA.


"Maka mereka yang tinggal di dalam kota-kota Israel akan keluar, dan mereka akan menyalakan api lalu membakar segala senjata, baik perisai-perisai dan selukung, busur-busur dan anak-anak panahnya, maupun lembing-lembing dan tombak-tombaknya, maka mereka akan membakar sekaliannya itu dengan api tujuh tahun lamanya; sehingga mereka tidak akan lagi mengambil kayu dari padang, ataupun menebang sesuatu pohon kayu dari hutan; karena mereka akan membakar senjata-senjata itu dengan api; dan mereka akan mengganggu orang-orang yang telah mengganggu mereka, dan merampok orang-orang yang pernah merampok, demikianlah firman Tuhan.

"Maka akan jadi kelak pada hari itu, bahwa Aku akan memberikan kepada Gog suatu tempat di sana dari pekuburan-pekuburan di Israel, yaitu lembah orang-orang perjalanan pada sebelah timur dari laut itu; maka ia itu akan menutup hidung orang-orang perjalanan itu; dan disanalah mereka akan menguburkan Gog berikut semua orang banyaknya; maka mereka akan menyebutnya L e m- b a h  H a m o n g o g. Maka tujuh bulan lamanya isi rumah Israel akan menguburkan mereka ltu, sehingga dapat mereka menyucikan tanah itu. Bahkan, semua orang dari tanah itu akan menguburkan mereka itu; dan akan jadi kelak bagi mereka suatu kenangan akan hari itu, bahwa Aku harus dipermuliakan, demikianlah firman Tuhan Hua."

"Sebab itu, demikianlah firman Tuhan Hua; Sekarang Aku akan membawa kembali tawanan Yakub itu, dan mengasihi seluruh isi rumah Israel, dan Aku akan cemburu demi nama-Ku yang suci ; sesudah itu selesailah mereka memikul malunya, dan semua pelanggarannya oleh mana mereka telah mendurhaka melawan Aku, apabila mereka tinggal dengan damai di tanah mereka, dan tidak seorangpun membuat mereka itu takut. Apabila sudah Kubawa mereka kembali dari orang banyak itu, lalu menghimpunkan mereka keluar dari tanah-tanah musuh mereka, dan Aku disucikan di antara mereka dalam pemandangan mata banyak bangsa; kemudian mereka akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan Allah mereka, yang telah membiarkan mereka dibawa ke dalam tawanan di antara bangsa kapir; tetapi Aku sudah menghimpunkan mereka ke dalam tanahnya sendiri, dan tidak lagi membiarkan seorang pun dari mereka di sana. Aku juga tidak akan lagi menyembunyikan wajah-Ku dari mereka itu; karena sudah Kutuangkan Roh-Ku atas isi rumah Israel, demikianlah firman Tuhan Hua". Yeheskiel 39 : 9 - 13, 25 - 29.

"Karena, bahwasanya pada hari-hari itu, dan pada waktu itu, apabila Aku  kelak membawa kembali tawanan Yehuda dan Yerusalem itu, Aku akan juga menghimpunkan semua bangsa, dan akan menghantarkan mereka itu turun ke dalam lembah Jehoshaphat, dan Aku akan berbicara dengan mereka di sana untuk umat-Ku dan untuk Israel pusaka-Ku, yaitu yang sudah mereka cerai-beraikan di antara segala bangsa, dan telah membagi-bagikan tanah-Ku.
 
"Serukanlah olehmu ini di antara semua orang Kapir; Persiapkanlah perang, bangunkanlah segala pahlawan, hendaklah semua orang yang berperang datang hampir; hendaklah mereka datang : tempalah segala cangkulmu menjadi pedang, dan segala sabitmu menjadi lembing dan tombak : hendaklah orang lemah mengatakan : Aku kuat. Berhimpunlah bersama-sama dan datanglah, hai kamu orang-orang kapir, dan berkumpullah kamu bersama-sama berkeliling : di sana rebahkanlah segala orang pahlawanmu, ya Tuhan. Hendaklah orang-orang kapir itu bangun, dan datang ke lembah Jehoshaphat : karena di sana Aku akan duduk mengadili semua orang kapir berkeliling". Yoel 3 : 1, 2, 9 - 12.

"Maka di hadapan-Nya kelak semua bangsa akan dikumpulkan: maka la akan memisahkan mereka itu satu dari pada yang lainnya, seperti halnya seorang gembala memisahkan domba-dombanya dari pada kambing-kambing : maka la akan menaruh domba-domba itu pada sebelah kanan-Nya, tetapi kambing-kambing itu pada sebelah kiri-Nya. Kemudian Raja akan mengatakan kepada mereka pada sebelah kanan-Nya: Marilah, kamu yang diberkati Bapa-Ku, warisilah kerajaan yang telah disediakan bagimu semenjak dari alas dunia". Matius 25 : 32 - 34.


Tetapi kepada mereka yang berada pada sebelah kiri-Nya la akan mengatakan : "Maka sekaliannya ini akan pergi ke dalam hukuman yang kekal; tetapi orang-orang benar ke dalam hidup yang kekal". Matius 25 : 46.

(Bagi penyelidikan yang lengkap terhadap kerajaan itu. Bacalah Traktat No. 8, GUNUNG SION PADA JAM KE SEBELAS, Traktat No. 9, TENGOKLAH AKU JADIKAN SEGALA PERKARA BARU)
 
Sekaliannya ini adalah sebagian dari peristiwa-peristiwa masa depan yang akan segera menyusul datang dengan segeranya dalam menghantarkan masuk kerajaan itu. Kemudian menyusul berakhirnya masa kasihan itu, dan dituangkannya tujuh bela yang terakhir itu, yang akan jatuh ke atas orang-orang yang secara simbolis berdiri pada sebelah kiri Raja itu --- yaitu orang-orang yang berada di luar Palestina. Kemudian sementara bela-bela itu turun, maka peperangan yang terhebat dari pada segala peperangan akan terjadi, yaitu "peperangan dari hari besar Allah Yang Maha Kuasa itu", --- yaitu akhir dunia yang sudah lama ditunggu-tunggu itu, -- Armageddon itu (Wahyu 16  : 12 - 16).

Kembali kini kepada krisis dunia kita yang ada sekarang, maka karena sebagaimana disebutkan terdahulu, raja-raja yang bermahkota sekarang ini (Wahyu 13) sudah makin menyusut menjadi hanya sejumlah kecil, dan karena gereja-gereja dalam seruan mereka bagi perdamaian dan keamanan, sedang berusaha untuk berpegang tangan satu dengan yang lainnya, maka kita harus bertindak sekarang dengan bijaksana untuk menyelidiki ke dalam