|
Langit pada Mula Pertama
"Hendaklah ada suatu bentangan di tengah-tengah air-air itu", demikianlah firman Tuhan pada waktu menciptakan bumi, "supaya diceraikannya air daripada air. Maka dijadikan Allah akan bentangan itu, lalu diceraikan-Nya air yang ada di bawah bentangan daripada air yang ada di atas bentangan : maka jadilah demikian itu. Lalu dinamai Allah akan bentangan itu L a - n g i t." Kejadian 1 : 6 - 8.
Pada mulanya, hendaklah kita ingat, bahwa "Tuhan Allah tidak mengadakan hujan turun ke atas bumi" (Kejadian 2 : 5), dan air terdapat "di atas bentangan" maupun "di bawah bentangan itu" ; maka bentangan itu dinamai-Nya "Langit". Kejadian 1 : 7, 8. Pemisahan air-air ini tak mungkin berupa air yang ada dalam awan-awan di atas yang biasanya kini memberikan air ke bumi, sebab air-air yang di sebelah atas itu tidak terdapat di tengah-tengah bentangan itu seperti halnya dengan awan-awan itu, melainkan di atasnya. Demikian itulah sebagaimana halnya bumi dikelilingi oleh bentangan itu, maka demikian pula bentangan itu dikelilingi oleh air. Dengan kata lain, bumi diselubungi dua kali, seperti terlihat pada gambar, -- pertama sekali oleh bentangan; kemudian oleh air.

Oleh karena baik bentangan itu maupun air adalah jernih, dan air itu membentuk hanya suatu lapisan tipis yang mengelilingi bentangan itu, maka cahaya-cahaya matahari yang bersinar ke atas bumi adalah sama cerahnya di waktu itu seperti juga di waktu ini. Dan juga, karena cahaya-cahaya matahari pada waktu itu menyentuh air sebelum semuanya itu didinginkan oleh melewati lapisan atmosfir yang berat, maka cahaya-cahaya itu adalah lebih panas sewaktu mereka mencapai air yang di atas bentangan daripada cahaya-cahaya itu di bawah bentangan apabila mereka mencapai bumi. Dengan disebarkan pertama sekali oleh air, maka sinar-sinar cahaya itu membuatnya menjadi panas, selanjutnya oleh beredar-edar mengelilingi bentangan itu, maka air yang panas itu menghangati bumi secara seimbang sama di mana-mana -- baik di kutub-kutub maupun di daerah-daerah khatulistiwa. Hanya sedikit terdapat perbedaan temperatur karena adanya terang pada siang hari dan karena tidak adanya terang pada malam hari. Kemudian akibatnya seperti halnya kini malam hari adalah lebih sejuk daripada siang hari. Tetapi karena keadaan ini tidak lagi terus berlaku sekarang, ternyata pada sesuatu masa suatu air bah telah menimbulkan
 |
|