DUNIA
KEMARIN, HARI INI, ESOK




 
 
 
Jermankah, Atau Inggriskah,
Yang Akan Menang ?




Karena kita sedang hidup dalam suatu masa yang di dalamnya dapat kita mengharapkan setiap apa saja, tanpa meyakini sesuatu, maka semua orang, termasuk pula para negarawan, para diplomat, dan ahli-ahli militer, tak dapat tiada akan tercengang terhadap apa yang akan muncul dari pertikaian Eropah yang ada sekarang.

Pada saat ini (1941) bala tentara Hitler yang menakutkan itu sedang melanjutkan gerakan maju mereka yang tak dapat dibendung menghadapi "Raja segala Lautan" dunia, dan sedemikian jauh tak ada satupun yang mampu menahan kebengisan penyerangan mereka itu, yang akibatnya Eropah kini berdiri dalam ketakutan yang mencekam, dan seluruh dunia, karena gempar dalam keheranannya terhadap apa yang akan jadi, seperti halnya Nebukhadnezar pada zamannya, mereka rela memberikan apa saja demi untuk mengetahui, namun hanya
 
Allah Saja Yang Mengetahui
Masa Depan.


Orang-orang pandai masa kini tidak lagi dapat menceriterakan masa depan seperti juga halnya orang-orang pandai di zaman nabi Daniel (Daniel 2) dahulu. Jika anda menyangka pernyataan ini sesuatu yang berlebihan, maka hadapilah tantangan yang berbunyi: "Berikanlah alasanmu, demikianlah firman Tuhan; keluarkanlah dalih-dalihmu yang kuat, demikianlah firman Raja Yakub itu. Hendaklah mereka itu maju dan menunjukkan kepada kita apa yang akan jadi; hendaklah mereka menunjukkan perkara-perkara yang terdahulu, apa sekaliannya itu, agar dapat kita mempertimbangkannya, dan mengetahui nasib kemudian sekaliannya itu; atau menjelaskan kepada kita perkara-perkara yang akan datang. Tunjukkanlah perkara-perkara yang akan datang kemudian dari sekarang, agar dapat kita ketahui bahwa kamulah dewa-dewa". Yesaya 41 : 21 - 23.

Dia yang meramalkan jatuh bangunnya Babil dan bangsa-bangsa yang menyusulnya kemudian, adalah satu-satunya orang yang mengetahui apa yang akan jadi sebagai akibat dari pada "pertikaian bangsa-bangsa" yang ada sekarang. Lukas 21 : 25. Sebab itu, bagi terang terhadap masalah penting ini yang kini sangat mendesak di dalam setiap pikiran yang rational, kita kembali kepada Allah para nabi itu, Yang mengundang kita memandang kepada tulisan-tulisan para pelihat-Nya yang dahulu. Di sanalah semua peristiwa dunia yang berkaitan dengan "anak-anak"-Nya (Yesava 45 : 11)

Diramalkan Dalam Cara Lukisan.

Sejarah dunia dalam nubuatan dicatat pertama-tama, dalam cara biasa (literal); kedua, dalam hubungan perumpamaan; ketiga, dalam hubungan contoh; dan keempat, dalam cara lukisan. Demi untuk singkatnya, dan supaya memudahkan pengertian, sambil menghindari kemungkinan penyelewengan, maka utusan yang diam ini menyampaikan pekabarannya dalam cara lukisan.
 
Kerajaan-kerajaan yang sudah jatuh, kerajaan-kerajaan yang masih ada, dan kerajaan-kerajaan yang masih akan datang, yang pembuatan undang-undangnya juga meliputi umat Allah telah dicatat berurutan secara gambar baik oleh Daniel maupun oleh Yahya Pewahyu.

Kini agar supaya pikiran yang tidak percaya dan sangat ragu-ragu sekalipun dapat dibujuk, maka pokok masalah di dalam buku kecil ini diperkenalkan dengan simbol-simbol yang maksud nubuatannya sudah menjadi sejarah (sudah genap):


SEEKOR SINGA, SEEKOR BERUANG,
 SEEKOR HARIMAU KUMBANG, DAN SEEKOR
BINATANG YANG TAK TERGAMBARKAN.


"Maka jawab Daniel, katanya : Aku tampak dalam khayalku pada malam hari, maka tengoklah, telah turun empat angin dari langit yang menimpa ke atas lautan yang luas. Maka empat binatang buas yang besar-besar naik dari dalam laut itu, yang satu berlainan dari pada yang lainnya. Yang pertama itu seperti singa dan ia bersayap seperti burung garuda; maka ku lihat sampai tercabut sayap-sayap itu, lalu ia itu diangkat dari bumi, dan dibuat berdiri pada kakinya seperti manusia, dan diberikan kepadanya hati manusia."

"Maka tengoklah seekor binatang lain, yang kedua rupanya seperti beruang, maka berdirilah ia pada sisi yang satu, dan ada tiga tulang rusuk di dalam mulutnya di antara gigi-giginya, maka kata mereka kepadanya demikian: Bangkitlah, makanlah olehmu daging yang banyak.

"Kemudian dari pada ini kulihat, bahwasanya ada pula seekor binatang yang lain, seperti harimau kumbang rupanya, dan padanya ada empat sayap burung pada belakangnya, dan lagi ia berkepala empat : maka telah diberikan kepadanya pemerintahan.
 
“Kemudian dari ini aku lihat dalam khayal pada malam, bahwa sesungguhnya ada binatang yang keempat, mengerikan dan hebat, dan sangat kuat rupanya; maka ia itu memiliki gigi-gigi besi yang besar-besar; maka ditelan olehnya dan dihancurkannya, dan dipijak-pijaknya dengan kakinya semua yang tersisa; maka berlainanlah ia daripada binatang-binatang yang mendahuluinya; dan ia memiliki sepuluh tanduk. Maka sementara aku mengamat-amati tanduk-tanduk itu, maka tengok, muncullah di antara tanduk-tanduk itu sebuah tanduk kecil lainnya, olehnya juga tiga tanduk dari tanduk-tanduk yang terdahulu itu tercabut sampai dengan akar-akarnya, maka sesungguhnya pada tanduk yang kecil ini terdapat mata seperti mata manusia dan suatu mulut yang membicarakan perkara-perkara yang besar-besar.” Daniel 7 : 2 - 8. 
 
“Keempat binatang yang besar ini,” kata malaikat itu, "adalah empat raja, yang akan bangkit keluar dari bumi," Daniel 7 : 17.

Mendahului khayal Daniel mengenai binatang-binatang itu, maka kepada Nebukhadnezar raja Babil kuno, selagi dalam kebingungannya memikirkan umur kerajaannya, telah diperlihatkan dalam sebuah mimpi suatu patung besar, yang terbuat dari pada empat jenis logam. Kepalanya adalah dari pada "emas", dadanya dan lengan-lengannya dari pada "perak", pinggangnya dari pada "tembaga", pahanya dari pada "besi", dan kaki-kakinya dari pada “besi bercampur tanah liat". Dalam menginterpretasikan khayal itu Daniel mengatakan kepada raja itu sebagai berikut:

"Tuanku adalah kepala yang dari pada emas ini. Tetapi sesudah tuanku akan bangkit suatu kerajaan lain yang lebih kecil dari pada kerajaan tuanku, dan suatu kerajaan yang ketiga lainnya yang dari pada tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi. Kemudian kerajaan yang keempat yang akan kokoh seperti besi; . . . . . . . Dan sementara tuanku melihat kaki-kaki dan jari-jari kaki itu, sebagian dari pada tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari pada besi, maka kerajaan itu akan dibagi-bagi; namun akan terdapat di dalamnya sebagian yang kokoh dari pada besi, karena kenyataannya tuanku melihat besi itu bercampur dengan tanah liat.

"Tetapi karena jari-jari kaki itu sebagian dari pada besi dan sebagian dari pada tanah liat, maka kerajaan itu sebagiannya akan kuat, tetapi sebagiannya akan rapuh. Dan sebagaimana tuanku melihat besi bercampur dengan tanah liat, maka mereka itu akan bercampur antara sesamanya dalam perkawinan; namun mereka tidak akan dapat bersatu, sama seperti halnya besi tidak dapat bersatu dengan tanah liat.

"Maka pada zaman raja-raja ini Allah di Sorga akan mendirikan sebuah kerajaan yang kelak tidak pernah dapat dibinasakan; maka kerajaan itu tidak akan diserahkan kepada bangsa lain, melainkan ia itu akan menghancur-lulukan dan menghabiskan semua kerajaan ini, dan ia akan berdiri untuk selama-lamanya.” Daniel 2 : 38 - 44.






PATUNG



LAMBANG DARI DUNIA
DANIEL 2

Jelaslah, keempat logam dari patung yang besar itu, seperti juga halnya empat binatang itu, adalah melambangkan urutan-urutan empat orang raja dalam masing-masing masa periodenya. Kaki-kaki (kiri dan kanan) yang dari pada besi dan tanah liat jelas melambangkan dua bagian raja-raja (raja-raja golongan kiri dan raja-raja golongan kanan) dalam masa periode yang kelima ---- yaitu masa dimana Allah di Sorga akan “mendirikan sebuah kerajaan yang kelak tidak pernah dapat dibinasakan". Jari-jari kaki itu, tentunya menunjukkan sejumlah besar raja-raja dari kedua belah pihak, golongan kanan dan golongan kiri.

Dalam suatu simbol yang lain, yaitu seekor domba jantan dan seekor kambing jantan tiga tahap, Daniel melihat bahwa kambing jantan itu pada tahap pertamanya (tahap dari "tanduk besar" itu --- raja "Gerika" itu) telah menginjak-injak domba jantan itu ("Medi dan Persia"), dan bahwa sesudah tanduk besar itu patah (meninggalnya Alexander),  maka empat tanduk telah muncul menggantikannya (kerajaan itu terbagi dalam empat bagian), dan bahwa akhir dari salah satu dari empat tanduk itu, telah datang tanduk yang ke lima, yaitu "tanduk yang sangat besar itu" (Romawi). (Lihat Daniel 8 : 9, 20, 21 - 23).

Sebagian orang menyangka "tanduk yang sangat besar" itu --- yang kelima itu -- melambangkan Antiochus yang memerintah atas salah satu dari empat bagian kerajaan itu; namun ini adalah tidak mungkin, sebab kedatangan tanduk yang sangat besar itu keluar dari salah satu empat tanduk itu, melambangkan suatu kerajaan yang kelima; bukan salah satu dari empat tanduk itu yang diperluas. Lagi pula, sebutan, "sangat besar", karena berlawanan dengan sebutan, "besar", maka menunjukkan suatu kerajaan yang lebih besar dari pada kerajaannya Alexander. Dan karena kerajaan Antiochus dalam kebesarannya belum pernah mencapai separuh dari pada kerajaannya Alexander, maka teori itu tidak dapat dipertahankan.
 
Kekaizaran Romawi itu adalah kerajaan yang jauh lebih besar dari pada kerajaannya Alexander, maka sebab itu Romawilah satu-satunya yang dapat memenuhi simbol itu. Karena menuju ke selatan, kemudian ke timur, kemudian menuju arah ke tanah yang permai itu, yaitu ke barat (Palestina), maka ia itu tak dapat tiada menuju ke empat penjuru mata angin, yang memang justru dilakukan oleh Romawi.

Daniel 8 : 9 mengatakan bahwa "tanduk yang sangat besar" itu keluar dari salah satu dari empat tanduk kambing jantan itu, namun tidak dijelaskannya keluar dari tanduk yang mana. Tetapi Daniel 11 : 5 menjelaskan bahwa "seorang dari penghulu-penghulu" kerajaan dari selatan itulah yang akan memiliki suatu daerah kekuasaan yang besar. Oleh sebab itu, maka penghulu inilah yang dilambangkan oleh tanduk yang sangat besar itu, dan menunjukkan bahwa ia itu datang dari tanduk yang dilambangkan oleh Dinasti Ptolemy -- yaitu bagian kerajaan di selatan. Di sini diperlihatkan apa yang gagal dicatat oleh sejarah mengenai asal mulanya Romawi Kapir itu.
 
Kini kita saksikan, bahwa walaupun di dalam Daniel pasal 2 dan 7 nama-nama raja-raja itu tidak diberitahukan, namun mereka itu adalah diungkapkan di dalam Daniel pasal 8. Dan karena Daniel pasal 2 dan 8 menguatkan Daniel pasal 7, maka ia itu menyusul bahwa keempat logam dari patung yang besar itu, dan keempat binatang buas yang besar itu, adalah lambang dari empat kerajaan kuno, yaitu masing-masing Babil, Medo-Persia, Gerika, dan Romawi Kapir.

Keempat peta berikut ini menunjukkan bahwa sejarah menguatkan nubuatan.
 
 

 
 
Kaki-kaki dan jari-jari kaki dari patung itu (Daniel pasal 2), yang merupakan suatu campuran dari pada besi dan tanah liat, meramalkan suatu kerajaan yang tidak dapat bersatu, tanah liat memecahkannya ke dalam bagian-bagian -- yaitu ke dalam kerajaan-kerajaan yang terpisah-pisah; sebagiannya besar, sebagiannya kecil, "sebagiannya kuat, dan sebagiannya rapuh".

Jelaslah Injil ini menggambarkan keluarga raja-raja yang ada sekarang dalam keadaan antar-perkawinan mereka (bercampur "dengan benih orang-orang laki-laki"). Karena datang sebagai akibat dari penciutan Romawi Kapir, maka mereka membentuk suatu kerajaan yang kelima dan multi-bagian. Demikianlah gambaran nubuatan ini meramalkan dengan jelas, bahwa para pemimpin pemerintahan masa kini karena tidak mampu bersatu di antara sesamanya, maka nasib mereka akan terus bersengketa dan bermusuhan di antara sesamanya.
 
Peta yang ke-5 menunjukkan pembagian-pembagian dunia kuno yang lalu itu di waktu ini, mendahului Perang Dunia Ke II.
 
Sebagaimana diterima secara luas, dua tahap dari binatang yang keempat itu --- yang satu dengan sepuluh tanduk, yang lainnya dengan tujuh tanduk bersama-sama dengan "tanduk kecil" itu (Daniel 7 : 7, 8) --- menggambarkan pertama-tama, Romawi Kapir, dan kedua, Romawi Agama, dan "tanduk kecil" itu (tanduk - kepala), yaitu kuasa yang memerintah di waktu itu, ialah kuasa gabungan agama – politik.

Keempat binatang ini adalah bertepatan masing-masing dengan "emas", "perak", "tembaga", dan "besi" dari "patung yang besar" itu.

Dalam simbol empat-binatang nubuatan ini, bersama-sama dengan kegenapan sejarahnya, kita saksikan peristiwa-peristiwa politik yang berlalu dan perubahan status politik dunia yang menyusul semenjak dari zaman Babil kuno yang lalu turun sampai kepada zaman Romawi Kristen. Tetapi patung besar itu menghantarkan kita turun sampai kepada sekarang, yaitu zaman dimana kita menemukan diri kita diperintah oleh raja-raja jari kakinya. Tetapi karena rangkaian binatang-binatang Daniel itu menggambarkan hanya sebagian dari sejarah dunia, maka suatu rangkaian lainnya adalah perlu untuk melengkapinya. Satu-satunya rangkaian yang sedemikian itu adalah terdapat di dalam buku Wahyu, yang mana simbol pertamanya ialah