AMARAN SEKARANG

JILID 1 No. 32









PARA BAPA
MENGHENDAKI TIPU
ANAK-ANAK MEREKA
MEMPEROLEH
KARUNIA








Oleh:

Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 15 Maret 1947.
Gereja Mount Carmel, Waco, Texas
Amerika Serikat


 

Kita akan mempelajari pasal yang ketiga puluh dari buku Yesaya, dimulai dengan ayat yang pertama.

Di sini, seperti halnya dalam pasal-pasal lainnya dari nubuatan Yesaya, Saudara akan melihat bahwa sebagian dari pasal itu (dalam contoh ini, tujuhbelas ayat yang pertama) membicarakan dan hal dosa-dosa Israel kuno yang dahulu, para bapa dan Israel contoh saingan, dan dari hal keruntuhan mereka dan kekuasaannya. Tetapi ayat-ayat yang sisa dari pasal itu membicarakan dari hal Israel di akhir zaman, yaitu masa di mana Israel contoh saingan itu akan naik berkuasa. Marilah kita sekarang melihat kepada,

Yesaya 30 : 1, 2 :
"Wai bagi anak-anak yang murtad, demikianlah firman Tuhan, yang mengadakan mufakat, tetapi bukan atas suruhan-Ku, dan berjanji-janji melawan kehendak-Ku, sehingga mereka akan menambahi dosa dengan dosa. Yang pergi berjalan turun ke Mesir dengan tiada bertanyakan firman-Ku; hendak menguatkan dirinya dengan kekuatan Phiraun dan berlindung di bawah naungan Mesir."

Terbukti umat Allah di masa itu telah bersalah oleh dosa-dosa ini. Gantinya berharap pada Allah untuk melepaskan mereka dari semua musuhnya, mereka menaruh harap pada Phiraun. Alangkah bodohnya bersandar pada bantuan yang lemah. Sebagai akibatnya kepada mereka ditegaskan:

Yesaya 30 : 3 - 7 :
"Karena kuasa Phiraun akan mempermalukan kamu, dan perlindungan di bawah naungan Mesir bagimu akan kacau. Karena penghulu-penghulunya ada di Zoan dan segala utusannya sudah datang ke Chanisi; sekalian mereka itu kemalu-maluan dari sebab suatu bangsa yang tiada dapat memberi faedah kepadanya, yang bukan akan membantu atau memberi manfaat, melainkan membawa malu dan juga kecelaan. Di Selatan berjalanlah segala binatang dengan muatannya terus ke tanah ketakutan dan kepicikan, tempat asal singa muda dan tua, dan ular beludak dan naga terbang yang berbisa api; ke sana dibawanya akan hartanya tertanggung di atas bahu keledai muda, dan akan mata bendanya tertanggung di atas punggung unta, kepada suatu bangsa yang tiada dapat memberi faedah baginya. Karena pertolongan orang-orang Mesir itu akan sia-sia dan tak berguna; oleh sebab itu sudah Kuserukan mengenai hal ini, bahwa kekuatan mereka itu ialah duduk dengan diam."

Inilah, seperti anda ketahui, adalah yang betul-betul telah menimpa umat Allah yang dahulu itu. Betapa lebih baik jika anda duduk diam menantikan pertolongan Tuhan apabila anda tak berdaya dari pada memintakan bantuan kepada musuh-musuh-Nya.

Yesaya 30 : 8 :
"Sekarang pergilah, tuliskanlah hal itu pada sekeping papan log kehadapan mereka, dan catatkanlah hal itu di dalam sebuah buku, supaya ia itu berguna bagi masa depan sampai selama-lamanya."

Benar, mereka itu telah membunuh nabi-nabi karena mengamarkan kepada orang banyak itu mengenai dosa mereka, namun Allah memutuskan bahwa tulisan-tulisan nabi-nabi itu melawan dosa-dosa yang ada harus tetap mengikat untuk dibaca sebagai pelajaran-pelajaran teladan bagi semua generasi yang menyusul kemudian. Oleh sebab itu umat Allah pada waktu ini tidak dapat dimaafkan untuk mengulangi kesalahan-kesalahan umat yang terdahulu itu. Tetapi jika mereka mengulangi melakukan dosa-dosa orang-orang yang telah mendahului mereka itu, maka upah kesalahan mereka akan lebih besar dari pada yang dilimpahkan ke atas orang-orang Yahudi. Dan jika tak seorangpun dapat membantah, bahwa nubuatan-nubuatan Yesaya yang melawan orang-orang Yahudi itu telah digenapi, maka siapakah yang dapat berani mengatakan bahwa semua itu tidak akan digenapi terhadap kita jika kita juga gagal seperti mereka ?

Yesaya 30 : 9, 10 :
"Bahwa inilah suatu bangsa durhaka, anak-anak yang dusta, anak-anak yang enggan mendengar akan torat Tuhan; yang mengatakan kepada segala pelihat, 'Janganlah melihat,' dan kepada segala nabi, 'Janganlah menubuatkan kepada kami perkara-perkara yang benar, bicarakanlah kepada kami perkara-perkara yang kami sukai, nubuatkanlah kepada kami barang yang bohong."

Oleh membunuh para nabi karena pembicaraan mereka itu yang berterus terang, maka umat Allah yang dahulu itu secara terbukti telah mengatakan, Nubuatkanlah bagi kami barang yang bohong. Ceriterakanlah kepada kami perkara-perkata yang kami sukai, kami tidak ingin mengetahui kebenaran dari hal kami. Adakah perkara ini masih ada di antara kita? Marilah kuceriterakan kepadamu suatu peristiwa yang akan segera menjawab pertanyaan ini.

Baru kemarin dulu saya menerima dari seorang saudara pendeta sebuah surat yang tertulis dengan ramah sekali, dalam mana ia menyatakan pendapatnya secara jujur tentang penerbitan-penerbitan kita. la menjelaskan dengan amat sopan, bahwa semua yang ditentangnya ialah bahwa dalam penerbitan-penerbitan itu kita berbicara mengenai dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan dari para pemimpin sidang. Katanya, jika anda mengasihi mereka berbicaralah yang baik-baik saja dari hal mereka.

Saya menghargai kejujuran dari saudara itu terhadap hal ini, namun saya tidak dapat menghargai penilaiannya akan hal itu. Jika ia mau menyelidiki kembali akan penerbitan-penerbitan itu, maka saya yakin ia akan menemukan, bahwa kita tidak mengatakan apa-apa terkecuali hanya apa yang Firman katakan mengenai masalah itu bagi sejarah kita di waktu ini. Oleh sebab itu keberatannya sesungguhnya bukan ditujukan terhadap kita melainkan terhadap Allah sendiri.

Saudara, saudariku, urusan kita bukanlah mencari-cari kesalahan pendeta atau pun anggota, melainkan mengemukakan dengan sebenar-benarnya apa yang Firman harus katakan kepada umat Allah pada waktu ini. Insya-Allah kita tak dapat berbuat sebaliknya. Penegasan Yeheskiel adalah penegasan bagi kita juga:

"Apabila firman-Ku kepada orang fasik itu demikian, Tak dapat tiada engkau akan mati kelak; lalu tiada kamu mengamarkan dia atau berbicara menasehatkan dia dari pada jalan kejahatannya, untuk menyelamatkan hidupnya; bahwasanya orang fasik itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi darahnya akan Kutuntut dari pada tanganmu." Yeheskiel 3 : 18.

Apabila orang-orang Yahudi menemukan kesalahan para nabi itu karena membicarakan dosa-dosa yang sedang dipelihara oleh imam-imam mereka, maka dengan sungguh-sungguh mereka lalu katakan:

Yesaya 30 : 11 :
"Keluarlah kamu dari pada jalan, menyimpanglah kamu dari pada lorong, jauhkanlah Yang Maha Suci orang Israel itu dari hadapan kami."

Buta rohani adalah suatu hal yang kejam. Korban-korbannya sukar sekali dapat dicelekkan untuk melihat mana dosa-dosa mereka dan mana kebenaran Allah. Mereka selalu salah mengartikan, dan mempergunakan apa saja yang dimaksudkan untuk kebaikan mereka.

Yesaya 30 : 12, 13 :
"Maka sebab itu, demikianlah firman Yang Maha Suci orang Israel. Oleh karena kamu meremehkan Firman ini, dan kamu berharap kepada penganiaya dan pemutar balikkan, dan kamu bersandar kepadanya; maka sebab itu kesalahan ini menjadi bagimu bagaikan suatu keretakan tembok yang segera akan runtuh, yang melentur keluar pada sebuah tembok yang tinggi, yang kehancurannya akan datang dengan tiba-tiba dalam sekejap mata."

Jika mata rohani umat Allah yang dahulu itu mungkin dapat dibukakan, jika mereka sudah dapat melihat, bahwa dosa-dosa mereka itu sedang menggali meruntuhkan pondasi pada mana mereka sedang berdiri, maka mereka tidak akan membuang ludah pada muka para nabi karena amarannya kepada mereka itu dari hal kewajiban-kewajibannya. Sesungguhnya tidak. Sebaliknya, mereka sudah akan menyambut para nabi itu.

Yesaya 30 : 14 :
"Maka Ia akan memecahkannya bagaikan memecahkan kendi sampai hancur; tidak akan disayangi-Nya sehingga tidak akan terdapat sebuah tembikar pun untuk mengambil bara api dari dalam dapur api atau untuk menciduk air dari dalam parit."

Siapakah yang berani membantah bahwa kerajaan mereka itu telah runtuh sedemikian itu? Semua perkara ini telah menimpa mereka hanya karena mereka menolak untuk mendengarkan nabi-nabi itu.

Yesaya 30 : 15 - 18 :
"Karena demikian inilah firman Tuhan Hua, Yang Maha Suci orang Israel itu; Oleh tobat dan duduk diam bolehlah kamu terpelihara; dalam ketenangan dan dalam menaruh harap akan menjadi kuatmu, tetapi kamu sudah enggan. Melainkan katamu, Tidak, karena dengan berkuda kami akan lari; maka sebab itu kamu akan lari; dan, Kami hendak mengendarai binatang yang cepat, oleh sebab itu segala pengejarmu akan cepat juga. Seribu orang akan lari karena ancaman satu orang; terhadap ancaman lima orang kamu akan lari sampai kamu akan ditinggalkan bagaikan tonggak isyarat di atas puncak gunung, dan seperti panji-panji di atas bukit. Maka sebab itu Tuhan akan menanti-nantikan untuk menunjukkan kasih-Nya kepadamu, dan sebab itu Ia akan ditinggikan, agar Ia boleh menaruh kasihan akan kamu; karena Tuhan adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia."

Oleh karena tidak ada apapun yang dapat diperbuat untuk menyelamatkan para leluhur kita dari malu, maka Tuhan membiarkan segala bangsa memalu umat-Nya dan mencerai-beraikan mereka ke seluruh empat penjuru bumi. Sungguhpun demikian Ia meninggalkan sebuah janji, bahwa Ia akan menunggu sampai mereka sebagai suatu bangsa telah menjalani seluruh periode masa kesesatan mereka, sampai mereka secara perseorangan menemukan kesalahan-kesalahan mereka lalu memberikan Tuhan kesempatan untuk menunjukkan kemurahan-Nya kepada mereka. Orang-orang yang menantikan Dia pasti akan memperoleh berkat-berkat-Nya.

Dengan ayat yang ke delapan belas tibalah garis pemisah di antara perhitungan terhadap umat Allah yang terdahulu dan ramalan tentang hari depan umat-Nya di akhir zaman. Sampai ke titik inilah terdapat catatan dari hal yang terdahulu itu; kini mengenai janji-janji terhadap yang terkemudian kita baca:

Yesaya 30 : 19 :
"Karena bangsa itu akan tinggal di dalam Sion di Yerusalem: tiada lagi kamu akan menangis : Ia akan sangat mengasihi kamu apabila kamu berseru-seru; apabila Ia mendengar teriakmu, maka Ia akan menjawabmu."

Apakah alasannya sehingga Allah sedemikian sabar menanti? Dan mengapakah Ia menjanjikan kemurahan-Nya dengan sedemikian limpahnya kepada umat-Nya? -- Karena Ia telah berketetapan hati, bahwa mereka kelak akan tinggal di dalam Sion di Yerusalem. Tujuan-Nya ialah membawa kembali mereka ke sana, lalu mernberikan kepada mereka istirahat. Maksud-Nya untuk mengakhiri semua tangisan mereka, untuk mendengarkan doa-doa mereka, dan untuk memberikan kepada mereka semua kebutuhannya.

Demikian itulah, maka sementara umat Allah yang dahulu itu menghadapi kebinasaan, hukuman, dan pembuangan, kita kini sedang menghadapi pengembalian, kasihan, dan kemurahan. Kita pada waktu ini memiliki janji yang sama seperti yang dimiliki umat di masa Musa dahulu -- bahkan lebih besar.

Yesaya 30 : 20 :
"Maka sungguhpun Tuhan memberikan kepadamu roti kesukaran dan air kesakitan, namun segala gurumu tidak akan lagi disembunyikan ke dalam sudut ruangan, melainkan matamu akan menyaksikan semua gurumu.”

Sungguhpun Allah di masa lalu membiarkan para guru dari umat-Nya itu (para nabi mereka) didesak ke dalam sudut ruangan, dianiaya, dan dibunuh, Ia tidak akan lagi membiarkan begitu. Mata umat-Nya akan menyaksikan guru-guru penunjukan Allah mereka sementara mereka dibawa ke depan.

Yesaya 30 : 21 :
"Dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu yang berbunyi, 'Inilah jalan, berjalanlah kamu di dalamnya, apabila kamu hendak ke kanan dan apabila kamu hendak ke kiri.'"

Oleh sebab itu tak perlu seorangpun dari kita untuk berjalan keliru. Tak ada maaf untuk berbuat keliru untuk apa yang kita harus tidak melakukannya.

Yesaya 30 : 22 :
"Engkau akan menganggap najis patung-patungmu yang disalut dengan perak atau yang dilapis dengan emas ; engkau akan membuangnya seperti kain cemar sambil berkata kepadanya : 'Nyahlah engkau!'"

Umat Allah yang setia tidak akan mau berpegang kepada apapun yang tidak berkenan kepada Tuhan. Bukan saja mereka akan membuang semua perkara penyembahan berhalanya, melainkan bahkan mereka akan betul-betul membenci semuanya itu.

Yesaya 30 : 23 :
"Lalu Tuhan akan memberi hujan bagi benih yang baru kamu taburkan di ladangmu, dan dari hasil tanah itu kamu akan makan roti yang lezat dan berlimpah-limpah. Pada waktu itu ternakmu akan makan rumput di padang yang luas."

Apabila kita menyesuaikan diri dengan semua persyaratan Allah, maka kelak jadi bahwa kita akan makmur. Kemudian ialah bahwa semua pembinasa akan dilawan dan semua kutuk akan ditahan dari pada kita. Oleh sebab itu kita hendaknya sekarang menyadari, bahwa kemakmuran tidak hanya bergantung pada kemampuan seseorang, melainkan ia itu lebih banyak bergantung pada berkenannya Allah terhadap perbuatan-perbuatan seseorang.

Yesaya 30 : 24 :
"Maka segala lembu dan keledai-keledai muda yang mengerjakan tanah itu akan memakan makanan campuran yang bersih yang sudah ditampi dan diayak."

Kalau saja ternak-ternak kita harus memperoleh makanan yang bersih, maka betapa pula pentingnya, bahwa kita sendiri pun perlu memiliki makanan rohani yang telah ditampi dan diayak oleh Roh Kebenaran. Demikian inilah yang akan mereka miliki.

Yesaya 30 : 25 :
"Dari setiap gunung yang tinggi dan dari setiap bukit yang menjulang akan memancar sungai-sungai pada hari pembunuhan yang besar, apabila menara-menara runtuh."

Jelaslah, apabila air-air penyelamatan Allah kelak akan menutupi bumi bahkan sampai mencapai puncak-puncak segala gunung sekalipun andai kata demikian, maka semua menara pengawal (mimbar-mimbar) yang telah dibangun dan dimiliki oleh orang banyak itu menurut prakarsa pikirannya sendiri, kelak akan runtuh. Tak dapat disangkal, bahwa hari pembunuhan itu adalah hari Tuhan yang besar dan hebat. Demikianlah kita kembali dihadapkan dengan mata kepala sendiri kepada kenyataan, bahwa Kebenaran melakukan salah satu dari dua perkara ini -- jika Ia tak dapat menyelamatkan, maka Ia akan membinasakan.

Kebenaran ini yang Saudara dengar pada hari ini betul-betul akan tersebar ke seluruh dunia bagaikan api yang menyebar di antara jerami. Janganlah memperdulikan siapapun yang mencoba untuk menghentikan Kebenaran Allah. Saya tahu bahwa semua yang berbuat demikian itu akan tersandung dan jatuh dan tidak akan ditemukan lagi, namun Kebenaran akan menutupi bumi.

Yesaya 30 : 26 :
"Pada masa itu terang bulan akan seperti terang matahari, dan terang matahari pun akan tujuh kali lebih besar dari pada terang tujuh hari, yaitu pada hari Tuhan membalutkan luka umat-Nya, dan menyembuhkan segala bilur bekas sesahnya."

Kalau saja ucapan ini tidak berupa kiasan, matahari akan betul-betul menjadi tujuh kali lebih panas dan pada keadaannya, sehingga bumi akan terbakar dengan sendirinya. Jadi jelaslah matahari dalam contoh ini telah digunakan secara kiasan untuk melukiskan, bahwa terang Firman Allah kini sementara Ia membalut 'luka-luka' umat-Nya, akan meningkat tujuh kali lipat - semua terang yang ada akan memancar ke atas bumi seperti munculnya matahari setelah suatu hari yang berawan. Akibatnya, bulan (sidang), sebagai perantara yang memantulkan sinar matahari ke tempat-tempat gelap di bumi akan menampung orang banyak itu, bukan saja akan lebih baik, melainkan akan lebih sempurna dari pada sebelumnya. Sudah kita saksikan bagaimana terang Firman Allah itu naik makin hari makin tinggi pada setiap minggu.

Yesaya 30 : 27 :
"Bahwasanya nama Tuhan datang dari jauh; murka-Nya bernyala-nyala dan sangatlah kehangatannya. Maka bibir-Nya penuh dengan geram dan lidah-Nya pun seperti api yang memakan habis."

Tengoklah, Tuhan perintahkan, penyajian dari semua kebenaran ini menunjukkan hanya satu perkara -- yaitu bahwa kita sedang mendekati hari Tuhan yang besar dan hebat itu, hari di mana akan terdapat hanya satu Tuhan dan hanya satu nama-Nya.

Yesaya 30 : 28 :
"Maka hembusan napas-Nya bagaikan sungai yang menghanyutkan yang airnya sampai ke leher, untuk menapis segala bangsa dengan tapisan kebinasaan : maka kelak akan ada suatu kekang pada mulut rahang orang banyak itu yang akan membuat mereka itu keliru."

Hembusan napas Tuhan, yaitu Firman-Nya yang tertulis, akan naik (Kebenaran yang dinyatakan akan meningkat) dan terus naik sampai kelak Ia itu akan mencapai "pertengahan leher," untuk menampi segala bangsa. Mereka yang sia-sia akan jatuh, tetapi mereka yang rendah hati, yaitu orang-orang yang menantikan Tuhan akan tetap berdiri.

Yesaya 30 : 29 :
"Kamu akan menyanyikan sebuah nyanyian, seperti pada waktu malam ketika orang mengkuduskan diri untuk perayaan, dan kamu akan bersuka hati seperti pada waktu orang berjalan diiringi suling, untuk naik ke bukit Tuhan, kepada Yang Maha Kuasa orang Israel."

Yah, orang-orang yang menentang Firman Allah akan meratap dan akan menggeretak gigi mereka di dalam kegelapan di luar, tetapi orang-orang yang patuh, yaitu mereka yang menantikan Tuhan akan bernyanyi-nyanyi seperti ketika orang menguduskan diri untuk perayaan, dan mereka seolah-olah akan bermain seruling "untuk datang masuk ke bukit (kerajaan) Tuhan."

Yesaya 30 : 30 :
"Maka Tuhan akan memperdengarkan suara-Nya yang mulia, dan akan memperlihatkan tangan-Nya yang turun menimpa dengan murka yang hebat dan nyala api yang memakan habis, dengan hujan lebat, angin ribut dan hujan batu."

Allah sedang akan memperlihatkan kuasa-Nya demikian dan akan menegakkan kepentingan-Nya. Hari-hari diam-Nya sudah hampir akan berlalu.

Yesaya 30 : 31 - 33 :
"Karena oleh bunyi suara Tuhan dihancur-luluhkan kelak akan Assiria yang biasa memalu dengan tongkat. Maka barang dimana akan lalu cemeti penyiksa, yang dilekatkan Tuhan kelak kepadanya, disanapun akan diiringi rebana dan kecapi : maka Ia akan memerangi Assiria dengan tangan yang diayunkan dalam peperangan. Karena Tofet telah ditahbiskan semenjak lama, bahkan ia itu telah disediakan untuk raja; Ia telah membuat dasarnya dalam dan luas : susunannya penuh api dan kayu; maka hembusan napas Tuhan yang bagaikan sungai belerang akan menyalakannya."

Kalau saja umat Allah dalam sejarah yang lalu telah percaya akan apa yang dikatakan para nabi kepada mereka, maka alangkah bedanya yang terjadi. Kesalahan-kesalahan mereka harus kita ketahui pada waktu ini, harus menjadi batu-batu loncatan kita untuk menyelamatkan diri.

"Maka dari sebab itu, hai Saudara-saudara yang suci, yang beroleh sama bagian di dalam panggilan sorga, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus Kristus; Yang setia kepada Dia yang telah menetapkan-Nya, seperti juga Musa yang setia dalam semua isi rumahnya .... Sebab itu baiklah kita waspada supaya jangan ada seorang di antara kamu tertinggal sekalipun janji untuk masuk ke dalam perhentian-Nya itu masih berlaku. Karena Injil itu sudah diberitakan kepada kita, sama seperti kepada mereka itu juga; tetapi Firman yang diberitakan itu tiada mendatangkan manfaat bagi mereka, sebab tiada disertai iman di dalam mereka yang mendengarkan-Nya. Maka sekali lagi ditentukan-Nya suatu hari, yaitu "Hari ini," dengan firman-Nya di dalam kitab Daud kemudian berselang beberapa lama; seperti yang dikatakan, Bahwa pada hari ini, jikalau kamu mendengar suara-Nya, janganlah kamu mengeraskan hatimu." Ibrani 3 : 1, 2; 4 : 1, 2, 7.

Para leluhur kita menghendaki tipu. Walaupun demikian, kita hendaknya sekarang menyambut dengan gembira akan undangan Kemurahan, lalu dengan demikian memperoleh karunia.




                                         *******
















Copyright © 2011 Tongkat-Gembala.org - All rights reserved.